Anda di halaman 1dari 70

MODUL I

MUTU PELAYANAN KESEHATAN

PENDAHULUAN.
1. Profesi Kesehatan Mengutamakan Mutu
2. Syarat Pelayanan Kesehatan :
a. Tersedia ( Available)
b. Wajar ( Appropriate )
c. Berkesinambungan ( Countenue )
d. Diterima ( Acceptable )
e. Dapat Dicapai ( Accesible )
f. Dapat Dijangkau ( Affordable )
e. Efisien (effisient )
g. Serta Bermutu ( Quality )
PROGRAM JAMINAN MUTU

Pengertian pokok yang dimaksud paling tidak mencakup tiga


rumusan utama, yakni rumusan kegiatan yang akan dilakukan,
rumusan karakteristik dari kegiatan yang akan dilakukan, serta
rumusan tujuan yang ingin dicapai dari dilaksanakannya kegiatan.

Pengertian Program Jaminan Mutu : adalah suatu upaya yang


dilaksanakan secara berkesinambungan, sistematis, objektif dan
terpadu dalam menetapkan masalah dan penyebab masalah mutu
pelayanan berdasarkan standar yang ditetapkan, menetapkan dan
melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dengan
kemampuan yang tersedia, serta menilai hasil yang dicapai dan
menyusun saran tindak lanjut untuk lebih meningkatkan mutu
pelayanan.
ISTILAH ISTILAH LAIN

1. Program Pengawasan Mutu ( Quzlity Control Program )


2. Program Peningkatan Mutu ( Quality Improvement Program )
3. Manajemen Mutu Terpadu ( Total Quality Management )
4. Peningkatan Mutu Berkesinambungan ( Countinous Quality Improvement )

Tujuan Program jaminan Mutu mencakup dua hal :


1. Tujuan antara yang ingin dicapai oleh Program Jaminan Mutu ialah
diketahuinya mutu pelayanan
2. Tujuan akhir yang ingin dicapai oleh Program Jaminan Mutu ialah makin
meningkatnya mutu pelayanan
MANFAAT PROGRAM JAMINAN MUTU

1. Dapat lebih meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan


2. Dapat lebih meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan
3. Dapat lebih meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan
4. Dapat melindungi pelaksana pelayanan dari kemungkinan munculnya
gugatan hukum

Ruang Lingkup Program Jaminan Mutu :


1. Yang menyangkut kegiatan yang harus dilaksanakan dalam Program
Jaminan Mutu.
2. Yang menyangkut sasaran dari dilaksanakannya Program Jaminan Mutu.
Siklus Pemecahan Masalah
( Problem Solving Cycle )

Menetapkan Menetapkan
Masalah Mutu Masalah Mutu

Menyusun Menetapkan Menyusun Menetapkan


Saran Masalah saran Tindak Penyebab
Tindak Lajut Mutu Lanjut Masalah Mutu

Menetapkan Menetapkan
Menilai Hasil Cara Menilai Hasil cara
yang Dicapai Penyelesaian Yang Dicapai Penyelesaian
Masalah Mutu Masalah Mutu

Melaksanakan Melaksanakan
Cara Penyelesaian Masalah Mutu Cara Penyelesaian Masalah Mutu
Pada waktu melaksanakan keenam kegiatan ini, ada
empat karakteristik pokok yang harus dipenuhi yaitu :

1. Berkesinambungan
2. Sistematis
3. Objektif
4. Terpadu

Sasaran Program Jaminan Mutu :


1. Unsur masukan ( Man, Material, Money )
2. Unsur Proses ( Medical Procedure, Non Medical Procedure)
3. Unsur Lingkungan ( Policy, Organization, Management )
4. Unsur Keluaran ( Performance )
Lingkungan
Kebijakan
Organisasi
Manajemen

