Anda di halaman 1dari 30

ANALISIS PERUBAHAN

LABA KOTOR
OLEH:
NUR SAYIDATUL MUNTIAH S.E
PENGERTIAN LABA

Laba merupakan suatu kelebihan pendapatan atau keuntungan yang layak


diterima oleh perusahaan, karena perusahaan tersebut telah melakukan
pengorbanan untuk kepentingan lain pada jangka waktu tertentu.
Jenis-jenis laba

Laba kotor
(gross profit)

Laba dari operasi

Laba bersih
Perubahan Laba Kotor

Perubahan laba kotor disebabkan oleh dua faktor, yaitu:


a. Faktor Penjualan
Perubahan laba kotor karena adanya perubahan hasil penjualan dapat disebabkan
adanya:
1. Perubahan harga jual persatuan produk
2. Perubahan kuantitas atau volume produk yang dijual atau dihasilkan.

b. Faktor Harga Pokok Penjualan


Perubahan laba kotor yang disebabkan oleh adanya perubahan harga pokok penjualan
bisa disebabkan oleh:
1. Perubahan harga pokok rata-rata per satuan
2. Perubahan kuantitas atau volume produk yang terjual
Membandingkan dua Laporan Perhitungan Laba Rugi suatu perusahaan dari
periode yang berbeda akan dapat diketahui perubahan (kenaikan ataupun
penurunan) laba kotornya. Namun tidak akan dapat diperoleh informasi atau
data yang jelas tanpa mengadakan analisis lebih lanjut, misalnya informasi
tentang:
a. Apa sebabnya penjualan berubah (naik atau turun)?
b. Apa sebabnya harga pokok penjualan mengalami perubahan (naik atau turun)?
Analisis Perubahan Laba Kotor

Perubahan harga jual (sales price variance), yaitu adannya perubahan antara
harga jual tahun sebelumnya.
Rumus:
(Hj2 Hj1) K2
Keterangan:
Hj1 = harga jual per satuan produk yang dibudgetkan atau tahun sebelumnya
Hj2 = harga jual satuan produk yang sesungguhnya
K2 = kuantitas atau volume produk sesungguhnya dijual tahun ini
Kenaikan Untung
Hj2 Hj1 Positif
Harga
Analisis Perubahan Laba Kotor

Perubahan kuantitas produk yang dijual (sales volume variance)


RUMUS
(K2 K1) Hj1
Keterangan:
K2 = kuantitas penjualan yang sesungguhnya direalisasi tahun ini
K1 = kuantitas penjualan yang dibudgetkan atau tahun sebelumnya
Hj1 = harga jual per satuan produk yang dibudgetkan atau tahun sebelumnya
sebagai standar
Kenaikan Untung
K2 K1 Positif
Produk
dijual
Analisis Perubahan Laba Kotor

Perubahan harga pokok penjualan per satuan produk (cost price variance)
Rumus
(HPP2 HPP1) K2
Keterangan:
HPP2 = harga pokok penjualan yang sesungguhnya
HPP1 = harga pokok penjualan menurun budget atau tahun sebelumnya
K2 = kuantitas produk yang sesungguhnya dijual

Kenaikan Rugi
HPP2 HPP1 Positif
HPP
Analisis Perubahan Laba Kotor

Perubahan kuantitas harga pokok penjualan (cost volume variance)


Rumus
(K2 K1) HPP1
Keterangan
K2 = kuantitas produk yang sesungguhnya dijual atau dihasilkan
K1 = kuantitas produk menurut budget atau tahun sebelumnya
HPP = harga pokok penjualan per satuan barang menurut budget

Kenaikan Rugi
K2 K1 Positif
Produksi
dan HPP
Tahun 2003 dibandingkan dengan tahun 2002 menunjukkan adanya kenaikan harga pokok
penjualan Rp 31.125 sehingga laba kotor 2003 dibandingakn 2002 kenaikan sebesar Rp
21.875.
Berikut analisis sebabnya:
Langkah I:

Menghitung perubahan laba kotor yang disebabkan oleh faktor penjualan (faktor
kuantitas penjulan maupun faktor harga jual)
a. Penjualan Rp 253.000
Unit penjualan 2003 x harga jual 2002 Rp 230.000
Kenaikan laba kotor karena perubahan harga jual Rp 23.000 (laba)
Perubahan laba kotor yang disebabkan adanya perubahan harga jual dapat
ditentukan dengan:
(Hj2 Hj1) K2
(Rp 220 Rp 200) 1.150 = Rp 23.000
b. Kuantitas penjualan 2003 X harga jual 2002 Rp 230.000
Penjualan 2002 (sebagai standar) Rp 200.000
Kenaikan laba kotor karena perubahan kuantitas penjualan Rp 30.000 (laba)
Atau
= (K2 K1) Hj1
= (1.150 1.000) Rp 200
= Rp 30.000
Langkah II
Menghitung perubahan laba kotor yang disebabkan oleh adanya perubahan
harga pokok penjualan per satuan produk maupun kuantitasnya.

