Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS

HIDRAMNION
Untuk melengkapi persyaratan mengikuti Kepanitraan Klinik Senior di Bagian
Ilmu Penyakit Dalam RSU Kabanjahe Tanah Karo Sumatera Utara

Disusun oleh :

Pembimbing :
dr. Raymond Ginting Sp.OG

KEPANITERAAN KLINIK ILMU OBSTETRY DAN GYNECOLOGY FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS MALAHAYATI RSU KABANJAHE TANAH KARO SUMATERA UTARA
TAHUN 2017
Amnion

Air ketuban, atau cairan amnion, adalah cairan yang


terdapat dalam ruangan yang diliputi selaput janin
.
Pembentukan selaput amnion
terjadi pada minggu ke- 5

Pada akhir bulan ke -3 amnion telah


membesar sehingga berkontak dengan
korion, melenyapkan rongga korion.

Yolk sac kemudian biasanya menciut dan


menghilang

Jumlah vairan amnion meningkat dari sekitar 30 mL

pada minggu kehamilan ke:


Minggu 10 menjadi 450 mL
Minggu 20 menjadi 800 mL
Minggu 37 mrnjadi 1.000 mL
..
Volume cairan amnion diganti setiap 3 jam sejakali.

Dari awal bulan ke- 5 janin menelan amnionnya sendiri,


dan diperkirakan bahwa janin minum sekitar 400 mL
perhari, sekitar separuh dari jumlah total,

Urine janin masuk kedalam cairan amnion setiap hari


sejak bulan ke- 5.
AIR KETUBAN

-. DIHASILKAN MELALUI TRANSUDASI PLASMA IBU


PRODUKSI URINE JANIN

-. SIRKULASI AIR KETUBAN : 500 cc / JAM


-. AIR KETUBAN DI TELAN JANIN
DIKELUARKAN MELALUI URINE JANIN

- AIR
-. AIRKETUBAN
KETUBAN: JERNIH, VOLUME 1 LITER,
: JERNIH VOLUMEBAU KHAS,
1 LITER BAU KHAS
, pH 7,2

- HYDRAMNION > 2 LITER ; OLIGOHIDRAMNION < 500 cc.


-. cc

-. KOMPOSISI : 98 % AIR, SEL JANIN, LANUGO, RAMBUT KEPALA,


VERNIX ASEOSA, LEKOSIT, ALBUMIN, ASAM URAT,
DAN BERBAGAI GARAM ORGANIK DAN INORGANIK.
Fungsi air ketuban

Proteksi

Mobilisasi

Homeostasis

Mekanik

Pada persalinan untuk membersihkan atau melicinkan jalan lahir dengan


steril sehingga melindungi bayi dari kemungkinan infeksi jalan lahir.
HIDRAMNION

Hidramnion adalah suatu keadaan dimana


jumlah air ketuban jauh lebih banyak dari
normal yaitu biasanya > 2000 cc.

Nama lain : Polyhydramnion

Istilah awam : Kembar air


Komposisi dan air ketuban pada hudramnion
serupa dengan air ketuban normal.
Perjalanan Penyakit

1. Hydramnion Akut : 1. Hydramnion Kronis :

Terjadi penambahan air ketuban Pertambahan air ketuban terjadi


sangat tiba-tiba dan cepat dalam perlahan-lahan dalam beberapa
waktu beberapa hari saja. minggu/bulan dan biasanya
Biasanya terdapat pada terjadi pada kehamilan lannjut.
kehamilan muda, (bulan ke 4-6)

Hydramnion sering disertai dengan malformasi janin,
khususnya malformasi sistem saraf pusat dan traktus
gastro intestinal.
Hydramnion sering kita dapati bersamaan dengan :
a. Gameli / hamil ganda
b. Hidrops Foetalis
c. DM
d. Toxemia gravidarum
Etiologi
Predisposisi : Pedisposisi:
Faktor ibu Faktor janin
DM Anensefalus
Penyakit Jantung Spina bifida
Atresia esofagus
Preeklamsia
Hidrosefalus
Nefritis
Malnutrisi
Diagnosa

Anamnesis
ultrasonografi

Rontgen
Inspeksi
abdomen

Pemeriksaan
Palpasi
dalam

Auskultasi

Perut lebih besar dan terasa lebih berat dari biasa.


Pada yang ringan keluhan-keluhan subyektif tidak banyak.
Pada yang akut dan pada pembesaran uterus yang cepat,
maka terdapat keluhan-keluhan yang disebabkan karena
tekanan pada organ, terutama pada diafragma, seperti :
sesak (dispnoe), nyeri ulu hati dan sianosis.
Nyeri perut karena tegangnya uterus/perasaan mau mual
dan muntah.
Edema pada tungkai, vulva, dinding perut, sering kita
jumpai.

