Anda di halaman 1dari 36

Modul 2

KEPUTIHAN
ASRIMA
DYAH RHIZKYANI DAMAYANTI
FOFFY AFFRY ADIANTY
AMIRUL ADIL ABDULLAH
ANDI ADRIANA MAPPAMADENG
FITRIANTI C
NURMAN
NABIGHA YUSHATIA PUTRI
RAHMAWATI
RAHYUNI
SITI NURFITRI P.Z.
WIDYA PUTRI MUSTAJAB
Nn. Ita, 22 Tahun, datang ke puskesmas
dengan keluhan keputihan yang berbau amis.
Saat ini Nn. Ita sedang menghadapi ujian
akhir
Nn. Ita 22 Tahun
keluhan keputihan yang berbau amis
Sedang menghadapi ujian akhir
1. Definisi keputihan
2. Apa perbedaan antara keputihan fisiologis
dan patologis?
3. Etiologi keputihan
4. Predisposisi terjadinya keputihan
5. Apakah ada hubungan akan menghadapi
ujian akhir dengan keluhan keputihan?
6. Anamnesis tambahan
7. DD
8. Langkah diagnostik
Keputihan atau leukorhea adalah sekret putih
dan kental yang keluar dari vagina dan
rongga uterus
Kriteria Fisiologis Patologis

pH vagina 3,8 4,2 >= 4,5

Cairan vagina Jernih, halus, putih Kadang tipis dan


homogen, berwarna
(kuning-hijau, abu-abu),
lengket dan bisa berbuih

gejala Tidak ada Berbau, gatal, disuria,


keputihan berbuih,
pruritus vulva
1. Bakteri
- mycoplasma hominis.
- Gardnerella vaginalis
- gonokokkus
- Clamidia trachomatis
- Treponema pallidum

2. Jamur
- Candida albicans
- Candida tropicalis
- Candida stellatoidea
- Candida pseudotropicalis

3. Protozoa
Trichomonas vaginalis
Mukus serviks
Pembersih kewanitaan
Terapi antibiotik jangka panjang
Pakaian dalam yang ketat
Hubungan seksual
Perubahan hormon
Berdasarkan etiologi terjadinya keputihan
fisiologis:
a) Bayi baru lahir
b) Saat menjelang menstruasi atau setelah
menstruasi
c) Rangsangan Seksual
d) wanita hamil
d) Stress, baik fisik maupun psikologis
Jadi, stress termasuk salah satu yang dapat
menyebabkan terjadinya keputihan.
1. Sudah berapa lama mengalami keputihan?
2. Apakah gejala ini baru dirasakan pertama kali atau sudah
berulang?
3. Apakah keputihan yang keluar banyak atau tidak?
4. Apakah ada rasa gatal, panas, atau pun nyeri?
5. Bagaimana warna dari keputihan tersebut?
6. Apakah keputihan yang dialami berbuih?
7. Apakah sering menggunakan pembersih organ
kewanitaan?
8. Apakah pernah mengkonsumsi obat antibiotic dalam
jangka waktu yang lama?
9. Apakah sudah pernah berhubungan seksual atau belum?
10. Bagaimana perilaku menjaga kebersihan organ genitalia?
Inspeksi = kekentalan, bau, warna
Palpasi = kelenjar bartholini
Pemeriksaan ginekologi = inspekulo dan
bimanual
Vaginosis Bakterialis
Candida Vulvovaginalis
Trikomonas Vaginalis
Gonore
Ketidakseimbangan flora normal diakibatkan
pergantian lactobacillus dengan anaerob
terutama Bacteroides sp., Mobilincus
sp.,Gardnerella vaginalis, dan Mycoplasma
hominis.
1.Sekret vagina homogen, tipis, putih, melekat
pada dinding vagina (leukorrhea)
2. pH vagina >4,5
3. Bau amis dan sekret setelah penambahan KOH
10%.(Whiff test)
4. Adanya clue cells ( lebih dan 20% dan sel epitel
vagina ) pada pemeniksaan mikroskopik dan
cairan vagina
5. Pada pemeriksaan dgn spekulum lengket di
dinding vagina
Sekret vaginosis bacterial
1. Preparat basah clue cells
2. Whiff test
3. Pemeniksaan PH vagina
4. Pewarnaan gram
Metronidazole 500 mg 2 x/hr slm 7 hr
Klindamisin krim 2% intravaginal selama 7
hari atau 2 x/hr selama 5 hari
Klindamisin oral 300 mg 2 x/hr selama 7 hari
Augmentin oral (500 mg amoksisilin + 125 mg
asam clavulanat) 3 x/hr selama 7 hari
Sefaleksin 500 mg 4 x/hr selama 7 hari
Infeksi yang bersifat akut atau subakut
disebabkan oleh Candida albicans, atau kadang
species Candida Iainnya
Penyebab :
- Candida albicans
- Candida glabrata
- Candida parapsilosis
- Candida tropikalis
Kandidiasis vulvovaginalis menyerang
kebanyakan wanita setidaknya satu kali
dalam periode kehidupannya dengan
perkiraan nilai rata-rata 70-75 % yang
setidaknya 40-50% akan mengalami
rekurensi
Gejala Khas: Gatal dan vaginal discharge
Gejala lainnya: nyeri vagina, rasa panas pada vulva,
dispareunia, dan disuri eksterna
Pruritus akut & keputihan (fluor albus) keluhan
awal
Mukosa vagina kemerahan, pembengkakan pada
labia dan vulva
Gambaran khas Vaginal thrush bercak putih
terdiri dan gumpalan jamur & jar. nekrosis sel epitel
yang menempel pada dinding vagina
Pemeriksaan spekulum: eritema dinding vulva dan
vagina
1. pH vagina > 4,5 (biasanya)
2. Cairan vagina putih, seperti keju, kadang
tambah banyak
3. Bau amis/KOH (-)
4. Keluhan utama pasien = gatal/panas,
keputihan
5. psedohife (preparat basah dengan KOH)
6. Pewarnaan gram

