Anda di halaman 1dari 89

SISTEM INDRA KHUSUS

Dr. Nuraeni Erni Akbar, SpKK


Oktober 2014
PENYAKIT KULIT ALERGI
Urtikaria Akut
Urtikaria Kronis
Angioedema

Dr. Nuraeni Erni Akbar, SpKK


URTIKARIA

Disebut juga : Kaligata, Hives, Nettlle rash, Biduran

Definisi :
Reaksi vaskuler di kulit
Bermacam-macam sebab
Cepat timbul, menghilang perlahan-lahan
Berwarna pucat / kemerahan
Gambaran lesi eritem, edema setempat, sering gatal
Menyerang kulit / membran mukosa
URTIKARIA
Berdasarkan perjalanan penyakit :
1) Urtikaria Akut
Timbul mendadak
Cepat hilang
Serring pada dewasa muda
Kadang kausa mudah diketahui

2) Urtikaria Kronis
Timbul berulang-ulang
90 95% penyebab tidak diketahui
URTIKARIA

EPIDEMOLOGI :
Dapat terjadi pada semua ras
Semua jenis kelamin dan kelompok umur
Berlangsung < 6 minggu Urtikaria akut
Berlangsung > 6 minggu Urtikaria kronik
URTIKARIA

PATOFISIOLOGIS
Belum diketahui pasti
Diduga adanya degranulasi sel mast kutan / subkutan
mediator ( t.u histamin) lepas
dilatasi p.d. bawah kulit peningkatan permeabilitas p.d
eritema & edema lokal / terasa gatal
URTIKARIA
ETIOLOGI :
Sekitar 80% tidak diketahui
Diduga antara lain :
Makanan
Obat-obatan
Infeksi
Stres semosional
Faktor fisik (20%), tipe-tipe antara lain :

a) Dermografisme (factitious urticaria) f) Urtikaria dingin (Cold Urticaria)


b) Urtikaria tekanan g) Urtikaria sinar (Solar Urticaria)
c) Urtikaria akuagenik (Shelley & h) Urtikaria panas (Heat Urticaria)
Raunsley) i) Urtikaria getar (Vibratory Urticaria)
d) Urtikaria kolinergik
e) Urtikaria adrenergik
URTIKARIA
PENGGOLONGAN URTIKARIA
(1) Onset Serangan
Urtikaria Akut
Urtikaria Kronis

(2) Morfologi Klinis


Urtikaria Papular
Urtikaria Gutata
Urtikaria Girata

(3) Mekanisme Terjadinya


Urtikaria Rx Imunologik
Urtikaria Rx Non-Imunologik
Urtikaria Idiopatik
URTIKARIA
DIAGNOSIS
Gambaran klinis :
Bentol / bercak meninggi pada kulit, warna merah /
keputihan bila ditekan, edema setempat (urtika )
Gatal
Bervariasi bentuk dan ukuran
Kadang bengkak pada kelopak mata, bibir, daun telinga,
labia majora, mukosa anal

Penegakan klinis :
Anamnese yang teliti, pem klinis yg cermat, pemb
diagnosisi jg beberapa peny sistemik yg srg dengan
urtikaria
URTIKARIA
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah, urin, feses rutin (pem cryoglobulin & cold hemolysis )
Pem gigi, THT, usapan vagina
Kadar Ig E, eosimofil, komplemen
Tes kulit ( Prick test & Scratchtest)
Tes eleminasi makanan
Pem histopatologis
Tes foto tempel
Suntikan mecholyl intradermal
Ice cube test
Tes dengan air hangat
URTIKARIA
DIAGNOSA BANDING
Dermatitis atopik
Eritema multiforme
Insect bite
Skabies
Dll.

PENATALAKSANAAN
Kadang sembuh sendiri
Sistemik :
Antithistamin ( AH reseptor H1/H2 )
Kortikosteroid : tu utk yg akut dan berat
Adrenalin inj s.c : utk yg akut dan sangat luas ( bl perlu )
Ephedrin tablet (dewasa : 2 x 0.5 mg, Anak 0.2 0.3 mg/ kg BB 2 3x
per hari
URTIKARIA
Lokal :
Kompres air es / mandi air hangat
Lotion anti pruritus (Lotion Calamine)
Topikal Kortikosteroid
Bedak salisil

KOMPLIKASI
Ekskoriasi / infeksi
Shok anafilaktik
Edema Laring

PENCEGAHAN
Hindari alergen yang dicurigai
Hindari pengobatan yang dapat mencetus urtikaria
Membuat catatan untuk mencari faktor pencetus
URTIKARIA
UJI KULIT

