Anda di halaman 1dari 41

10

Modul ke:

Anggaran Biaya Variabel


Pengertian, Faktor-faktor pengaruh dan Penyusunannya

Fakultas
Ekonomi & Isfandiari M.B. SE, MM.
Bisnis
Program Studi
Manajemen
Daftar Isi
PENGERTIAN ANGGARAN BIAYA VARIABEL
MANFAAT ANGGARAN BIAYA VARIABEL
KONSEP ANGGARAN VARIABEL
METODE PENENTUAN VARIABILITAS BIAYA
BENTUK & FORMAT BIAYA VARIABEL
PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA VARIABEL
Pengertian Anggaran Biaya Variabel

Anggaran Variabel (Variable Budget) adalah budget yang merencanakan secara


sistematis dan lebih terperinci tentang tingkat perubahan (Variabelitas) biaya
sehubungan dengan adanya perubahan aktivitas perusahaan dari waktu ke waktu
selama periode tertentu untuk waktu yang akan datang.

Dengan kata lain Anggaran variabel atau Anggaran Biaya Fleksibel adalah
merupakan anggaran yang merencanakan perubahan tingkat biaya pada berbagai
aktivitas pada periode yang akan datang.

Tujuan Utama Anggaran Variabel adalah untuk mengidentifikasi


bagaimana dan seberapa jauh masing masing elemen biaya dalam
suatu pusat pertanggungjawaban dipengaruhi oleh aktivitas pusat
pertanggungjawaban yang bersangkutan.
Manfaat Anggaran Biaya Variabel
Tujuan utama dari Anggaran Fleksibel adalah untuk :
Meningkatkan pengendalian pengeluaran. Dengan demikian
kita bisa mengenali 3(tiga) kegunaan yang spesifik dari
Anggaran Fleksibel, yaitu :
1. Untuk memudahkan persiapan Anggaran Flesibel bagi Pusat
Pertanggung jawaban untuk dicantumkan dalam Rencana
Laba Taktis.
2. Menyajikan tujuan yang jelas dari pengeluaran bagi para
manajer di Pusat Pertanggungjawaban selama periode yang
tercakup dalam kerangka rencana laba.
3. Menyuguhkan jumlah Anggaran Pengeluaran yang
disesuaikan dengan aktivitas aktual untuk perbandingan
(terhadap pengeluaran aktual) dalam Laporan Kinerja
Perusahaan.
Konsep Anggaran Biaya Variabel
Konsep Dasar :
Adalah bahwa semua biaya terjadi karena :
1. Lintasan Waktu,
2. Keluaran/output atau kegiatan produksi, atau
3. Kombinasi antara waktu dan output atau kegiatan

Jika konsep ini berlaku bagi perusahaan, biaya-2 dapat diformulasikan secara
matematis untuk perencanaan dan pengendalian. Aplikasi konsep ini, berarti
bahwa :
1. Biaya-biaya dapat diidentifikasi sebagai komponen tetap dan variabel
dalam kaitannya dengan output atau kegiatan produksi.
2. Biaya-biaya harus dikaitkan dengan output atau kegiatan produksi
3. Output atau kegiatan produksi harus dapat diukur.
4. Formula Anggaran Biaya Fleksibel harus dikaitkan dengan waktu dan
relevant range (jangkauan) output atau kegiatan produksi tertentu.
5. Untuk tujuan prencanaan dan pengendalian setiap Anggaran Biaya Flek-
sibel harus disusun menurut Pusat Pertanggungjawaban masing-masing.
Metode Penentuan Variabilitas Biaya

Penentuan variabilitas biaya menghasilkan 2 komponen dari setiap jenis biaya,


yaitu jumlah tetap atau konstan per periode dan tarif variabel per unit activity
base.
Biaya tetap murni memiliki jumlah komponen tetap dan nilai nol untuk kom-
ponen variabel. Biaya variabel murni memiliki nilai nol untuk komponen
tetap dan tarif konstan per unit kegiatan
Penentuan variabilitas pada setiap jenis biaya pada masing-2 Pusat Pertanggung
jawaban merupakan persoalan yang kritis dalam penyusunan Budget Biaya
Fleksibel ; namun banyak metode yang dapat digunakan untuk memecahkan
kesulitan ini.
Klasifikasi biaya harus dilakukan dengan cermat menurut masing-2 Pusat Per -
tanggung jawaban. Tujuan pengamatan ini untuk mengidentifikasi biaya-2
yang hanya memiliki komponen tetap murni atau komponen variabel murni

