Anda di halaman 1dari 19

AKUNTANSI MANAJEMEN LANJUTAN

KASUS MERCEDES-BENZ ALL ACTIVITY


VEHICLE (AAV)

ATYANTA HENDRA PRASTA (17/414040/EE/07205)


CHRISTINE RANNU G. (17/414043/EE/07208)
EVI LESTARI (17/414045/EE/07210)
ALL ACTIVITY
VEHICLE
Introduction

1993-1997 pengembangan
produk
C class yang dikenalkan
1993 pada tahun 1993
E class yang dikenalkan
MB mengalami pada tahun 1995
penurunan
penjualan sportater SLK yang
terburuk dikenalkan pada tahun
1990 1996
A-class dan M-classAll
Masa resesi Activity Vehicle(AAV)
dimulai yang dikenalkan pada
tahun 1997
Fase Proyek AAV

Fase pertama (fase konsep) tahun 1992

Memperkirakan peluang di pasar yang telah didominasi oleh Jeep, Ford, dan
GM
Memperkirakan biaya kasar dan arus kas (cash flow) lebih dari 10 tahun
kedepan.
Atas dasar konsep tersebut, direktur menyetujui proyek dan mengevaluasi
lokasi produksi yang potensial

Fase kedua (Fase Realisasi) tahun 1993-1996

Mengumpulkan informasi dari pelanggan potensial


Memasukkan teknisi ke dalam tim untuk merancang sistem

Fase ketiga (Fase Produksi) 1997

memastikan actual cost sesuai dengan target cost )


Target Costing dan AAV

Menbandingkan perkiraan current


cost dengan target cost bagi
masing-masing fungsi grup
perkiraan current pintu, dinding samping dan atap,
cost untuk setiap sistem listrik, bumper, power
kelompok fungsi train, kursi, sistem pemanas,
cockpit, dan front-end

komponen dari masing- Menyesuaikan current


masing fungsi cost = target cost
diidentifikasi dengan Reverse engineering
biaya yang terkait Value analysis
Process improvement
Pengembangan Index untuk Mendukung Aktivitas Target Costing

mengukur respons Melakukan survei pelanggan


pelanggan mengenai faktor terpenting saat
mempertimbangkan pembelian
terhadap konsep produk Mercedes baru (keselamatan,
AAV kenyamanan, ekonomi, dan gaya )
Pengembangan Index untuk Mendukung Aktivitas Target Costing

Menghitung target cost relative dari


masing-masing function group
Pengembangan Index untuk Mendukung Aktivitas Target Costing

merangkum bagaimana masing-masing kelompok


fungsi memberikan kontribusi terhadap
persyaratan konsumen yang diidentifikasi pada
Tabel 1
Pengembangan Index untuk Mendukung Aktivitas Target Costing

menggabungkan persentase Hasilnya adalah importance index yang


bobot kategori dari Tabel 1 mengukur kepentingan relatif setiap
dengan kontribusi Kelompok kelompok fungsi di semua kategori
Fungsi dari Tabel 3
Pengembangan Index untuk Mendukung Aktivitas Target Costing

membagi importance index dengan


Indeks target costing persentase Target Cost oleh Function Group
1. Persaingan kompetitif apa yang dihadapi oleh MB
ketika me-launching AAV?

Pasar kendaraan sport didominasi oleh Jeep, Ford ,dan GM


2. Bagaimana MB bereaksi dengan adanya
perubahan pasar dunia kendaraan mewah?

membuat kendaraan baru


Memperluas pangsa pasar
Melibatkan supplier dalam pembuatan produk, sample
customer potential dan me-reduction cost
3. Menggunakan cost, kualitas, dan grafik fungsi yang
disajikan , diskusikan faktor yang dipilih MB untuk
bersaing dengan produsen mobil lainnya, seperti Jeep,
Ford dan GM?

target costing
4. Bagaimana proyek AAV berkaitan dengan strategi
MB dalam cakupan pasar?

menganalisis tren pasar


5. Jelaskan proses pengembangan importance index untuk
kelompok atau komponen fungsi. Bagaimana index tersebut
dapat memberi petunjuk manajer dalam membuat keputusan
cost reduction?

Menghubungkan fungsi produk dan kontribusi biaya ke produk


Sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan
pelanggan dan memilah peringkat fungsional yang bisa mereduction
cost.
6. Bagaimana pendekatan cost reduction MB untuk
mencapai target cost?

Komponen yang kontribusi biayanya lebih besar dibanding kontribusi


functionality-nya harus diturunkan target biayanya dan sebaliknya.
Salah satu pembentuk target cost dari suatu produk adalah penjumlahan
dari target cost masing-masing komponen pembentuknya
7. Bagaimana pengaruh pemasok terhadap proses
target costing? Mengapa hal itu sangat penting bagi
keberhasilan dari MB AAV?

Para pemasok didorong untuk mencapai target tersebut untuk


mendapatkan kontrak kerja selama masa hidup produk.
Pemasok juga dapat memberikan masukan-masukan kepada engineer
maupun manajemen
8. Peran apakah yang dilakukan departemen
akuntansi dalam proses target costing?

Cost Control
Profit Analysis
1. Mengapa produk cina murah?

2. Dengan membuka pabrik di amerika apakah untuk memperluas


pangsa pasar atau untuk cost reduction? (Adit)

3. mengapa tidak melakukan join venture dengan perusahaan di


amerika dibanding harus membuka pabrik? (Andika)

4. apakah target costing= ABM? Apakah target costing bisa digunakan


bersamaan dengan ABC (tungkot)
dijawab oleh natalia p. Mahenu & umar

5. Cost reduction berada di tahap mana, dari ketiga fase AAV?(Natalia)