Anda di halaman 1dari 14

Esherishia coli

Escherishia coli
Ordo : Eubacteriales
Famili : Entrobacteriaceae
Genus : Escherishia
Species : Escherishia coli
Morphologinya :
Bentuk : Bacill Gram negatip
Gerak : poitip dengan flagel peritrik
Hidup : Fakultatip aerob, suhu optimum 37 C,
dan akan mati bila dipanaskan 60 C,selama 30
menit.
SIFAT BIOKIMIA :
Menguraikan banyak gula-gula disertai banyak
asam dan gas.
Reaksi IMVIC : + + - -
Sensitif terhadap Brylliant Green Citrat dan
Nadioxycholat.
Memiliki Antigen O, Antigen H dan Antigen
K/Vi.
Escherishia coli patogen dapat menyebabkan :
Gastroenteritis seperti :
1. EPEC : Enteropatogenic Escherishia coli yaitu :
Bakteri coli yg dpt menimbulkan sakit.
2. ETEC : Enterotoxigenic Escherishia coli yaitu
: Bakteri coli yg dpt membuat toxin,yg dpt
menimbulkan sakit seperti Vibrio cholerae/El-
tor. Dan dikenal 2 macam toxin yaitu :
Stabel Toxin (ST) yg dpt diperiksa dengan
percobaan biologis dengan infant mice umur
maksimal 4 hari.
Labile Toxin(LT) yang dapat diperiksa dengan
cara ELISA test(Enzyme linked Immunosorbent
assay).
3. EIEC : Enteroinvasive Escherishia coli yaitu :
Bakteri coliyg dpt menimbulkan penyakit seperti :
bakteri disentri.
Ketiganya memiliki sifat culturil dan biochemis
sama, sehingga untuk mengisolirnya
dibutuhkan cara yang sama. Hanya untuk
identifikasi akhir butuh cara yg berbeda
tergantung jenisnya.
Specimen yang diambil untuk pemeriksaan
ialah : Faeces atau Rectal swab.
CARA PEMERIKSAAN :

Hari I : Spesimen ditanam pada media plate


al: Endo Agar Plate, Eosin Methyleen Blue
Agar Plate dan Mac Conkey Agar
Plate,kemudian inkubasi dilakukan dlm
inkubator pd suhu 37 C 24 jam.
Hari II : Koloni tersangka Escherishia coli,
diambil ditanam pada media bountry/gula-
gula dan kembali di inkubasi seperti hari I.
Koloni yg tersangka dalam :
*Endo Agar : besar-besar, cembung,merah tua
metalik, dan smooth.
EMB Agar :Sedang, keping, kehijauan metalik,
tengah berwarna ungu tua, smooth.
Mc Agar :Sedang-besar,keping-cembung,me -
rah, keruh, smooth.
Hari III : Amati pertumbuhan pada media gula
,catat dan cocokan dgn daftar, lanjutkan
pekerjaan untuk menentukan apakah bakteri
yg baru diisolir termasuk EPEC, ETEC atau
EIEC.
METODE UNTUK MENENTUKAN :

EPEC : Slide aglutinasi dengan sera terhadap


Escherishia coli,polyvalent dan monovalent.
ETEC : Labile toxin dgn menggunakan test Elisa ,
Stabil toxin dgn infant mice inoculation.
EIEC : Dengan Sereny test menggunakan mata
marmot.
Sebaiknya pada hari I ,specimen juga ditanam
dalam enrichment media dan inkubasi dlm
inkubator baru lanjutkan dgn peneneman sep
diatas.
CIRI-CIRI BIOKIMIA :

TSIA : Lereng : Kuning


Dasar : Kuning
Gas : Positip
H2S : Negatip
Indol : Positip
Motility : Brown/aktip
Urease : Negatip
Simmons Citrat : Negatip
Methyl Red : Positip
Voges Proskauer : Negatip
Fermentasi glukose, Manitol, Maltose : Positip
Fermentasi Laktose dan Sachrose : Negatip
* Escherishia coli, merupakan flora normal,komensal
dlm kolon dan diduga membantu pembuatan Vit K
Juga dpt digunakan untuk menilai baik tdk nya
persediaan air untuk rumah tangga, hal ini
penting karena air u/ keperluan rumtang
seringkali menyebabkan terjadinya epidemi
penyakit saluran pencernaan, seperti : kolera,
typhus,disentri bahkan penyakit cacing.
Bibit penyakit ini berasal dari feses manusia yg
menderita penyakit tsb.
Karena itu usahakan agar air rumtang.dijaga
jgn sampai terkontaminasi feses manusia.
* Indikator yg paling baik u/ menunjukan bahwa air
rumtang telah terkontaminasi feses adl dgn ditemu-
kannya Escherishia coli dlm air tersebut. Karena
dlm feses manusia baik sakit atau sehat tdpt
bakteri ini , dalam 1 (satu)gram kira2 100 jt
Escherishia coli.
E.coli sbg flora normal, bila masuk kedlm jaringan
lain selain kolon, dpt menyebabkan infeksi seperti
pneumonia, endocarditis,infeksi pd luka dan
abses pd berbagai organ.
E .coli mrpk penyebab utama meningitis pd bayi
yg baru lahir dan penyebab infeksi traktus
urinarius(Pyelonephritis, cystitis)pd pasen RS
(INOS)
* Strain tertentu dr Escherishia coli (Enteropatogenic
Escherishia coli),dpt menyebabkan penyakt diarrhea
pd anak-anak, dan dpt menimbulkan wabah
diarrhea pd anak yg sedang di rawat di RS.
Pemeriksaan lab. untuk E.coli, selain u/ diarrea
,specimen dpt berupa LCS,pus,sputum, urin,
atau darah.
Pencegahan : Peningkatan higiene pribadi dan
sanitasi, untuk bayi penggalakan asi/kolostrum
,pengawasan sterilisasi air susu (Pasteurisasi) ,
terutama segala peralatan yg digunakan.
* Pembuangan ekskreta/feses yg saniter/septic
tank.
Pengendalian lalat, kecoa,dsb(vektor kontrol)
Pengendalian binatang pengerat/tikus dan
pengawasan hewan peliharaan.
Penderita yg masih sadar dpt diberi oralit.
Untuk pencegahan INOS, maka lakukan
perawatan sebaik2nya di RS, dgn
menggunakan antibiotika yg tepat, tindakan
antiseptic yg benar, (pd pemakaian kateter
urin).
Selesai.