Masukan Proses Keluaran


Tenaga Tindakan Medis Aspek Medis
-Anamnesis -Kegagalan Tindakan
- Medis
-Pemeriksaan fisik -Efek Sampling
- Para Medis -Pemeriksaan -Kematian
Penunjang
- Non Medis
-Tindakan Medis Aspek Non Medis
Dana -Tindakan Lanjut -Pengetahuan Pasien
-Kepuasan Pasien
Sarana
Tindakan Non Medis -Kemantapan pasien
- Medis - Informasi
- Penyaringan
- Non Medis
- Konseling
- Obat - Rujukan
- Bahan habis
Mutu Pelayanan

Mutu Pelayanan menunjuk pada tingkat kesempurnaan


pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan dan
tuntutan setiap pasien

Mutu Pelayanan Kesehatan adalah yang menunjuk pada


tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, yang disatu
pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai
dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta dipihak
lain tata cara penyelengaraan sesuai dengan standar dan
kode etik profesi yang telah ditetapkan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi.
1. Unsur masukan
2. Unsur Lingkungan
3. Unsur Proses

Lingkungan

Mutu
Pelayanan
(keluaran)
Masukan Proses
Pelayanan Kesehatan Yang Bermutu : adalah pelayanan kesehatan yang dapat
memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat
kepuasan rata-rata penduduk, serta yang penyelengaraannya sesuai dengan
standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan

Standar :
1. Standar adalah keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi sempurna
yang dipergunakan sebagai batas peneriaan minimal
2. Standar adalah kisaran variasi yang masih dapat diterima
3. Standar adalah rumusan tentang penampilan atau nilai diinginkan yang
mampu dicapai, berkaitan dengan parameter yang telah ditetapkan
4. Standar adalah spesifikasi dari fungsi atau tujuan yang harus dipenuhi oleh
suatu sarana pelayanan agar pemakai jasa pelayanan dapat memperoleh
keuntungan yang maksimal dari pelayanan yang diselenggarakan
5. Standar adalah tujuan produksi yang numerik, lazimnya ditetapkan secara
sendiri namun bersifat mengikat, yang dipakai sebagai pedoman untuk
memisahkan yang tidak dapat diterima atau buruk dengan yang dapat
diterima atau naik
Syarat Suatu Standar :
1. Bersifat Jelas
2. Masuk Akal
3. Mudah Dimengerti
4. Dapat Dicapai

Standar Proses : ditetapkan persyaratan minimal unsur proses yang harus


dilakukan untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu,
yakni tindakan medis dan tindakan non medis pelayanan kesehatan.

Indikator ada 2 macam :


1. Indikator Persyaratan Minimal
a. Indikator Masukan
b. indikator Lingkungan
c. Indikator Proses
2. Indikator Penampilan Minimal
Indikator
Lingkungan

Indikator Indikator Indikator


Masukan Proses Keluaran

Penyimpangan Penyimpangan

Penyebab Masalah Masalah Mutu


Mutu Pelayanan Pelayanan
Kesehatan Kesehatan
Indikator Pelayanan Kesehatan Yang Mermutu tersebut
Lazimnya Dibedakan Atas Dua Macam :

1. Indikator yang menunjuk pada penerapan aspek medis pelayanan


kesehatan
2. Indikator yang menunjuk pada penampilan aspek non medis
pelayanan kesehatan
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI MUTU
PELAYANAN KEBIDANAN
ESTI NUGRAHENY S S T.,M.Kes
BIDAN SERTIFIKASI REGISTRASI LISENSI AKREDITASI
SERTIFIKASI:
Pengakuan yg diberikan pd bidan stlh mencapai
kompetensi tertentu
REGISTRASI:
Proses pendaftaran & dokumentasi dari individu bidan
yg telah memenuhi syarat u/ melaksanakan tugasnya
sebagai bidan
LISENSI:
Proses administrasi pemberian izin kepada bidan sesuai
dgn ketentuan yg berlaku
AKREDITASI:
s/ proses pengakuan terhadap unit pelay & pendidikan
ssi dgn standar yg telah ditetapkan
SIKLUS MUTU PDCA