Jika biaya-biaya tetap dan variabel tersebut telah ditentukan, maka biaya-2
yang lain dapat diklasifikasikan sebagai Biaya Semi Variabel.
Bentuk Biaya Variabel

Dilihat dari perilaku biaya. Biaya variabel di bagi menjadi 2 bentuk yaitu :

-. Biaya Variabel Sejati


Biaya variabel sejati (true variabel cost) atau biaya variabel proporsional adalah
biaya variabel yang benar-benar berubah secara proporsional dengan perubahan
volume aktivitas. Sebagai contoh, biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung yang besarnya didasarkan upah per potong adalah biaya variabel
sejati.
Sebagai contoh misalnya bahan baku. Jika setiap buah produk memerlukan bahan
baku Rp. 10, maka :
(1) Besarnya total biaya variabel untuk berbagai tingkatan produksi adalah

1 2 (3) = (2) (1)


Biaya Bahan Volume Kegiatan Total Biaya Bahan
Baku (Buah) Baku
perbuah
Rp. 10 Rp. 25.000 Rp. 250.000
Rp. 10 Rp. 50.000 Rp. 500.000
Rp. 10 Rp. 100.000 Rp. 1.000.000
Bentuk Biaya Variabel

(2) Biaya Variabel Bertingkat

Biaya variabel bertingkat (Step variabel cost) adalah biaya yang dapat
dipertimbangkan sebagai biaya variabel tetapi tidak benar-benar berubah secara
proporsional dengan perubahan volume. Sebagai contoh adalah biaya tenaga
kerja untuk pemeliharaan, waktu pemeliharaan perubahannya tidak selalu
proporsional dengan perubahan kegiatan dan waktu tersebut jika tidak
dimanfaatkan tidak dapat disimpan.

Perbandingan antara biaya variabel sejati dengan biaya variabel bertingkat


tampak pada gambar.
Format Anggaran Biaya Variabel

Terdapat beberapa format Anggaran Biaya Variabel , yaitu :

1. Format Tabel/Matematis, lebih banyak digunakan dalam praktik


perusahaan
2. Format Formula, memberikan formula setiap biaya pada setiap
Pusat Pertanggungjawaban. Formula ini menunjukkan jumlah
tetap dan tarif variabel dan menggunakan asumsi hubungan
linear
3. Format Grafik, sering digunakan untuk biaya-biaya non-linear.
Budget biaya dapat dibaca secara langsung pada grafik. Metode
ini bermannfaat jika biaya-biaya non-linear tidak berdasarkan
hubungan garis lurus
Penyusunan Anggaran Variabel
PT. KARS sedang menyusun laporan laba rugi dan anggaran variabel untuk bulan
Desember 20XX. Berikut ini adalah data yang tersedia dari PT. KARS:
Untuk membuat 1 unit produk diperlukan 2kg bahan mentah senilai Rp 500/kg
Setiap unit produk dikerjakan oleh tenaga kerja langsung selama 4 JKL (DLH)
dengan tariff @Rp 150 per JKL
BOP bulanan dalam range 60.000 unit sampai dengan 80.000 unit, adalah sebagai
berikut:
Penyusunan Anggaran Variabel

Biaya pemasaran bulan November 20XX sebesar Rp 25.000.000,- dan


pada bulan Desember diprediksi naik sebesar 20% nya.
Biaya Administrasi dan Umum pada bulan Desember diperkirakan
manajemen perusahaan sebesar Rp 25.000.000

Dari data di atas, susun dan hitung lah:


