Anda di halaman 1dari 42

Om Swastyastu

PEMBERDAYAAN KELUARGA DLM


KESIAPSIAGAAN BENCANA
DASAR HUKUM
UU NO : 24 TAHUN 2007, Tentang penaggulangan Bencana
PP NO : 21 TAHUN 2008, Tentang Penyelenggaraan Penaggulangan Bencana
PP NO : 22 TAHUN 2008, Tentang Pedoman dan Pengelolaan Bantuan Bencana
PERPRES NO : 8 TAHUN 2008, Tentang BNPB
PERMENDAGRI NO : 33 TAHUN 2006, Tentang Pedoman Umum Mitigasi Bencana
PERMENDAGRI NO : 46 TAHUN 2008, Tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja BPBD
GAMBARAN UMUM
TEGAL
LALANG
Kabupaten Gianyar terdiri dari :
PAYANGAN
DATARAN TINGGI
TAMPAK
SIRING
7 KECAMATAN DATARAN RENDAH
PANTAI SEPANJANG 15 KM

UBUD

GIANYAR
Luas Wilayah : 368 km2
Penduduk : 469.777 jiwa
Kepadatan : 1.030 jiwa/km2
BLAHBATUH

SUKAWATI
POTENSI BENCANA
KEC. PAYANGAN
KEC. TEGALLALANG
TANAH LONGSOR KEC. TAMPAKSIRING
DAN POHON TUMBANG
KEC. UBUD
KEC. GIANYAR
BAJIR
DA BANJIR DAN KEC. BLAHBATUH
ANGIN PUTING BELIUNG
ANGIN PUTING BELIUNG
KEC. SUKAWATI

ABRASI dan TSUNAMI PANTAI GIANYAR


PANTAI BLAHBATUH
PANTAI SUKAWATI
PETA EVAKUASI TSUNAMI KAB.
GIANYAR
RAMBU RAMBU EVAKUASI TSUNAMI

RAMBU ARAH EVAKUASI

RAMBU TEMPAT BERKUMPUL


TUGAS POKOK DAN FUNGSI BPBD
Data Bencana di Kabupaten Gianyar Tahun
2014 - 2015
No Jenis Bencana Tahun 2014 Tahun 2015 Keterangan

1 Kebakaran 82 Lokasi 119 Lokasi


2 Tanah Longsor 45 Lokasi 14 Lokasi
3 Banjir 18 Lokasi 9 Lokasi
4 Pohon Tumbang/Angin 55 Titik 128 Titik
Puting Beliung

5 Orang tenggelam 7 Kejadian 3 Kejadian


6 Pemangkasan Pohon 60 Titik 60 Titik Sudah
Potensi Tumbang Tertangani
TOTAL 267 333
CARA MOHON BANTUAN
LAPORAN
PERMOHONAN KEPADA BUPATI
* PERORANGAN
A. Kelian
B. Lurah/Perbekel
* ORGANISASI/UMUM
A. Kelian
B. Perbekel
C. Camat
PROPOSAL
FOTO KEJADIAN

NO TELPHONE BPBD KAB. GIANYAR ( 24/7 )


081 139 731 13 ( POS 1 GIANYAR )
(0361) 9080848 ( POS 2 UBUD )
ARTI SEGITIGA BIRU PADA
SIMBUL BPBD

UNSUR PEMERINTAH 1. UNSUR


PEMERINTAH

2. UNSUR
MASYARAKAT

UNSUR PENGUSAHA UNSUR MASYARAKAT 3. UNSUR


PENGUSAHA
TUGAS POKOK BPBD
. KOMANDO
. KOORDINASI
. PELAKSANA
1) Personil
Sumber daya manusia yang tersedia masih kurang memadai baik kualitas
maupun kuantitasnya.
2) Sarana Prasarana
Keterbatasan sarana dan prasarana yang ada.
3) Anggaran
Anggaran yang terbatas berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas baik
pada saat pra bencana, tanggap darurat maupun pada saat pasca
bencana.
4) Koordinasi
Penanggulangan bencana melibatkan lintas instansi dan lintas sektor,
penanganannya bersifat konfrehensip sehingga memerlukan koordinasi
yang cepat.
UPAYA PEMECAHAN
Terus diupayakan meningkatkan kualitas sumber daya
manusia aparatur BPBD melalui pendikan dan pelatihan.
Meningkatkan jumlah personil melalui pengangkatan pegawai
honor kontrak, dan melalui penambahan dari SKPD lain.
Menyampaikan proposal permohonan bantuan dana bencana
kepada Pemerintah Pusat
(BNPB, Kementerian terkait)
SEKIAN &
TERIMA KASIH
Om Santhi, Santhi, Santhi, Om
NO TELPHONE BPBD KAB.
GIANYAR ( 24/7 )
081 139 731 13 ( POS 1 GIANYAR )
(0361) 9080848 ( POS 2 UBUD )
APAR
* ALAT PEMADAM API RINGAN *
LATAR BELAKANG
Kebakaran mrp bencana yg dapat menimbulkan
kerugian harta benda maupun jiwa (dlm wkt singkat).

Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya


upaya pencegahan & penanggulangan dini bahaya
kebakaran.
Intensitas kebakaran di Kabupaten Gianyar, masih
tinggi.
Waktu kejadian tidak bisa di prediksi.
Lebih baik mencegah daripada memadamkan.
TUJUAN PELATIHAN
Mempersiapkan personil yang memiliki kopentensi
untuk:

1. Mengetahui kondisi dan tindakan untuk pencegahan


kebakaran.

2. Mengetahui secara dini sarana proteksi


kebakaran yang layak/tidak layak.

3. Memadamkan kebakaran tingkat awal dan


membantu evakuasi korban kebakaran.
MANFAAT PELATIHAN
1. Memahami pentingnya pencegahan, penanggulangan
kebakaran dan evakuasi korban.
2. Mengerti cara pencegahan kebakaran dan
penanggulangannya.
3. Meningkatkan kesadaran dalam upaya pencegahan
kebakaran
4. Mengenal beberapa sarana dan prasarana pencegahan dan
penanggulangan kebakaran.
5. Meminimalisir dampak kerugian yang mungkin di
timbulkan
6. Meningkatkan mutu dan kemampuan personil
7. Dapat melaksanakan kerjasama dan tanggung jawab
dalam tim.
8. Terciptanya rasa aman dalam beraktivitas
PENGERTIAN
KEBAKARAN
adalah bahaya yang ditimbulkan oleh adanya
nyala api yang tidak terkendali dan dapat
mengancam keselamatan jiwa maupun harta
benda.
api terjadi karena adanya reaksi kimia antara bahan
bakar, panas dan oksigen. Dengan demikian
keberadaan dan keseimbangan ketiga unsur tersebut
merupakan syarat mutlak untuk menghasilkan api
yang digambarkan dengan segitiga api.
SEGITIGA API
Fire Triangle

BILA SALAH SATU KOMPONEN DIHILANGKAN,


MAKA API AKAN PADAM
PENYEBAB KEBAKARAN
Kebakaran karena sifat kelalaian
manusia,

Kebakaran karena peristiwa alam,

Kebakaran karena penyalaan


sendiri

Kebakaran karena kesengajaan


untuk tujuan tertentu,
KLASIFIKASI KEBAKARAN
1. Gol. A : Kebakaran yang berasal dari bahan
padat yang mudah terbakar (kec. logam)
Contoh : kertas, kayu, plastik, karet dll.

2. Gol. B : Kebakaran yang berasal dari bahan


cair atau gas yang mudah menyala
Contoh : minyak tanah, bensin, solar,
thinner, LNG, LPG, dll.
KLASIFIKASI KEBAKARAN
3. Gol. C : Kebakaran instalasi listrik
bertegangan (hub. arus pendek )
Contoh : generator listrik, setrika listrik
dll.
4. Gol. D : Kebakaran yang berasal dari bahan
logam
Contoh : magnesium, potassium, lithium,
calcium, dll.
Gol. Kebakaran dan Alat
Pemadam yg diperkenankan
BUSA / KIMIA
Gol. AIR CO2 HALLON
FOAM KERING
A

D KHUSUS
JENIS MEDIA PEMADAMAN
1. Media pemadaman jenis padat
a. Pasir, tanah dan lumpur
b. Karung goni atau kain basah, handuk basah dll
c. Selimut api ( FIRE BLANKET )
d. Tepung kimia kering ( Dry Chemical Powder )
Tepung kimia reguler
Tepung kimia multipurpose
Tepung kering tepung khusus untuk kebakaran
logam
JENIS MEDIA PEMADAMAN
2. Media pemadaman jenis cair
a. Air
b. Busa ( Foam )
c. Soda
d. Cairan mudah menguap ( Hallon )

3. Media pemadaman jenis gas


a. Gas asam arang ( CO2 --- Carbon Dioxide )
b. Gas zat lemas ( N2 --- Nitrogen )
c. Gas argot ( AR )
ALAT/SARANA PENCEGAHAN DAN
PEMADAM KEBAKARAN DALAM RUANGAN
FIRE EXTINGUISHER
(APAR)
Keterangan
PENEMPATAN APAR

MUDAH TERJANGKAU (1,2 Mtr dr lantai)


MUDAH TERLIHAT (Warna mencolok)
JARAK YANG TEPAT (antar APAR min. 15 Mtr)
TIDAK TERKUNCI
SESUAI KONDISI TEMPAT
(suhu ruangan < 490 C, > - 440 C)
Tanda tempat pemasangan APAR
pada dinding

Segitiga sama sisi warna dasar merah


Ukuran sisi 35 cm
Tinggi tanda 7,5 cm
Ruang tulisan tinggi 3 cm
Langkah mempergunakan Fire
Extinguisher (APAR)

