Anda di halaman 1dari 67

Tumor rongga mulut

jaringan lunak
Oleh:

1. Faridatul Afifah
2. Alfiani Jamilah
3. Puji Astuti Wetang

Pembimbing :
Drg. Wahyuni Dyah Permatasari, Sp. Ort
Pendahuluan
Tumor odontogenik merupakan suatu kelainan yang terjadi
pada rongga mulut dan asalnya berhubungan dengan
jaringan yang berasal dari perkembangan gigi.
Jaringan abnormal dari masing-masing tumor sering
dihubungkan dengan jaringan yang sama pada odontogen
normal dari pembentukan hingga erupsi gigi
Tumor odontogenik merupakan neoplasma pada rahang
yang berdiferensiasi dari struktur gigi. Lesi ini sering
ditemukan pada mandibula dan maksila sedangkan pada
gingiva jarang
Kebanyakan dari tumor odontogenik adalah tumor ganas,
tapi beberapa ada juga yang tumbuh sebagai
hamartomatous
Tumor odontogenik biasanya muncul sebagai suatu
pembengkakan tanpa nyeri, yang dapat mengakibatkan
hilangnya struktur tulang, pergeseran gigi dan
pembesaran rahang
Tumor ini jarang menyebabkan disfungsi saraf sensoris.
Dengan memahami latar belakang biologis dari
kelompok lesi ini akan membantu kita menentukan
perawatan yang tepat dengan hasil yang memuaskan
Adenoma odontogenik tumor
Definisi

Lipoma Etiologi

keratositik odontegenik Gambaran klinis

Penatalaksanaan
Adenoma odontogenik tumor
Definisi

WHO mendefinisikan AOT sebagai tumor epitel


odontogenik dengan struktur seperti saluran dan
dengan tingkat perubahan induktif yang
bervariasi dalam jaringan ikat

Etiopatogenesis
Tumor adenomatoid odontogenik berasal
dari epitel enamel organ. Karena neoplastik dan
lesi hamartomatous dapat terjadi pada setiap
tahap odontogenesis, tumor odontogenik dengan
gabungan fitur epitel dan mesenchymal komponen
mungkin timbul dalam kista odontogenik AOT
yang telah terdeteksi dan diobati selama
bertahun-tahun, mengakibatkan asimetri wajah
dan distorsi.
1. AOT Dari 74% kasus yang
dilaporkan tumor ini berkaitan
dengan gigi impaksi.

2. AOT umumnya ditemukan pada


wanita muda
Epidemiologi
3. Rahang atas lebih sering terjadi
hampir dua kali lebih sering daripada
di mandibula.

4. Anterior rahang lebih sering


terlibat dari pada bagian posterior.
Manifestasi Klininis

1. Keluhan adanya pembengkakan pada regio kanan


wajah
2. Susah bernafas
3. Tidak ada rasa nyeri yang berhubungan dengan
pembengkakan
4. Kecepatan tumbuh : tumbuh lambat dan biasanya
asimtomatik
Penataklasan
Diagnosa aan dan
banding prognosis

1.kista dentigerous Perawatan yang


2. Pengapuran kista dikombinasikan
odontogenik untuk lesi ini adalah
3.Pengapuran tumor pengambilan
4. odontogenik sederhana, atau
Uni ameloblastoma kistik konservatif
5.Kista kerato odontogenik (enukleasi) pada
seluruh daerah lesi
Prognosis baik,
tingkat kambuhnya
tumor adenomatoid
sangat rendah
(0,2%).
B. KERATOKISTIK Keratocystic
ETIOLOGI Odontogenik Tumor
ODONTOGENIK TUMOR
(KOT) adalah kista
odontogenik non
inflamasi yang
DEFINISI muncul dari dental
lamina

Keratocystic Odontogenik Tumor


(KOT) merupakan tumor dengan
lobus tunggal atau lebih, lesi yang
berasal dari tulang maupun gigi.
Berasal dari sisa sisa lamina dental
dan dapat terjadi pada semua
daerah di rahang. Sebelumnya
dikenal sebagai odontogenic
keratocyst (OKC)
Gambaran klinis