Anggaran variabel untuk periode Desember 20XX dalam bentuk
Matematis
Anggaran variabel untuk periode Desember 20XX dalam bentuk
Formula
Anggaran variabel untuk periode Desember 20XX dalam bentuk tabel
pada tingkat kapasitas 65.000 unit dan 75.000 unit
Penyusunan Anggaran Variabel

Jawab
Langkah 1.
Membuat fungsi matematis untuk item biaya
non BOP dengan format Matematis sebagai
berikut:
Y=a+bX
dimana Y adalah jumlah biaya dan X adalah
volume kegiatan
Penyusunan Anggaran Variabel
Jenis Biaya
Bahan Baku = VC/unit = SP (2kg) @Rp 500,-/Kg = Rp 1.000,-
TKL = VC/unit = SP (4 JKL) @Rp 150,-/JKL = Rp 600,-
BOP = VC/unit = Rp 150,- dan Fc = Rp 13.000.000,- (biaya
Pembantu, listrik dan Depresiasi)

Pemasaran = FC = 120% x Rp 25.000.000,- = Rp 30.000.000,-


Adm & Umum = FC = Rp 25.000.000,-

Total biaya = VC/unit = Rp 1.750,- FC = Rp 68.000.000


Penyusunan Anggaran Variabel
Dengan melihat perilaku dan karakteristik tiap-tiap
item biaya maka bisa dibuat persamaan
matematisnya. Persamaan Matematis yang
dibentuk adalah sebagai berikut :
Biaya Bahan Baku Y1 = 0 + 1000 X
Biaya TKL Y2 = 0 + 600 X
BOP Y3 = 13.000.000 + 150 X
Pemasaran Y4 = 30.000.000 + 0 X
Admn dan Umum Y5 = 25.000.000 + 0 X
Total Biaya Yt = 68.000.000 + 1750 X
Penyusunan Anggaran Variabel
Anggaran Variabel Bentuk Formula
Jenis Biaya Fixed Cost/Bulan Variable Cost/Unit
Biaya Bahan Baku Rp. 0,- Rp. 1.000/unit
TK Langsung Rp. 0,- Rp. 600/unit
BOP Rp. 13.000.000,- Rp. 150/unit
By. Pemasaran Rp. 30.000.000,- Rp. 0/unit
By. Adm. & Umum Rp. 25.000.000,- Rp. 0/unit
JUMLAH Rp. 68.000.000,- Rp. 1.750/unit
Penyusunan Anggaran Variabel
Total Biaya Yt = 68.000.000 + 1750 X
Maka untuk produksi 60.000 unit, total Anggaran
Variabel adalah Rp. 68.000.000 + (1.750 x 60.000) =
Rp. 173.000.000
Dan untuk produksi 80.000 unit, total Anggaran
variabel adalah Rp. 68.000.000 + (1.750 x 80.000) =
Rp. 208.000.000
Penyusunan Anggaran Variabel
Anggaran Variabel Bentuk Tabel dengan range
65.000 dan 75.000 unit
Jenis Biaya 65.000 Unit 75.000 unit
Biaya Bahan Baku Rp. 65.000.000,- Rp. 75.000.000,-
TK Langsung Rp. 39.000.000,- Rp. 45.000.000,-
BOP Rp. 22.750.000,- Rp. 24.250.000,-
By. Pemasaran Rp. 30.000.000,- Rp. 30.000.000
By. Adm. & Umum Rp. 25.000.000,- Rp. 25.000.000,-
JUMLAH Rp. 181.750.000,- Rp. 199.250.000,-
Perhitungan Biaya Variabel

METODE-METODE DALAM PERHITUNGAN VARIABILITAS BIAYA

Pemakaian metode dalam perhitungan variabilitas biaya amat diperlukan, karena


dapat dipakai atau tidaknya suatu anggaran sebagai alat pengawasan biaya
sangat tergantung dalam perkiraan unsur-unsur biaya, terutama unsur
variabelnya.

