Anda di halaman 1dari 14

Keluarga Sehat

Tanpa Hipertensi

Oleh :
Dian Mayang P. A.
P. 1337420614035
Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan
jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan
tekanan darah. WHO (World Health Organization) memberikan
batasan tekanan darah normal adalah 140/90 mmHg, dan tekanan
darah sama atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai
hipertensi. Batasan ini tidak membedakan antara usia dan jenis
kelamin (Marliani, 2007).
Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg.
Pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan
sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg.
Apa itu
Darah Tinggi atau Hipertensi ?
Hipertensi adalah
peningkatan tekanan darah
arterial, sistol lebih dari
atau sama dengan 140
mmHg dan diastol lebih
dari atau sama dengan 90
mmHg.
Penyebab Darah Tinggi
1. Faktor Keturunan
2. Obesitas
3. Merokok dan alkohol
Didalam rokok retdapat nikotin yang efeknya dapat merangsang tubuh mensekresi adrenalin. Di samping meningkatkan
pelepasan adrenalin, rokok memberikan pengaruh lain yang merusak. Zat-zat kimia yang diserap dari asap rokok dapat
mempengaruhi dinding dalam arteri sehingga lebih peka terhadap penumpukan lemak yang mengandung kolesterol (plak)
yang menyebabkan arteri menjadi lebih sempit. Rokok juga memicu dilepasnya hormon yang menyebabkan tubuh
menahan cairan. Kedua faktor ini yaitu penyempitan arteri dan penimbunan cairan dapat menyebabkan kenaikan tekanan
darah.
4. Stress :aktivitas saraf simpatis yang bisa meningkatkan tekanan darah yang intermittent.
5. Usia
Pembuluh darah merupakan bagian dari sistem kardiovaskular yang sangat rentan sekali berubah akibat penuaan. Pada
lapisan intima yaitu lapisan terdalam yang terdiri dari sel endotel mengalami proses degeneratif dengan berkurangnya
produksi Nitric Oxide (NO) dan Prostacyclin yang berakibat pada kekakuan arteri, mengecilnya lumen pembuluh darah
dan tingginya risikoatherosklerosis. Pada lapisan media, berkurangnya jaringan elastin, deposisi kolagen dan kalsifikasi
semakin memperparah kekakuan arteri dan mengurangi elastisitas (Aronow, 2011).
6. Penyakit Ginjal
Salah satu fungsi ginjal adalah pengaturan tekanan melaui sistem saraf dan pengaturan kimia dan hormonal. Sehingga
kerusakan pada ginjal menyebabkan tekanan darah yang tidak terkontrol masing-masing menyebabkan dampak negatif
satu sama lain. Dengan arteri yang mengalami gangguan dan berhenti berfungsi, maka ginjal akan mengalami gagal ginjal.
7. Konsumsi Garam yang Tinggi
Pengaruh asupan garam terhadap timbulnya hipertensi terjadi melalui peningkatan volume plasma, curah jantung GFR
(glomerula filtrat rate) meningkat. Keadaan ini akan diikuti oleh peningkatan kelebihan ekskresi garam (pressure
natriuresis) sehingga kembali kepada keadaan hemodinamik yang normal. Pada penderita hipertensi, mekanisme ini
terganggu dimana pressure natriuresis mengalami reset dan dibutuhkan tekanan yang lebih tinggi untuk mengeksresikan
natrium, disamping adanya faktor lain yang berpengaruh (Majid, 2005).
Penyebab Darah Tinggi
1. Faktor Keturunan
2. Kelebihan BB
3. Merokok dan alkohol
4. Stress
5. Usia
6. Penyakit Ginjal
7. Konsumsi Garam Tinggi
Gejala

