Anda di halaman 1dari 23

ARAH PROFESI PERAWAT GIGI INDONESIA DALAM

MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015

OLEH
EPI NOPIAH
ASEAN ECONOMIC COMMUNITY/
MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
2015

Kerjasama ekonomi ASEAN mengarah kepada


pembentukan komunitas ekonomi ASEAN sebagai
suatu integrasi ekonomi kawasan ASEAN yang stabil,
makmur dan berdaya saing tinggi.
MEA yang akan diberlakukan pada Desember 2015,
bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,
kemajuan sosial dan pengembangan budaya
LANJUTAN

AEC membentuk ASEAN sebagai pasar tunggal dan


basis produksi untuk membuat ASEAN lebih dinamis
dan kompetitif.
Sesuai dengan ASEAN Charter, telah disusun Roadmap
untuk mewujudkan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015.
Salah satu prioritas utamanya adalah aliran bebas
jasa. Termasuk jasa kesehatan
MUTUAL RECOGNITION ARRANGEMENT (MRA)

3 MRA jasa kes di ASEAN sdh disign 2006 yaitu MRA jasa perawat, jasa
dokter, dan dokter gigi
Sejak perundingan CCS ke-69 di Vietnam telah dibahas ttg
Implementasi Roadmap ke-3 jasa kesehatan (dr, drg, perawat)
Pada CCS ke-72 di Brunai, telah disepakati Roadmap dimaksud dan
selanjutnya akan menjadi agenda pembahasan di AJCCs dan HSSWG ttg
perkembangan pelaksanaannya pd pertemuan CCS berikutnya
MRA belum mengkomitmenkan liberalisasi independent professional
dr/drg/perawat, tetapi hanya sebatas pertukaran informasi dan dlm
kerangka alih pengetahuan dan teknologi, serta melanjutkan pendidikan
PERAWAT GIGI BELUM MASUK KE DALAM SKEMA MRA
MEA 2015 DAN DAMPAKNYA
TERHADAP TENAGA KESEHATAN
KUALIFIKASI TENAGA KESEHATAN HARUS DIAKUI SETARA,
MENCAKUP ANTARA LAIN :
Kompetensi utama harus diakui setara
Kode etik dan SOP SOP harus diakui setara
Persyaratan Persyaratan dalam Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan/ CPD (Continuing Professional
Development) harus setara
Perjanjian Praktek Baik (Best Practices) dan Standar
Standar harus dirumuskan
Harus ada Konferensi/ Forum 2 Profesi Kesehatan di tingkat
regional
MEA 2015 DAN DAMPAKNYA
TERHADAP TENAGA KESEHATAN

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN HARUS


MEMPUNYAI STANDAR YANG SETARA, MENCAKUP
ANTARA LAIN :
Kolaborasi dalam penyelenggaraan pendidikan
Kolaborasi dalam penelitian
Pertukaran mahasiswa dan tenaga pendidik
Pembelajaran lintas batas
Pengkajian dan standardisasi program studi
SEJARAH
1. Tahun 1951 : Terbentuknya profesi perawat gigi di Indonesia bermula dari
berdirinya Sekolah Perawat Gigi (SPG) yang dilandasi oleh terbitnya Surat
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 27998 / Kab tertanggal 30
Desember 1950
2. Tahun 1957 : Sekolah Perawat Gigi diubah menjadi Sekolah Pengatur
Rawat Gigi (SPRG)
3. Tahun 1995 : mulai didirikan Akademi Kesehatan Gigi
4. Tahun 2001 : Akademi Kesehatan Gigi Depkes bergabung ke dalam
Poltekkes menjadi Jurusan Kesehatan Gigi berdasarkan Keputusan
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor 43/MENKES-
KESOS/SK/1/2001 tentang Izin Penyelenggaraan Pendidikan Diploma
Bidang Kesehatan
5. Tahun 2010 : Permenkes No. 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan yang mengatur
bahwa Jurusan Kesehatan Gigi menjadi Jurusan Keperawatan Gigi.
DATA PERAWAT GIGI
NO VARIABEL JUMLAH
1 JUMLAH PERAWAT GIGI SE INDONESIA 14807
A. PNS 10643
B. NON PNS 3444
2 JUMLAH INSTITUSI PENDIDIKAN 21
A. PRODI D IIII 21
B. PRODI DIV 9
3 ESTIMASI LULUSAN PER TAHUN
A. PRODI D III 1000
B. PRODI D IV 360
4 SEBARAN PERAWAT GIGI
A. TERBANYAK (JAWA BARAT) 1497
B. TERSEDIKIT (PAPUA BARAT) 33
DATA PERAWAT GIGI
NO VARIABEL JUMLAH
5 JUMLAH PERAWAT GIGI PNS 10643
GOLONGAN II 5909
GOLONGAN III 4730
GOLONGAN IV (MENDUDUKI JABATAN
4
STRUKTURAL)
DATA INSTITUSI PENDIDIKAN
PERAWAT GIGI
Estimasi
Jumlah Institusi Jumlah
No Program Studi
pendidikan Lulusan/
Tahun
1 D III Keperawatan Gigi 21 1000