Perhitungan variabilitas biaya (secara total) akan menghasilkan dua kelompok


biaya, yaitu kelompok biaya tetap per satuan waktu (Fixed Cost), dan kelompok
biaya variabel per satuan dasar kegiatan. Biaya-biaya yang bersifat murni
variabel tentu tidak memiliki unsur biaya tetap, dan sebaliknya biaya-biaya yang
bersifat murni tetap (Fixed Cost) tidak akan mengandung biaya variabel.

Apabila biaya-biaya yang murni bersifat variabel dan murni bersifat tetap sudah
diperhitungkan, maka biaya-biaya lain dapat diperlakukan sebagai biaya semi
variabel. Setiap biaya yang bersifat semi variabel harus di analisis untuk
ditentukan unsur-unsur biaya tetap dan biaya variabelnya.
Perhitungan Biaya Variabel
METODE-METODE DALAM PERHITUNGAN VARIABILITAS BIAYA

Metode-metode yang dipergunakan dalam menentukan unsur biaya-biaya tetap


dan variabelnya adalah antara lain:
1. METODE PERKIRAAN LANGSUNG

Metode ini biasa digunakan oleh para praktisi anggaran yang telah
berpengalaman dan ingin menghindari perhitungan matematis. Bentuk
pelaksanaan metode ini dilakukan dengan dua cara:
a. Berdasarkan perkiraan pihak yang terlibat langsung dan bertanggung
jawab dalam proses produksi.
b. Berdasarkan pada analisis data historis dan kebijakan-kebijakan
manajemen.
Kondisi-kondisi dimana metode perkiraan langsung layak digunakan:

1. Suatu bagian/dept. baru saja dibentuk, sehingga data historis tidak tersedia
atau tidak memadai.
2. Dilakukannya biaya-biaya yang tidak rutin, yang dapat menimbulkan biaya
yang cukup besar.
3. Mulai dipakai mesin baru, sehingga perusahaan bekerja dengan kapasitas
baru.
4. Terjadi perubahan pada metode produksi.
Perhitungan Biaya Variabel
METODE-METODE DALAM PERHITUNGAN VARIABILITAS BIAYA

2. METODE TITIK TERTINGGI DAN TERENDAH

Metode ini cenderung lebih bersifat kuantitatif daripada metode perkiraan


langsung. Asumsi garis lurus dipergunakan dalam perhitungan ini. Komponen
biaya tetap dan variabel dihitung dengan melakukan interpolasi kedua tingkat
biaya dengan dasar asumsi tersebut.

Langkah-langkah melakukan perhitungan variabilitas biaya dengan metode


tertinggi dan terendah:

1. Pemilihan satuan dasar kegiatan yang tepat.


2. Penentuan relevant range sebagai titik tertinggi dan titik terendah.
3. Perkiraan biaya pada titik tertinggi dan terendah.
4. Menginterpolasikan kedua tingkat biaya pada kedua tingkat kegiatan.
Perhitungan Biaya Variabel
METODE-METODE DALAM PERHITUNGAN VARIABILITAS BIAYA

2. METODE KORELASI

Metode ini menggunakan salah satu alat analisis statistik, yaitu analisis regresi
dimana metode ini lebih menitikberatkan pada data historis. Metode ini dipakai
dengan melihat dan memperhitungkan hubungan antara tingkat biaya dengan
tingkat kegiatan (output) dimasa lalu. Dengan melihat bagaimana biaya-biaya
berubah-ubah mengikuti naik turunnya tingkat kegiatan, maka dapat diperkirakan
pola hubungan antara keduanya dimasa yang akan datang.
Metode ini lebih berhasil digunakan pada kondisi:

1. Didasarkan pada data bulanan, sehingga estimasi bulanan dapat diperoleh.


2. Perkiraan hubungan regresi linear antara tingkat biaya dan output yang
dihasilkan adalah berbanding lurus.
Penyusunan Anggaran Variabel
PT. KIRANA memiliki beberapa bagian yang masing-masing mempunyai peranan
dalam proses produksi.
Data Biaya Perusahaan tahun 2013dalam range 10.000 unit sampai dengan 15.000
unit, adalah sebagai berikut:
Jenis Biaya 10.000 Unit 15.000 unit

