Anda di halaman 1dari 32

TRANSPLANTASI HATI

MENURUT PANDANGAN ISLAM

Disusun Oleh :
UJANG RASJO
DIAN EKA FITRIYANTI
PUSPITA SARI
Outline

Bab-1 Pendahuluan: Latar Belakang Rumusan persoalan Tujuan

Bab-2 Pengertian

Bab-3 Pembahasan

Bab-4 Kesimpulan dan Saran


CONTOH KASUS
Zhejiang Hospital Cina dipililih sebagai
institusi untuk melakukan transfer ilmu
dan teknologi yang kredibel dan
terpercaya di Cina dan dunia mengenai
transplantasi hati, Zhejiang Hospital juga
telah menangani kasus/ penyakit hati,
pankreas dan kandung empedu dan
terkenal dengan kesuksesannya
melakukan lebih dari 1000 operasi
cangkok hati.
Lanjutan Contoh Kasus + Pengalaman...........

RSPI Group Merupakan RS Swasta pertama di Indonesia


yang berhasil melakukan transplantasi hati (14 dan 17
Desember 2010 )
Ny.N/ 57 Th Merupakan salah satu dosen UI menderita
cirosis 7 tahun dan semua alternatif sudah dicoba,
berujung ke tindakan transplantasi hati, dan berhasil
sekarang sudah aktivitas seperti biasa

Tn. S/62 Th seorang pengusaha dari Surabaya menderita


sirosis hepatis 5 Th.Saat ini sudah sehat seperti
biasanya.
LATAR BELAKANG
1) Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran
dan
kesehatan berkembang dengan pesat. Salah satunya adalah
kemajuan
dalam teknik transplantasi hati.
2) Dibalik kesuksesan dalam perkembangan
transplantasi hati muncul berbagai masalah.
3) Makin maraknya penggunaan organ terpidana mati sebagi donor
transplantasi yang dilakukan secara besar-besaran, ilegal dan
berasaskan komersialisme yang banyak terjadi di negara-negara
komunis dan liberalis.

4) Semakin meningkatnya pasien yang membutuhkan tranplantasi,


penolakan organ, komplikasi pasca transplantasi, dan resiko yang
mungkin timbul akibat transplantasi telah memunculkan berbagai
pertanyaan tentang etika, hukum agama, legalitas dan kebijakan
yang menyangkut penggunaan teknologi
Rumusan
Apa yang dimaksud Masalah
dengan
transplantasi hati ?

Bagaimana Islam
menanggapi permasalahan
tindakan transplantasi
hati?
TUJUAN

- Untuk mengetahui apa yang


dimaksud dengan transplantasi
hati.

- Untuk mengetahui bagaimana


Islam menanggapi dan menilai
permasalahan transplantasi hati
PENGERTIAN
Transplantasi

Pemindahan organ tubuh dari orang sehat atau


mayat yang organ tubuhnya mempunyai daya
hidup dan sehat kepada tubuh orang lain yang
memiliki organ tubuh yang tidak berfungsi lagi
sehingga resipien (penerima organ tubuh) dapat
bertahan hidup secara sehat.
Ada 2 jenis
Transplantasi/donor organ:
Donor organ ketika
pendonor masih hidup.

DONOR
ORGAN

Donor organ ketika


pendonor telah meninggal.
Donor organ ketika pendonor masih hidup

Donor seperti ini dibolehkan dengan syarat. Yaitu, donor tersebut tidak
mengakibatkan kematian si pendonor. Misalnya, dia mendonorkan jantung,
limpha atau paru-parunya. Hal ini akan mengakibatkan kematian pada diri si
pendonor. Padahal manusia tidak boleh membunuh dirinya, atau
membiarkan orang lain membunuh dirinya; meski dengan kerelaannya.

Allah Swt berfirman:


Dan janganlah kamu membunuh dirimu.
(QS an-Nisa [4]: 29).
TRANSPLANTASI

Transplantasi jaringan.
Ex: pencangkokan kornea mata.

Transplantasi organ.
Ex: pencangkokan ginjal, jantung, dan
sebagainya.
Aspek Hukum Transplantasi :

1. Undang undang yang mengatur tentang transplantasi


organ terdapat dalam UU No. 36 Tahun 2009 pasal 64
70

2 .KODEKI; ( Pasal 2,10,11 )


Diindonesia sudah ada undang undang yang membahasnya yaitu
UU No.36 Tahun 2009 mengenai transplantasi :

Pasal 64 :

(1) Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan


melalui transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh, implan obat
dan/atau alat kesehatan, bedah plastik dan rekonstruksi, serta
penggunaan sel punca.

(2) Transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) dilakukan hanya untuk tujuan kemanusiaan dan dilarang
untuk dikomersialkan.