SDCA

STANDAR PELAKSANAAN MONITORING


S D C

AUDIT MUTU
PENINGKATAN RUMUSAN AKADEMIK EVALUASI
MUTU KOREKSI INTERNAL DIRI
A C D A/P
KRITERIA
ADA SEADANYA
ADA LENGKAP
ADA DISERTAI ORGANISASI &
IMPLEMENTASI
E. Konsep TQM
Total Quality Management
Pengertian:
Suatu proses manajemen dgn pendekatan
prilaku/ budaya organisasiyg berorientasi
pd peningkatan mutu terus menerus &
kepuasan pelanggan, dgn dukungan
komitmen pimpinan, kebersamaan
karyawan serta lintas fungsional,
menyeluruh, terpadu dengan pendekatan
sistem, dan didasari metode ilmiah dalam
pemecahan masalah serta pengambilan
keputusan. (Wijono.2002)
Penerapan TQM
Quality in fact : penjaminan mutu internal
(PMI)
Quality in perseption: penjaminan mutu
eksternal (PME)
(Sutapa G.2009)
Pokok pemikiran TQM (Wijono
D.2000)
Mutu & kepuasan pelanggan adalah bisnis utama
Meningkatkan keuntungan & memperbaiki mutu
Benar sejak awal
Manajemen mutu adalah tentang pencegahan
Biaya mutu
Peningkatan mutu terus menerus berdasarkan data
& fakta, bukan opini
Berdasarkan il pengetahuan & teknologi yg
didukung dgn pendidikan & pelatihan
Komitmen pimpinan dalam peningkatan mutu
Melaksanakan siklus PDCA
Benchmarking
Keterlibatan seluruh petugas & kerjasama
tim
Menghargai manusia sbg manusia
(mengorangkan)
Proses menghantarkan mutu
Countinous quality improvement
(Wijono D.2000)
Peningkatan mutu berkelanjutan:
mengacu pada mutu kepuasan pelanggan
dan perbaikan mutu menyeluruh secara
lintas fungsi.
Sedikit membedakan antara TQM & CQI
TQM terutama dimaksudkan terutama
pada program yg berbasis industri,sedang
CQI mengacu pada penataan klinis.
Unsur CQI
Unsur filosofi
Fokus pada pelanggan
Wawasan sistem
Analisis data yg berkaitan
Keterlibatan semua secara lintas
fungsional
Identifikasi solusi & perbaikan
berkelanjutan
Optimasi proses peningkatan
Unsur struktural CQI:
Inisiasi
Waktu
Fokus
Kepemimpinan
Struktural
Perencanaan
Pelatihan
Hub pelanggan
Sist informasi
Manajemen sumber daya
Skope pelaksanaan
Unsur spesifik
Fokus utama pd pelanggan
Wawasan sistem
Melibatkan semua unsur
Menggunakan metode statistik
Adanya komite medik
Pendekatan sosio ekonomi kesh
Evaluasi
Pendekatan il pengetahuan
Standar Pelayanan Kebidanan
Standar 1
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki
visi, misi, filosofi dan tujuan pelayanan
serta organisasi pelayanan sebagai dasar
untuk melaksanakan tugas pelayanan
yang efektif dan efisien.
Difinisi operasional
Visi, misi, filosofi & tujuan
Struktur organisasi & Jobdis
Persyaratan tenaga yg menduduki jabatan
Standar 2
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki
pedoman pengelola pelayanan, standar
pelayanan, prosedur tetap dan
pelaksanaan kegiatan pengelolaan
pelayanan yang kondusif yang
memungkinkan terjadinya praktik
pelayanan kebidanan akurat
Difinisi operasional

