Anda di halaman 1dari 38

Guillain-Barr syndrome

Kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Anak RSUD


Karawang
Periode 24 Juli 2017 30 September 2017

Pembimbing:
Dr Andri Firdaus, M.kes, Sp.A
I D E N T I TA S PA S I E N

NAMA Jenis kelamin


An. N S Laki-laki

Usia Anak ke -
7 tahun 2 Bulan 28 hari 1 (pertama)

Pendidikan Alamat
- Cipeteuy

2
I D E N T I TA S O R A N G T U A
AYAH IBU
Nama: Tn. R Nama: Ny. D
Usia 28 tahun Usia 26 tahun
Agama Islam Agama Islam
Alamat Cipeutey Alamat

Pekerjaanq Buruh Pekerjaan TKW


Pendidikan SMP Pendidikan SMP
Suku Sunda Suku Sunda

3
lemas pada kedua kaki dan tangannya .
sejak 2 hari SMRS.
Keluhan utama

4
Riwayat
Demam sejak 3 hari
penyakit Demam sejak 3 hari SMRS, demam dirasakan
tidak terlalu tinggi, demam turun saat pasien
sekarang munum obat penurun panas. Sakit kepala,
penurunan kesadaran, kejang, mual, muntah
Lemas kedua kaki dan dan batuk tidak disangkal oleh pasien dan
tangan keluarga.
An NS datang ke IGD diantar oleh ayah dan
neneknya dengan keluhan lemah pada 3 4
kedua kaki dan tangannya sejak 2 hari
SMRS, pasien juga merasakan kebas pada
kedua kaki. Kelemahan terjadi perlahan-
lahan, awalnya pasien merasa keram pada Riwayat salah satu kelopak mata
kakinya namun pasien masih dapat menutup disangkal pasien. Nenek pasien
berjalan. Keluhan dirasakan terus menerus
mengatakan bahwa sebelumnya pasien
makin hari pasien makin lemah, keluhan
pernah mengeluh tangan dan kaki kebas
tidak berkurang dengan istirahat
1 2 Sesak, gangguan miksi dan setelah anak beraktivitas. Nenek pasien
defekasi mengatakan pasien sering demam dan
batuk pilek sebelumnya dan diberikan
Saat ini pasien juga mengeluh mengalami sesak obat-obat batuk di warung.
napas, sesak terjadi terus menerus dan tidak
dipengaruhi aktivitas. Pasien juga mengatakan
pasien merasa tidak bisa kencing sejak 2 hari.
Pasien juga belum buang air besar sejak 2 hari
SMRS.

5
Riwayat Kehamilan/Kelahiran
Morbiditas kehamilan Tidak diketahui
Kehamilan
Perawatan antenatal Tidak diketahui

Tempat persalinan Bidan

Penolong persalinan Bidan

Cara persalinan Spontan Pervaginam

Masa gestasi Cukup bulan (9 bulan)

Berat lahir: 2700 gram

Panjang lahir: (tidak ingat)


Kelahiran
Lingkar kepala : (tidak ingat)

Keadaan bayi
Langsung menangis (+)

Kemerahan: (+)

Nilai APGAR: (tidak tahu)

Kelainan bawaan: (-)

Kesimpulan riwayat kehamilan dan kelahiran: Pasien lahir spontan pervaginam, kurang bulan dengan berat badan lahir
normal.
Pertumbuhan gigi pertama : Umur 7 bulan (Normal: 5-9 bulan)

Riwayat Psikomotor
Tengkurap : Umur 5 bulan (Normal: 3-5 bulan)
perkembanga Duduk : Umur 9 bulan (Normal: 6-9 bulan)
Berdiri : Umur 11 bulan (Normal: 9-12 bulan)
n Berjalan : Umur 13 bulan (Normal: 12-18 bulan)

Kesimpulan riwayat pertumbuhan dan perkembangan: Tidak terdapat keterlambatan dalam


pertumbuhan dan perkembangan pasien.

7
Riwayat Makanan
Jenis Makanan Frekuensi dan Jumlah

Nasi 3x/hari (1 centong)

Sayur 2x/hari (1 mangkok kecil)

Daging 3x/seminggu (1 potong)

Ikan 1x/minggu (1 ekor kecil)

Telur 4x/seminggu (1 butir)

Tahu 1x/hari (1 potong)

Kesimpulan riwayat makanan: Pasien mendapatkan ASI ekslusif dan MPASI sesuai dengan
waktunya.