2 D IV Keperawatan Gigi 9 360

Jumlah 1360
DATA ESTIMASI KEBUTUHAN PERAWAT GIGI
BERDASARKAN JENJANG PENDIDIKAN

Jml Perawat Gigi Estimasi Jml Jumlah


No Lulusan
PNS kebutuhan PNS kekurangan

1 SPRG/D III Keperawatan Gigi 9825 14341 4516

2 D IV Keperawatan Gigi 800 12865 12065

Jumlah 10625 27206 16581


TRANSFORMASI KURIKULUM DAN
KOMPETENSI
PERIODE TAHUN 1951 1995 KOMPETENSI & PEKERJAAN PERAWAT GIGI
SEBAGAIMANA KURIKULUM PENDIDIKAN : PROMOTIF, PREVENTIF, KURATIF,
REHABILITATIF (HAMPIR SERUPA DENGAN KURIKULUM KEDOKTERAN GIGI)
ASISTEN DOKTER GIGI, KEBUTUHAN PELAYANAN DI DAERAH
PERIODE 1995 2010 KURIKULUM PENDIDIKAN SPRG & D III KESEHATAN
GIGI DIDESAIN UNTUK MENJADIKAN PERAWAT GIGI SEBAGAI DENTAL
ASISTEN DAN DENTAL HYGIENIST (PROMOTIF & PREVENTIF KESGILUT)
TAHUN 2010 REVISI KURIKULUM DENTAL ASISTEN, DENTAL HYGIENIST,
DENTAL THERAPIST (PROMOTIF, PREVENTIF & KURATIF TERBATAS)
REGULASI PERAWAT GIGI
TAHUN 1998 : PERMENKES 1035 KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 035/MENKES/SK/IX/1998 : PERAWAT GIGI
TERMASUK TENAGA KESEHATAN RUMPUN KEPERAWATAN
TAHUN 2006 : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIANOMOR 284/MENKES/SK/IV/2006 TENTANG STANDAR
PELAYANAN ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT : PERAWAT GIGI
MELAKSANAKAN UPAYA PROMOTIF, PREVENTIF DAN KURATIF TERBATAS
TAHUN 2007 : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 378/MENKES/SK/III/2007 TENTANG STANDAR PROFESI PERAWAT
GIGI
TAHUN 2012 : PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 58 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKERJAAN
PERAWAT GIGI MENCABUT KEPMENKES 378/2007
TAHUN 2014 : UNDANG UNDANG TENAGA KESEHATAN DISAHKAN
PERAWAT GIGI MENJADI TERAPIS GIGI DAN MULUT (DENTAL THERAPIST)
TUGAS POKOK
Penyediapelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut
terdiri dari upaya-upaya peningkatan kesehatan gigi dan
mulut (promotif), Pencegahan penyakit gigi dan mulut
(preventif), tindakan penyembuhan penyakit gigi dan
pelayanan hygiene kesehatan gigi.
Walaupun demikian, dari peran dan fungsi di atas, dapat
diidentifikasi satu tugas tambahan perawat gigi yaitu
menjadi mitra dokter gigi dalam pelayanan kesehatan gigi
dan mulut.
PETA JALAN PEMBINAAN PROFESI PERAWAT
GIGI OLEH PPGI MENGHADAPI MEA 2015
CORE COMPETENCIES PERAWAT GIGI/TERAPIS GIGI
DAN MULUT (DENTAL THERAPIST INDONESIA)/ AREA 5
1. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut bagi individu, keluarga dan masyarakat
2. Pelatihan kader kesehatan gigi
3. Pembuatan media pendidikan kesehatan gigi dan mulut
4. Pemberdayaan masyarakat dalam upaya kesehatan gigi dan mulut
5. Perlindungan khusus menggunakan metode atau zat khusus (aplikasi fluor, fissure sealant)
6. Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (program sikat gigi bersama)
7. Upaya preventif pada jaringan keras dan lunak dalam rongga mulut (pembersihan karang gigi)
8. Pemeriksaan / Pengkajian masalah kesehatan gigi dan mulut individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat
9. Identifikasi masalah kesehatan gigi dan mulut / diagnosa untuk individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat
10. Perencanaan perawatan kesehatan gigi dan mulut individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
11. Intervensi/ Implementasi perawatan kesehatan gigi dan mulut individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat dengan menerapkan prinsip prinsip patient safety
12. Evaluasi perawatan
NO NEGARA UNIVERSITAS PROGRAM STUDY LAMA GELAR SUMBER/
NO NEGARA UNIVERSITAS PROGRAM STUDY LAMA GELAR SUMBER/
WEBSITE
WEBSITE
1 Australia 1. University Of Sidney www.sydney.edu.au/coursee/progr
1 Australia 1. University Of Sidney www.sydney.edu.au/coursee/program
ams/bachelor-of-oral-health
Dental Hygienis & s/bachelor-of-oral-health
1. University Of Dental Hygienis & 3 th Bachelor
1. University Of Newcastle Dental Therapist (Dual 3 th Bachelorwww.newcastle.edu.au/program/1
Newcastle Dental Therapist (Dual Of Oral
Qualification) www.newcastle.edu.au/program/1222
Of Oral2224.html
Qualification) Health
Health 4.html