Ada pedoman standar alat, ruangan,


ketenagaan
Ada protap tindakan kebidanan
Ada program kerja
Ada bukti tertulis pertemuan berkala,dilengkapi
daftar hadir & notulen
Ada naskah kerjasama dgn pengguna lahan
praktik
Standar 3
Pengelola pelayanan kebidanan
mempunyai program pengelolaan SDM,
agar pelayanan kebidanan berjalan efektif
dan efisien
Difinisi operasional
Ada program kebutuhan SDM
Jadwal pengaturan kerja harian
Ada jadwal dinas
Ada bidan pengganti apabila kepala ruang
berhalangan
Data personil
Standar 4
Tersedia sarana & peralatan untuk
mendukung pencapaian tujuan pelayanan
kebidanan sesuai dengan beban tugasnya
dan fungsi institusi pelayanan
Difinisi operasional
Tersedia peralatan ssi standar & rencana
pengembangan
Ada buku inven peralatan dgn jumlah &
kualitas barang
Ada pelatihan khusus tentang
penggunaan alat tertentu
Ada prosedur permintaan & penghapusan
alat
Standar 5
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki
kebijakan dalam penyelenggaraan
pelayanan dan pembinaan personil
menuju pelayanan yang berkualitas
Difinisi operasional
Ada kebijakan prosedur pelayanan &
standar pelayanan
Ada prosedur personalia: penerimaan
pegawai, hak & kewajiban personalia
Ada personalia pengajuan cuti, istirahat &
sakit
Ada prosedur pembinaan personal
Standar 6
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki
program pengembangan staf dan
perencanaan pendidikan, sesuai dengan
kebutuhan pelayanan
Difinisi operasional
Pembinaan staf & program pendidikan
Ada program orientasi SDM baru
Data kebutuhan pelatihan & evaluasi hasil
pelatihan
Standar 7
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki
standar asuhan / manajemen kebidanan
yang diterapkan sebagai pedoman dalam
memberikan pelayanan kepada pasien
Difinisi operasional
Ada standar manajemen kebidanan
Ada format manajemen kebidanan dlm rekam
medis
a. Ada pengkajian psn (S & O)
b. Ada diagnosa (A)
c. Ada rencana asuhan (P)
d. Dokumen tindakan kebidanan (P)
e. Ada evaluasi (P)
Standar 8
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki
program & pelaksanaan dalam evaluasi
dan pengendalian mutu pelayanan
kebidanan yang dilaksanakan secara
berkesinambungan
Difinisi operasional
Ada program/ rencana tertulis peningkatan
mutu
Ada program/ rencana tertulis penilaian
standar
Ada bukti tertulis dari risalah rapat
Ada laporan hasil evaluasi yg
dipublikasikan semua staff
Pelaksana Program Jaminan Mutu adalah mereka yang bertanggungjawab
menyelenggarakan semua kegiatan pelayanan

Ada 3 macam Program Jaminan Mutu :


1. Perseorangan
2. Kelompok
3. Para ahli

Bentuk Program jaminan Mutu ada 2 :


1. Program Jaminan Mutu Internal ( Internal Quality assurance Program)
2. Program Jaminan Mutu Eksternal ( Eksternal Quality Assurance Program)
Anggota tim mewakili semua kategori petugas :
1. Melakukan inventarisasi jenis pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
oleh unit/instalasi pelayanan
2. Melakukan inventarisasi tenaga pelaksana yang terlibat dalam pelayanan
kesehatan pokok tersebut
3. Menghimpun tenaga pelaksana yang paling bertanggungjawab serta yang
peranannya paling penting dalam satu wadah khusus yaitu tim penjaga
mutu
4. Memilih sekurang-kurangnya seorang ketua dan seorang sekretaris yang
akan memimpin tim
5. Menetapkan batas-batas wewenang dan tanggungjawab tim secara
keseluruhan
6. Mengumumkan batas-batas wewenang dan tanggungjawab serta
keberadaan tim kepada semua pihak
Wewenang dan tanggungjawanb tim :
1. Menetapkan standar dan indikator mutu pelayanan kesehatan yang
akan dipergunakan
2. Memasyarakatkan standar dan indikator mutu pelayanan kesehatan
tersebut
3. Menetapkan masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
serta faktor-faktor yang berperan sebagai penyebab
4. Mendapatakan informasi tentang pelaksanaan pelayanan kesehatan
5. Menyusun saran-saran perbaikan mutu pelayanan kesehatan
6. Mengikutsertakan semua pihak yang ada dalam unit/instalasi pelayanan
7. Menilai pelaksanaan saran perbaikan yang diajukan serta menyusun
saran tindak lanjutnya
8. Menyarankan sistem insentif dan disinsentif sehubungan dengan
pelaksanaan program
Alat bantu
Program jaminan Mutu