(3) Organ dan/atau jaringan tubuh dilarang diperjualbelikan dengan dalih


apapun.
Mengobati penynakit
ALASAN atau kecacatan.

Menyelamatkan hidup
manusia.

Kesembuhan.

DAMPAK
Kecacatan.

Kematian.
Prosedur Pelaksanaan Transplantasi

Eksplantasi

Usaha mengambil jaringan atau organ manusia yang


hidup atau yang sudah meninggal.

Implantasi

Usaha menempatkan jaringan atau organ tubuh


tersebut kepada bagian tubuh sendiri atau tubuh
orang lain.
PROSEDUR PELAKSANAAN
TRANSPLANTASI
Teknik transplantasi/hepatektomi yaitu dengan
mengangkat 20% hati pada segmen Coinaud 2
dan 3 dari organ pendonor untuk didonorkan ke
resipien.Prosedur yang akan dilalui penerima
dalam proses transplantasi hati yaitu evaluasi
sebelum dan sesudah transplantasi (termasuk
prosedur dan tes yang berhubungandengan
medis dan psikososial). Setelah itu,penerima
dan pendonor akan dioperasi secara
bersamaan oleh dua tim transplantasi termasuk
dokter ahli bedah.
Lanjutan....
Ahli anastesi,perawat dan teknisi pada dua
ruangan operasi yang terpisah. Dokter ahli
bedah akan mengambil satu bagian dari hati
antara 40% - 60 tergantung usia
penerima.Bagian hati yang sudah diambil itu
akan dibersihkan dan didinginkan pada es.Hati
yang sudah dicangkok kemudian
ditransplantasikan kepada penerima sesegera
mungkin untuk memastikan bahwa hati tersebut
akan berfungsi dengan baik setelah
ditransplantasi dilakukan.
Lanjutan....

Proses operasi untuk pendonor dari ketika pembedahan


dilakukan untuk memindahkan liver dan penjahitan kembali
memerlukan waktu 6-8 jam.Dokter bedah yang lain akan
mengeluarkan hati yang sudah rusak dari
penerima,membiarkan pembuluh darah utama dijepit dan
ditaruh pada tempatnya. Ketika cangkokan hati telah
tersedia, dokter bedah akan meletakkannya ke dalam rongga
perut dan memprosesnya untuk dihubungkan dengan
pembuluh darah utama.Setelah ini siap dilakukan, dokter
radiologi akan melakukan ultrasound scan untuk memastikan
bahwa darah mengalir ke dalam hati yang baru. Operasi
transplantasi pada penerima memerlukan waktu sebanyak 8-
12 jam.Setelah transplantasi, penerima organ harus
mendapat obat penekan sistemkekebalan (imunosupresan)
yang kuat untuk mencegah penolakan organ baru.Proses
operasi transplantasi hati
Komponen Penting yang Menunjang Keberhasilan Tindakan
Transplantasi

Adaptasi Donasi : Adaptasi Resepien :

Usaha dan kemampuan Usaha dan kemampuan diri


menyesuaikan diri orang dari penerima jaringan atau
hidup yang diambil organ tubuh baru sehingga
jaringan atau organ tubuhnya dapat menerima
tubuhnya, secara biologis atau menolak jaringan atau
dan psikis, untuk hidup organ tersebut, untuk
dengan kekurangan berfungsi baik, mengganti
jaringan atau organ. yang sudah tidak dapat
berfungsi lagi.
Berdasarkan Hubungan Genetik Antara Donor Dengan
Resipien

Autotransplantasi

Transplantasi dimana donor dan resipiennya satu


individu

Homotransplantasi (Allotransplantasi)

Transplantasi dimana donor dan resipiennya individu


yang sama jenisnya

Haterotransplantasi (Xenotransplantasi)

Transplantasi yang donor dan resipiennya adalah dua


individu yang berbeda jenisnya
PEMBAHASAN
ASPEK HUKUM
Pengaturan mengenai transplantasi organ
dan atau jaringan tubuh manusia telah
diatur dalam hukum pasif di Indonesia.

Dalam peraturan tersebut diatur tentang


siapa yang berwenang melakukan tindakan
transplantasi organ dan atau jaringan tubuh
manusia, bagaimana prosedur pelaksanaan
tindakan medis transplantasi organ dan
atau jaringan tubuh manusia, juga tentang
sanksi pidana.
UU No.23 Tahun1992 tentang Kesehatan
bagi pelaku pelanggaran baik yang tidak
memiliki keahlian dan kewenangan
melakukan transplantasi organ dan atau
jaringan tubuh manusia tanpa persetujuan
donor atau ahli waris, memperjual belikan
organ dan atau jaringan tubuh manusia.