Odontogenik keratokista
Odontogenik keratokista besar:
kecil:
1. Pembangkakan
1. Asimtomatis 2. Pada kasus yang
2. Hanya ditemukan ada ekstrem bisa
gambaran radiografik sangat besar dan
tanpa rasa sakit
Penatalaksanaan:

Prognosis :
Prinsip terapi odontogenik
keratokista adalah enuklasi
3. prognosis keseluruhan untuk sebagian besar kista
ini adalah baik
Dan selalu disertai
tindakan kuratase untunk
mengurangi rekuren
C.LIPOMA
Definisi menurut K. Ghandour (1992), lipoma
secara umum tumbuh lambat, jinak, berkapsul oleh
neoplasma jaringan lemak yang langka terjadi di
rongga mulut

Etiologi

1. Herediter
2. Gangguan endokrin
3. Trauma
4. Infeksi
Manifestasi Klinis

Benjolan kecil dan lembut

Dapat digerakan dengan dengan jari

Benjolan terdapat di bawah permukaan kulit dan kulit pcat

Sering terjadi pada punggung, leher,dan bahu


Farmako
Penatalak
sanaan Injeksi kortikosteroid
Non- farmako

Pembedahan
Case Report I
Adenomatoid Odontogenic Tumor of Maxilla:
A Case Report
ANAMNESA

Seorang anak perempuan berusia 16 tahun melapor ke


Departemen Patologi Oral dengan keluhan
pembengkakan pada sisi kiri rahang atas sejak 1 tahun.
Awal penyakit ini mengungkapkan bahwa pada awalnya
pembengkakan berukuran kecil, dan secara bertahap
membesar hingga mencapai ukuran sekarang.
Lesi tidak terkait dengan rasa sakit atau keluarnya cairan,
dan tanpa riwayat trauma
Pemeriksaan ekstraoral & intraoral
Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan asimetri wajah ringan dengan hilangnya
lipatan nasolabial. Pembengkakan itu membesar dari hidung ke prominensia
malar.
Obliterasi vestibulum bukal dengan perluasan plat kortikal bukal terlihat.
Mukosa di atasnya berwarna keputihan, berkilau
Pada palpasi, semua temuan inspeksi dikonfirmasi. Pembengkakan
berkonsistensi keras,, tidak nyeri dan memiliki batas yang terdefinisi dengan
baik, permukaan halus, dan terdapat fluktuasi
Histopatologis

