Anda di halaman 1dari 15

PSIKOFARMAKA

Arum Pratiwi
ANTIPSIKOTIK

semua obat anti psikosis mempunyai efek


primer (efek klinis) yang sama pada dosis
ekivalen

perbedaan utama pada efek sekunder ( efek


samping ): sedasi, otonomik, ekstrapiramidal

Obat antipsikotik yang beredar dipasaran :


yaitu antipsikotik generasi pertama (APG I)
dan antipsikotik generasi ke dua (APG ll)
ANTI PSIKOTIK GOLONGAN I
(APG I)
Bekerja dengan memblok reseptor D2 di
mesolimbik, mesokortikal, nigostriatal dan
tuberoinfundibular sehingga dengan cepat
menurunkan gejala positif

Pemakaian lama dapat memberikan efek


samping berupa: gangguan ekstrapiramidal,
tardive dyskinesia, peningkatan kadar
prolaktin yang akan menyebabkan disfungsi
seksual / peningkatan berat badan dan
memperberat gejala negatif maupun kognitif.

Selain itu APG I menimbulkan efek samping


antikolinergik seperti mulut kering pandangan
kabur gangguan miksi, defekasi dan hipotensi.
ANTIPSIKOTIK GOLONGAN I

APG I dapat dibagi lagi menjadi potensi tinggi bila


dosis yang digunakan kurang atau sama dengan 10
mg diantaranya adalah trifluoperazine,
fluphenazine, haloperidol dan pimozide.

Obat-obat ini digunakan untuk mengatasi sindrom


psikosis dengan gejala dominan apatis, menarik
diri, hipoaktif, waham dan halusinasi.

Potensi rendah bila dosisnya lebih dan 50 mg


diantaranya adalah Chlorpromazine dan
thiondazine digunakan pada penderita dengan
gejala dominan gaduh gelisah, hiperaktif dan sulit
tidur
ANTIPSIKOTIK GOLONGAN II
APG II

Sering disebut sebagai serotonin dopamin antagonis


(SDA) atau antipsikotik atipikal.

Bekerja melalui interaksi serotonin dan dopamin pada


ke empat jalur dopamin di otak yang menyebabkan
rendahnya efek samping extrapiramidal dan sangat
efektif mengatasi gejala negatif.

Obat yang tersedia untuk golongan ini adalah


clozapine, olanzapine, quetiapine dan rispendon.
OBAT ANTIPSIKOSIS

obat antipsikosis sebaiknya dipertahankan selama


3 bulan sampai 1 tahun setelah semua gejala
psikosis reda sama sekali.

Pada penghentian mendadak dapat timbul gejala


cholinergic rebound gangguan lambung, mual,
muntah, diare, pusing dan gemetar.

Keadaan ini dapat diatasi dengan pemberian


anticholmnergic agent seperti injeksi sulfas atropin
0,25 mg IM, tablet trhexyphenidyl 3x2 mg/hari.
STUDI PUSTAKA
ANTIDEPRESAN
Fluoxetine merupakan content dari beberapa obat antidepresan, fluoxetine
merupakan antidepresan yang paling banyak diresepkan.Terapi
menggunakan obat ini digunakan sebagi singgle dosis yaitu 20 mg sampai 80
mg perhari.

Kontra indikasi obat ini bila digunakan bersama obat jenis monoamin
oksidase inhibitor sebab obat tersebut bereaksi sebagai ambilan serotonin

Dosis yang dianjurkan adalah 20 mg selama 4 samapi 5 minggu, waktu ini


ditetntukan berdasarkan status plasma untuk reaksi fluxetine pada kondisi
mendekati kestatbilan atau menenangkan.

