Anda di halaman 1dari 33

Analisa Data

Melakukan penghitungan dari data yang berhasil dikumpulkan. Untuk data Geofisik
dan Kimia, data yang berhasil dikumpulkan kemudian disusun dan diberi
pembanding dengan standar baku mutu tanah, udara dan air, kemudian dibuat
grafik atau model perubahan Geofisik dan kimia tanah, air, udara dan faktor iklim
pada saat proyek sebelum dibangun dan setelah dibangun.

Untuk data Biologi (Flora, Fauna, ekosistem, koridor dsb), data yang dikumpulkan
disusun dan diberi katagori terutama berkenaan dengan status spesies tersebut
terhadap IUCN red data book, katagori flora dan fauna yang masuk dalam katagori
sangat terancam punah, terancam punah, jarang dan umum, memperkirakan
perubahan ekosistem yang terjadi pada saat proyek sebelum dibangun dan setelah
dibangun dihubungkan dengan jaring-jaring makanan, DDL, tingkat kompetisi dan
suksesi.

Pada data sosekbud masyarakat, ada beberapa kajian yang dapat dimasukkan
secara formal yaitu; 1. Proyeksi Penduduk (teknik ekstrapolasi), 2. Analisa
kecendrungan (trend analysis) dan analisa deret waktu (time series analysis). Pada
tataran informal dapat dilakukan dengan penilaian pakar (professional judgement),
komparatif antar budaya (cross cultural), tehnik analogi dan metode delphi.
Estimasi Perubahan Geofisik dan Kimia

Kondisi Geofisik PROYEK Kondisi Geofisik dan Kimia pada


dan Kimia Sebelum Saat dan Setelah proyek
Proyek

Parameter baku/
Standar baku
Iklim Mikro (curah hujan, Iklim Mikro (curah hujan,
Suhu, kelembaban, Suhu, kelembaban,
Angin dsb.) Angin dsb.)
Tata guna lahan Tata guna lahan
Kondisi kimia tanah
Estimasi
Kondisi kimia tanah
Kondisi kimia air Perubahan Kondisi kimia air
Kondisi kimia udara dan faktor Kondisi kimia udara dan faktor
Kebisingan Kebisingan
Air larian dan tangkapan air Air larian dan tangkapan air
Persentase Erosi Persentase Erosi
Sedimentasi dan presipitasi Sedimentasi dan presipitasi
Turbiditas Turbiditas
Salinitas Salinitas
Paparan toksik Paparan toksik
pH dan etc. pH dan etc.
Diagram Alir Model Perkiraan Dampak
Geofisik dan Kimia

Iklim Mikro (curah hujan,


Skoping Suhu, kelembaban,
Angin dsb.) Pengambilan data di
lapangan
Tata guna lahan Analisa data
Kondisi kimia tanah
Kondisi kimia air
Kondisi kimia udara dan faktor
Kebisingan
Estimasi dampak
Air larian dan tangkapan air Deskripsi proyek
Persentase Erosi Pada saat dan setelah
Sedimentasi dan presipitasi proyek
Turbiditas Analogi
Salinitas
Paparan toksik
pH dan etc.

Model perkiraan dampak;


Tabel, diagram alir, grafik etc.
Tabel dan Grafik Estimasi Dampak
Komponen Nilai Baku Mutu Nilai Baku mutu Nilai Baku mutu
Geofisik Kimia komponen Lingkunga komponen lingkungan komponen lingkungan
(prakonstru n/Standar (konstruksi) /standar (panca- /standar
ksi) baku baku konstruksi) baku
Sedimentasi
Air larian

Kimia air
Kimia tanah
Kimia udara

Estimasi nilai komponen


lingkungan yang berubah

0,004 ml3/l
K
0,0015 ml3/l

Pra-konstruksi Konstruksi Pasca-konstruksi


Estimasi Perubahan Biologi

Kondisi Biologi
PROYEK Kondisi Biologi pada
Sebelum Proyek Saat dan Setelah proyek