8
Riwayat imunisasi
Orang tua pasien tidak mengingat riwayat imunisasi pasien

9
Riwayat keluarga
Corak reproduksi

Jenis Lahir Mati Keterangan


No Tanggal lahir (umur) Hidup Abortus
kelamin mati (sebab) kesehatan

1. 7 tahun Laki-laki Ya - - - Sehat

Riwayat pernikahan orang tua


Ayah Ibu
Nama Tn. R Ny.D
Perkawinan ke- 1 1
Umur saat menikah 20 tahun 18 tahun
Pendidikan terakhir SMP SMP
Suku Sunda Sunda
Agama Islam Islam
Keadaan kesehatan Sehat Sehat
Kosanguinitas -
Riwayat Penyakit Keluarga - keluarga pasien tidak ada yang menderita gejala
:Pada anggota
atau penyakit yang sama seperti yang dialami oleh pasien

10
Riwayat penyakit
dahulu
Penyakit Umur Penyakit Umur Penyakit Umur

Alergi (-) Difteria (-) Penyakit jantung (-)

Cacingan (-) Diare (-) Penyakit ginjal (-)

DBD (-) Kejang (-) Radang paru (-)

Ootitis (-) Morbili (-) TBC (-)

Parotitis (-) Operasi (-) Lain-lain: (-)

Kesimpulan riwayat penyakit yang pernah diderita: Pasien belum pernah


menderita penyakit seperti ini sebelumnya maupun penyakit lainnya. Pasien
pertama kali dirawat di Rumah Sakit.

11
R i w a ya t L i n g k u n g a n
Perumahan
Pasien tinggal bersama nenek dan ayahnya. Menurut
pengakuan nenknya pasien, lingkungan rumah tidak
padat penduduk. Ventilasi udara dan pencahayaan
baik. Sudah ada MCK (mandi, cuci, kakus). Tidak dekat
dengan tempat pembuangan sampah. Selokan lancar. Riwayat Sosial
Lokasi septic tank dekat dengan rumah. Kebutuhan air Ekonomi
untuk sehari-hari menggunakan air sumur. Ayah pasien bekerja sebagai buruh dengan
penghasilan Rp. 2.000.000,-/ bulan dan ibu
pasien bekerja sebagai TKW di luar negri dan tidak
pernah kembali sejak pasien berusia 4 bulan.
Menurut nenek pasien, penghasilan cukup untuk
Riwayat Pengobatan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Pasien sempat dirawat di RS dengan
keluhan yanag sama namun pasien
sudah mngalami perbaikan.

12
Compos mentis -
E 4V 5M 6

Kesadaran

Kesan gizi kurang


Kesan gizi

Tampak sakit berat Pemeriksaan


Kesan sakit fisik
HCU Rawamerta

13
Berat badan : 16 kg
Panjang badan : 117 cm

Status Gizi (dengan menggunakan kurva


CDC):

Data

=
16
23
100% = 69,57%

Antopometri

=
117
122
100% = 95,90%

16
= 100% = 76.19%
21

14
Ta n d a V i t a l

Tekanan darah Napas


110/80 34 x / menit

Nadi Suhu
139x/menit 36,3

15
Status Generalis

Kepala Mata
kesan normosefali Tidak didapatkan konjungtiva anemis, sklera ikterik
oedem palpebra

Rambut Te l i n g a
Rambut hitam, lurus, lebat, distribusi merata, dan Normotia, liang telinga lapang, tidak ada nyeri
tidak mudah dicabut. tekan. Sekret -/- . Membran timpani intak +/+

Wa j a h - p i p i Hidung
Wajah simetris, tidak ada pembengkakan, luka, Bentuk simetris, tidak ada nafas cuping dan deviasi
ataupun jaringan parut. septum, hiperemis -/-

16
Status generalis

Mulut Lidah Tenggorokan Leher


Tidak tampak Trismus, oral Normoglosia, mukosa berwarna Tonsil T1-T1, tidak hiperemis, Bentuk tidak tampak kelainan,
hygiene baik, tidak ada halitosis, merah muda, tidak hiperemis , arcus faring tidak hiperemis, tidak edema dan massa, tidak
mukosa gigi berwarna merah lidah kotor (-) uvula terletak ditengah. teraba pembesaran tiroid
muda, mukosa pipi berwarna
maupun kelenjar getah bening.
merah muda, arcus palatum
simetris dengan mukosa palatum
berwarna merah muda