1. Gelisah
2. Nadi cepat
3. Sukar tidur
4. Sesak nafas
5. Sakit kepala
6. Lemah dan lelah
7. Rasa pegal di bahu
8. Jantung berdebar debar
9. Pandangan menjadi kabur
10. Mata berkunang kunang.
Gejala
Sakit kepala
Perdarahan dari hidung
Pusing
Wajah kemerahan
Kelelahan
Mual, muntah
Sesak nafas
Gelisah
Pandangan menjadi
kabur
Komplikasi Hipertensi
A. Gagal Jantung atau Penyakit Jantung Koroner
Pada penderita hipertensi, beban kerja jantung akan meningkat, otot jantung akan
menyesuaikan sehingga terjadi pembesaran jantung dan semakin lama otot jantung akan
mengendor dan berkurang elastisitasnya, yang disebut dekompensasi. Akibatnya, jantung
tidak mampu lagi memompa dan menampung darah dari paru sehingga banyak cairan
tertahan di paru maupun jaringan tubuh lain yang dapat menyebabkan sesak nafas atau
oedema. Kondisi ini disebut gagal jantung.
B. Stroke
Stroke ini terjadi karena aliran darah di arteri otak terganggu. Otak menjadi kekurangan
oksigen dan nutrisi. Stroke hemoragik (sekitar 20% kasus) timbul saat pembuluh darah di
otak atau di dekat otak pecah. Penyebab utamanya adalah tekanan darah tinggi yang
persisten. Hal ini menyebabkan darah meresap ke ruang di antara sel-sel otak.
C. Gagal Ginjal
Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan system penyaringan di
dalam ginjal, akibatnya lambat laun ginjal tidak mampu membuang zat-zat yang tidak
dibutuhkan tubuh yang masuk melalui aliran darah dan terjadi penumpukan di dalam tubuh
D. Kebutaan
Tekanan darah tinggi dapat mempersempit atau menyumbat arteri di mata, sehingga
menyebabkan kerusakan pada retina (area pada mata yang sensitif terhadap cahaya).
Keadaan ini disebut penyakit vaskular retina. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan
dan merupakan indikator awal penyakit jantung.
Komplikasi
Hipertensi
1. Gagal Jantung
atau Penyakit
Jantung Koroner
2. Stroke
3. Gagal Ginjal
4. Kebutaan
Perawatan dan Pencegahan
1. Batasi konsumsi garam dan makanan berlemak
Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah hingga ke tingkat
yang membahayakan. Panduan dari British Hypertension Society menganjurkan asupan
natrium dibatasi sampai kurang dari 2,4 gram sehari atau setara dengan 1 sendok teh per
hari. Penting untuk diingat bahwa banyak natrium (sodium) tersembunyi dalam makanan,
terutama makanan yang diproses. Lemak dalam diet meningkatkan risiko terjadinya
atherosklerosis yang berkaitan dengan kenaikan tekanan darah. Penurunan konsumsi lemak
jenuh, terutama lemak dalam makanan yang bersumber dari hewan dan peningkatan
konsumsi lemak tidak jenuh secukupnya yang berasal dari minyak sayuran, biji-bijian dan
makanan lain yang bersumber dari tanaman dapat menurunkan tekanan darah.
2. Meningkatkan konsumsi sayur dan buah menjaga BB
Dengan mengonsumsi sayur dan buah secara teratur dapat menurunkan risiko kematian
akibat hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner, menurunkan tekanan darah, dan
mencegah kanker. Sayur dan buah mengandung zat kimia tanaman (phytochemical) yang
penting seperti flavonoids, sterol, dan phenol, sayur dan buah dengan teratur dapat
menurunkan tekanan darah TDS/TDD 3/1mmHg.
Perawatan dan Pencegahan
1. Membatasi konsumsi
makanan asin dan
berlemak
2. Meningkatkan
konsumsi sayur dan
buah
Perawatan dan Pencegahan
3. Olahraga teratur dan jaga BB
Olahraga sebaiknya dilakukan teratur dan bersifat aerobik, maksudnya olahraga yang dilakukan
secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh, misalnya
jogging, senam, renang, dan bersepeda. Aktivitas fisik sebaiknya dilakukan minimal 30 menit
perhari dengan baik dan benar. Salah satu manfaat dari aktivitas fisik yaitu menjaga tekanan
darah tetap stabil dalam batas normal.
4. Menghentikan rokok
Tembakau mengandung nikotin yang memperkuat kerja jantung dan menciutkan arteri kecil
hingga sirkulasi darah berkurang dan tekanan darah meningkat. Berhenti merokok merupakan
perubahan gaya hidup yang paling kuat untuk mencegah penyakit kardiovaskular pada
penderita hipertensi.
Perawatan dan Pencegahan

Olahraga teratur dan menjaga BB


Berhenti merokok dan berhenti minum alkohol
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Jl. Tirto Agung Pedalangan Banyumanik Semarang

TERIMA KASIH