Menetapkan Menetapkan Menetapkan


Masalah Mutu Penyebab Upaya
Masalah Mutu Penyelesaian
masalah Mutu

Curah Pendapat Curah Pendapat Curah Pendapat


Kelompok Nominal Kelompok Nominal Kelompok Nominal
Kajian data Diagram Tulang ikan Berpikir Kreatif
Kriteria Matriks Kajian data Kriteria Kriteria Matriks
Matrik Diagram
Pareto
Manajemen Mutu
1. Konsep dasar jaminan mutu
2. Persiapan program jaminan mutu
(Standar&indikator)
3. Menetapkan masalah mutu
4. Menetapkan penyebab masalah mutu
5. Menetapkan cara penyelesaian penyebab
masalah mutu
6. Melaksanakan cara penyelesaian penyebab
masalah mutu
7. Menilai hasil dan menyusun saran tindak lanjut
Langkah pertama ialah menetapkan lingkup pelayanan kesehatan yang
diprioritaskan Program Jaminan Mutunya.

Langkah-langkah curah pendapat dan tehnik nominal :


1. Undang semua anggota tim penjaga mutu untuk hadir dalam pertemuan
2. Atur tata ruang pertemuan sehingga memungkinkan setiap anggota tim
duduk berhadapan
3. Tulis pada papan tulis atau lembar balik pokok persoalan yang akan dibahas
pada pertemuan
4. Undang setiap anggota tim mengemukakan pendapatnya
5. Pastikan saat mengemukakan dan atau menuliskan pendapat tesebut
6. Tuliskan semua pendapat yang diajukan
7. Undang kembali anggota tim untuk mengemukakan pendapat secara lisan
Karakteristik pelayanan yang diselenggarakan dibedakan :
a. Derajat kesulitan penyelenggaraan pelayanan
b. Derajat ketelitian penyelenggaraan pelayanan
c. Biaya menyelenggarakan pelayanan
d. Frekuensi penyelenggaraan

Peralatan yang dipergunakan :


1. Derajat kesulitan pemakaian peralatan
2. Derajat kompleksitas pemakaian peralatan
3. Derajat risiko penggunaan alat

Tenaga pelaksana pelayanan :


1. Pengetahuan dan ketrampilan tenaga pelaksana
2. Pengalaman tenaga pelaksana
3. Ketelitian tenaga pelaksana
4. Kepatuhan tenaga pelaksana
Masalah Mutu Pelayanan terdapat dua langkah :
1. Identifikasi masalah mutu
2. Klarifikasi daftar masalah mutu

Konfirmasi Daftar Masalah terdapat dua cara :


1. Konfirmasi tidak langsung ( indirect aproach)
Langkah-langkahnya :
a. Pengumpulan data
b. Pengolahan dan Penyajian data
c. Interpretasi
2. Konfirmasi Langsung (direct Approach)
Langkah-langkahnya :
a. Konfirmasi langsung retrospektif
b. Konfirmasi langsung prospektif
Rumus menghitung Jumlah sample