Penelitian menunjukan dengan pemberian 40 mg fluoxetine pengaruh obat


dalam plasma 6 samai 8 jam .Waktu tersebut dianjurkan untuk dilakukan
evaluasi sebelum ditentukan dosis untuk secara berangsur-angsur
ditingkatkan.
ANTIDEPRESAN

Reaksi obat di otak adalah Selective Serotonin


Reuptake Inhibitor (SSRI), sehingga obat ini
tidak boleh diberikan bersama obat jenis MAO
(Monoamin oksidase Inhibitor)

. Apabila obat diberikan pada pasien depresi


maka reaksi obat yang merugikan
diantaranya adalah cemas, gelisah, gugup,
takut, insomnia (tidak bisa tidur), perasaan
mengantuk, kelelahan, gemetar, banyak
keringat, kelemahan otot (asthenia),
anoreksia (gangguan makan), diare dan
pusing.
Antianxiety Agents
Indications
Anxiety disorders
Temporary relief of anxiety symptoms
Allergic reactions producing pruritic conditions
Antiemetic
Reduction of narcotic requirement, alleviation of anxiety, and
control of emesis in preoperative/postoperative clients (parenteral
only)
Action
Exerts central nervous system (CNS)-depressant activity at
the subcortical level of the CNS
Has anticholinergic, antihistaminic, and antiemetic propertie
Antianxiety Agents
Contraindications and Precautions:
Contraindicated in: Hypersensitivity Pregnancy and lactation
Use Cautiously in: Elderly or debilitated patients (dosage reduction recommended)
Hepatic or renal dysfunction, Concomitant use of other CNS depressants

Adverse Reactions and Side Effects


Dry mouth
Drowsiness
Pain at intramuscular site

Interactions
Additive CNS depression with other CNS depressants (e.g.,
alcohol, other anxiolytics, opioid analgesics, and sedative/
hypnotics) and with herbal depressants (e.g., kava, valerian)
Additive anticholinergic effects with other drugs possessing
anticholinergic properties (e.g., antihistamines, antidepressants,
atropine, haloperidol, phenothiazines) and herbal
products such as angels trumpet, jimson weed, and scopolia
Can antagonize the vasopressor effects of epinephrine
NURSING DIAGNOSES RELATED TO ALL ANTIANXIETY AGENTS

1. Risk for injury related to seizures, panic anxiety, acute agitation from
alcohol withdrawal (indications); abrupt withdrawal from the medication
after long-term use; effects of medication intoxication or overdose

2. Anxiety (specify) related to threat to physical integrity or self-concept

3. Risk for activity intolerance related to medication side effects of


sedation, confusion, lethargy

4. Disturbed sleep pattern related to situational crises, physical condition,


severe level of anxiety

5. Deficient knowledge related to medication regimen

6. Risk for acute confusion related to action of the medication on the CNS
NURSING IMPLICATIONS

Instruct client not to drink alcohol or take other medications that depress the
CNS while taking this medication.
Assess mood daily. May aggravate symptoms in depressed persons. Take
necessary precautions for potential suicide.
Monitor lying and standing blood pressure and pulse every shift. Instruct client
to arise slowly from a lying or sitting position.
Withhold drug and notify the physician should paradoxical excitement occur.
Have client take frequent sips of water or ice chips, suck on hard candy, or
chew sugarless gum to relieve dry mouth.
Have client take drug with food or milk to prevent nausea and vomiting.
Symptoms of sore throat, fever, malaise, easy bruising, or unusual bleeding
should be reported to the physician immediately. They may be indications of
blood dyscrasias.
Antidepressants

Adverse Reactions and Side Effects


Drowsiness; fatigue
Dry mouth
Blurred vision
Orthostatic hypotension
Tachycardia; arrhythmias
Constipation
Urinary retention
Blood dyscrasias
Nausea and vomiting
Photosensitivity
Increased risk of suicidality in children and adolescents
(black box warning)
NURSING DIAGNOSES RELATED
TO ALL ANTIDEPRESSANTS
Risk for suicide related to depressed mood.
Risk for injury related to side effects of sedation,
lowered seizure threshold, orthostatic hypotension,
priapism, photosensitivity, arrhythmias, and
hypertensive crisis.
Social isolation related to depressed mood.
Risk for constipation related to side effects of the
medication.
NURSING IMPLICATIONS
FOR ANTIDEPRESSANTS
Dry mouth
* Offer the client sugarless candy, ice, frequent sips of water
* Strict oral hygiene is very important.
b. Sedation
* Request an order from the physician for the drug to be given at
bedtime.
* Request that the physician decrease the dosage or perhaps order a
less sedating drug.
* Instruct the client not to drive or use dangerous equipment while
experiencing sedation.
c. Nausea
* Medication may be taken with food to minimize GI distress

Anda mungkin juga menyukai