Anda di halaman 1dari 34

HORMON TIROID

dr.Junaedi Wibawa, Msi Med,SpPK


Anatomi Kelenjar Tiroid

-Terletak di leher depan


-Di kiri - kanan trakea atas dan di faring bagian
bawah.
-Berbentuk seperti kupu-kupu
-Terdiri dari 2 lobus (20 grram) yang dihubungkan
dengan isthmus
-Menutupi cincin trachea 2 dan 3
-Terikat pada kapsula fibrosa
Histologi

-Terdiri dari banyak folikel berbentuk bulat


-Berdinding epithel kuboid selapis dengan puncak
menghadap ke lumen yang di dalamnya mengandung
koloid
-Keadaan inaktif koloid menjadi banyak & sel yang
mengelilingi akan tampak gepeng
-Keadaan aktif sel berbentuk torak dan bagian tepi
koloid membentuk reabsorbtion lacunae
Metabolisme Yodium dalam sintesa hormon Tiroid
Makanan

Yodium

Ion iodida ( I- ) Usus Halus

Kelejar Tiroid

T3 & T4 Transport aktif

Darah Folikel . Proses Trapping


MIT&DIT Endositosis Enzim TPO
I- I+ Proses Yodinasi & Coupling
+
Tiroglobulin

MIT, DIT, T3, T4


Proteolisis Disimpan
(Enzim Protease) Koloid
Fisioligi Kelenjar Tiroid

-Kelenjar Hipofise memproduksi TSH (Thyroid


Stimulating Hormone) merangsang kelenjar tiroid
T3 & T4
-Produksi TSH dipacu oleh TRH (Thyroid Releasing
Hormone) dari Hipotalamus
-Sekresi TSH dipengaruhi ritme harian (puncak pada
jam 22.00-04.00)
-Keadaan normal T4produk sekresi utama kelenjar
tiroid
-Sebagian besar (80%) T3 berasal dari monodeiodinasi
T4 di jaringan perifer, sedangkan 20 % di produksi di
kelenjar tiroid
-Dalam plasma T3 (99,75%) & T4 (99,98%) terikat dan
diangkut protein pengikat : Thyroid Binding Globulin
(TBG), Thyroid Binding Pre Albumin (TBPA) & Thyroid
Binding Albumin (TBG) hormon cadangan
-Hormon T3 dan T4 bebas/Free (FT3 &FT4) sajalah
yang mempunyai aktifitas biologik
-Aktifitas biologik FT3 3-5 X dari FT4
Pengaturan hormon tiroid di perifer
1.Autoregulasi oleh kelenjar tiroid yang dipengaruhi kadar iodium
plasma dan intra tiroid
Bila terjadi kenaikan kadar iodine penurunan proses trapping
dan organifikasi begitu juga sebaliknya (efek Wolf-Chaikoff)

2.Regulasi ekstra tiroid


-FT3 dan FT4, dopamin menyebabkan mekanisme umpan balik
terhadap hipotalamus, sehingga akan terjadi hambatan sekresi
TRH dan TSH
-Hal yang berlawanan terjadi akibat rangsangan / pengaruh
estrogen
TRH

-Disintesis oleh neuron supra optik dan nukleus supraventrikuler


melalui sistem vena porta sampai hipofise anterior
dan terikat pada reseptor membran spesifik : jar.tirotrof dan
prolacting secretting cell

-Merangsang sintesis dan pelepasan TSH dan prolactin

-Merangsang proses glikosilasi aktivitas biologik TSH


akan meningkat
TSH

-Molekul TSH terdiri dari subunit Alfa dan Beta


-Subunit alfa molekul LH,FSH,dan HCG
-Pembedaan dapat dilakukan dengan mengikat subunit Beta
yang dimiliki TSH secara spesifik

Efek TSH terhadap kelenjar tiroid


1.Menyebabkan perubahan morfologi sel epitel
(pada proses resorbsi koloid dan hidrolisa tiroglobulin)
2.Menyebabkan pertumbuhan sel penambahan ukuran
kelenjar dan penambahan vaskularisasi gondok
3.Meningkatkan metabolisme iodium dalam hal uptake, iodinasi
dan sekresi
4.Meningkatkan mRNA untuk tiroglobulin dan enzim TPO
onkorporasi dengan iodidaterbentuk MIT,DIT,T3,T4
5.Meningkatkan aktivitas lisosom, sehingga sekresi T3 dan T4
meningkat
6.Meningkatkan enzim 1.5 deiodinase pemeliharaan kadar
iodium intra tiroid
Hipotiroidisme