4 pq
N = ---------- n = jumlah sample awal
L2 p = sifat yang akan diteliti dalam %
q = 100 % - p
L = derajat ketepatan yang akan
dipergunakan, Biasanya 0,05

n n1 = jumlah sample yang sebenarnya


n1 = --------
1 + n/N N = jumlah populasi
Langkah- langkah Konfirmasi Langsung

1. Mengumpulkan Data, Tim Penjaga Mutu harus menetapkan antara lain :


a. Macam data
b. Sumber data
c. Jumlah data
d. Cara pengamvilan sampel
e. Cara pengumpulan data
2. Mengolah data
3. Menyajikan data
4. Interpretasi data
a. Membangdingkannya dengan derajat standar atau indikator
b. Membandingkannya dengan batas toleransi 5 %
Tabel Konfirmasi yang sederhana dapat di visualisasikan.

No Daftar Masalah Metode Konfirmasi Hasil Konfirmasi Interpretasi

Pasien mengeluh Tidak langsung Hasil wawancara Karena petugas yang


kamar kotor wawacara terhadap terhadap 50 petugas membenarkanlebih besar
petugas RS dan menemukan 30 orang dari 50%, maka berarti
tanyakan pendapat diantaranya setuju masalah yang
mereka tentang kamar tunggu memang dikemukakan korfim
kebersihan kamar kotor (60%) (terbukti benar)
tunggu

Komplikasi IUD Langsung (retrospektif) Hasil pemeriksaan Bandingkan dengan


tinggi memeriksa rekam medis terhadap 100 rekam standar (misalnya angka
3 bulan terakhir, hitung medisbulan juni s/d komplikasi IUD yang lazim
jumlah akseptor yang agustus 1995, adalah 1 %) pada contoh
mengalami komplikasi ditemukan 10 akseptor ini angka komplikasi lebih
IUD yang mengalami besar dari standar
komplikasi IUD (10%) masalah konfirm (terbukti
benar)
Pasien mengeluh Langsung(Prospektif)wa Hasil wawancara Lazimnya untuk masalah
waktu menunggu wancara terhadap pasien terhadap 300 pasien yang seperti ini standar,
pelayanan terlalu yang menunggu di RS yang menunggu di RS, lihat % masalah. Karena
selama 1 minggu dan selama 1 minggu, 50 disini lebih besar dari 5 %,
lama tanyakan pendpat pasien diantaranya maka masalah konfir
mereka tentang waktu mengeluh waktu (terbukti benar)
menunggu menunggu terlalu lama
(16,7%)
Prioritas Masalah Mutu Pelayanan :
Menggunakan teknik curah pendapat dan ataupun teknik kelompok
nominal. Dengan mengusahakan adanya kata sepakat (konsensus)

Tehnik Kriteria Matriks (criteria matrix technique) :


1. Pentingnya masalah (imprortancy)
a. Prevalensi masalah (prevalence)
b. Akibat yang ditimbulkan oleh masalah (severity)
c. Kenaikan jumlah masalah (rate of increase)
d. Keprihatinan masyarakat (public concern)
e. Keinginan yang tidak terpenuhi (degree of unmeet needs)
f. Iklim politik (political climate)
2. Teknologi yang tersedia (technical feasibility)
3. Sumber daya yang tersedia (resources availability)
Langkah-langkah menentukan prioritas masalah dengan kriteria matriks :
1. Buatlah tabel dengan mencantumkan daftar masalah pada kolom paling
kiri, serta kriteria yang akan digunakan pada baris paling atas
2. Pastikan setiap anggota Tim Penjaga Mutu memiliki pengertian yang
sama tentang masalah serta kriteria yang akan dipergunakan

Syarat rumusan masalah :