17
Inspeksi
P a r :u Paru
Bentuk thoraks simetris ,
Perkusi :
gerak dinding dada simetris sonor di kedua lapang
kanan dan kiri, tidak tampak paru
pernapasan cepat dan
dalam, tidak tampak
retraksi intercostal, retraksi
subcostal dan retraksi
suprasternal

Jantung Paru Paru


Auskultasi : Palpasi : Auskultasi :
BJ I & BJ II regular, tidak Tidak ada nyeri tekan suara napas vesikuler
terdengar murmur dan dan benjolan, gerak dikedua lapang paru,
gallop
napas simetris kanan tidak didapatkan ronkhi,
dan kiri wheezing

18
Inspeksi
Warna kulit sawo matang, tidak buncit, tidak tampak distensi , tidak
didapatkan ruam, tidak didapatkan kulit keriput, umbilikus normal, gerak
dinding perut saat pernapasan simetris, tidak terlihat gerak peristaltik

Auskultasi
Bising usus 3x/menit

Perkusi
Timpani seluruh lapang perut

Abdomen
Palpasi
Supel, tidak didapatkan nyeri tekan, turgor kulit kembali
cepat, hepar dan lien tidak teraba membesar

19
Ekstremitas
Inspeksi : Simetris, tampak kurus, tidak
terdapat kelainan pada bentuk tulang, posisi tangan
dan kaki, serta sikap badan, tidak sianosis, tidak
tampak edema

Ekstremitas
Palpasi : Akral hangat pada keempat
ekstremitas, capillary refill time< 2 detik,
tidak pitting edema

Ekstremitas
Kulit : Warna sawo matang merata,
tidak ikterik, tidak sianosis, tidak lembab,
tidak terdapat efloresensi yang bermakna

20
Status neurologis
Kesadaran E 4 M 6 V 5
Mata : Pupil bulat isokor, 3mm, refleks
cahaya langsung/tidak langsung positif
Tanda rangsang meningeal : Kaku kuduk (-),
Burzinski I-II -/-, Laseque -/-, Kerniq -/-

21
Nervus Kranialis Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan
N.I (Olfactorius) Tes menghidu Tidak dilakukan
N.II (Opticus) Tajam penglihatan Baik
Lapang pandang Tidak dilakukan
Ukuran pupil Bulat isokor 3 mm.
Funduskopi Tidak dilakukan
N.III (Oculomotorius) , N.IV Nistagmus negative
(Trochlearis) , N.VI (Abducens) Gerak bola mata mata kiri pasien tidak dapat
melirik kearah lateral kiri dan
kanan

Kedudukan bola mata Di tengah


Diplopia Negatif
Refleks cahaya Langsung +/+ Tidak langsung

Nervus N.V (Trigeminus)


+/+
Baik

Kranialis N.VII (Fasialis) Motorik oksipitofrontal

Motorik orbicularis oculi


Baik

Baik

Motorik orbicularis oris Asimetri

N.VIII (Vestibulocochlearis) Tes pendengaran Tidak dilakukan


Tes keseimbangan Tidak dilakukan
N.IX (Glossopharyngeus), N.X Pengecapan lidah 1/3 belakang Tidak dilakukan
(Vagus)
Refleks menelan Tidak dilakukan
Refleks muntah Tidak dilakukan
N.XI (Accesorius) Mengangkat bahu Baik
Menoleh Baik
N.XII (Hipoglosus) Pergerakan lidah Baik 22
Pemeriksaan Ekstremitas Atas Ekstremitas Bawah
Atrofi - - - -
Tonus hipotonus hipotonus hipotonus Hipotonus
Gerakan - - - -
involunter

Kekuatan otot 0000 0000 0000 0000

Motorik Refleks
fisiologis 0/0
Bisep/trisep
0/0
Patella/Achilles
0/0 0/0

Refleks Babinski - -
patologis Chaddock - -
Gordon - -
Oppenheim - -
Schaefer - -

FLACCID

23
Sensibilitas
- Eksteroseptif / rasa permukaan ( superior / Inferior )
*Rasa raba : (+/+ ) setinggi dermatom lumbal 3
*Rasa nyeri :(+/+ ) setinggi dermatom
lumbal 3
Rasa suhu panas : tidak dilakukan
Rasa suhu dingin : tidak dilakukan