-Suatu keadaan menurunnyasemua fungsi tubuh akibat


kurang/tidak cukupnya hormon tiroid di dalam tubuh
-Menurut lokasi kelainannya :
1.Hipotiroidisme Primer :letak kelainannya di kelenjar
tiroid
2.Hipotiroidisme sekunder : letak kelainannya di
kelenjar hipofisis yang menyebabkan gangguan
sekresi TSH
3.Hipotiroidisme Tertier : letak di hipotalamus, karena
gagal mensekresi TRH atau TRH gagal mencapai
hipofisis anterior
-Pembagian lainnya:
1.Hipotiroidisme tiroprivik: bila jaringan tiroid
mengalami atrofi / tidak ada
2.Hipotiroidisme Tropoprivik : bila stimulasi dari kelenjar
hipofisis atau hipotalamus tidak mencukupi
3.Hipotiroidisme Goitrous : merupakan proses
goitrogenesis kompensasi akibat gangguan
biosintesis hormon
Sebagian besar hipotiroidisme termasuk kelompok
Tiroprivik & Goitrous (95%) dan hanya 5 % yang
termasuk Tropoprivik
-Suatu penyakit autoimun yaitu Chronic Lymphocytic
Thyroiditis (Hashimoto Thyroiditis) disebabkan adanya
autoantibodi terhadap tiroglobulin dan antibodi
terhadap mikrosom (Enzim Tiroid Peroksidase)

-Pada Hashimoto Thyroiditis terjadi proses destruksi


jaringan tiroid normal sehingga menurunkan fungsi
kelenjar tiroid dan berkurangnya hormon tiroid dalam
sirkulasi darah yang akhirnya menimbulkan keadaan
hipotiroid
Hipertiroidisme

-Suatu keadaan yang disebabkan oleh beredarnya


hormon tiroid secara berlebihan dalam sirkulasi
-Hormon berlebihan ini dapat berasal dari :
1.Hiperfungsi kelenjar tiroid
2.Proses inflamasi akut
3.Destruksi kelenjar yang melepas hormon yang
tersimpan / memang berasal dari luar tiroid
-Sebagian besar (95%) hipertiroidisme disebabkan oleh:
Morbus Graves (Struma difus toksik) &
Morbus Plummer (Struma nodosa toksik)
-Morbus Graves sebagai kausanya :proses autoimun
dimana terjadi stimulasi berlebihan pada kelenjar tiroid
sehingga mengakibatkan hiperplasi yang difus dan
terjadilah goiter.Terdapatnya nodus tiroid otonom yang
bebas dari efek umpan balik hipofisis
-Morbus Graves terjadi defek limfosit T supresor
sehingga sel T helper akan menstimulasi sel limfosit B
untuk mensintesa autoantibodi
-Autoantibodi yang bersifat menstimuli kelenjar tiroid :
1.LATS (Long Acting Thyroid Stimulator)
2.Tsab (Thyroid Stimulating Antibody)
-Autoantibodi yang bersifat inhibisi terhadap TSH : TBII
(Thyrotropin Binding Inhibiting Immunoglobulin)
Organ / Faal Hipotiroid Hipertiroid

Behaviour Malas,Somnolen retardasi mental Gelisah, peka rangsangan,


hiperaktif/hiperkinesia

Tubuh Keseluruhan Pertumbuhan terhambat,berat badan Banyak keringat,Tidak tahan panas


Menurun,kulit kering & kasar,muka sembab, penurunan berat badan jelas denga
suara parau,tidak tahan suhu dingin nafsu makan normal,exopthalmus

Sistem Kardiovaskuler Denyut jantung lemah,isi sekucup turun Takikardia,palpitasi,isi sekucup


Waktu sirkulasi meningkat naik,waktu sirkulasi turun

Sistem Gastrointestinal Hipofagia Hiperfagia


Konstipasi Diare
Absorbsi glukosa lambat Absorbsi glukosa cepat

Sistem Otot Lelah,hipotoni Lelah,tremor halus

Sistem Kekebalan Mudah infeksi (fagositosis leukosit Mudah infeksi (katabolisme


terganggu) protein berlebihan)
Mengukur Kadar Hormon Dalam Darah
Jenis pemeriksaan laboratorium yang telah tersedia
Dipasaran :
1.Pemeriksaan Total T3
2.Pemeriksaan Total T4
3.Pemeriksaan FT3
4.Pemeriksaan FT4
5. Pemeriksaan FT4 Indek
1 s/d 4 pemeriksaan dilakukan dengan metode ELISA dan IRMA
Pemeriksaan FT4 Indek (Pem.Tidak langsung FT4)
FT4 Indek = ( TT4/TBG ) X 10
= (g/100ml) / g/ml X 10
Interpretasi Hasil Pemeriksaan
-Pemeriksaan TT3 dan TT4 harus dipertimbangkan faktor2
yang dapat meningkatkan kadar protein pengikat terutama
TBG :

1.Kehamilan
2.Kontrasepsi oral yang mengandung estrogen
3.Obat2an : Phenytoin,Salisilat,Phenylbutazon,Diazepam,dll

Hal ini akan meningkatkan kadar hormon Total dan


penurunan kadar hormon bebas
-Pada keadaan Hipertiroid akan dijumpai peningkatan baik
hormon T3 dan T4, kecuali pada kasus T3 Tirotoksikosis
hanya akan dijumpai peningkatan kadar T3 tanpa disertai
peningkatan kadar T4