Buka Kunci Pengaman

Pegang Saluran Gas dan


Arahkan ke Sumber Api

Tekan Pembuka Saluran


POSISI PENGGUNAAN APAR

Ketahuilah arah angin

Posisi tubuh tegak

Arahkan Semprotan ke dasar


sumber api dengan sudut
30- 60
Jangan terlalu dekat dengan
sumber api
Posisi Menggunakan APAR
Cepat, Aman dan Tepat (CAT)
TINDAKAN FIRE SAFETY UNTUK
MENCEGAH KEBAKARAN
Tempatkan smoke/heat detector n sprinkler pd
titik lokasi rawan tjd api/percikannya (kitchen,
server, panel)
Gunakan tempat yang tepat untuk menyimpan
dan menuangkan bahan cairan yang mudah
terbakar.
Pastikan peralatan listrik dan instalasinya
dalam keadaan baik (sambungan, steker).
Simpan material/bahan mudah terbakar pd
tmpat yg aman
Jangan Biarkan sampah menumpuk.
TINDAKAN FIRE SAFETY UNTUK
MENCEGAH KEBAKARAN
Pastikan semua Emergency Door dan Stair
bebas dari halangan dan bahan-bahan mudah
terbakar.
Jangan menyimpan alat pemadam (APAR)
yang telah terpakai/kosong, segera lakukan
pengisian ulang.
Pastikan alat pemadam api yang sesuai
ditempatkan secara baik dan benar.
Rawat dan periksa peralatan dan
perlengkapan pemadam kebakaran secara
berkala agar berfungi optimal.
Langkah2 Ketika Terjadi Kebakaran:
I. Saat Melihat Api
TETAP TENANG & JANGAN PANIK !
1. Bunyikan alarm atau beri peringatan kebakaran dengan teriakan
kebakaran, kebakaran, kebakaran dst .....
2. Putuskan/hentikan aliran listrik/gas pada unit/bangunan yang terbakar, ut
menghindari kebakaran merembet n membahayakan petugas dalam upaya
pemadaman (bahaya tersengat aliran listrik).
3. Jika bahaya kebakaran berpotensi untuk bisa dipadamkan, segera
padamkan api mula secara cepat, aman dan tepat dengan alat pemadam
api yang telah disediakan.
4. Jika api /kebakaran tidak dapat dikuasai atau dipadamkan, lakukan evakuasi
segera melalui pintu keluar, menuju tempat berhimpun yang aman di luar
gedung.
5. Beritahu Petugas Pemadam Kebakaran Gianyar melalui telepon darurat di
nomor 08113973113 atau 0361 943113. Sampaikan informasi: identitas
pelapor, ukuran/besarnya kebakaran, objek yang terbakar, lokasi kejadian
(akses jalan tercepat ut mencapai TKP).
II. Saat Evakuasi

* Tetap tenang, Jangan panik !


* Segera menuju pintu/tangga darurat yang terdekat
* Berjalanlah biasa dengan cepat, JANGAN LARI
* Lepaskan sepatu dengan hak tinggi
* Beritahu tamu/pelanggan yang kebetulan berada di ruang / lantai tersebut
untuk melakukan evakuasi melalui rute yang telah ditetapkan.
* Bila terjebak kepulan asap kebakaran, maka tetap menuju tangga
darurat dengan ambil napas pendek-pendek (masker), upayakan
merayap atau merangkak untuk menghindari asap, jangan berbalik arah
(karena akan bertabrakan dengan orang-orang dibelakang anda).
* Bila terpaksa harus menerobos kepulan asap maka tahanlah napas
anda dan cepat menuju pintu darurat kebakaran.
Catatan
1. Hambatan yang sering ditemui petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas
adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Seringkali petugas
mengalami hambatan dalam mencapai lokasi kebakaran karena ulah oknum pengendara
yang tidak mau mengalah pada mobil pemadam kebakaran. Mobil pemadam kebakaran
termasuk dalam golongan VVIP yang berhak memperoleh prioritas utama di jalan raya.

2. Untuk lokasi kebakaran yang tidak berada pada akses jalan utama, pastikan ada petugas
yang mengarahkan mobil PMK (pada persimpangan jalan), untuk menghindari
terlewatinya lokasi kejadian sehingga lebih mengefektifkan waktu untuk pelaksanaan
pemadamannya.

3. Masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan upaya dini pemadaman,


tidak sepenuhnya menggantungkan diri kepada petugas pemadam kebakaran. Perambatan
api yang sangat cepat membutuhkan penanganan yang cepat pula, (karena terkadang
faktor jarak yang jauh dan situasi lalulintas yang macet, seringkali menjadi penghambat)
sehingga upaya dini masyarakat dapat menjadi solusi yang tepat untuk meminimalisir
kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran.
SEKIAN &
TERIMA KASIH
Om Santhi, Santhi, Santhi, Om