Stroma jaringan ikat di sekitarnya kurang bersifat seluler. Berdasarkan


temuan ini, diagnosis histopatologis AOT ditegakkan
Diagnosis

Berdasarkan hasil anamnesa dan hasil histopatalogis


diagosanya adenoma tumor adentogenik
Diskusi Kesimpulan
AOT adalah tumor odontogenik yang tidak
biasa yang menyebabkan pembengkakan Tumor ini terenkapsulasi
rahang. kejadian pada wanita lebih banyak dengan baik dan menunjukkan
daripada pria yang hampir 2: 1. Tiga varian perilaku jinak yang identik.
klinis dari tumor telah dijelaskan; - Jenis
Oleh karena itu, enucleation
folikel (73%), terkait dengan gigi yang
terimpaksi atau tertanam; tipe ekstra folikel bedah konservatif
(24%), tidak ada hubungan dengan gigi; dan menghasilkan luaran yang
variasi perifer (3%). Dalam kasus kami; sangat baik tanpa kekambuhan.
terdapat gigi taring yang terimpaksi dan Pasien kami telah menjalani
premolar yang terkait dengan lesi, sehingga
follow-up selama 6 bulan dan
diagnosis tipe folikuler ditegakkan. Secara
radiografis kebanyakan AOT memiliki direhabilitasi dengan prostesis
radiolusensi unilokuler berbatas tegas yang tetap
biasanya menunjukkan batas kortikal dan
terkadang sklerotik yang halus
Case Report II
Tumor Adenomatoid Odontogenik: Empat rangkaianvariasi klinis-patologis
KASUS 1: Seorang gadis berusia 16 tahun digambarkan dengan keluhan
pembengkakan di daerah gigi atas depan sebelah kanan dengan durasi satu
bulan. Pemeriksaan ekstra oral menunjukkan perluasan difus yang keras dan tegas
di daerah rahang atas anterior sebelah kanan. Secara intra-oral gigi insisivus lateral
maksila kanan hilang secara klinis dan terdapat pembengkakan hiperemik di ruang
depanbibir atas.
Kasus 2 : Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun digambarkan dengan rasa nyeri dan
bengkak di daerah gigi kiri atasrahang belakang sejak 15 hari. Rasa sakit itu terus
berlanjut dan menumpul. Pembengkakan intra oral pada bukal dan palatal terlihat
meluassecara spontan dari gigi insisivus sentral kiri ke area premolar pertama. Insisivus
dan kanina lateral pada wilayah ini dipertahankan. Histopatologi menunjukkan temuan
khas AOT folikularyang berasal dari epitel odontogenik yang membentuk dirinya sendiri
di sekitar korona yang tidak ditumbuhigigi anterior pada pasien muda, dan terdiri dari
sarang epitel dengan pola kelenjar atau duktal yang bercampur dengan kalsifikasi bulat.
Kasus 3 : Seorang anak laki-laki berusia 17 tahun tanpa riwayat klinis mengamati
munculnya massa tanpa rasa nyeri yang tumbuh lambat di daerah gigi depan kanan
atas yang membentang dari gigi insisivus lateral maksila kanan ke aspek mesial
premolar pertama sejak tiga bulan. Gambaran mikroskopis menunjukkan
histomorfologi khas AOT selain pola duktular atau glandular. Sel kuboid atau
kolumnar membentuk tali yang terbelitatau bentukan dalam pola rumit yang
menunjukkan invaginasi.
Kasus 4 : Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun didiagnosis mengalami pembengkakan tanpan nyeri
yang terus bertambah secara bertahap di daerahekstra oralpada wajah bagian kiri sejak dua bulan.
Perluasan intra-oral pada langit-langit mulut tampak memanjang dari daerah gigi insisivus pusat menuju
gigi molar permanen pertama.
Diskusi
Rangkaian kasus tesebut menggambarkan variasi klinis-patologis dari
berbagai AOT folikularyang sering diamati secara preoperatif sebagai kista
odontogenik folikuler terkait dengan gigi yang tidak tumbuh atau yang
mengalami impaksi. AOT sering salah didiagnosis sebagai kista odontogenik
dan tumor lain pada pemeriksaan radiografi. Tujuh puluh tujuh persen tipe
AOT folikular awalnya didiagnosis sebagai kista dentigerous.
Kesimpulan
KESIMPULAN
Tumor odontogenik termasuk dalam apa yang disebut tumor
adenomatoid odontogenik (AOTs) yang terdiri dari kelompok lesi
heterogen yang berkisar dari hamartoma sampai neoplasma jinak dan
ganas dengan variabel agresivitas. Rangkaian kasus ini menunjukkan
bagaimana kurangnya kriteria seragam yang digunakan untuk
mengidentifikasi dengan tepat serta beberapa persamaan
histomorfologi yang ditemukan di antaranya yang bereaksi berbeda,
dan minimnya metode yang tepat untuk menentukan asal-usul
mereka, sehingga terkadang susah untuk mendiagnosisnya.
Case Report III
Odontogenic Keratocyst Tumor: A Case
Report and Literature Review
Anamnesis
Seorang pria berusia 28 tahun dirujuk ke Departemen Bedah
Mulut dengan keluhan pembengkakan tanpa disertai rasa
nyeri di sisi kanan rahang atas.
Riwayat medis pasien mengungkapkan bahwa keluhan telah
dirasakan selama satu tahun.
Tidak ada riwayat penyakit sebelumnya yang berarti dan
tidak ada riwayat ekstraksi maupun episode infeksi
sebelumnya.
Pemeriksaan ekstraoral & intraoral
Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan sedikit pembengkakan
dan nyeri tekan di pipi kanan dengan indurasi daerah hidung
sementara bagian tengah tampak normal
Pemeriksaan intraoral menunjukkan kaninus kanan yang
hilang dengan nyeri ringan pada palpasi.
Selain itu, pemeriksaan intraoral lainnya menunjukkan adanya
riwayat kebersihan mulut yang buruk dengan adanya blok
kalkulus, terutama di sektor anterior bawah disertai dengan
gingivitis luas.
Histopatologis