1. Harus dapat menjawab lima pertanyaan pokok yakni apa masalahnya, siapa
yang terkena masalah, berapa besar masalahnya, dimana masalah itu terjadi,
serta bilamana masalah itu terjadi
2. Tidak mencantumkan rumusan yang dapat diinterprestasikan sebagai
menyalahkan seseorang, menunjuk pada penyebab terjadinya masalah, dan
atau cara penyelesaian masalah yang akan dilaksanakan
3. Menggunakan tata bahasa yang benar serta kalimat yang singkat dan padat

Pedoman perumusan masalah :


1. Jika konfirmasi daftar masalah memakai cara tidak langsung
2. Jika konfirmasi daftar masalah memakai cara langsung
Mencari sumber penyebab masalah mutu adalah :
1. Unsur keluaran ( output)
2. Unsur masukan (input)
3. Lingkungan (environment)
4. Proses (process)

Alat bantu yang dipergunakan untuk menentukan sumber masalah mutu


adalah bagan alur (flow chart). Bagan alur disini adalah suatu bagan
yang menggambarkan proses yang sedang berlangsung serta tahap-
tahap yang terdapat dalam proses tersebut.
Contoh membuat bagan alur
Tahap-tahap proses yang terdapat dalam proses pelayanan IUD

1. Klien datang keklinik KB


2. Klien mendaftarkan diri diloket administrasi KB
3. Klien duduk di ruang tunggu menanti giliran pelayanan
4. Konselor memberikan pelayanan konseling KB (ada unsur
keputusan, bersedia atau tidak memakai IUD)
5. Dokter melakukan anemnesis (ada unsur keputusan, sesuai atau
tidak memakai IUD)
6. Dokter melakukan pemeriksaan fisik, kalau perlu laboratorium
7. Dokter melakukan pemeriksaan ginekologis
8. Dokter melakukan insersi IUD
9. Klien mendapat nasehat pasca insersi
10. Klien mendapat obat
11. Klien pulang ke rumah
Bagan alur yang sesuai

Ya Ya Ya Ya

Tidak Tidak Tidak Tidak

Mengkaji bagan alur :


1. Kajilah proses secara keseluruhan. Apakah proses (pelayanan kesehatan)
yang diselenggarakan telah sesuai dengan bagan alur yang dibuat ? Apakah
ada penyimpangan ?
2. Kajilah setiap kegiatan. Apakah kegiatan yang diselenggarakan pada setiap
tahap yang ada pada bagan alur telah sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan ? Apakah ada penyimpangan ?
3. Kajian simbol-simbol yang menggambarkan keputusan yang diambil pada
waktu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sedang dibahas telah
tepat ? Apakah efektif ? Apakah alamiah ?
Menetapkan daftar penyebab masalah secara teoritis :
Diagram tulang ikan (fish bone diagram) atau disebut pula sebagai diagram
sebab-akibat (couse and effect diagram) adalah alat bantu yang dapat
dipergunakan saat mencari penyebab masalah secara teoritis

Masukan

1.1
1.2
1.3
Infeksi panggul pasca isensi
IUD (tindakan isensi IUD)
a
a
b
c
b

Lingkungan Proses
Diagram pareto : adalah suatu diagram yang menyajian berbagai
penyebab masalah yang saling berhubungan serta yang disusun
menurut prioritasnya. Diagram pareto ini berbentuk susunan balok-
balok yang diletakkan secara vertikal dan yang disusun menurut
urutannya, biasanya dari yang paling tinggi ke yang paling rendah.

Diagram pareto juga dapat membantu memberikan informasi secara


visual tentang sesuatu yang sedang dibicarakan, sehingga
memudahkan interpretasinya
Menetapkan cara penyelesaian masalah ada 2 identifikasi yang dilakukan :
1. Mempelajari cara penyelesaian masalah yang pernah ada
2. Menyusun cara penyelesaian masalah yang baru

Kriteria prioritas cara penyelesaian masalah.


