Anda di halaman 1dari 22

Komunikasi lbm 3

Lutfi aulia supriyadi


012116437
DEFINISI RUJUKAN
Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab
untuk masalah kedokteran dengan bentuk surat tertulisTujuan:
untuk menyembuhkan penyakit dan atau memulihkan status
kesehatan pasien

Dr .rina amilia departemen ikm/ikp/ikk fakultas kedokteran


universitas sumatera utara USU ppt
MANFAAT RUJUKAN

Meningkatkan pengetahuan dan


keterampilan (bila sistemnya berjalan
sesuai dengan yang seharusnya)
2. Kebutuhan dan tuntutan kesehatan
pasien akan terpenuhi
3.terbentuk team work yang solid

Dr .rina amilia departemen ikm/ikp/ikk fakultas kedokteran universitas sumatera utara USU ppt
MACAM RUJUKAN

1. Rujukan tenaga, pengiriman dokter/ tenaga kesehatan dari strata pelayanan kesehatan yang lebih
mampu ke strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu untukmenanggulangi masalah
kesehatanyang ada di masyarakat atausebaliknya, untuk pendidikan dan latihan.

2. Rujukan sarana, pengiriman berbagai peralatan medis/ non medisdari strata pelayanan kesehatan
yg lebih mampu ke strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu untuk menanggulangi masalah
kesehatan di masyarakat, atau sebaliknya untuk tindak lanjut

3. Rujukan operasional, pelimpahan wewenang dan tanggungjawabpenanggulangan masalah kesehatan


masyarakat dari strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu ke strata pelayanan kesehatan yang
lebih mampu atau sebaliknya untuk pelayanan tindak lanjut.

Dr .rina amilia departemen ikm/ikp/ikk fakultas kedokteran universitas sumatera utara USU
KENDALA RUJUKAN
1. Rasa kurang percaya pasien terhadap dokter (bila rujukan/ konsultasi inisiatif dokter)
2. Rasa kurang senang pada diri dokter (bila rujukan/ konsultasi atas permintaan pasien)
3. Bila tidak ada jawaban dari konsultasi
4. Bila tidak sependapat dengan saran/tindakan dokter konsultan
5. Bila ada pembatas (sikap/ perilaku, biaya, transportasi)
6. Apabila pasien tidak bersedia untuk dikonsultasikan dan ataupun dirujuk.
MENGAPA BUTUH INFORMED CONSENT

Karena untuk Melindungi pasien terhadap segala tindakan medis yang dilakukan
tanpasepengetahuan pasien;b. Memberikan perlindungan hukum kepada dokter
terhadap akibat yang tidakterduga dan bersifat negatif, misalnya terhadap risk of
treatment yang takmungkin dihindarkan walaupun dokter sudah mengusahakan
semaksimal mungkin dan bertindak dengan sangat hati-hati dan teliti.

Ratna Suprapti Samil, Etika Kedokteran Indonesia, Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirodihardjo, Jakarta, 2001, hal 45.
PROSES INFORMED CONCENT
- Proses informed concent terdiri dari 3 bagian:
1.Bagian pertama adalah pengungkapan dan penjelasan (disclosure and explanation) kepada pasien
dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh pasiennya tentang:
- penegakan diagnosanya
- sifat dan prosedur atau tindakan medik yang diusulkan
- kemungkinan timbulnya risiko
- manfaatnya
- alternatif yang (jika) ada
2.Bagian kedua menyangkut:
- Memastikan bahwa pasien mengerti apa yang telah dijelaskan kepadanya (harus diperhitungkan
tingkat kapasitas intelektualnya)
- Bahwa pasien telah menerima risiko-risiko tersebut
- Bahwa pasien mengizinkan dilakukan prosedur/tindakan medik tsb.
3.Prosedur itu kemudian harus didokumentasikan

Sumber: Buku Informed Concent & Informed Refusal oleh J.Guwandi, S.H.
MANFAAT INFORMED CONCENT

- Pasien dan dokter merasa terlindungi.


- Terhindar dari penipuan.
- Mencegah terjadinya penipuan dan paksaan.
- Menjalin hubungan baik antara dokter dengan pasien.
- Mendapat informasi untuk mengambil keputusan.
Jika terjadi pengungkapan dengan pemberian informasi tentang resiko-resiko yang mungkin bisqa timbul, maka beban
komplikasi/resiko yang mungkin timbul itu akan beralih dari dokter pasien(segi hukum)

(301 tanya jawab Informed consent dan informed refusal, FK UI 2003, J.Guwandi,S.H)
MACAM INFORMED CONCENT
1. Implied Consent (dianggap diberikan)
Umumnya implied consent diberikan dalam keadaan normal, artinya dokter dapat
menangkap persetujuan tindakan medis tersebut dari isyarat yang
diberikan/dilakukan pasien. Demikian pula pada kasus emergency sedangkan
dokter memerlukan tindakan segera sementara pasien dalam keadaan tidak bisa
memberikan persetujuan dan keluarganya tidak ada ditempat, maka dokter dapat
melakukan tindakan medik terbaik menurut dokter.

2. Expressed Consent (dinyatakan)


Dapat dinyatakan secara lisan maupun tertulis. Dalam tindakan medis
yang bersifat invasive dan mengandung resiko, dokter sebaiknya
mendapatkan persetujuan secara tertulis, atau yang secara umum dikenal di rumah sakit sebagai
surat izin operasi.