Jaringan yang ekstraksi berukuran 6 cm pada


dimensi anteriorposterior dan 1 cm pada
dimensi vertikal, terfiksasi dengan formalin
10%. Kemudian dikirm untuk di pelajari
Pemeriksaan histologis menunjukkan dinding
kista yang dilapisi oleh epitel skuamosa
stratified dan permukaan parakeratin yang
bergelombang. Lapisan epitel diikuti oleh
jaringan ikat yang mengalami inflamasi kronis
Setelah pemeriksaan selesai, lesi disimpulkan
sebagai suatu KOT
Diagnosis

Dari hasil ananesa, gejala klinis , da hasil


histopatalogis diagnosa nya adalah Keratokistik
odontogenik
Diskusi

Keratokistik odontogenik adalah sebuah entitas spesifik secara histopatologis


dan memiliki karakteristik yang unik. Tipe ini adalah yang paling agresif dan
memiliki rekurensi yang tinggi dari semua kista odontogenik lainnya dan
menunjukkan karakteristik yang menyerupai baik kista maupun tumor jinak.
Klasifikasi Tumor Kepala dan Leher edisi 2005, dengan istilah "tumor
odontogenik keratokistik" (KCOT). WHO percaya bahwa istilah baru ini benar-
benar mencerminkan sifat neoplastik lesi ini.
Kesimpulan

Terapi lanjutan yang direkomendasikan untuk


KCOT adalah sekali dalam setahun untuk
setidaknya 5 tahun.
Operasi radikal, seperti reseksi lesi tidak selalu
diperlukan, karena manajemen konservatif
dengan marsupialisasi dapat lebih menjaga
fungsi jaringan dengan morbiditas lebih rendah.
Case Report VIII
Adenomatoid Odontogenic Tumour :Report of a Case and Review of Literature
Anamnesis
seorang gadis muda berusia 14 tahun, melapor ke
dapertemen gigi dengan keluhan pembengkakan
di daerah gigi depan kanan atas sejak 5 bulan.
pada awalnya pembengkakan berukuran kecil dan
secara bertahap membesar dan mencapai ukuran
saat ini. Pembengkakan tidak terkait dengan rasa
sakit atau nanah, dan tanpa riwayat trauma yang
terkait dengannya.
. Pemeriksaan intraoral menunjukkan adanya
pembengkakan difus soliter pada daerah gigi
maksila kanan yang membentang dari aspek
mesial 51 sampai aspek mesial 13 bentuk oval
kira-kira berukuran sekitar 1 2 cm dalam dimensi
terbesar
Pemeriksaan intraoral & ekstraoral
Pemeriksaan intraoral menunjukkan adanya pembengkakan
difus soliter pada daerah gigi maksila kanan yang
membentang dari aspek mesial 15 sampai aspek mesial 13
bentuk oval kira-kira berukuran sekitar 1 2 cm dalam
dimensi terbesar
Pemeriksaan ekstra oral menunjukkan asimetri wajah ringan
dengan hilangnya lipatan nasolabial
Warna mukosa di atasnya normal
Pada palpasi, semua temuan inspeksi dikonfirmasi
pembengkakan konsistensnya lembut, tidak nyeri
. Pada pemeriksaan jaringan keras, terdapat gigi 15 yang
tertahan dan gigi 11 hilang secara klinis. Ada pembutuan
vestibular terkait dengan 15,12,13
Pemeriksaan Histopatologis

yang kemudian menunjukkan gambaran


sel kuboidal ke kolumnar yang tersusun
dalam bentuk seperti sarang dan
mawar.
Pada pembesaran, tinggi, terlihat
gambaran sarang sel polihedral yang
tinggi, disertai pola duktus yang dilapisi
oleh sel kuboidal ke sel koloumna
Pada pembesaran rendah, sel epitel
terdapat di sepanjang pola duktus
(Gambar 8), yang mana mengkonfirmasi
kembali diagnosis akhir AOT11
Diagnosis