Propioseptif / rasa dalam


Rasa sikap : ( +/ + )
Rasa getar : tidak dilakukan
Rasa nyeri dalam : tidak dilakukan

Koordinasi
Tes tunjuk hidung :(-)
Romberg test : tidak dilakukan

Susunan saraf otonom


*Miksi : BAK berkurang
*Defekasi : Konstipasi
Salivasi : Normal
24
NO. PARAMATER HASIL NILAI RUJUKAN
HEMATOLOGI
1 Hemoglobin 12,24 11,5-14,5 g/dL
2 Eritrosit 4,93 3,7-5,7 x 10^6/uL
3 Leukosit 26,01 4,0-12,0 x 10^3/uL
4 Trombosit 453 150-400 x 10^3/Ul
5 Hematokrit 37 31-43 %
6 Basofil 0 0-0,75 %
28 Agustus 7
8
Eosinofil
Neutrofil
0
88
1,0-3,0 %
54-62 %
2017 9 Limfosit 9 25-33 %
10 Monosit 4 3-7 %
IGD RSUD 11 MCV 75 76-90 Fl
12 MCH 25 25-31 pg
13 MCHC 34 32-36 g/Dl
14 RDW-CV 13,9 12,2-15,5 %
KIMIA
15 Natrium 135 134-143 mmol/L
16 Kalium 5 3,3-4,6 mmol/L
17 Chloride 104 98-106 Mmol/L
18 GulaDarahSewaktu 84 60-100 Mg/dl

25
NO. PARAMATER HASIL NILAI RUJUKAN

31 Agustus KIMIA

1 pH 7,46 7,37-7,45
2017 2 pCO2 42 33-34 mmHg
PICU 3 pO2 76 71-104 mmHg
Rawamerta 4 cHCO3 29,6 22-29 mmol/L
5 cBase 5,4 (-2)-(+3) mmol/L
6 Anion Gap 14,6 7-16 mmol/L
7 sO2 96 95-98%

26
NO. PARAMATER HASIL NILAI RUJUKAN

31 Agustus KIMIA
2017 1 Natrium 129 134-143 mmol/L
PICU 2 Kalium 4,3 3,3-4,6 mmol/L
Rawamerta 3 Chloride 90 98-106 mmol/L

4 Kalsium 9 8,8 10,8 mmol/L

27
Resume

An NS laki-laki usia 7 tahun datang ke IGD diantar Saat ini pasien juga mengeluh mengalami sesak
oleh ayah dan neneknya dengan keluhan lemah pada napas, sesak terjadi terus menerus dan tidak
kedua kaki dan tangannya sejak 2 hari SMRS, pasien dipengaruhi aktivitas. Keluarga pasien juga
juga merasakan kebas pada kedua kaki. Kelemahan mengatakan pasien merasa tidak bisa kencing sejak
terjadi perlahan-lahan, awalnya pasien merasa keram 2 hari. Pasien juga belum buang air besar sejak 2 hari
pada kakinya namun pasien masih dapat berjalan. SMRS. Demam sejak 3 hari SMRS, demam
Kelemahan mulai dari bagian jari kaki dan menjalar dirasakan tidak terlalu tinggi, demam turun saat
kebagian atas sampai dengan tangan sehingga tidak pasien munum obat penurun panas. Sakit kepala,
dapat digerakkan. Keluhan dirasakan terus menerus penurunan kesadaran, kejang, mual, muntah dan
makin hari pasien makin lemah, keluhan tidak batuk tidak disangkal oleh pasien dan keluarga.
berkurang dengan istirahat. Riwayat salah satu kelopak mata menutup disangkal
pasien. Nenek pasien mengatakan bahwa
sebelumnya pasien pernah mengeluh tangan dan
kaki kebas setelah anak beraktivitas. Nenek pasien
mengatakan pasien sering demam dan batuk pilek
sebelumnya dan diberikan obat-obat batuk di warung.
28
Diagnosis Pemerisaan anjuran
DIAGNOSIS KERJA
Tetraplegi e.c Susp. Guillain- barre syndrome
Imbalans elektrolit (Hiponatremi + Hipoklorit)
Gizi Kurang
Status imunisasi tidak diketahui

DIAGNOSIS BANDING
Mystenia gravis
Poliomyelitis

PEMERIKSAAN ANJURAN
Lumbal pungsi
EMG

29
Ta t a l a k s a n a

TERAPI SUPORTIF
Manajemen umum
Monitor tanda-tanda vital
Mobilisasi terbatas guna pencegahan kontraktur dan decubitus.
Nutrisi enteral dengan pemasangan NGT
Manajemen perawatan dan pemantauan pernapasan
Intubasi dan ventilasi mekanik