Kelihatan perut sangat buncit dan tegang, kulit perut


berkilat, retak-retak kulit jelas dan kadang umbilikus
mendatar.
Kalau akut si ibu terlihat sesak (dispnoe) dan sianosis
serta terlihat payah membawa kandungannya.

Perut tegang dan nyeri tekan serta terjadi edema pada


dinding perut vulva dan tungkai.
Fundus uteri lebih tinggi dari tuanya kehamilan
sesungguhnya.
Bagian-bagian janin sukar dikenali karena banyaknya
cairan.
Kalau pada letak kepala, kepala janin bisa diraba, maka
ballotement jelas sekali.
Karena bebasnya janin bergerak dan kepala tidak terfiksir,
maka dapat terjadi kesalahan-kesalahan letak janin.

Denyut jantung janin sukar didengar atau kalau terdengar


halus sekali.

Selaput ketuban teraba tegang dan menonjol walaupun


diluar his.

Nampak bayangan berselubung kabur karena banyaknya


cairan, kadang bayangan janin tidak jelas.

Foto rontgen pada hydramnion berguna untuk diagnostik


dan untuk menentukan etiologi seperti anomali congenital
(anesefali atau gemeli)

Dengan mengukur amnion fluid index (AFI), yaitu


mengukur panjang (cm) kantung air ketuban pada empat
kuadran intra uteri.

< 5 cm = oligohydramnion
5 - 8 cm = perbatasan antara oligo
dan normal
9 - 24 cm= normal
> 24 cm = Polyhidramnion
Diagnosa banding

Bila seorang ibu datang dengan perut yang lebih besar dari
kehamilan yang seharusnya kemungkinan :

Hydramnion
Gameli
Asites
Kista ovarii
Kehamilan beserta tumor
Prognosa

Pada janin prognosisnya agak buruk (mortalitas 50 %)


terutama karena :
Kongenital anomaly
Prematuritas
Komplikasi karena kesalahan letak anak, yaitu pada letak
lintang dan tali pusat menumbung, dll
Eritoblatosis
Diabetes melitus
Solusio plasenta, kalau ketuban pecah tiba-tiba
Prolaps tali pusat.

Pada ibu bisa terjadi komplikasi berikut :


Solusio plasenta
Antonio uteri
Perdarahan post partum
Rentensio plasenta
Shock
Kesalahan-kesalahan letak janin menyebabkan partus
menjadi lama dan sukar.
Terapi
Dibagi 3 fase :
1. Waktu hamil
hydramnion ringan jarang diberi terapi klinis, cukup diobservasi
dan berikan terapi simtomatis.

Pada hydramnion yang berat dengan keluhan-keluhan harus


dirawat di RS untuk istirahat sempurna. Berikan diet rendah garam,
obat-obatan yang dipakai adalah sedativa dan obat isintese
inhibitor Bila sesak hebat sekali disertai sianosis dan perut tegang,
lakukan pungsi abdominal pada kanan bawah umbilikus.

Teknik :
Dalam satu hari dikeluarkan 500 cc/jam sampai keluhan berkurang
kalau cairan dikeluarkan secara cepat dikhawatirkan terjadi his dan
solusio plasenta, apalagi bila anak belum viable.

Komplikasi pungsi dapat berupa :
a. Timbul his
b. Trauma pada janin
c. Terkenanya organ-organ perut oleh tusukan.
d. Infeksi
e. Shock

Bila sewaktu melakukan aspirasi keluar darah, umpamanya


jarum mengenai plasenta maka pungsi harus dihentikan

2. Waktu partus
Bila tidak ada hal-hal yang mendesak, maka sikap kita menunggu
Bila keluhan hebat, seperti sesak dan sianosis, maka lakukan pungsi
tranvaginal melalui servik, bila ada pembukaan,
Teknik :
Dengan memakai jarum pungsi tusuklah ketuban pada beberapa tempat
maka air ketuban akan keluar pelam-pelan, boleh juga memakai
trokar.
Bila sewaktu pemeriksaan dalam ketuban tiba-tiba pecah, maka
untuk menghalangi air ketuban mengalir keluar dengan deras
masukan tinju ke dalam vagina sebagai tampon, beberapa lama
supaya air ketuban keluar pelan-pelan. Maksud semua ini supaya
tidak terjadi solusio plasenta atau prolaps tali pusat, syok karena
tiba-tiba perut menjadi kosong atau perdarahan post partum
karena antonia uteri.

3. Post partum
Harus hati-hati akan terjadinya perdarahan post partum
jadi sebaiknya dilakukan pemeriksaan golongan dan
transfusi darah/donor serta sediakan obat uterotonika.
Untuk berhaga-jaga pasanglah infus sebagai profilaksis
dan persiapan untuk pertolongan perdarahan post
partum.
Kalau perdarahan banyak dan keadaan ibu setelah partus
lemah, maka untuk menghindari infeksi berikan
antibiotika yang cukup.