a. Harga pokok penjualan 2003 Rp 181.125,-


Kuantitas penjualan 2003 x harga pokok 2003 Rp 172.500,-
Kenaikan laba kotor karena perubahan harga pokok Rp 8.625,-
Atau
=(HPP2 HPP1) K2
=(Rp 157,50 Rp 150,-)1.150
=Rp 8.625,-
b. Kuantitas penjualan 2003 x harga pokok 2002 Rp 172.500,-
Harga pokok penjualan 2002 (sebagai standar) Rp 150.000,-
Kenaikan laba kotor karena perubahan
kuantitas harga pokok penjualan Rp 22.500,-(rugi)
Atau
=(K2 K1) HPP1
=(1.150 1.000)Rp 150,-
=Rp 22.500,-
Kenaikan sektor penjualan sebesar Rp 53.000,- dan kenaikan harga pokok penjualan Rp 31.125,-
dapat pula dianalisis faktor-faktor penyebab perubahan tersebut dengan cara sebagai berikut.
a. Faktor kuantitas penjualan
Kenaikan penjualan karena naiknya volume, jika tidak ada kenaikan harga jual:
Harga per unit 2002 Rp 200,-
Kenaikan kuantitas 150
kenaikan laba kotor karena kuantitas penjualan (Rp 200,- x 150) Rp 30.000,-
b. Faktor harga jual
Kenaikan penjualan karena kenaikan harga jual, jika tidak ada kenaikan kuantitas penjualan:
Kenaikan harga jual Rp 20,-
Volume (kuantitas) penjualan 2002 1.000
Kenaikan laba kotor karena harga jual (Rp 20,- x 1.000) Rp 20.000,-
c. Faktor kuantitas penjualan dan harga jual:
Kenaikan harga jual per satuan dikalikan kenaikan
kuantitas penjualan (Rp 20,- x 150) Rp 3.000,-
Total kenaikan laba bruto karena penjualan Rp 53.000,-
Kenaikan harga pokok penjualan Rp 31.125,- dapat ditentukan faktor-faktor penyebabnya sebagai
berikut.
a. Faktor kuantitas
Kenaikan harga pokok pnjualan karena kenaikan volume, jika tidak aa kenaikan harga pokok:
Harga pokok 2002 Rp 150,-
Kenaikan kuantitas atau volume 150
Kenaikan karena faktor kuantitas (Rp 150,- x 150) Rp22.500,-

b. Faktor harga pokok (biaya)


Kenaikan harga pokok penjualan karena kenaikan harga pokok per unit, jika ada kenaikan dalam
volume:
Kenaikan harga pokok per satuan Rp 7,50
Volume (kuantitas)2002 1.000
Kenaikan kerena faktor harga pokok (Rp 7,50 x 1.000) Rp 7.500,-
c. Faktor kuantitas dan harga pokok:
Kenaikan harga pokok per unit dikalikan volume (Rp 7,50 x 150) Rp 1.125,-
Total kenaikan harga pokok penjualan Rp 31.125,-
kasus
Anggaran dan realisasi PT Abadi tahun 2009 :
Anggaran Realisasi
Hasil Penjualan : Rp 3,712 juta Rp 2,80 jt
HPP : Rp 2,475 juta Rp 1,96 jt
Laba kotor : Rp 1,237 juta Rp 0,84 jt
Volume terjual : 16 500 unit 14 000 unit

Diminta : buat laporan perubahan laba kotor


kasus
Anggaran dan realisasi PT Abadi tahun 2009 :
Realisasi Anggaran
Hasil Penjualan : Rp 3,712 juta Rp 2,80 jt
HPP : Rp 2,475 juta Rp 1,96 jt
Laba kotor : Rp 1,237 juta Rp 0,84 jt
Volume terjual : 16 500 unit 14 000 unit

Diminta : buat laporan perubahan laba kotor


Menurut bujet byang disusun pada awal periode menunjukkan bahwa produk A
per satuan merupakan barang yang paling menguntungkan, tetapi dalam
realisasinya atau kenyataanya produk B lah yang paling menguntungkan.
Menurut bujet perusahaan telah merencanakan untuk memperoleh laba kotor
sebesar Rp 2.625.000,- dengan taksiran produksi dan penjualan sebesar
10.500 unit dan laba kotor rata-rata per unitnya sebesar Rp 250,-. Akan
tetapi, kenyataanya perusahaan hanya mampu merealisasi laba kotor rata-
rata per unit sebesar Rp 192,79 dan laba kotor mengalami penurunan sebesar
Rp 620.000,- dibandingkan dengan yang direncanakan (Rp2.625.000
Rp2.005.000). Apa sebabnya laba kotor menurun ?
Sebab-sebab adanya penurunan laba bruto
Langkah I
Perhitungan perubahan laba kotor karena
Perubahan Volume dan Harga Jual
Hasil Penjualan 2003 Rp 14,180,000
Unit penjualan 2003 x harga bujet Rp 13,740,000
Perubahan karena kenaikan harga jual Rp 440,000
(menguntungkan)

