Anda di halaman 1dari 20

TUGAS KELOMPOK

PEMBELAJARAN PKn di SD

MODUL 8
HUBUNGAN KONSEP, NILAI, MORAL, DAN NORMA
DENGAN TUNTUTAN PERILAKU WARGA NEGARA
ANGGOTA KELOMPOK :
1. YAYAN DAHLAN NIM 823002381
2. DEWI RATNASARI NIM 822908436
3. YUS SETYANINGSIH NIM 822544423
4. MUNTABSIROH NIM 822994215
KOMPETENSI KHUSUS
Secara khusus, mahasiswa diharapkan memiliki
kemampuan untuk:

1. menjelaskan konsep, nilai, moral, dalam


hubungan antara warga negara dengan negara
2. menjelaskan konsep, nilai, moral, dalam
hubungan sesama warga negara
3. menjelaskan konsep, nilai, moral, dalam
komitmen bela negara

1
PETA KONSEP
MODUL 8
HUBUNGAN KONSEP, NILAI, MORAL, DAN NORMA
DENGAN TUNTUTAN PERILAKU WARGA NEGARA

Terdiri dari

KB.1
KB. 2
KONSEP, NILAI, MORAL, KB. 3
DAN NORMA (KNMN) KONSEP, NILAI, MORAL,
DAN NORMA(KNMN) KONSEP, NILAI, MORAL,
DALAM HUBUNGAN DAN NORMA (KNMN)
WARGA NEGARA DALAM HUBUNGANNYA DALAM PENGEMBANGAN
DENGAN DENGAN KOMITMEN BELA NEGARA
NEGARA SESAMA WARGA NEGARA

2
KONSEP, NILAI, MORAL, DAN NORMA (KNMN) DALAM HUBUNGAN WARGA
NEGARA DENGAN NEGARA

Pengenalan nilai dengan pengalaman nilai tidak sama pengertiannya.


Kaitan konsep nilai, moral, dan norma dalam hubungan antara warga
Negara dengan Negara sangat erat dan mempunyai pengaruh timbal balik.

Konsep : pengertian yang menunjukkan pada sesuatu. Dan konsep nilai


adalah pengertian yang menunjuk pada nilai tertentu.
Nilai : sesuatu yang merujuk kepada tuntunan yang membedakan
perilaku yang membedakan perbuatan yang baik dan buruk
atau sebagai kualitas kebaikan yang melekat pada sesuatu.
Moral : keharusan perilaku yang dibawakan oleh nilai.
Norma : sumber dasar hukum yang menguatkan kedudukkan konsep,
nilai, dan moral serta perilaku yang dilakukan.
.
3
KONSEP, NILAI, MORAL, DAN NORMA (KNMN) DALAM
HUBUNGAN WARGA NEGARA DENGAN NEGARA

1 pengertian yang menunjukkan pada sesuatu.


Dan konsep nilai adalah pengertian yang
menunjuk pada nilai tertentu

Membimbing para siswa utnuk


mengembangkan sikap-sikap positif dalam
2 mendekati masalah perbedaan budaya, ras,
etnik, dan kelompok agama.

Mendorong siswa untuk tidak jadi kelompok


3 yang dirugikan dengan cara memberikan
ketrampilan

Membimbing para siswa mengembangkan


4 kemampuan memahami saling
keterhubungan dan ketergantungan budaya
Mengubah sikap seseorang tidaklah semudah seperti
memindahkan barang dari tempat satu ke tempat yang lain, tetapi
memerlukan proses dan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung
kea rah itu pula. Mengenai hal tersebut ada beberapa pendekatan
yang kita kenal :
1. Pendekatan emosional, bertujuan untuk menggugah
perasaan dan emosi siswa dalam pemahami, menghayati, dan
meyakini nilai yang akan ditanamkan.
2. Pendekatan rasional, bertujuan memberikan peranan kepada
akal dalam memahami dan menerima kebenaran nilai tersebut.

4
Tujuan pendidikkan nasional terdapat pada pasal 3 UU RI No. 20
tahun 2003 tentang Sistem Pendidikkan Nasional, yaitu
Pendidikkan Nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk
watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya
potensi pesrta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertangung jawab.
Dilihat dari sisi perilaku baik pendidikan dasar maupun menengah
adalah untuk membentuk warga negara yang berbudi pekerti luhur,
beriman, dan bertaqwa terhadap Tuhan YME

5
Perlu kita pahami bahwa dalam aspek kehidupan berbangsa dan
bernegara tentunya sangatlah luas dan tidak lepas dari kehidupan
yang meliputi berbagai satu kesatuan di bidang Politik, Ekonomi,
Sosial, Budaya, dan Hankam (GBHN 1993).
Oleh sebab itu keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara
merupakan hal yang mutlak, dalam Pemerintahan Demokrasi
Pancasila terutama dalam Pembangunan. Partisipasi yang
diberikan pada negara tersebut haruslah partisipasi yang tumbuh
karena kesadarannya sendiri, artinya kesadaran-kesadaran tentang
hak dan kewajiban sebagai warga negara yang dilandasi oleh
penghayatan nilai-nilai luhur yang menjiwai sistem yang berlaku.

6
KB. 2. KONSEP, NILAI, MORAL, DAN NORMA (KNMN) DALAM
HUBUNGANNYA DENGAN SESAMA WARGA NEGARA
Secara kodrati manusia dilahirkan ke bumi ini sebagai mahluk
social ( Zoon Politicon ).Ia akan senantiasa berhubungan dengan
manusia lain dan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dilakukan dalam
rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia adalah membangun
suatu wadah tempat mereka berlindung yang dinamakan Negara.
Secara otomatis mereka- pun menjadi anggota dari organisasi
keanggotaan mereka dalam organisasi negara yang kita sebut dengan
Warga Negara.
Menurut Rustandi ( 1988;60 ) Warga Negara ialah mereka yang
berdasarkan hukum merupakan anggota dari suatu negara. Yang tidak
termasuk Warga Negara disebut orang asing ( bukan warga negara ).
Untuk dapat dikatakan sebagai Warga Negara seseorang harus
dinyatakan secara legal ( sah ) menjadi Warga Negara.