2 New Zealand University Of Otago Dental Therapist 3 th Bach.Sci www.otago.ac.nz/courses/qualifi


2 New Zealand University Of Otago Dental Therapist 3 th Bach.Sci www.otago.ac.nz/courses/qualificati
DentTher cations/pgdidentther.html
DentTher ons/pgdidentther.html
Dental Hygienist & Bachelor of
Dental Hygienist & Bachelor of
Therapist Science
Therapist Science
3 Canada University of Manitoba Dental Hygienist 2 th www.umanitoba.ca/faculties/denta
3 Canada University of Manitoba Dental Hygienist 2 th www.umanitoba.ca/faculties/dentalhy
lhygiene/
giene/
4 Inggris University Of Birmingham Dental Hygienis & www.dentistry.bham.ac.uk/admiss
4 Inggris University Of Birmingham Dental Hygienis & www.dentistry.bham.ac.uk/admission/
Dental Therapist (Dual ion/soht1.asp
Dental Therapist (Dual soht1.asp
Qualification) 3 th
Qualification) 3 th

5 Singapura Nanyang Polytechnic Diploma in Dental 3 th www.nyp.edu.sg/shs/courses/full


5 Singapura Nanyang Polytechnic Diploma in Dental 3 th www.nyp.edu.sg/shs/courses/full-
Hygiene and therapy -time-diploma/diploma-in-
Hygiene and therapy time-diploma/diploma-in-dental-
dental-hygiene-and-therapy
hygiene-and-therapy
6 Malaysia Kolej Jururawat Jururawat Pergigian 3 tahun www.spa.gov.my/Portal/Deskrip
6 Malaysia Kolej Jururawat Pergigian Jururawat Pergigian 3 tahun www.spa.gov.my/Portal/Deskripsi_
Pergigian Pulau Penang si_Tugas/LatihanSeparaPerubat
Pulau Penang Tugas/LatihanSeparaPerubatan/33
PENATAAN KERANGKA KUALIFIKASI/ NOMENKLATUR PROGRAM STUDI

S3 PENDIDIKAN
SPESIALIS II

S2 PENDIDIKAN
SPESIALIS I

PENDIDIKAN S2
PROFESI
DENTAL
Dokter D IV
Dokter Gigi
NURSE
Apoteker D III DENTAL
S1 Akuntan HYGIENIST/
Arsitek
D II ORAL
Notaris
Psikolog HEALTH
Pengacara DI THERAPIST

PROGRAM PROGRAM PROGRAM


PENDIDIKAN PENDIDIKAN PENDIDIKAN
AKADEMIK PROFESI VOKASI
endrop3ai@ its.ac.id
PENATAAN MUTU MELALUI UJI KOMPETENSI

Uji Kompetensi
(exit exam)

Registrasi Lisensi
Sertifikat
Kompetensi
Surat Tanda Surat Izin Kerja (SIK)/
Registrasi (STR) Surat Izin Praktek
Perawat Gigi (SIPPG)

Pendidikan Tinggi* MTKI DINKES KAB/KOTA

UU 12/2012 PT PMK 46/2013 PERMENKES 58/2012


SERTIFIKASI MELALUI PORTOFOLIO

Re-SERTIFIKASI

Portofolio
CPD
Re-REGISTRASI
LISENSI

OP
MTKPMTKI* STR
SIP / SIK

Serkom MTKI Pemerintah Daerah


RE-SERTIFIKASI MELALUI EVALUASI KEMAMPUAN

SERTIFIKASI

Evaluasi
Kemampuan REGISTRASI LISENSI

Serkom STR SIP / SIK

OP dan MTKI MTKI Pemerintah Daerah


PENDIDIKAN DNA PELATIHAN KEPROFESIAN
BERKELANJUTAN PENGEMBANGAN
PROFESI

PENDIDIKAN PENGEMBANGAN
BERKELANJUTAN PROFESI
BERKELANJUTAN

PUBLIKASI
BELAJAR SEUMUR PROFESIONALISME PELAYANAN ILMIAH PENELITIAN
HIDUP (SEMINAR,
WORKSHOP,
LOKAKARYA,
PELATIHAN, DLL)
THANK YOU
T E R I M A K A S I H

23