Parameter baku/
Standar baku
Komposisi populasi flora dan
Komposisi populasi flora dan Fauna (kelimpahan, densitas
Fauna (kelimpahan, densitas Dan indeks keanekaragaman)
Dan indeks keanekaragaman) Biologi dispersal dan distribusi
Biologi dispersal dan distribusi
Flora dan fauna
Estimasi Flora dan fauna
Kondisi rantai makanan dan
Kondisi rantai makanan dan Perubahan Jaring2 makanan tiap spesies
Jaring2 makanan tiap spesies Kompetisi dan relung (niche)
Kompetisi dan relung (niche) Besaran toleransi spesies
Besaran toleransi spesies Berkenaan dengan DDL
Berkenaan dengan DDL Interaksi spesies
Interaksi spesies Stabilitas dan suksesi
Stabilitas dan suksesi Biodiversitas status
Biodiversitas status Reproduksi dan penyakit
Reproduksi dan penyakit Etc.
Etc.
Diagram Alir Model Perkiraan Dampak
Biologi
Komposisi populasi flora dan
Skoping Fauna (kelimpahan, densitas
Dan indeks keanekaragaman) Pengambilan data di
lapangan
Biologi dispersal dan distribusi Analisa data
Flora dan fauna
Kondisi rantai makanan dan
Jaring2 makanan tiap spesies
Kompetisi dan relung (niche)
Estimasi dampak
Besaran toleransi spesies Deskripsi proyek
Berkenaan dengan DDL Pada saat dan setelah
Interaksi spesies proyek
Stabilitas dan suksesi Analogi
Biodiversitas status
Reproduksi dan penyakit
Etc.

CITES, IUCN
IBA, Ramsar
Model perkiraan dampak; Convension etc.
Tabel, diagram alir, grafik etc.
IUCN dan CITES: Parameter Baku Biologi
IUCN Red List of Threatened Species CITES Categories for Threatened species
catagories
Appendix I. Spesies yang dalam katagori
- Ex (Extinct) : katagori punah, sudah tidak terancam punah sehingga tidak
dijumpai di lokasi manapun di dunia. diperbolehkan untuk diperdagangkan
- Critically Endangered) : Dipertimbangkan dalam bentuk apapun. Pertukaran satwa
untuk punah atau sangat terancam tersebut hanya untuk sarana ilmiah
punah. Populasi < 500 individu saja. dengan melalui ijin yang ketat
- E (Endangered) : Spesies ini masih
dijumpai dalam jumlah yang sedikit dalam Appendix II. Spesies tersebut dalam katagori
ruang lingkup yang terbatas dan tidak mengalami kepunahan walau saat
mengalami penurunan kondisi habitat ini dalam kondisi yang rawan, tetapi
secara drastis (terancam punah) apabila tidak diawasi secara ketat dalam
- V (Vulnerable) : Spesies ini dapat pindah pengambilan di alam, kemungkinan besar
ke status E dalam waktu dekat apabila akan langka. Jadi, perlu adanya sertifikasi
faktor penyebab penurunan spesies dalam melakukan perdagangan satwa
tersebut masih terus berlangsung. tersebut. Sertifikasi diperlukan pada saat
- Near Threathened : Jarang. Katagorinya status satwa tersebut memungkinkan
populasi di seluruh dunia sedikit tetapi untuk diperdagangkan.
masih tersebar dan kantung-kantung
habitat yang masih memadai. Appendix III. Spesies yang masuk dalam
- DD (Data deficient) : Spesies tsb potensial katagori apendix III dapat diperdagangkan
dapat dikatagorikan E, V atau R tetapi asalkan diketahui status pengambilan dari
belum cukup informasi yang mendukung satwa tersebut, adanya sertifikasi spesies
mengenai statusnya. dan pengawasan yang ketat pula.
Estimasi Perubahan Sosekbud

Kondisi Sosekbud
PROYEK Kondisi Sosekbud pada
Sebelum Proyek Saat dan Setelah proyek

Parameter baku/
Standar baku

Demografi Demografi
Ekonomi (tingkat pendapatan Estimasi Ekonomi (tingkat pendapatan
Dan mata pencaharian Perubahan Dan mata pencaharian
Masyarakat) Masyarakat)
Sosial dan Budaya Sosial dan Budaya
Kesehatan Kesehatan
Pendidikan Pendidikan
Kepedulian masyarakat Kepedulian masyarakat
Diagram Alir Model Perkiraan Dampak
Sosekbud

Skoping
Demografi Pengambilan data di
lapangan
Ekonomi (tingkat pendapatan Analisa data
Dan mata pencaharian
Masyarakat)
Sosial dan Budaya
Kesehatan Estimasi dampak
Pendidikan Deskripsi proyek
Kepedulian masyarakat
Pada saat dan setelah
proyek
Analogi

Delphi software

Model perkiraan dampak;