-Pada keadaan Hipotiroid akan tampak penurunan kadar


hormon T3 dan T4,akan tetapi pada stadium awal hanya
akan dijumpai penurunan kadar T4 yang ringan sedangkan
T3 masih dalam batas normal
Hal ini karena adanya mekanisme kompensasi terjadinya
proses deiodinasi T4 sebagai pro hormon menjadi T3

-Hipotiroid Subklinik : Kadar T3 dan T4 masih dalam batas


normal, tetapi kadar TSH sudah mulai meningkat
EUTIROID HIPOTIROID HIPOTIROID
SUBKLINIK KLINIK

NAIK

TSH

NORMAL

T3

TURUN T4
-Pada penyakit akut dan kronis (Non Thyroidal Illness) dapat
terjadi fungsi kelenjar tiroid yang disebut : Euthyroid Sich
Syndrome
Hal ini terjadi keadaan sindroma T3 rendah dimana
patogenesisnya disebabkan oleh peran sitokin (Tumor
Necrosis Factor) yang disekresi oleh sel2 inflamasi. Sitokin
ini menghambat 1.5 deiodinase sehingga tidak terjadi
deiodinasi T4 menjadi T3 sehingga akan dijumpai :
Kadar T3 yang rendah
Kadar T4 normal atau sedikit meningkat
Kadar FT4 sedikit meningkat
Kadar TSH normal
-Pada Peyakit Berat Sindroma T3 &T4 rendah (as.Oleat
dibebaskan dari jar anoksiamenghambat ikatan T4 pada
TBG. Sindroma T3 & T4 rendah dapat dibedakan dengan
Hipotiroid yang sebenarnya dengan adanya FT4 dan TSH
yang masih dalam batas Normal
Tes Uji Fungsi Kelenjar Tiroid
1.Mengukur kadar hormon dalam darah
2.Menilai pengaruh hormon terhadap jaringan perifer
(BMR/Basal Metabolic Rate, kadar kolesterol)
Hipertiroid : BMR meningkat, kolesterol rendah
Hipotiroid : BMR rendah, kolesterol tinggi
3.Menguji hubungan poros hipotalamus-hipofise-kelenjar tiroid
(TRH-TSH)
4.Membuktikan adanya zat-zat tertentu dalam darah untuk
menentukan kausa (Antibodi patologik)
5.Langsung mengukur faal kelenjar tiroid
(radioactive iodine uptake,thyroid imaging : USG, Radionuclide,
Scanning)
Pemeriksaan kadar TSH
-Dapat membedakan keadaan hipotiroid primer dan sekunder

Hipotiroid primer : T3, T4 rendah TSH naik


Hipertiroid : T3, T4 tinggi TSH turun
Strategi Diagnostik Kelainan Fungsi Tiroid dengan menggunakan FT4 dan TSHs

FT4 dan TSHs

FT4 Normal FT4 Rendah FT4 Normal FT4 Tinggi


TSH Normal TSH Tinggi TSH Normal/Rendah TSH Rendah

Eutiroid Hipotiroid Hipotiroid Hipertiroid


Primer Sekunder

Bila Meragukan
Tes TRH

Respon Berlebihan Respon Normal Respon Negatif

Hipotiroid Primer Kelainan Hipotalamus Kelainan Hipofise


TRH Test
-Digunakan untuk menilai hubungan proses hipotalamus-hipofise
-Dapat membedakan antara hipotiroid primer,sekunder,tertier
Ada 3 macam cara pemeriksaan :
1.Pemberian TRH secara IV dengan dosis 200-400 g, setelah
selang waktu 30 menit dilakukan pengukuran kadar TSH
2.Pemberian TRH secara oral dengan dosis 40 mg, setelah
selang waktu 3 jam diukur kadar TSH
3.Pemberian TRH secara intra nasal (spray) dengan dosis 2 mg,
setelah selang waktu 30 menit dilakukan pengukuran kadar
TSH
Respon yang terjadi :

1.Pada Hipotiroid primer (kelainan pada kelenjar tiroid) akan


dijumpai kenaikan TSH 2 kali lebih dari normal
2.Pada Hipotiroid sekunder (kelainan hipofise pars anterior), tidak
akan dijumpai kenaikan kadar TSH
3.Pada Hipotiroid tertier (kelainan hipotalamus),terlihat kenaikan
kadar TSH yang tidak segara,perlu diberikan rangsangan
beberapa kali.
Pemeriksaan Autoantibodi Kelenjar Tiroid

-Salah satu penyebab kelainan fungsi kelenjar tiroid adalah :


Autoimun

-Penyakit autoimun pada kelenjar tiroid :


Tiroiditis Hashimoto Hipotiroid
Penyakit Grave Hipertiroid

-Pemeriksaan adanya suatu autoantibodi tiroid :


AMA ( Anti Microsomal Antibody )
ATA ( Anti TPO Antibody )
TRAB ( TSH Receptor Antibodi )
-Pada Tiroiditis Hashimoto :
80% kasus dengan AMA dan ATA Positif
0-5% kasus dengan TRAB Positif

-Pada Penyakit Graves :


90-100 % kasus dengan TRAB Positif
50-80 % kasus dengan AMA dan ATA Positif

-Metode Pemeriksaan yang digunakan adalah : ELISA