Anda di halaman 1dari 26

KULIAH PENGANTAR

IMOBILISASI

ROZA MULYANA
Geriatric Giant
Immobility
Instability

Incontinence (urinary & alvi)

Intellectual impairment (MCI, Dementia)

Infection (Pneumonia, etc)

Impairment of hearing & vision

Impaction (constipation)

Isolation (depression)

Inanition (malnutrition)

Impecunity (poverty)

Iatrogenesis
Kane, Ouslander Abrass. (from
Insomnia
Solomon 1988), Essentials of
Immune deficiency
Clinical Geriatrics.2004 . p.13-14.
Impotence
Pengertian
3

Keadaan tidak bergerak atau tirah baring selama


3 hari atau lebih dengan gerak anatomik tubuh
menghilang akibat perubahan fungsi fisiologik

ketidakmampuan utk melakukan aktivitas


mobilitas di tempat tidur, transfer, atau ambulasi 3
hari
Pengertian
4
Penyebab Imobilisasi
Gangguan muskuloskeletal Artritis, osteoporosis, fraktur (panggul,
5
femur), masalah kaki (bunion, kalus), penyakit
Paget
Gangguan neurologis Stroke, penyakit parkinson, disfungsi
serebelum, neuropati
Penyakit kardiovaskular Gagal jantung kongestif (berat), penyakit
jantung koroner, penyakit vaskular perifer
Penyakit paru PPOK
Faktor sensorik Gangguan penglihatan, instabilitas dan takut
jatuh
Lingkungan Imobilisasi yang dipaksakan di RS atau panti
werdha, alat bantu mobilitas tidak adekuat
Nyeri akut atau kronik
Lain-lain Dekondisi, malnutrisi, peny sistemik berat,
depresi, efek samping obat (kekakuan ok
antipsikotik)
6

Imobilisasi Tekanan gravitasi berubah


Fungsi motorik berkurang

Degenerasi hampir semua sistem organ


Efek Imobilisasi pada Berbagai Sistem Organ
Organ/Sistem
7
Perubahan yang Terjadi Akibat Imobilisasi
Muskuloskeletal Osteoporosis, hilangnya kekuatan otot,
kontraktur, degenerasi rawan sendi, ankilosis
Kardiopulmonal dan Peningkatan denyut nadi istirahat, penurunan
pembuluh darah perfusi miokard, intoleran terhadap ortostatik,
pneumonia, peningkatan stasis vena, peningkatan
agregasi trombosit dan hiperkoagulasi
Integumen Peningkatan risiko ulkus dan maserasi kulit
Metabolik dan endokrin Keseimbangan nitrogen negatif, resistensi insulin,
penurunan absorbsi & metabolisme vit & mineral
Neurologi dan psikiatri Depresi & psikosis, atrofi korteks, penurunan fgs
kognitif
Traktus gastrointestinal dan Inkontinensia urin dan alvi, ISK, pembentukan
urinarius batu kalsium, impaksi feses, konstipasi, penurunan
motilitas usus, aspirasi saluran napas,
Komplikasi Imobilisasi
8

1. Tromboemboli vena : DVT, emboli paru


2. Kelemahan otot
3. Kontraktur otot dan sendi
4. Osteoporosis
5. Ulkus dekubitus
6. Hipotensi postural
7. Pneumonia dan infeksi saluran kemih
8. Gangguan nutrisi (hipoalbuminemia)
9. Konstipasi dan skibala
TROMBOSIS VENA DALAM
9
Factors That Trigger Thrombosis

Local trauma to the


Stasis of blood
vessel wall
(Immobilization)
(surgical)

TRIAD OF
VIRCHOW

Hypercoagulability
(Deficiency of Protein C,
Protein S, AT III)
Pathophyisiology of DVT
Immobilization
Aging process Loss of muscle contraction
coagulation
factors
Vein valve rigidity
Stasis

Hypoxia
Blood turbulance

Accumulation of Endothelial dysfunction


coagulation factors

DVT Coagulation factor


secretion
EMBOLI PARU
12
ULKUS DEKUBITUS
13

Suatu keadaan kerusakan kulit sampai jaringan di


bawah kulit, bahkan menembus otot sampai
mengenai tulang yang disebabkan oleh iskemia
pada kulit akibat adanya penekanan pada suatu
area secara terus menerus
Tekanan Daya Regang
Gesekan Kelembaban
BMJ 2006;332;472-475
DAERAH PREDILEKSI