Unit penjualan 2003 x harga bujet Rp 13,740,000


Penjualan menurut bujet 2003 Rp 14,200,000
Perubahan karena berubahnya volume Rp (460,000)
(tidak menguntungkan)
LangkahII
Perhitungan perubahan laba kotor karena perubahan volume dan harga pokok
Harga pokok penjualan 2003 Rp 12,175,000
unit penjualan 2003 x harga pokok per bujet Rp 11,250,000
Perubahan karena harga pokok Rp 925,000
(tidak menguntungkan)

Unit penjualan x harga pokok perbujet Rp 11,250,000


Harga pokok penjualan per bujet Rp 11,575,000
Perubahan karena berubahnya volume Rp (325,000)
harga pokok penjualan (tidak menguntungkan)
a. Perubahan hasil penjualan karena perubahan harga jual adalah
A Rp 5,000 (1600-1500) Rp 500,000 (laba)
B Rp 4,200 (1200-1200) Rp -
C Rp 1,200 (950-1000) Rp 60,000 (laba)
Rp 440,000 (laba)

b. Perubahan hasil penjualan karena perubahan kuantitas(volume) yang dijual


A Rp 1,500 (5000-6000) Rp1,500,000 (rugi)
B Rp 1,200 (4200-3500) Rp 840,000 (laba)
C Rp 1,000 (1200-1000) Rp 200,000 (laba)
Rp 460,000 (rugi)
c. Perubahan harga pokok penjualan yang disebabkan adanya perubahan harga pokok per unit
adalah :
A Rp 5,000 (1400-1200) Rp 1,000,000 (rugi)
B Rp 4,200 (975-1000) Rp 105,000 (laba)
C Rp 1,200 (900-875) Rp 30,000 (rugi)
Rp 925,000 (rugi)

d. Perubahan harga pokok penjualan yang disebabkan adanya perubahan kuantitas yang dijual :
A Rp 1,200 (5000-6000) Rp 1,200,000 (laba)
B Rp 1,000 (4200-3500) Rp 700,000 (rugi)
C Rp 875 (1200-1000) Rp 175,000 (rugi)
Rp 325,000 (laba)
Sehingga..
Perubahan kuantitas penjualan Rp 460,000 (rugi)
Perubahan kuantitas harga pokok penjualan Rp 325,000 (laba)
Perubahan kuantitas neto Rp 135,000 (rugi)
Komponen Perubahan Kuantitas
Perubahan komposisi penjualan
Yaitu perubahan laba kotor yang disebabkan oleh adanya perbedaan antara komposisi barang
yang sesungguhnya dengan yang dibujetkan (tahun sebelumnya).
Rumus : (K2 X LB1) (TK2 X LBR1)
Dengan demikian, selisih komposisi penjualan dan data seperti pada contoh diatas adalah
sebagai berrikut :
A 5000 Rp 300 Rp 1,500,000
B 4200 Rp 200 Rp 840,000
C 1200 Rp 125 Rp 150,000
Laba kotor pada komposisi sesungguhnya Rp 2,490,000
10400 Rp 250 Rp 2,600,000
Rp 110,000
Perubahan total kuantitas penjualan (final sales volume variance)
Yaitu perubahan laba kotor yang disebabkan oleh adanya perubahan total
kuantitas penjualan.
Rumus : (TK2 - TK1) LBR1
(10.400-10.500)Rp 250 = Rp 25.000(Rugi)
PT Anjasmoro
Laporan Perubahan Laba Kotor realisasi dan Bujet 2003
Menguntungkan Merugikan
Kenaikan Harga Jual Rp 440,000
Kenaikan harga pokok Rp 925,000
Peurunan kuantitas yang dijual Rp 25,000
Perubahan komposisi penjualan Rp 110,000
Rp 440,000 Rp1,060,000
Penurunan Laba kotor 2003 dibandingkan dengan bujet Rp 1,060,000 Rp 1,060,000
MANFAAT ANALISIS LABA KOTOR

Untuk mengetahui penyebab naik/turunnya harga jual


Untuk mengetahui penyebab naik/turunnya harga pokok penjualan
Sebagai bentuk pertanggungjawaban bagian penjualan akibat naik turunnya
harga jual
Sebagai bentuk pertanggungjawaban bagian produksi akibat naik turunnya
harga pokok
Sebagai salah satu alat ukur untuk menilai kinerja manajemen dalam suatu
periode
Sebagai bahan untuk menentukan kebijakan manajemen ke depan dengan
mencermati kegagalan atau kesuksesan pencapaian laba kotor sebelumnya