1. Efektifitas program.
a. Besarnya masalah yang dapat diselesaikan
b. Pentingnya cara penyelesaian masalah
c. Sensitifitas cara penyelesaian masalah
2. Efisiensi program
Langkah-langkah membuat kriteria matriks prioritas cara penyelesaian masalah

1. Buatlah tabel dengan menuliskan daftar cara penyelesaian masalah pada


kolom paling kiri, serta kriteria yang akan dipergunakan pada baris paling
atas
2. Tertapkan cara penilaian yang akan dipergunakan
3. Pastikan semua anggota Tim Penjaga Mutu memahami dengan lengkap
tentang cara penyelesaian masalah
4. Minta setiap anggota memberikan penilaian untuk semua cara
penyelesaian masalah yang telah ditetapkan
5. Hitung nilai akhir setiap cara penyelesaian masalah dengan
menggunakan rumus M X 1 X V dibagi C. Nilai yang terbesar adalah
prioritas cara penyelesaian masalah yang dicari
Siklus PDCA : ialah rangkaian kegiatan yang terdiri dari penyusunan rencana
kerja, pelaksanaan rencana kerja, pemeriksaan pelaksanaan rencana kerja,
serta perbaikan yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan
untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan

P
Rencanakan

A Perbaikan D
(bertindak Laksanakan
C
Nilai
(periksa)
Kedudukan Siklus PDCA dalam Program jaminan Mutu

Menetapkan Masalah
mutu

Menyusun Saran
Tindak Lanjut

Menilai Hasil
Menetapkan
Memeriksa Penyebab
Masalah mutu

Memperbaiki

Melaksanakan Menetapkan Cara


Penyelesaian
Masalah mutu

Merencanakan
Perencanaan (Plan) :
1. Perencanaan adalah kemampuan memilih satu kemungkinan dari pelbagai
kemungkinan yang tersedia dan dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan (Billy
E. Goetz)
2. Perencanaan adalah pekerjaan yang menyangkut penyusunan konsep serta
kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan demi
masa depan yang lebih baik (Le Breton)
3. Perencanaan adalah proses penganalisaan dan pemahaman sistem, merumuskan
tujuan umum dan tujuan khusus

Unsur rencana mencakup :


1. Judul Rencana
2. Rumusan Pernyataan dan Urutan Masalah
3. Rumusan Tujuan
4. Uraian Kegiatan
5. Waktu
6. Pelaksanaan
7. Biaya
8. Metode dan Kriteria Keberhasilan Penelitian
Pelaksanaan (DO) :
1. Melaksanakan Rencana
2. Perlu Orientasi
3. Perlu Ketrampilan manajemen

Pemeriksaan (Check) ;
1. Lembaran Pemeriksaan (check sheet)
2. Peta Kontrol (control Chart)
3. Perbaikan (action)
Penilaian hasil yang cukup penting adalah :
1. Penilaian yang sistematis dari pengalaman yang dimiliki untuk
meningkatkan pencapaian (World Health Organization)
2. Penilaian suatu proses untuk menentukan nilai atau jumlah
keberhasilan dari pelaksanaan suatu program (American Public
Health assosiation)
3. Penilaian pengukuran terhadap akibat yang ditimbulkan dari
dilaksanakannya suatu program (Riecken)
Tehnik penilaian sumatif dapat dibedakan 2 macam :
1. Tehnik kesepakatan kelompok
2. Tehnik kajian data

Saran tindak lanjut :


1. Jika cara penyelesaian masalah terbukti berhasil mencapai tujuan .
Menyarankan cara penyelesaian masalah tersebut menjadi kegiatan
rutin institusi kesehatan
Menyarankan agar unit lain di institusi kesehatan melaksanakan
program jaminan mutu
Melanjutkan program jaminan mutu untuk masalah mutu lain
2. Jika cara penyelesaian masalah kurang berhasil mencapai tujuan
Mempertimbangkan untuk melanjutkan cara penyelesaian masalah yang
sedang dilaksanakan
Mempertimbangkan untuk menyusun cara penyelesaian masalah yang
baru

Anda mungkin juga menyukai