Pidana : Paling lama 7 tahun


Denda : Paling banyak Rp.150.000.000
Aspek Etik Transplantasi

Transplantasi merupakan upaya terakhir


untuk menolong seorang pasien dengan
kegagalan fungsi salah satu organ
tubuhnya.dari segi etik kedokteran tindakan
ini wajib dilakukan jika ada
indikasi,berlandaskan dalam KODEKI,yaitu:
KODEKI

Pasal 2.
Seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut
ukuran tertinggi.

Pasal 10.
Setiap dokter harus senantiasa mengingat dan kewajibannya
melindungi hidup insani.

Pasal 11.
Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala
ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan penderita.
PANDANGAN ISLAM

Firman Allah tentang hukum mendonorkan


organ tubuh untuk di transplantasi?

Dan tolong menolonglah kamu dalam berbuat kebajikan


dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat
dosa dan pelanggaran. (QS. Al-Maidah 5 :2)

Dari firman tersebut, maka mendonorkan organ


tubuh untuk ditransplantasi itu boleh. Namun perlu
diperhatikan,dalam mendonorkan organ,organ
tersebut bukanlah organ vital,yang jika organ
tersebut di ambil maka akan menimbulkan
kematian bagi pendonor.
Donor organ ketika pendonor telah meninggal

Menurut Ulama :
Ulama Madzhab Maliki dan Adz-Dzahiri yang berpendapat bahwa : Pemanfaatan
organ tubuh mayat tidak boleh dilakukan dengan landasan sabda Rosulullah
Rasulullah saw., Memotong tulang mayat sama dengan memotong tulang
manusia ketika masih hidup. (HR. Abu Daud). Jadi, mayat harus dihormati
sebagaimana ia dihormati semasa hidupnya.

Jumhur ulama fiqh yang terdiri dari sebagian ulama Madzhab Hanafi,Maliki,Syafli
dan Hambali berpendapat bahwa memanfaatkan organ tubuh manusia sebagai
pengobatan dibolehkan dalam keadaan darurat. Menurut mereka hadits riwayat
Abu Dawud tersebut berlaku jika dolakukan semena-mena tapa manfaat. Apabila
dilakukan untuk pengobatan itu tidak dilarang karena hadits yang memerintahkan
seseorang untuk mengobati penyakitnya lebih banyak dan lebih meyakinkan
daripada hadits Abu Daud tersebut.
Transplantasi ini dapat di lakukan dengan syarat si pendonor telah mewariskan
sebelum ia meninggal atau dari ahli warisnya(jika sudah wafat).
Menurut Islam

AL Quran Surat Al Baqarah ayat 84 :


Kamu sekalian tidak akan menumpahkan darah kamu

Hadist Nabi antara lain :


Maka sungguh darah kamu dan harta kamu benda kamu diharmkan bagi
kamu (jangan diganggu)

Hadist tentang melukai mayat :


Merusak tulang mayat adalah dosanya seperti merusak tulang orang
yang masih hidup

Rasulullah SAW bersabda :


Mematahkan tulang orang yang telah mati sama hukumnya dengan
memotong tulangnya ketika ia masih hidup
PENDAPAT KELOMPOK
Menurut saya dalam keadaan darurat diperbolehkan,dengan dasar:
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging
babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.
Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak
menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa
baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [2:173]

Hal ini di karenakan demi menyembuhkan penyakit,kerena Allah menurunkan


suatu penyakit beserta obatnya. Dan dalam syariat islam menuntut umatnya
agar seluruh penyakit harus di obati,jangan membiarkan penyakit bersarang di
tubuh kita yang dapat berakibat fatal,yaitu kematian.

Firman Allah SWT :


Dan janganlah kamu membunuh dirimu.sesungguhnya Allah
sangat belas kasihan padamu. (QS an-Nisa [4]: 29).
KESIMPULAN

Transplantasi merupakan hal yang sangat rumit dalam


pengambilan tindakan yang tepat, karena banyak
pendapat yang menentang dan mendukung tentang
pelaksanaan transplantasi dengan berbagai alasan
yang berbeda-beda. dari uraian pembahasan diatas,
maka dapat disimpulkan bahwa hukum pelaksanaan
transplantasi organ itu bergantung pada alasana
mengapa harus melakukan hal tersebut. jika
alasannya tidak mendukung maka kegiatan
transplantasi tesebut sangat dilarang dan hukumnya
haram serta ilegal.
SARAN

Jika kita harus melakukan transplantasi


organ, maka seharusnya memenuhi
persyaratan-persyaratan yang tidak
merugikan pihak-pihak yang berkaitan, baik
dari pendonor maupun resipien, serta harus
memenuhi kaidah atau syarat-syarat islam