Tabel, diagram alir, grafik etc.
Contoh Tabel Estimasi Dampak
Sosekbud

Komponen Nilai Baku Mutu Nilai Baku mutu Nilai Baku mutu
Sosekbud komponen Sosekbud/St komponen sosekbud/s komponen sosekbud/s
(prakonstru andar baku (konstruksi) tandar baku (panca- tandar baku
ksi) (jika ada) (jika ada) konstruksi) (jika ada)
Demografi
Ekonomi
masyarakat
Pandangan
masyarakat
Sikap dan
perilaku
Kesehatan
masyarakat
Metode Perkiraan Dampak

Metode Formal; Untuk Perkiraan dampak


Metode perkiraan sosial
cepat 1. Delphi
Metode Matematika 2. Proses Kelompok
Metode fisik Nominal
3. Diskusi kelompok
Metode eksperimental
terfokus

Metode Informal
Penilaian para ahli
Analog
Metode Perkiraan Cepat
(Rapid Assessment)
Merupakan metode analisa berdasarkan pada penelitian atau survey yang cepat.
Pada metode perkiraan cepat untuk usulan kegiatan yang menimbulkan
dampak pencemaran, beberapa analisa yang bisa diambil adalah;
Penentuan klasifikasi kegiatan proyek
Penentuan sumber-sumber pencemar dan limbah industri
Faktor emisi
Faktor untuk limbah cair industri
Faktor limbah
Beban pencemar
Beban limbah

Analisa dengan penentuan nilai berbagai faktor secara langsung di


lapangan atau di laboratorium dan dicocokkan dengan baku mutu
lingkungan.
Untuk RAM biologi, data yang dimasukkan adalah;
Data nama spesies
Jumlah individu dalam satu spesies
Lokasi pencatatan spesies (ditemukan) (letak koordinat)
Status dalam IUCN atau CITES

(4 katagori data ini sama untuk semua spesies tidak terkecuali


mikrobiologi)

Untuk RAM Sosekbud, data yang dapat dimasukkan;


Biodata responden
Faktor sosial ekonomi dan budaya responden
Tanggapan responden terhadap proyek
Sikap dan perilaku responden terhadap tatanan sosial dan lingkungan
Penerimaan responden terhadap informasi

(Analisa dapat hanya mempergunakan persentase nilai dari masing-


masing pertanyaan)
Metode Matematika
Metode matematika banyak melibatkan berbagai persamaan
matematika baik di dalam pengukuran geofisik-kimia, biologi dan
sosekbud. Metode matematika dipergunakan dalam mengukur COD
dan BOD air, mengukur tingkat konsentrasi limbah, model Gaussian
Plame Dispersion, Statek (Statistical ecology), Model Lotka volteirra,
model kepadatan penduduk dan model empiris yang
menghubungan hubungan sebab akibat secara statistik atas obyek
yang diteliti.

Software: Spatial planning 3, Statistical ecology, Distance 3.2, SPSS


10.1, dsb.
Metode Fisik
Model Illustrasi
Model illustrasi dapat memberikan secara visual
sederhana tentang kondisi sebelum dan atau
sesudah adanya rencana kegiatan. Model illustrasi ini
ditampilkan melalui sketsa, foto atau film, analisa
Peta

Model miniatur
Dalam model miniatur, rencana kegiatan yang akan
berlangsung disimulasikan secara atau dalam skala
miniatur. Simulasi ini bisa melalui perangkat
komputer.
Metode Eksperimental
Metode eksperimental ini dapat membuat suatu model yang
dilakukan melalui percobaan dilapangan ataupun di laboratorium.
Banyak percobaan-percobaan kimia dari limbah dapat diujicobakan
di laboratorium termasuk memantau dampak yang ditimbulkan
apabila terpapar/termajan. Contoh eksperimen yang dilakukan di
lapangan atau di laboratorium adalah dampak penyemprotan
insektisida terhadap populasi organisme non-sasaran seperti lebah
madu, predator hama dan cacing tanah.