30
Ta t a l a k s a n a

Terapi medikamentosa
Koreksi elektrolit: (135-Na) x 0,6 x KgBB
Kebutuhan cairan : 1000+[50ml x (16-10) = 1300 ml
Kebutuhan Na/8 jam : 8/24 x 3 mEq = 10 mEq
Defisit Na : (135-129) x 0,6 x 16 = 57,6 mEq

Imunoterapi
IVig 0.4 gr/kgBB/hari selama 5 hari berturut-turut.
Plasmaparesis 200-250 ml plasma/kg BB dalam 7-14 hari

31
32
Diagnosis akhir - Prognosis

Diagnosis akhir Prognosis


Guillain-barre syndrome Ad vitam : ad malam
Imbalans elektrolit (hiponatremi) Ad fungtionam : ad malam
Gizi kurang Ad sanationam : dubia ad malam
Status imunisasi tidak diketahui

33
Analisis kasus

Diagnosis kerja pada pasien ini adalah Guillain-Barre Syndrome.


Diagnosis ini bisa ditegakkan berdasarkan anamnesis pasien yang mengeluh adanya lemas pada kedua tangan dan
tungkai. Selain itu, juga tidak dapat merasakan sentuhan apapun pada kedua tungkainya..
.
Pada pemeriksaan fisik juga didapatkan adanya parese dari N.VI bilateral, parese dari N.VII perifer bilateral,
penurunan refleks fisiologis dengan tipe flacid, dan adanya penurunan sensibilitas raba dan nyeri setinggi lumbal 3.

34
Analisis kasus

Demam yang timbul pada pasien diakibatkan karena adanya infeksi saluran nafas atas yang paling
banyak penyebabnya adalah infeksi virus. Infeksi virus adalah salah satu faktor risiko terbentuknya respon imun
terpicu infeksi yang menyebabkan kerusakan saraf perifer (demyelinisasi saraf perifer). Adanya demyelinisasi saraf
perifer inilah yang menyebabkan timbulnya gejala lemas dan rasa kebas yang dialami oleh pasien.

35
Analisis Kasus

Pada kasus GBS, demyelinisasi saraf perifer menimbulkan impuls yang seharusnya dapat diteruskan dari satu
neuron ke neuron lain terputus karena adanya kerusakan dari selubung myelin. Hal ini menimbulkan terjadinya
gangguan fungsi saraf perifer dan kranial. Akibatnya dapat timbul gangguan fungsi saraf kranial III, IV, V, VI, VII, IX
dan X. Gangguan fungsi saraf kranial yang paling sering didapati adalah gangguan fungsi N. VII seperti yang
dialami oleh pasien. Selain itu, pasien juga mengalami gangguan fungsi pada N.VI bilateral.

36
Analisis kasus

Pada pasien juga terjadi gangguan saraf perifer dan neuromuskular yang mengakibatkan terjadinya parestesia
(kesemutan,kebas) dan kelemahan pada otot kaki yang dapat berkembang sampai ke ekstremitas atas, batang
tubuh dan otot wajah yang semakin lama juga dapat berkembang sampai ke tahap terjadinya paralisis lengkap yang
mengenai sampai ke otot pernafasan dan mengakibatkan insufiensi nafas.

Pada pasien GBS juga terdapat risiko gagal pernafasan yang tinggi, penurunan kemampuan batuk dan peningkatan
sekresi mukus. Untuk itu, pada pasien ini dilakukan intubasi dan pemasangan ventilator untuk mencegah terjadinya
gagal nafas.

37
Analisis kasus

Selain adanya gangguan konduksi saraf perifer, pada pasien GBS juga didapatkan adanya gangguan saraf otonom
yang mengakibatkan gangguan frekuensi jantung dan ritme jantung, perubahan tekanan darah dan gangguan
vasomotor sehingga timbul penurunan curah jantung ke otak dan organ-organ lainnya.

Akibatnya akan terjadi gangguan kesadaran pada pasien dan disertai dengan keadaan anuria. Seperti yang
ditemukan pada pasien yaitu BAK yang berkurang dan terjadinya konstipasi mengarahkan sudah terjadinya
gangguan otonom pada pasien.

38