Anda di halaman 1dari 17

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

APOTEK K-24 NUSATENGGARA

1. Adetya Sagita Trihastika (20140511064036)


2. Aris Ably Lumban Toruan (20140511064003)
3. Rovildo Victor Labery (0130530648)
Tujuan dan
Definisi PKL
Manfaat PKL

Profil Apotek Kesimpulan

Definisi, Fungsi,
dan Tugas Apotek Analisis Resep

Pelayanan Kefarmasian
Manajemen Apotek
Apotek
Definisi PKL
Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu
bentuk pengintegrasian kegiatan pada masyarakat dengan
program pendidikan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan
bimbingan secara terpadu antara pendidikan tinggi dan
instansi tempat para mahasiswa melakukan kegiatan PKL

Tujuan PKL
1. Mahasiswa/i memperoleh pengalaman yang berharga, melalui
keterlibatan dalam masyarakat yang secara langsung menemukan,
merumuskan, memecahkan, dan menanggulangi permasalahan
pembangunan masyarakat secara pragmatis dan interdisipliner.
2. Melatih dan mempersiapkan mahasiswa/i sebagai calon Tenaga
Teknis Farmasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan,
inisiatif dan memiliki etos kerja yang tinggi serta bertanggung
jawab.
Manfaat
PKL
1. Mahasiswa dapat secara langsung menerapkan bekal ilmu
dan pengetahuan di dunia kerja yaitu pelayanan kesehatan
khususnya pelayanan kefarmasian di Apotek.
2. Melatih calon Tenaga Kerja Kefarmasian agar mampu
menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.
3. Dapat meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan,
keterampilan, pemahaman, kreativitas, serta kinerja praktek
mahasiswa/i dalam pelayanan kefarmasian di Apotek.
PENGERTIAN APOTEK
Permenkes RI Nomor 9
Tahun 2017
Sarana pelayanan kefarmasian tempat
dilakukan praktek kefarmasian apoteker.

Pekerjaan kefarmasian yang dimaksud adalah


pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi,
pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan
pendistribusian atau penyaluran obat, pengelolaan obat,
pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi
obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat
tradisional.
TUGAS DAN FUNGSI APOTEK
PP No.51 Tahun 2009
Tempat pengabdian profesi seorang apoteker
yang telah mengucapkan sumpah jabatan
apoteker.
Sarana yang digunakan untuk melakukan
perkerjaan kefarmasian
Sarana yang digunakan untuk memproduksi dan
distribusi sediaan farmasi, antara lain obat, bahan
baku
Sarana obat, obatdan
pembuatan tradisional, dan mutu
pengendalian kosmetik
sediaan
farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpaan dan
pendistribusi atau penyaluran obat, pengolahan
obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan
informasi obat, serta pengembangan obat, bahan
PROFIL APOTEK K-24 NUSATENGGARA

Apotek K-24 Nusatenggara merupakan salah satu Apotek yang berada


di wilayah Kota Jayapura tepatnya di Jalan Nusatenggara dok V atas
yang telah berdiri dan beroperasi sejak tahun 2010 oleh Pemilik
Sarana Apotek (PSA) yakni Soleiman Wairo, SE dengan Apoteker
Pengelola Apotek (APA) yang pertama yaitu Ibu Ellen S. Rumaseuw,
S.Farm., Apt dari tahun 2010 hingga akhirnya pada pertengahan tahun
2017 diganti oleh Ibu Melanie M. E. Rumbino, S.Farm., Apt hingga
sekarang.
STRUKTUR ORGANISASI APOTEK K-24
NUSATENGGARA

PSA : Bapak Soleiman Wairo, SE


APA : Ibu Melanie M. E. Rumbino, S.Farm., Apt
AA : 1. Ibu Diah Eka Ayu Wulansari, SMF
2. Ria Pasaribu, Amd.Farm
Kasir : 1. Iin Rusmiati
2. Eka Djayandra
Administrasi : Dian Y.
2. Pengelolaan sediaan
1. Manajemen Apotek
farmasi

PEMBAHASAN

3. Pelayanan dan analisis


4. Pelayanan Kefarmasian
Resep

5. Pelayanan informasi obat


MANAJEMEN APOTEK K-24
NUSATENGGARA
1. Pencatatan
Penjualan Obat
2. Resep
Pencatatan Obat
Bebas Dan
Bebas Terbatas
Administrasi 3. Administrasi Faktur
dan SP
4. Pencatatan Obat
Kosong
5. Sistem Keuangan
6. BPBA (Bon
Pembelian Barang
1.Perenca
naan
2. 3.
Pengadaa Peneri
n Pengelolaan Sediaan maan
5. Farmasi
4.
Pendistribus Penyim
ian 7. panan
6.
Pencatatan Pengendali
dan an
Pelaporan
PELAYANAN KEFARMASIAN
Pelayanan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas

Menanyakan obat

Pasien Apoteker / TKK

Menyerahkan dan
Mengambil dan
memberi informasi Transaksi
mengecek harga
obat kepada pembayaran
pasien obat
Pelayanan Obat Dengan Resep Dokter

Pasien 1. Pemeriksaan
Penyerahan resep resep
2. Dicek hargannya

1. Penyerahan
obat
2. Pemberian
informasi obat

1. Pengerjaan 1. Pemberitahuan
resep harga kepada
2. Pemberian Penyerahan pasien
etiket resep kepada 2. Transaksi
3. Pemeriksaan
apoteker/TKK pembayarann
kembali
Pelayanan Informasi Obat

Informasi tentang nama obat indikasi (kegunaan) obat

1. Cara penggunaan obat


Apoteker harus memberikan 2. Aturan pemakaian obat
informasi yang benar, jelas 3. Cara penyimpanan dan
dan dapat dimengerti oleh berapa lama obat harus
pasien digunakan (khususnya
anntibiotik)
ANALISIS RESEP
KESIMPULAN
Dari hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Apotek K-24 Nusatenggara selama
kurang lebih dua bulan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan mempunyai peranan yang penting dalam
penerapan ilmu pengetahuan secara langsung di masyarakat.
2. Apotek K-24 Nusatenggara telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik
sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku, mulai dari
administrasi, sistem perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan,
pemusnahan, pengendalian, pencatatan dan pelaporan, serta pelayanan obat
kepada masyarakat.
3. Apotek K-24 Nusatenggara berada pada lokasi yang sangat strategis sehingga
perkembangan Apotek tergolong baik.
4. Penyimpanan perbekalan farmasi di Apotek K-24 Nusatenggara disusun
berdasarkan bentuk sediaan, sifat fisik dan kimia yang kemudian disusun secara
alfabetis sesuai dengan nama obat tersebut.

Anda mungkin juga menyukai