Pada metode eksperimental untuk dampak sosial dapat dilakukan


menggunakan responden dengan menggunakan;
Indikator
Indeks nilai Uji Statistik
Memberi nilai langsung
Evaluasi Dampak
Metode evaluasi dampak terutama dalam menentukan penting atau
tidak pentingnya dampak dibagi menjadi dua katagori yaitu;
Metode Formal
Metode pembobotan berdasarkan standar kualitas
lingkungan.
Metode Ekonomi

Metode Informal
Matriks Interaksi Leopold
Metode Fisher & Davies
Metode Mc Harg (Overlay)
Metode Moore
Metode Ad hoc
Metode Cecklist
Metode skema alir atau flow chart Sorenson
Metode matrik dampak Kivanick & Boriboon
Matriks Interaksi Leopold
Metode ini diperkenalkan tahun 1971

Matrik Leopold terdiri atas 100 macam aktivitas yang akan dilakukan dari
suatu rencana proyek dengan 88 komponen lingkungan.

Saat ini penggunaan metode Matrik Leopold sudah mengalami modifikasi


yaitu jumlah aktivitas proyek ataupun komponen lingkungan dapat diubah
menjadi lebih banyak atau sedikit.

Tujuan dari matrik Leopold ini adalah untuk melihat gambaran dari
dampak lingkungan dan besarnya dampak positif atau negatif dari proyek
tersebut terhadap lingkungan.

Metode ini sudah banyak dipergunakan untuk berbagai macam proyek


yaitu proyek pembangunan jalan besar, proyek pertambangan, proyek
pembangunan sumberdaya air, proyek jalan kereta api, proyek pusat
perkantoran dan belanja dll.
Langkah-langkah dalam Leopold

Penentuan dampak dari tiap aktivitas proyek terhadap komponen


lingkungan. Jika diduga terjadi dampak (baik positif atau negatif), maka
kolom pertemuan antara aktivitas proyek dengan komponen lingkungan
yang terkena dampak diberi garis diagonal.

Tetapkan nilai bagian atas sebagai (magnitude) atau besaran dampak


dan (importance) atau besaran tingkat kepentingan dampak. Besaran
dampak yaitu besarnya kondisi dampak terhadap baku mutu lingkungan
atau terhadap material indikator lainnya. Besaran kepentingan dampak
yaitu ukuran besaran dampak terhadap lingkungan sekitarnya atau
dampak terhadap masyarakat lokal sekitar/ di tempat proyek..

Besaran dampak atau tingkat kepentingan dampak ditentukan dalam nilai


numerik atau skala 1 sampai 10 disertai kriteria yang jelas pada setiap
nilai. Nilai 1 merupakan nilai dampak terkecil sedangkan 10 merupakan
nilai dampak terbesar.

Dampak positif diberi tanda +, sedangkan dampak negatif diberi tanda


Metode ini dinilai subyektif tetapi harus dilihat dari penilaian secara
proporsional.
Contoh tabel

1. Land 2. Buat 3. Bangun 100.


Clearing bangunan jalan .............

1. Land -5 -4 -5
Use -4 -2 -6

2. Flora -8 -5
(habitat) -2 -5

3. Mata -2 +2 +3
pencahari -3 +3 +4
an

88.
.

1= 10 =
2 = .
Nilai Bobot Berdasarkan Pembanding Data Inventory
dengan Baku Mutu Lingkungan (Matrik Interaksi Leopold)

Pra-Konstruksi Konstruksi
Aktivitas Pembukaan lahan
(Komponen Lingkungan) Nilai Baku Bobot Est. Baku Bobot
Komp. mutu nilai (E) Nilai K. mutu nilai (E)
Unsur Hg (merkuri) 0,0001 0,001 0/0 0,0001 0,001 0/0