Penyust. Aktiva Tetap Rp. 6.000.000,- Rp. 6.000.000,-

Pemanas Mesin Prod. Rp. 2.000.000,- Rp. 3.000.000,-

Bahan Penolong Rp. 1.800.000,- Rp. 2.000.000,-

Pemeliharaan Rp. 1.700.000,- Rp. 2.000.000

By. Adm. & Umum Rp. 1.000.000,- Rp. 1.400.000,-

JUMLAH Rp. 12.500.000,- Rp. 14.400.000,-


Penyusunan Anggaran Variabel
Dari data di atas, susun dan hitung lah:
Anggaran variabel untuk periode Tahun 2014dalam bentuk Formula.
Anggaran variabel untuk periode Tahun 2014dalam bentuk Tabel
Dengan kenaikan 1.250 unit.
Hitung Biaya-biaya yang bersifat Semi Variabel pada tingkat output
sebesar 11.500 unit.
Penyusunan Anggaran Variabel
Jawab
Analisis atas setiap komponen biaya sebagai berikut:
Penyusutan = Rp. 6.000.000 pada berbagai output (Fixed Cost)
Pemanas Mesin Produksi:
Pada Tingkat 15.000 unit = Rp. 3.000.000
Pada Tingkat 10.000 unit = Rp. 2.000.000
Selisih 5.000 unit = Rp. 1.000.000

Biaya variabel = 1.000.000 = Rp. 200/unit


5.000
Pada tingkat 15.000 unit = Rp. 3.000.000
Biaya Variabel = 15.000 x 200 = Rp. 3.000.000
Biaya Tetap (FC) = Rp. 0,-
Penyusunan Anggaran Variabel
Bahan Penolong:
Pada Tingkat 15.000 unit = Rp. 2.000.000
Pada Tingkat 10.000 unit = Rp. 1.800.000
Selisih 5.000 unit = Rp. 200.000

Biaya variabel = 200.000 = Rp. 40/unit


5.000
Pada tingkat 15.000 unit = Rp. 2.000.000
Biaya Variabel = 15.000 x 40 = Rp. 600.000
Biaya Tetap (FC) = Rp. 1.400.000
Penyusunan Anggaran Variabel
Biaya Pemeliharaan:
Pada Tingkat 15.000 unit = Rp. 2.000.000
Pada Tingkat 10.000 unit = Rp. 1.700.000
Selisih 5.000 unit = Rp. 300.000

Biaya variabel = 300.000 = Rp. 60/unit


5.000
Pada tingkat 15.000 unit = Rp. 2.000.000
Biaya Variabel = 15.000 x 60 = Rp. 900.000
Biaya Tetap (FC) = Rp. 1.100.000
Penyusunan Anggaran Variabel
Biaya Administrasi & Umum:
Pada Tingkat 15.000 unit = Rp. 1.400.000
Pada Tingkat 10.000 unit = Rp. 1.000.000
Selisih 5.000 unit = Rp. 400.000

Biaya variabel = 400.000 = Rp. 80/unit


5.000
Pada tingkat 15.000 unit = Rp. 1.400.000
Biaya Variabel = 15.000 x 80 = Rp. 1.200.000
Biaya Tetap (FC) = Rp. 200.000
Penyusunan Anggaran Variabel
Anggaran Variabel Bentuk Formula
Jenis Biaya Fixed Cost/Bulan Variable Cost/Unit
Penyust. Aktiva Tetap Rp. 6.000.000,- Rp. 0,-
Pemanas Mesin Prod. Rp. 0,- Rp. 200,-
Bahan Penolong Rp. 1.400.000,- Rp. 40,-
Pemeliharaan Rp. 1.100.000,- Rp. 60,-
By. Adm. & Umum Rp. 200.000,- Rp. 80,-
JUMLAH Rp. 8.700.000,- Rp. 380,-

Untuk Bentuk Matematis : Y = 8.700.000 + 380X


Penyusunan Anggaran Variabel
Anggaran Variabel Bentuk Tabel dengan kenaikan 1.250 unit (Dalam
Rupiah)
Jenis Biaya 10.000 Unit 11.250 Unit 12.500 unit 13.750 Unit 15.000 unit