Diagnosis sementara : kista dentigerous


Diagnosis akhir : adenoma odontogenik tumor
Hasil dan Kesimpulan

Hasil: Kesimpulan:
AOT adalah lesi odontogenik yang
Gambaran radiografi periapikal jarang terjadi, namun dapat
intraoral menunjukkan suatu dikenali dari manifestasi klinis dan
radioopasitas di AOT sebagai gambaran radiografinya.
Persistensi gigi sulung untuk jangka
fokus diskrit dengan pola waktu yang lebih lama dan gigi
fluksulen dan pada beberapa permanen yang tidak mengalami
erupsi, bila dikaitkan dengan
kasus dijumpai gambaran deposit pembengkakan, selalu
kalsifikasi minimal. Sekitar 78% memerlukan pemeriksaan lebh
dari keseluruhan kasus AOT lanjut untuk suatu lesi
odontogenik
menunjukkan deposit kalsifikasi
Case Report VII
Adenomatoid Odontogenic Tumor in the Mandible: A Case Report
Anamnesis
Seorang pasien wanita berusia 29 tahun
memeruksakan diri ke klinik gigi kami dengan
keluhan nyeri dan pembengkakan di sisi kiri
rahang bawah durasi 1 bulan
Pasien tidak memiliki penyakit sistemik atau
menggunakan obat apapun.
Tidak ada riwayat trauma, nyeri, keluar nanah
atau gejala lain yang berhubungan dengan lesi
Pemeriksaan intraoral dan ekstraoral
Pada pemeriksaan pasien, terjadi pembengkakan ekstra-oral menyebar di
daerah anterior mandibula
.Secara intraoral, pasien mengalami pembengkakan tanpa rasa sakit dan
perlahan membesar di daerah anterior mandibular
Dalam pemeriksaan klinis kepala dan leher, limfadenopati kronis
ditemukan pada kelenjar getah bening submandibular kanan dan kiri.
Tidak ada parestesi di wilayah mental.
Pembengkakan keras dan tidak nyeri pada palpasi.
Pemeriksaan intraoral
Ekspansi labiolingual ringan terlihat pada alveolus
anterior mandibula pada gigi 34 sampai 42. Gigi 33
hilang
Mukosa di atas pembengkakan normal.
Aspirasi jarum halus tidak menghasilkan cairan.
OPG mengungkapkan lesi radiolusen berbatas
tegas dengan fokus radiopak, dan hilangnya tulang
kortikal dengan taring permanen terimpaksi
.Resorpsi akar gigi seri, taring dan gigi premolar
terlihat pada kuadran ketiga
Pemeriksaan Histopatologis
Lesi adalah massa berukuran 22x18 mm
yang berbatas tegas, dikelilingi oleh kapsul
tebal dan berserat
Pemeriksaan histologis menunjukkan
tetesan eosinofilik amorf dan fokus
kalsifikasi distrofi yang berserakan di dalam
dan di sekitar elemen epitel
Elemen epitel terdiri dari sel polyhedral
dalam pengaturan longgar dan tidak teratur,
sel spindel, dan sel kolumnar tinggi yang
membentuk saluran seperti struktur sebagai
akibat degenerasi jaringan stroma.
Diagnosis

Diagnosis leukoplakia idiopatik ditegakkan berdasarkan anamnesis,


pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan histopatologis.
Diskusi
Tumor odontogenik adenomatoid adalah lesi yang tumbuh lambat,
dengan predileksi untuk maksila anterior, pada wanita muda.
AOT sebagian besar ditemukan di rahang atas
Gigi yang terlibat umumnya terimpaksi, dan gigi yang berdekatan
mungkin sedikit tergeser
Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan keras yang tidak nyeri,
seperti dalam kasus yang dilaporkan di sini dan dapat ditemukan
pada pemeriksaan radiografi rutin atau Computed tomography
. Namun, tumor odontogenik adenomatoid sering muncul dan
menutupi mahkota dan akar, sedangkan kista dentigerous tidak
menyelimuti akar
Kesimpulan