Unsur Pb (timbal) 0,03 0,01 - 2/-1 0,4 0,01 -8/-5

Unsur Arsen 0,002 0,005 0/0 0,008 0,005 -1/-8

Koliform Tinja (jumlah E. coli) 50000 2000 -3/-5 60000 2000 -4/-6

Laju erosi 0,3 % 5% 0/2 25 % 5% -5/-5

Air larian 30 cc/t 20 cc/t - 1/0 160 cc/t 20 cc/t -4/-3

Kondisi Populasi tumbuhan 200/ha 150/ha 0/0 0/ha 150/ha -6/-3

Kondisi populasi satwa 300/ha 200/ha 0/1 2/ha 200/ha -6/-1

Demografi penduduk 1200 1400 0/0 2100 1400 -3/0

Tingkat pendidikan penduduk 50 (smu) 600 -7/-5 350 600 -3/-1

Tingkat matapencaharian 400 760 -3/-5 1000 760 3/3


Penyusunan Tabel aktivitas proyek ke dalam matrik

Pra-Konstruksi Konstruksi
Aktivitas Pembukaan lahan Pembuk Shrimp Irigasi Pembuk Shrimp Irigasi
(Komponen Lingkungan) aan pond aan pond
Lahan Lahan
Unsur Hg (merkuri)
Unsur Pb (timbal) -1 -2 -5 -8
Unsur Arsen -8 -1
Koliform Tinja (jumlah E. coli) -5 -3 -6 -4
Laju erosi 2 -5 -5
Air larian -1 -3 -4
Kondisi Populasi tumbuhan -3 -6
Kondisi populasi satwa 1 -1 -6
Demografi penduduk -3
Tingkat pendidikan penduduk -5 -7 -1 -3
Tingkat matapencaharian -5 -3 3 3
Metode Checklist

Dibagi menjadi;
Checklist sederhana (simple checklist)
Checklist dengan Uraian (descriptive checklist)
Checklist berskala (Scaling checklists)
Checklist berskala dengan pembobotan (scale weighted checklist)

Checklist sederhana pada dasarnya berbentuk sebagai daftar dari komponen


lingkungan yang diduga dampaknya, menguntungkan atau merugikan terhadap fase
perencanaan dan desain proyek, konstruksi proyek dan pada saat proyek berjalan
atau pasca konstruksi.
Cheklist dengan uraian dapat dilakukan dengan program EICS (Environmental
Impact Computer System) atau dikenal metode Matriks interaksi dengan komputer.
Checklist berskala yang dikembangkan oleh Adkins dan Burke dimana skala dimulai
dari minus 5 sampai positif 5.

Checklist berskala dengan pembobotan dikembangkan oleh Biro reklamasi,


Laboratorium Battelde-Columbus 1972 yang disebut Metode Battelde Columbus.
Cecklist Sederhana

PK (+) PK (-) K (+) K (-) POK POK


(+) (_)
1. Kebisingan

2. Pencemaran
udara
3. Pencemaran
air
4. Perubahan
bentang alam
5. Mata
pencaharian
6. dst.
Total Jumlah
Cecklist Berskala (Scaling Checklist)
A. Proyek jalan (diberi penilaian 0 5)

PK (+) PK (-) K (+) K (-) POK POK


(+) (_)
1. Kebisingan 0 0 0 4 0 2
2. Pencemaran 0 1 0 4 0 1
udara
3. Pencemaran 0 1 0 4 0 0
air
4. Perubahan 0 0 0 2 0 2
bentang alam
5. Mata 0 0 3 0 4 0
pencaharian
6. dst.
Total Jumlah
Tata Aturan Metode Pembobotan
Battelde-Columbus

Jumlah semua bobot adalah 1000


Terdapat 17 komponen lingkungan dari 4 katagori komponen lingkungan dengan 78
parameter atau indikator.
Satuan atau ukuran dari berbagai parameter disamakan atau ditransformasikan ke
dalam satuan yang sama. Untuk satuan dampak digunakan indeks kualitas
lingkungan (Environmental quality indeks atau EQI). Satuan untuk nilai penting
adalah Unit Nilai Penting Parameter (Parameter Importance Unit = PIU). Unit nilai
dampak lingkungan (Environmental Impact Unit (EIU)) adalah bentuk perkalian
antara EQI dengan PIU.
Nilai PIU dapat ditentukan berdasarkan banyaknya parameter yang dibuat. Untuk
standarisasi air atau sumber daya air perbandingan katagori fisik/kimia: ekologi:
Kepentingan manusia : Estetika adalah 1:0.6:0.5:0.4. Penentuan PIU adalah 402 :
240 : 205 : 153. Masing-masing PIU dibagi lagi berdasarkan komponen lingkungan.
Contohnya Geofisik/kimia: Komponen air PIU 318, Udara PIU 52, Tanah/lahan PIU
28 dan Kebisingan PIU 4. PIU dibagi lagi berdasarkan masing-masing parameter
lingkungan.
Nilai EQI dibuat kisaran 0 1 dimana O adalah kualitas paling buruk dan 1 adalah
kualitas paling baik.
Nilai EQI dikalikan PIU adalah EIU
Pembagian Komponen Lingkungan dalam
Battelde-Columbus