Penyust. 6.000.000 6.000.000 6.000.000 6.000.000 6.000.000


Aktiva Tetap
Pemanas 2.000.000 2.250.000 2.500.000 2.750.000 3.000.000
Mesin Prod.
Bahan 1.800.000 1.850.000 1.900.000 1.950.000 2.000.000
Penolong
Pemeliharaan 1.700.000 1.775.000 1.850.000 1.925.000 2.000.000

By. Adm. & 1.000.000 1.100.000 1.200.000 1.300.000 1.400.000


Umum
JUMLAH 12.500.000 12.975.000 13.450.000 13.925.000 14.400.000
Penyusunan Anggaran Variabel
Biaya-biaya yang bersifat semi Variabel:
Biaya Bahan Penolong : Y = 1.400.000 + 40X
Biaya Pemeliharaan : Y = 1.100.000 + 60X
Biaya Administrasi & Umum: Y = 200.000 + 80X
Jumlah : Y = 2.700.000 + 180X

Maka Pada tingkat output 11.500 unit, biaya-biaya Semi Variabel


berjumlah:
Y = 2.700.000 + 180 (11.500) = Rp. 4.770.000
Penyusunan Anggaran Variabel
Untuk perhitungan yang lebih komprehensif, contoh penyusunan anggaran
Biaya Variabel sebagai berikut:

PT HARAPAN sedang merencanakan untuk menyusun anggaran variabel untuk salah satu
bagian produksi utama yang dimilikinya. Kegiatan bagian ini dinyatakan dalam satuan jam
mesin langsung (DMH).
Hasil Usaha pemisahan unsur-unsur biaya tetap dan variabel tampak pada data berikut:
1. Gaji Kepala Bag.produksi tahun lalu sebesar Rp. 23.998.400,-. Tahun ini diperkirakan akan
mengalami kenaikan sebesar 10 persen.
2. Hasil Analisis statistik terhadap data bulanan selama 9 bulan terakhir diperoleh angka
sebagai berikut:
Biaya Penyusutan: Y = 960.000 + 0X
Biaya Angkut Bahan Baku: Y = 50.000 + 8X
Biaya Genset Y = 0 + 2X
Untuk kedepannya perusahaan memperkirakan bahwa biaya Angkut Bahan Baku akan
mengalami penurunan sebesar 10% dan untuk biaya genset mengalami kenaikan
sebesar 5%.
Penyusunan Anggaran Variabel
Pajak Penghasilan yang harus dibayar tahun lalu adalah Rp. 106.700,-. Tahun berikutnya
diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 12,5 persen.
Biaya untuk bahan penolong diperkirakan berjumlah Rp. 200.000,- per bulan pada tingkat
kegiatan 100.000 DMH. Menurut perhitungan manajemen, 60 persen dari biaya ini bersifat
variabel dan selebihnya bersifat tetap.
Upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja tidak langsung diperkirakan sebesar Rp.
4.200.000,- pada tingkat kegiatan 100.000 DMH dan Rp. 3.600.000 pada tingkat kegiatan
80.000 DMH
Biaya Pemeliharaan mesin dan peralatan produksi diperhitungkan sebesar Rp. 2.000.000,-
pada tingkat kegiatan maksimum, dan sebesar Rp. 1.700.000 ,- pada tingkat kegiatan
minimum.
Hasil perhitungan dengan menggunakan metode Least Square berdasarkan data bulanan
menunjukkan bahwa biaya Lain-lain terdiri dari Unsur biaya Tetap sebesar Rp. 150.000,- dan
Unsur biaya variabel sebesar Rp. 0,5 / DMH.
Diperkirakan bahwa kenaikan harga-harga secara umum (hasil kebijakan pemerintah)
sebesar 8 persen akan mempengaruhi biaya Lain-lain tersebut. Tetapi pihak manajemen
berpendapat bahwa unsur variabel biaya lain-lain akan meningkat 10 persen.
Dari Data-data diatas susunlah Anggaran variabel dlm bentuk Formula dan tabel dengan
kelipatan 10.000 DMH
Penyusunan Anggaran Variabel
JAWABAN:
1. Gaji Kepala Bag.produksi tahun lalu sebesar Rp. 23.998.400,-. Tahun ini diperkirakan akan
mengalami kenaikan sebesar 10 persen.

