Anda di halaman 1dari 27

PENGUKURAN KEDATARAN

dan
kelurusan
KELOMPOK
Nama :
KEDATARAN
2.2 Kedataran (flatness).
Suatu permukaan atau bidang dinyatakan rata
atau datar bila perubahan jarak tegak lurus dari titik-titik
itu terhadap sebuah bidang geometrik yang sejajar
permukaannya, mempunyai harga di bawah suatu harga
tertentu. Bidang geometrik dapat diwakilkan oleh sebuah
plat rata (surface plate) atau oleh sekumpulan garis-garis
lurus yang dapat diperoleh dengan pertolongan suatu
pelurus (straight edge), pendatar atau sinar cahaya yang
dipindah-pindahkan.
Metode untuk mengukurnya dapat dilaksanakan
dengan menggunakan alat ukur pendatar,sebagai contoh
ialah Autokolimator dan waterpas
ALAT UKUR KEDATARAN
1.Autokolimator
2.Water pass
AUTOKOLIMATOR
Autocollimator adalah suatu alat optik untuk-
menghubungi pengukuran non sudut . mereka
biasanya digunakan untuk menyelaraskan
komponen dan mengukur defleksi atau
mekanis sistem optic.
Prinsip kerja
Sebuah autocollimator bekerja dengan
memproyeksikan gambar ke target cermin.
dan mengukur defleksi dari gambar kembali
terhadap skala, baik secara visual atau dengan
sarana detektor elektronik.
Sebuah autocollimator visual dapat
mengukur sudut sekecil 0,5 detik busur ,
sementara autocollimator elektronik bisa
sampai 100 kali lebih akurat.
Sebuah autocollimator visual dapat mengukur
sudut sekecil 0,5 detik busur , sementara
autocollimator elektronik bisa sampai 100 kali
lebih akurat.
Jenis-jenis Autocollimator