Dampak Lingkungan

Ekologi Kualitas Estetika Kepentingan


lingkungan manusia
Lahan (32) Pendidikan/
Spesies dan Air (318)
Paket ilmiah (55)
Populasi (140)
Udara (5)
Udara (52) Paket Sejarah (55)
Habitat, Air (52)
Komunitas Kebudayaan (28)
Lahan (28)
& ekosistem Biota (24)
(108)
Kebisingan (4) Kenyamanan (37)
Obyek buatan
(10)
Pola Hidup (37)
Komposisi (15)
Nilai EQI

0
100 mg/l

RUMUS Y = X Q min / Q max Q min

Dimana: Y = Nilai EQI (antara 0 1)


X = Nilai komponen lingkungan saat diambil di lapangan
Q min = nilai minimal komponen lingkungan
Q max = nilai maksimal komponen lingkungan
Tabel Battelde-Columbus

Komponen Lingkungan Nilai saat Kisaran EQI PIU EIU EIU


Inventory Min-Max relatif
Unsur Hg (merkuri) 0,0001 0 1000 0,00000 25 0,00001 %
1 4
Unsur Pb (timbal) 0,03 0 - 1000 25
Unsur Arsen 0,002 0 1000 5
BOD 50000 0 25
1000000
Laju erosi 0,3 % 1% - 100% 14
Air larian 30 cc/t 0 10000/t 28
Kondisi pop. Vegetasi 200/ha 0 1000/ha 14
alamiah
Kondisi populasi satwa 300/ha 0 - 400/ha 14
Demografi penduduk 1200 0 2000/ha
Tingkat pendidikan 50 (smu) 0 800
penduduk
Kesempatan kerja 400 0 - 760 13
Total
Metode MacHard/Tampalan

Metode ini dikembangkan tahun 1968 oleh MacHard juga dikenal


sebagai metode oveylay atau tampalan. Metode ini secara
sederhana menggunakan berbagai peta yang digambarkan dalam
lembar-lembar transparansi.
Transparansi yang digambarkan ditumpuk atau ditampal dalam
satuan geografis yang sama dan setiap komponen lingkungan
digambarkan dalam transparansi sendiri.
Metode ini banyak digunakan dalam menganalisa dampak
lingkungan proyek pembangunan jalan mobil, jaringan pipa-pipa,
jalan kereta api dan lainnya.
Software komputer yang digunakan ArcView dan MapInfo
Metode Ad Hoc
Metode yang sangat sedikit memberikan pedoman-pedoman yang
jelas cara dalam memberikan kesimpulan atau memberikan suatu
evaluasi dampak atau estimasi dampak.
Metode ad hoc, kriteria keputusan atau kriteria dampak lingkungan
berasal dari keahlian tim amdal dan pemberian kriteria tersebut
bebas tetapi disepakati oleh semua pihak yang berkepentingan.
Parameter yang disusun bisa melalui pembobotan nilai atau hanya
memberikan keterangan dampak saja apakah penting atau tidak
penting, menguntungkan atau merugikan, dampak jangka pendek
atau jangka panjang dan apakah dampak tersebut bersifat
reversible atau irreversible.
Metode ini mudah, relatif singkat, dipakai studi evaluasi dampak
secara singkat tetapi bisa kurang keterpaduan dari disiplin ilmu yang
terlibat.
Tabel Ad Hoc
Dampak Tak ada Dampak Dampak Kegunaa Berlawan Masalah Jangka Jangka Dapat Tidak
Lingkungan/ dampak + - n an pendek panjang kembali dapat
kembali
Lingkungan
Satwa Liar

Spesies
yang akan
punah
Vegetasi
alam
Sifat tanah

Drainase
alam
Air Bumi

Kualitas air

Kesehatan

Nilai
ekonomi
Pelayanan
masyarakat
Tehnik lain dalam Ad Hoc
Perihal A B C (pra-konstruksi)
Jumlah Penampungan pada sistem 4 1 0
sungai
Wilayah permukaan keseluruhan (ha) 8500 1300 0
Total panjang garis penampung 190 65 0
Wilayah irigasi baru (ha) 40000 12000 0
Pengurangan ruang terbuka karena 10000 2000 0
proyek dan berhubungan dengan
pertambahan penduduk (ha)
Jumlah situs arkeologi yang tergenang 11 3 0
Pengurangan erosi tanah 4 1 0
Peningkatan perikanan 4 1 0
Persiapan untuk pengendalian banjir ya Ya 0
terukur
Potensi wilayah malaria baru 4 1 0
Potensi tambahan pekerjaan 1000 200 0
Peningkatan ekonomi penunjang 2300 600 0