per tahun : 110% x Rp. 23.998.400 = Rp. 26.398.240,-


per bulan : Rp. 26.398.240 / 12 = Rp. 2.199.853,-

2. Hasil Analisis statistik terhadap data bulanan selama 9 bulan terakhir diperoleh angka
sebagai berikut:
Biaya Penyusutan: Y = 960.000 + 0X
Biaya Angkut Bahan Baku: Y = 50.000 + 8X
Biaya Genset Y = 0 + 2X
Untuk kedepannya perusahaan memperkirakan bahwa biaya Angkut Bahan Baku
akan mengalami penurunan sebesar 10% dan untuk biaya genset mengalami
kenaikan sebesar 5%.
Penyusunan Anggaran Variabel
Biaya Penyusutan: Rp. 960.000,-/bulan (Fixed Cost).
Biaya Angkut Bahan Baku pada masing-masing tingkat output dihitung sebagai berikut:
Pada 80.000 DMH = (90% x 50.000) + [ (90% x 8) x 80.000 DMH ] = Rp. 621.000
Pada 90.000 DMH = (90% x 50.000) + [ (90% x 8) x 90.000 DMH ] = Rp. 693.000
Pada 100.000 DMH = (90% x 50.000) + [ (90% x 8) x 100.000 DMH ] = Rp. 765.000

Biaya Genset pada masing-masing tingkat output dihitung sebagai berikut:


Pada 80.000 DMH = (105% x Rp. 2) + 80.000 DMH = Rp. 168.000
Pada 90.000 DMH = (105% x Rp. 2) + 90.000 DMH = Rp. 189.000
Pada 100.000 DMH = (105% x Rp. 2) + 100.000 DMH = Rp. 210.000

Pajak Penghasilan yang harus dibayar tahun lalu adalah Rp. 106.700,-. Tahun
berikutnya diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 12,5 persen.

Per Tahun = 112,5% x Rp. 106.700 = Rp. 120.037 (dibulatkan)


Per Bulan = Rp. 120.037 / 12 = Rp. 10.003 (dibulatkan)
Penyusunan Anggaran Variabel
Biaya untuk bahan penolong diperkirakan berjumlah Rp. 200.000,- per bulan pada
tingkat kegiatan 100.000 DMH. Menurut perhitungan manajemen, 60 persen dari
biaya ini bersifat variabel dan selebihnya bersifat tetap.

Pada 100.000 DMH = Rp. 200.000,-


Unsur Fixed Cost = 40% x 200.000 = Rp. 80.000,-
Unsur Var. Cost = 60% x 200.000 = Rp. 120.000,-

Maka biaya bahan penolong untuk berbagai tingkat kegiatan:

Pada 80.000 DMH = 80.000 + [ (80.000/100.000) x 120.000) ] = Rp. 176.000,-


Pada 90.000 DMH = 90.000 + [ (90.000/100.000) x 120.000) ] = Rp. 188.000,-
Pada 100.000 DMH = 100.000 + [ (100.000/100.000) x 120.000) ] = Rp. 200.000,-
Penyusunan Anggaran Variabel
Upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja tidak langsung diperkirakan sebesar Rp.
4.200.000,- pada tingkat kegiatan 100.000 DMH dan Rp. 3.600.000 pada tingkat
kegiatan 80.000 DMH

Pada 100.000 DMH = Rp. 4.200.000,-


Pada 80.000 DMH = Rp. 3.600.000,-
Selisih = Rp. 600.000,-

Unsur Var. Cost = 600.000 / 20.000 = Rp. 30 / DMH

Pada 100.000 DMH :


Biaya Total = Rp. 4.200.000,-
Biaya Variabel = Rp.30 x 100.000 = Rp. 3.000.000,-
Biaya Tetap adalah : = Rp. 1.200.000,-
Penyusunan Anggaran Variabel
Biaya Pemeliharaan mesin dan peralatan produksi diperhitungkan sebesar Rp.
2.000.000,- pada tingkat kegiatan maksimum, dan sebesar Rp. 1.700.000 ,- pada
tingkat kegiatan minimum.