7
Pasal 26 ayat ( 1 ) menyatakan bahwa yang menjadi Warga
Negara Indonesia adalah orang orang bangsa Indonesia asli dan
orang orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang _
Undang sebagai Warga Negara ayat ( 2 ) menyatakan bahwa
Syarat - syarat yang mengenai kewarganegaraan Negara
ditetapkan dengan Undang undang.
Orang orang Indonesia asli adalah orang orang yang
dilahirkan oleh orang tua yang berasal dari seluruh wilayah
Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Warga
Negara Indonesia yang beraneka ragam, dalam suku bangsa,
agama dan keyakinan, budaya adat istiadat

8
Penanaman dan pembiasaan sikap yang berlandaskan nilai-
nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangatlah perlu dari
usia dini dalam rangka pembinaan dan Pembentukan Pribadi
Warga Negara.
Hal tersebut dikatakan perlu! Oleh karena lebih strategis
atau lebih baik lagi bila diawali dari Pendidikan Dasar. Nilai-nilai
tersebut seperti tenggang rasa, tanggung jawab, pengendalian
diri, tolong menolong, harga menghargai. Tentu saja penanaman
sikap itu harus diimbangi tingkat kecerdasan yang tinggi pula.

9
Adapun yang menjadi pertimbangan selain dari manusia-
manusia Indonesia secaraperibadi-peribadi, yang memiliki nilai-
nilai tersebut landasan utamanya adalah sebagai berikut:
1. Landasan Idiil Pancasila
Pancasila mengajarkan dalam bekerja sama dengan bangsa lain
untuk menciptakan perdamaian dilandasi pertanggungjawaban
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada Pembukaan UUD 1945
pada alinea IV menyebutkan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial .

10
2. Landasan Struktural
Bidang luar Negeri UUD 1945 menyebutkan pasal 11 sebagai
berikut: Presiden dengan persetujuan DPR menyatakan perang,
membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.
3. Landasan Operasional
Sebagai realisasi dan apa yang tercantum dalam Pancasila,
Pembukaan UUD 1945 di atas untuk politik luar negeri Republik
Indonesia bebas aktif intinya agar bangsa Indoneasia berkawan
baik dengan semua bangsa di dunia dan tidak pilih kasih. Selama
ada masalah- masalah kehidupan masyarakat dunia bangsa
Indonesia tidak boleh berpangku tangan, artinya harus ikut aktif
mengatasinya . Penegasan tercantum di dalam GBHN ( Ketetapan
MPR No. 11 / MPR / 1983 )

11
KB. 3 KONSEP, NILAI, MORAL, DAN NORMA (KNMN) DALAM
PENGEMBANGAN KOMITMEN BELA NEGARA

Setiap warga negara memilki hak dan kewajiban dalam bela


negara.
Bela negara dapat terwujud dilandasi oleh adanya tekad, sikap
dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu
dan berlanjut didasarkan oleh sasaran PPBN, yaitu :
1. Kecintaan pada tanah air
2. Kesadaran berbangsa dan bernegara indonesia
3. Keyakinan akan kesaktian pancasila sebagai ideologi
negara
4. Kerelaan berkorban.

12
WAWASAN NUSANTARA
Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa indonesia
tentang diri dan lingkungannya bedasarkan ide nasionalnya, yaitu
pancasila dan UUD 1945 sebagai aspirasi suatu bangsa yang
merdeka, berdaulat dan bermartabat ditengah-tengah
lingkungannya, dan yang menyimpang dalam tindak
kebijaksanaannya, dalam mencapai tujuan persoalan nasional
(GBHN 1978).
Wawasan dalam mencapai tujuan Pembangunan Nasional
(TAP MPR/Nomor II/MPR/1993 tanggal 11 Maret 1993 tentang
BGHN Bab II sub E) adalah wawasan Nusantara yang mencakup:
satu kesatuan politik, satu kesatuan ekonomi, satu kesatuan sosial
dan budaya serta satu kesatuan pertahanan dan keamanan.

13
CINTA TANAH AIR

Menganal dan mencintai wilayah Nasionalnya, sehingga


selalu waspada serta siap membaca tanah air Indoensia
terhadap segala bentuk: ancaman, tantangan, hambatan dan
gangguan (ATHG) yang dapat membahayakan kelangsungan
hidup bangsa dan negara oleh siapa pun dan dari manapun

14
KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Selalu membina kerukunan, persatuan, kesatuan di


lingkunan: keluarga, pemukiman, pendidikan dan dan
pekerjaan serta mencintai budaya bangsa dan selalu
mengutamakan kepentingan pribadi, keluarga dan golongan

15
RELA BERKORBAN UNTUK BANGSA dan NEGARA

1. Rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan harta


benda untuk kepentingan umum

2. Siap mengorbankan jiwa raga bagi kehidupan Bangsa dan


Negara

16
YAKIN AKAN KESAKTIAN PANCASILA

1. Yakin akan kebenaran Pancasila: sebgai satu-satunya


falsafah dan ideologi bangsa dan negara

2.Terbuktinya kesaktiannya dalam penyelenggaraan kehidupan


berbangsa dan bernegara guna terciptanya Tujuan Nasional

17
SELESAI