BMJ 2006;332;472-475
Stadium 1 Stadium 2

Stadium 3 Stadium 4
Dermatologic Therapy, Vol. 19, 2006, 356364
Hipotensi Ortostatik
19

Penurunan tekanan darah sistolik >20 mmHg atau


diastolik >10 mmHg yg diukur segera dalam waktu
2-3 menit dari posisi berbaring ke posisi tegak
Dapat disertai keluhan dizziness atau sinkop

Pencegahan : mobilisasi bertahap secepatnya,


diutamakan dapat duduk di tempat tidur dengan
kaki menggantung ke bawah sambil digerak-
gerakkan
Kontraktur
20

Terjadi akibat pemendekan serabut otot karena


imobilisasi pada posisi non fungsional
Contoh: berbaring lama pada posisi tungkai
menekuk
Penatalaksanaan Imobilisasi
21

Pengkajian geriatri paripurna :


Anamnesis

Pemeriksaan fisik
Evaluasi status fungsional

Evaluasi status mental

Evaluasi status kognitif

Evaluasi tingkat mobilitas

Pemeriksaan penunjang sesuai indikasi


Evaluasi Imobilisasi
Evaluasi Keterangan
Anamnesis - Riwayat dan lama disabilitas atau imobilisasi
- Kondisi medis yang merupakan faktor risiko dan penyebab imobilisasi
- Kondisi pre morbid
- Nyeri
- Obat-obatan yang dikonsumsi
- Dukungan pramuwerdha
- Interaksi sosial
- Faktor psikologis
- Faktor lingkungan
Pemeriksaan Fisik - Status kardiopulmonal
- Kulit
- Muskuloskeletal: kekuatan dan tonus otot, lingkup gerak sendi, lesi dan deformitas
kaki
- Neurologis: kelemahan fokal, evaluasi persepsi dan sensorik
- Gastrointestinal
- Genitourinarius
Status Fungsional Pemeriksaan Indeks Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) Barthel

Status Mental Penapisan dengan Geriatric Depression Scale (GDS)


Status Kognitif Penapisan dengan Mini Mental State Examination (MMSE), Abbreviated Mental Test
(AMT)
Tingkat Mobilitas Mobilitas di tempat tidur, kemampuan transfer, mobilitas di kursi roda, keseimbangan
saat duduk dan berdiri, cara berjalan, nyeri saat bergerak

Pemeriksaan Penilaian berat ringannya kondisi medis penyebab imobilisasi (foto lutut, ekokardiografi)
Penunjang dan komplikasi akibat imobilisasi (pemeriksaan albumin, elektrolit, glukosa darah,
hemostasis)
Tatalaksana Umum
23

Kerjasama tim medis interdisiplin dg partisipasi pasien,


keluarga dan pramuwerdha
Edukasi: bahaya tirah baring lama, pentingnya latihan
bertahap dan ambulasi dini, mencegah ketergantungan dg
melakukan aktivitas sesuai kemampuan
Pengkajian geriatri paripurna, perumusan target fungsional,
dan pembuatan rencana terapi
Tatalaksana infeksi, malnutrisi, anemia, gangguan cairan &
elektrolit, serta penyakit/kondisi penyerta lain
Evaluasi obat-obatan
Tatalaksana Umum
24

Nutrisi dan cairan adekuat, makanan berserat


Program latihan dan remobilisasi setelah kondisi stabil :
Latihan mobilitas di tempat tidur, latihan lingkup gerak
sendi, latihan penguatan otot, latihan
koordinasi/keseimbangan, transfer dengan bantuan,
ambulasi terbatas
Alat bantu bila diperlukan
Manajemen miksi dan defikasi
Tatalaksana khusus
25

Tatalaksana faktor risiko


Tatalaksana komplikasi
Pd keadaan khusus, konsultasikan kondisi medik kpd
dokter spesialis yg kompeten
Remobilisasi segera dan bertahap
Upayakan dukungan lingkungan dan ketersediaan
alat bantu untuk mobilitas yg adekuat bagi usia
lanjut dg disabilitas permanen
Terima Kasih
26