Ilmu kandungan ed.3 hal : 224


Intravaginal:
Clotrimazole 1% kream, 5 gr 7-14 hr
Clotrimazole 100 mg, vaginal tablet 7 hr
Clotrimazole 100 mg, vaginal tablet,
2 tablet 3 hr
Clotrimazole 500 mg, vaginal tablet, 1 tablet dalam
aplikasi tunggal
Nystatin 100,000 unit, vaginal tablet, 1 tablet 14
hr
Kandidosis vulvovaginal
Disebabkan oleh infeksi protozoa tricomonas
vaginalis dan ditularkan secara seksual

Etiologi :
Infeksi protozoa Tricomonas Vaginalis
Merupakan 25% vaginitis akbat infeksi
masa inkubasi 4-28 hari
Duh tubuh vagina berwarna kuning
kehijauan, mukopurulen, dan berbusa
Dispareunia
Disuria
Bercak hemoragic pada mukosa vagina dan
serviks ( Strawberry Servix )
Bisa terdapat eritema atau edema vulva dan
vagina.
- Mikroskop: nampak protozoon fusi formis
uniseluler lebih besar dibanding sel darah putih.
- pH : 5,0 7,0
- PAP Smear
Infeksi bakterial yang disebabkan Neisseria
gonorrhoea, suatu Diplokokus gram negatif

Dengan masa inkubasi sekitar 3-5 hari


Insiden tersering:
Homoseksual
Remaja dan dewasa muda (yang aktif secara
seksual)
30-60% infeksi pada wanita tidak bergejala
atau asimptomatik

Tanda & gejala (20-40%):


Disuri
Peningkatan discharge
Perdarahan abnormal (20-30%) mungkin terjadi
dalam beberapa hari/ minggu
Pewarnaan Gram
Kultur bakteri
PCR
Penisilin & derivatnya
Ampisilin 3,5 mg + 1 gr probenesid &
amoksisilin 3 gr + 1 gr probenesid
Penisilin G prokain : 3-4,8 juta IU + 1 gr
probenesid
Ceftriaxone 125 mg, IM, dosis tunggal
Cefixime 400 mg, Oral, dosis tunggal
Azitromycin 1 gr, Oral dosis tunggal
Ciprofloxacin 500 mg, Oral dosis tunggal
Ofloxacin 400 mg, Oral dosis tunggal
Buku Ilmu Kandungan, PT. Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo, Jakarta,2009
W.sudoyono. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
Jilid 3. Jakarta, Internal Publishing: 2038
W.sudoyono. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
Jilid 1. Jakarta, Internal Publishing: 99