Amril Amri, Bunga Rampai Hukum Kesehatan, Widya Medika, Jakarta, 1997, hal. 31.
KEBUTUHAN INFORMED CONCENT TERTULIS

1. Bila tindakan terapeutik bersifat kompleks atau menyangkut resiko atau efek
samping yang bermakna.
2. Bila tindakan kedokteran tersebut bukan dalam rangka terapi.
3. Bila tindakan kedokteran tersebut memiliki dampak yang bermakna bagi
kedudukan kepegawaian atau kehidupan pribadi dan sosial pasien.
4. Bila tindakan yang dilakukan adalah bagian dari suatu penelitian.
Amril Amri, Bunga Rampai Hukum Kesehatan, Widya Medika, Jakarta, 1997, hal. 31.
Ketentuan Perundangan yang menjadi dasar Informed Consent adalah :
a. Pasal 53 Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, yang menyebutkan :
3) Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan
profesinya.
4) Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk
mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien.
5) Ketentuan mengenai standar profesi dan hak-hak pasien sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan
dengan Peraturan Pemerintah.
b. Permenkes nomor 585/Menkes/Per/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis; yaitu :
1) Bab II ( Persetujuan )
a) Pasal 2 ayat (1) : Semua tindakan medis yang akan dilakukan terhadap
pasien harus mendapatkan persetujuan.
b) Pasal 2 ayat (2) : Persetujuan dapat diberikan secara tertulis atau lisan.
c) Pasal 2 ayat (3) : Persetujuan sebagaimana dimaksud ayat (1) diberikan
setelah pasien mendapat informasi yang adekuat tentang perlunya
tindakan medik yang bersangkutan serta risiko yang ditimbulkannya.
d) Pasal 2 ayat (4) : Cara penyampaian dan isi informasi harus
disesuaikan dengan tingkat pendidikan serta kondisi dan situasi pasien.
e) Pasal 3 ayat (1) : Setiap tindakan medis yang mengandung risiko tinggi
harus dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang
berhak memberikan persetujuan.
UNSUR INFORMED CONCENT DIKATAKAN SAH

1. Keterbukaan informasi yang cukup diberikan oleh dokter.


2. Kompetensi pasien dalam memberikan persetujuan.
3. Kesukarelaan (tanpa paksaan atau tekanan) dalam memberikan persetujuan

Aspek Hukum Informed Consent Dalam Pelaksanaan Tindakan Operasi Medik


Oleh : Firman Floranta Adonara S.H.,M.H.
HAK PASIEN PADA INFORMED CONCENT

Hak Pasien
1. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis
2. Meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain (second opinion)
3. Mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis;
4. Menolak tindakan medis; dan
5. Mendapatkan isi rekam medis

Konsil kedokteran indonesia PDF


KENDALA TEAM WORK

Komunikasi tidak bebas


Tidak bersedia membagi informasi
Persaingannya tidak sehat
Tidak mempercayai anggota lain
Jarang timbul kesepakatan
Egoisme masing2 anggota
Rendahnya loyalitas anggota
Menimbulkan ketergantungan
SOLUSI

Keterbukaan antar anggota


Menyingkirkan egoisme
Pemimpin yang peka terhadap anggotanya
Sikap saling percaya antar anggota
Mendahulukan kepentingan kelompok daripada kepentingan individu
MANFAAT TEAMWORK

Melatih sifat kooperatif atau kerjasama


Melatih keterampilan komunikasi
Melatih kemampuan bertanggung jawab
Efisiensi waktu
Mengurangi kesalahan pelaksanaan
Mempererat silaturahmi
Membangun kekompakan
Memudahkan pencapaian tujuan kelompok
Menyelesaikan masalah yang tidak bisa dipecahkan
Meningkatkan sosialisasi
Etika komunikasi pada TEAMWORK

Memberikan pendapat dengan tepat


Mengkritisi pendapat dengan santun
Mampu mengatur diri dengan baik
Mematuhi aturan-aturan dalam teamwork
CARA TEAMWORK

Bekerjasama dan saling melengkapi


Membentuk suatu team yang memiliki tujuan yang sama
Menentukan masalah yang akan dibahas
Pembahasan masalah
Pengevaluasian masalah
Menentukan kesimpulan
KRITERIA TEAMWORK

Adanya rasa saling membutuhkan


Adanya interaksi dan kerjasama
Adanya kekompakan
Semangat tinggi dalam team
Adanya tanggung jawab bersama
Setiap anggota memiliki keahlian masing2 yang bisa saling
melengkapi
SOP MANAGEMENT KOMPLAIN

Petugas Unit Kerja/Humas/Kontrole menerima komplain tingkat A secara tertulis (mengisi


formulir komplain/saran
Selanjutnya Petugas Unit Kerja/Humas/Kontrole melaporkan kepada DSSG / Kadep/ Ka.Instalasi
/ Ka. Unit Kerja untuk membuat kronologis kejadian
DSSG / Kadep / Ka.Instalasi / Ka. Unit Kerja melaporkan kronologis kejadian kepada Direksi
terkait/Direksi jaga
Apabila komplain pelanggan dapat diselesaikan saat itu, maka masalah selesai
Apabila komplain pelanggan tidak terselesaikan, maka komplain dilaporkan dan diserahkan
penanganannya kepada Tim khusus ( Komite Etik & Hukum, Komite Medik, Bagian Hukum,
Bidang Pelayanan Medik, Bidang Keperawatan, Humas - Bagian Pemasaran dan Unit Kerja
terkait )
Seluruh berkas didokumentasikan

SOP rumah sakit global medika


TUJUAN KOMUNIKASI KOMPLAIN
Untuk mendapatkan informasi yang berguna bagi manajemen
dalam mempertahankan pelanggan, menghindari publikasi
yang merugikan rumah sakit dan menghindari biaya hukum.
YANG TERLIBAT SAAT COMPLAIN HANDLING

Tim khusus terdiri dari :


Komite Etik & Hukum
Komite Medik
Bag.Hukum
Humas
Bid.Pelayanan Medik
Bid.Keperawatan
Unit Kerja terkait