1. Digital Autocollimators
autocollimators digital menggunakan
photodetektor elektronik untuk mendeteksi
sinar tercermin.
2. Visual Autocollimators
autocollimators visual mengandalkan
mata operator untuk bertindak sebagai
photodetektor tersebut
3. Digital auokolimator
Contoh Aplikasi Visual Autocollimator:
1.Pengukuran non-paralelisme di windows,
batang laser berakhir, dan potongan optik oleh
wajah refleksi metode-dua.
2.Pengukuran kuadrat dari sisi luar dengan
berbagi aperture.
3.Sudut perbandingan dengan berbagi aperture.
4.Memeriksa prisma sudut yang tepat untuk dan
piramida kesalahan sudut.
video
WATERPASS
Waterpass adalah alat ukur penyipat datar
dengan teropong yang dilengkapi nivo dan
sumbu mekanis tegak, sehingga teropong
dapat berputar ka arah horizontal.
Prinsip kerja waterpass
Yaitu bidik garis kesemua arah, sehingga
membentuk bidang datar atau horizontal
dimana titik-titik pada bidang datar tersebut
akan menunjukkan ketinggian yang sama.
Kegunaan
Fungsi utama :
1. Memperoleh pandangan mendatar atau mendapat garis bidikan yang sama
tinggi, sehingga titik titik yang tepat pada garis bidikan memiliki ketinggian yang
sama.
2. Dengan pandangan mendatar tersebut dapat diketahui jarak dari garis bidik
yang dinyatakan sebagai ketinggian garis bidik terhadap titik-titik tertentu, maka
akan diketahui atau ditentukan beda tinggi atau ketinggian dari titik-titik tersebut.
Umumnya alat ukur waterpass ditambah dengan bagian alat lain.
3. Benang stadia, yaitu dua buah benang yang berada di atas dan dibawah serta
sejajar dengan jarak yang sama dari benang diafragma mendatar. Dengan adanya
benang stadia dan bantuan alat ukur waterpass berupa rambu atau bak ukur alat
ini dapat digunakan sebagai alat ukur jarak horizontal atau mendatar. Pengukuran
jarak dengan cara seperti ini dikenal dengan jarak optik.
4. Lingkaran berskala, yaitu lingkaran pada badan alat yang dilengkapi dengan
skala ukuran sudut. Dengan adanya lingkaran berskala ini arah yang dinyatakan
dengan bacaan sudut dari bidikan yang ditunjukkan oleh benang diafragma tegak
dapat diketahui, sehingga bila dibidikkan ke dua buah titik, sudut antara ke dua
titik tersebut dengan alat dapat ditentukan atau dengan kata lain dapat
difungsikan sebagai alat pengukur sudut horizontal.
Bagian-bagian alat ukur waterpass
Alat ukur waterpass yang sederhana terdiri dari:
1.Teropong yang didalamnya terdapat lensa
objektif, lensa okuler dan diafragma
2. Nivo tabung yang berbentuk tabung
3. Benang bacaan (BA, BT, BB)
4. Tiga skrup pendatar.
Cara Pembacaan Pendatar (Waterpas)
Kesalahan dalam pengukuran
waterpass
a. Kesalahan yang bersumber dari pengukur
Kurangnya ketelitian mata dalam pembacaan alat waterpass, yaitu
pembacaan benang atas, benang bawah, dan benang tengah. Adanya emosi dari
pengukur akibat rasa lapar sehingga tergesa-gesa dalam melakukan pengukuran
dan akhirnya terjadi kesalahan mencatat.
b. Kesalahan yang bersumber dari alat
Pita ukur yang sering dipakai mempunyai tendensi panjangnya akanberubah,
apalagi jika menariknya terlalu kuat. Sehingga panjang pita ukur tidakbetul atau
tidak memenuhi standar lagi. Patahnya pita ukur akibat terlalu kencangnya
menarik pita ukur, sehingga panjang pita ukur bergeser (berkurang)
c. Kesalahan yang bersumber dari alam.
Adanya angin yang membuat rambu ukur terkena hembusan angin,
sehingga tidak dapat berdiri dengan tegak. Angin yang merupakan faktor alam,
membuat pita ukur menjadi susah diluruskan, sehingga jarak yang didapatkan
menjadi lebih panjang daripada jarak sebenarnya.
video
KELURUSAN
(straightness).
Suatu garis dinyatakan lurus apabila harga perubahan dari jarak
antara titik-titik pada garis itu terhadap satu bidang proyeksi yang sejajar
terhadap garis, selalu di bawah suatu harga tertentu. Pengujian terhadap
kelurusan terdiri dari:

kelurusan atara dua bidang.


Kelurusan masing-masing komponen.
Kelurusan gerakan tiap komponen dan antar komponen.

Ada tiga macam metode yang dapat dipakai untuk mengukur kelurusan
tersebut yaitu, metode pengukuran kelurusan dengan pelurus (straight
edge), pengukuran kelurusan dengan pendatar (spirit-level), dan
pengukuran kelurusan dengan menggunakan Autokolimator
(autocollimator).
METODE PENGUKURAN
Ada tiga macam metode yang dapat dipakai
untuk mengukur kelurusan tersebut yaitu,
metode pengukuran kelurusan dengan pelurus
(straight edge), pengukuran kelurusan dengan
pendatar (spirit-level), dan pengukuran
kelurusan dengan menggunakan
Autokolimator (autocollimator
PENGUKURAN KELURUSAN DENGAN
METODE STRAIGHT EDGE
Selain dengan pendatar atau autokomolimator,
Straight Edge(batang bersisi lurus) dapat digunakan
untuk mengukur kelurusan garis atau permukaan.
BBatang lurus tersebut ditumpu secara simetrik diatas
permukaan yang terkecil (s = 0.5541) sebagai
digunakan dua blok ukur dengan ukuran nominal yang
sama. Pada setiap lokasi tertentu (diberi tanda setiap
jarak yang sama) dilakukan pengukuran celah antar
batang lurus dengan permukan bidang yang diukur
kelurusannya. Dalam hal ini dapat digunakan
komparator untuk diameter lubang (ukuran sensor
disesuaikan denganukuran nominal blok ukur
penumpu) atau dengan metode penyisipan blok ukur.