Anda di halaman 1dari 11

Oleh :

Aan Kusmana MA.Kes


bahasa Latin Corruptio corruptus
bahasa Sansekerta di dalam Naskah
Kuno Negara Kertagama tersebut
corrupt arti harfiahnya menunjukkan
kepada perbuatan yang rusak, tidak
jujur yang disangkut pautkan dengan
keuangan.
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia menyebutkan bahwa
korupsi bermakna penyelewengan
atau penggelapan (uang negara atau
perusahaan) untuk kepentingan
pribadi atau orang lain.
Dalam UU Republik Indonesia :
NOMOR 3 TAHUN 1971
NOMOR 31 TAHUN 1999
NOMOR 20 TAHUN 2001
Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
pengertian korupsi tidak hanya terbatas kepada
perbuatan yang memenuhi rumusan delik dapat
merugikan keuangan negara atau
perekonomian negara, tetapi meliputi juga
perbuatan-perbuatan yang memenuhi rumusan
delik, yang merugikan masyarakat atau orang
perseorangan.
Dalam praktek salah satu unsur penting yang
harus dapat dibuktikan agar dapat
dikualifikasi sebagai tindak pidana korupsi
adalah adanya
unsur dapat merugikan keuangan negara atau
perekonomian negara
unsur merugikan keuangan negara aparat
penegak hukum bekerjasama dengan instansi
terkait yaitu BPK atau BPKP untuk menghitung
kerugian negara.
Agama merupakan salah satu hal yang sangat
berhubungan erat dengan kasus korupsi,
karena agama merupakan dasar dari segala
kepercayaan dan keyakinan tiap individu.
Dalam semua ajaran agama, tidak ada yang
mengajarkan umatnya untuk berlaku atau
melakukan tindakan tidak terpuji.
Namun pada kenyataannya, praktek korupsi
sudah menjadi kegiatan yang tidak asing, dan
secara sadar atau tidak, terjadi dalam
berbagai aspek kehidupan, terutama
kehidupan sehari-hari.
Program Pemberantasan Korupsi dengan Pendekatan
Agama merupakan salah satu pendekatan pengawasan
kepada aparatur negara untuk tidak melakukan
penyimpangan dengan menanamkan nilai-nilai ajaran
agama dalam setiap perilaku kehidupan sehari-hari.

Pemberantasan Korupsi dengan Pendekatan Agama


dapat dijadikan salah satu model pemberantasan
korupsi dengan melakukan sentuhan hati nurani dan
menggugah kesadaran untuk tidak melakukan
penyimpangan, karena setiap perilaku manusia
senantiasa dalam pengawasan Tuhan dan dapat
mengakibatkan kesengsaraan di dunia dan siksaan di
akhirat kelak.
Sebagaiaparatur negara yang memiliki tugas
dan fungsi membangun masyarakat Indonesia
di bidang Agama, Kementerian Agama
mengembangkan pendekatan pemberantasan
Korupsi melalui jalur Agama, karena semua
ajaran agama telah mengatur tentang
kebenaran dan kebaikan serta anjuran
menghindari perbuatan jahat dan tercela.
Korupsi memiliki beberapa karakteristik, yaitu ;
Lebih dari satu orang yang lebih dikenal dengan
berjamaah
Merahasiakan motif/serba rahasia
Melibatkan keuntungan timbal balik
Berlindung di balik pembenaran hukum
Mampu mempengaruhi keputusan
Mengandung penipuan masyarakat umum
Melakukan penghianatan kepercayaan
Fungsi ganda kontradiktif antara tugas dan peluang
dari partner untuk bekerja sama memperoleh
keuntungan
Melanggar norma dan melakukan pelanggaran tugas
serta kewajiban sebagai pejabat publik.
Pemberantasan korupsi memerlukan dukungan
dari seluruh komponen bangsa, mengingat tugas
pemberantasan korupsi bukan hanya semata-
mata tugas aparatur penegak hukum, tetapi
sudah merupakan tanggung jawab kita semua.
Terima Kasih