Kasus ini adalah laporan langka tumor odontogenik


adenomatoid yang terjadi pada mandibula wanita berusia 29
tahun yang melibatkan kaninus yang terimpaksi
Selain itu, kasus ini mendukung deskripsi umum AOT yang
disebutkan di atas pada studi sebelumnya. Oleh karena itu,
lesi ini harus dibedakan dari lesi yang lebih umum dengan asal
odontogenik dalam pemeriksaan gigi rutin kita.
.
Case Report IX
The Interrelationship of Adenomatoid Odontogenic Tumour and Dentigerous Cyst:
A Report of a Rare Case and Review of the Literature
Anamnesis
Seorang wanita India berusia 15
tahun dirujuk oleh dokter umum
untuk evaluasi pembengkakan
rahang atas ke Bagian Bedah Mulut
dan Maksilofasial, Career Post
Graduate Institute of Dental
Sciences & Hospital, Lucknow.
Riwayat medisnya tidak signifikan.
Pasien tidak mengeluhkan gejala
lainnya dan kesehatan umum baik.
Pemeriksaan
Pemeriksaan intra-oral
menunjukkan ekspansi rahang kiri dengan kaninus yang hilang, dan mukosa
tampak normal.
Pemeriksaan secara umum :
Pasien tidak mengalami defisit saraf atau adenopati di daerah wajah dan
leher
Hasil OPG/orthopantomogram menunjukkan gambaran radiolusen pada
maksila dengan perluasan dan penipisan semua dinding tulangnya dengan
gigi taring kiri atas. Tampak juga pergeseran gigi dan resorpsi akar gigi
premolar pertama dan kedua
Hasil Scan Denta (64 slice CT Scan) menunjukkan massa tumor yang terdefinisi
dengan baik yang meliputi seluruh maksila kiri.

GAMBARAN OPG
Tindakan/ penatalaksanaa:
Tindakan yag dilakukan adalah Enukleasi lesi dilakukan dengan anestesi
lokal.
. Setelah dibedah, ditemukan jaringan berukuran 4,5 cm x 2,5 cm x 4 cm
dengan permukaan halus dan disertai dengan kaninus
Tidak ada kalsifikasi yang ada di lumen kistik.
Histopatologis
Secara mikroskopis, bagian-bagian menunjukkan
nodul padat sel kolumnar dan sel berbentuk
spindel yang membentuk sarang dan struktur
seperti bunga mawar.
Bentukan amorf eosinofilik terlihat di antara
ruang seperti saluran yang dilapisi oleh satu baris
sel epitel kolumnar, dengan inti yang terpolarisasi
jauh dari permukaan luminal.
Sehingga, diagnosis histologis akhir sebagai AOT
yang timbul dari kista dentigerous pada maksila
Diagnosis

Secara histologis, diagnosis histologis akhir sebagai AOT yang


timbul dari kista dentigerous pada maksila kiri
Temuan klinis dan histopatologis secara keseluruhan kista
dentigerous
Diskusi

Struktur kista dan komponen lain di sekitar mahkota gigi yang


tidak erupsi khas untuk kista dentigerous.
Perkembangan sekunder dari proliferasi ameloblastik, apakah
hiperplastik ataupun neoplastik, sudah dtahap odontogenesis
Dalam kasus ini, proliferasi seluler multifokal memiliki struktur
mirip AOT. Perkembangan mural kista dentigerous tidak jarang
terjadi. Tumor ini juga terenkapsulasi dan menunjukkan
perilaku jinak yang identik.
Oleh karena itu, bedah enukleasi secara konservatif
menghasilkan hasil yang sangat baik dengan minimal rekurensi
Kesimpulan
Sangat sedikit laporan kasus AOT yang timbul dari kista dentigerous
dengan identifikasi histologis yang sebelumnya telah dilaporkan.
Kasus ini membuat penulis sedikit mengalami kebingungan untuk
mengelompokkan sebagai kista odontogenik yang mengandung
komponen epitel dan mesenkimal atau tumor hibrida.
Case 7
Pengobatan dan Tindak lanjut

.
Kesimpulan
TERIMAKASIH