Pada 100.000 DMH = Rp. 2.000.000,-


Pada 80.000 DMH = Rp. 1.700.000,-
Selisih = Rp. 300.000,-

Unsur Var. Cost = 300.000 / 20.000 = Rp. 15 / DMH

Pada 100.000 DMH :


Biaya Total = Rp. 2.000.000,-
Biaya Variabel = Rp.15 x 100.000 = Rp. 1.500.000,-
Biaya Tetap adalah : = Rp. 500.000,-
Penyusunan Anggaran Variabel
Hasil perhitungan dengan menggunakan metode Least Square berdasarkan data
bulanan menunjukkan bahwa biaya Lain-lain terdiri dari Unsur biaya Tetap sebesar
Rp. 150.000,- dan Unsur biaya variabel sebesar Rp. 0,5 / DMH.
Diperkirakan bahwa kenaikan harga-harga secara umum (hasil kebijakan pemerintah)
sebesar 8 persen akan mempengaruhi biaya Lain-lain tersebut. Tetapi pihak
manajemen berpendapat bahwa unsur variabel biaya lain-lain akan meningkat 10
persen.

Pada 80.000 DMH = (108% x 150.000) + [108% x (110% x 0,5) x 80.000]


= Rp. 209.520,-
Pada 90.000 DMH = (108% x 150.000) + [108% x (110% x 0,5) x 90.000]
= Rp. 215.460,-
Pada 100.000 DMH = (108% x 150.000) + [108% x (110% x 0,5) x 100.000]
= Rp. 221.400,-
Penyusunan Anggaran Variabel
Anggaran Variabel Bentuk Formula
Jenis Biaya Fixed Cost/Bulan Variable Cost/Unit

Gaji Kepala Bagian Rp. 2.199.853,- Rp. 0,-

Biaya Penyusutan Rp. 960.000,- Rp. 0,-

Biaya Angkut Bahan Baku Rp. 45.000,- Rp. 7,20

Biaya Genset Rp. 0,- Rp. 2,10

Pajak Penghasilan Rp. 10.003,- Rp. 0,-

Biaya Bahan Penolong Rp. 80.000,- Rp. 1,20

Biaya TK Tidak Langsung Rp. 1.200.000,- Rp. 30,-

Biaya Pemeliharaan Rp. 500.000,- Rp. 15,-

Biaya Lain-lain Rp. 162.000,- Rp. 0,594,-

JUMLAH Rp. 5.156.856,- Rp. 56.094,-


Penyusunan Anggaran Variabel
Anggaran Variabel Bentuk Tabel
Jenis Biaya 80.000 DMH 90.000 DMH 100.000 DMH

Gaji Kepala Bagian Rp. 2.199.853,- Rp. 2.199.853,- Rp. 2.199.853,-

Biaya Penyusutan Rp. 960.000,- Rp. 960.000,- Rp. 960.000,-

Biaya Angkut Bahan Baku Rp. 621.000,- Rp. 693.000,- Rp. 765.000,-

Biaya Genset Rp. 168.000,- Rp. 189.000,- Rp. 210.000,-

Pajak Penghasilan Rp. 10.003,- Rp. 10.003,- Rp. 10.003,-

Biaya Bahan Penolong Rp. 176.000,- Rp. 188.000,- Rp. 200.000,-

Biaya TK Tidak Langsung Rp. 3.600.000,- Rp. 3.900.000,- Rp. 4.200.000,-

Biaya Pemeliharaan Rp. 1.700.000,- Rp. 1.850.000,- Rp. 2.000.000,-

Biaya Lain-lain Rp. 209.520,- Rp. 215.460 Rp. 221.400,-

JUMLAH Rp. 9.644.376,- Rp. 10.205.316,- Rp. 10.766.256,-


Terima Kasih