PRICK TEST / TES TUSUK


Mrp pemr penunjang utk D/ peny2 atopi, urtikaria dan
rinitis alergi

Prinsip : membuktikan adanya suatu IgE yg spesifik thd


alergen yg diuji, berdasarkan rx hipersensitif tipe I
URTIKARIA
Alergen yg digunakan
Alergen makanan
Alergen hirup
Kontrol negatif --- buffer pelarut gliserin utk
menyingkirkan kmgkinan rx dermagrafisme akibat
tusukan jarum
Kontrol positif --- lar histamin 1%
URTIKARIA
Keuntungan Prick test :
tdk nyeri dan aman
resiko efek samping rendah
smber informasi bagi penderita
uji dapat dilakukan di pusat2 kesehatan
sederhana
URTIKARIA
Kerugian Prick test :
AH topikal & sist ---- menekan rx edema
setempat & kemerahan yg diharapkan
Alergen makanan kurang terstandarisasi
Rasa gatal yg tdk nyaman ditempat uji
Interpretasi sulit pd penderita eksema /
dermografisme
URTIKARIA
Syarat Prick test :
- usia > 3 tahun
- hindari obat2 AH skurangnya 3 hr sblm pemr
- tdk ada riwayat syok anafilaktik
- tdk ada rx dermografisme
- tdk ada peny kulit di tempat uji tusuk
URTIKARIA
CARA PRICK TEST :
Lokasi : permukaan blkg / volar lengan
Bersihkan klt dgn alkohol steril
Teteskan ekstrak alergen -- dgn jarum steril
tusuk sdkt bgn kulit
Stlh 20 mnt hapus ---- lihat & catat rx
URTIKARIA

HASIL BESAR BENTOL LUAS ERITEMA


--------------------------------------------------------------
0 < 3 mm 0 5 mm
1+ 3 5 mm 0 10 mm
2+ 5 10 mm 5 10 mm
3+ 10 15 mm 10 20 mm
4+ > 15 mm / > 20 mm
pseudopodi
URTIKARIA
PATCH TEST / TES TEMPEL
Utk identifikasi alergen pada DKA

CARANYA :
Pd flexor lengan bawah, punggung atas
Kulit harus bersih & kering
Kain kasa & selofan ditempelkan bbrp hari
Reaksi dinilai sesudah 24 jam
URTIKARIA
Interpretasi Patch test :
0 = tidak ada reaksi
+ / - = eritema ringan, meragukan
1 + = rx ringan (eritema dgn edema ringan)
2 + = rx kuat (papular eritema dgn edema)
3 + = rx sangat kuat (vesikel atau bula)
URTIKARIA
URTIKARIA
URTIKARIA
URTIKARIA
KELAINAN KEL.
SEBASEA & EKRIN
Akne Vulgaris
Hidradenitis Supurativa
Miliaria
Dermatitis Perioralis

Dr. Nuraeni Erni Akbar, SpKK


AKNE VULGARIS
BATASAN
Radang kronis folikel sebaseus
Ditandai adanya komedo ( terbuka/tertutup ), papul,
pustul, nodul atau kista
Predileksi : wajah, bahu, lengan bgn atas, dada,
punggung
AKNE
AkneVULGARIS
vulgaris
Menurut PLEWIG & KLIGMAN :
1. Akne komedonal
2. Akne papulopustular
3. Akne konglobata

KLASIFIKASI LAIN :
1. Akne sejati / true Acne
2. Erupsi yang mirip akne (Acneform eruptions)

GEJALA KLINIS
Komedo (lesi utama)
Papul, pustul, nodul / kista
Nodulo kistik gatal, nyeri tekan
AKNE
AkneVULGARIS
vulgaris
DIAGNOSIS BANDING
1. Folikulitis / Furunkel
2. Akne rososea
3. Erupsi akneiformis
4. Milia
5. Siringoma

PENYULIT
Sikatrik

Keloid
AKNE
AkneVULGARIS
vulgaris
PENATALAKSANAAN
1. Akne komedonal :
Hanya terapi topikal ( pengelupasan kulit )
a. As. Retinoat 0,05 %
b. benzoil peroksida gel 2,5 5 %
c. As. Salisilat 0,5 2 % (hidroalkohol)
d. chemical peeling : lar as trikloroasetat,
as glikolat 20-50%

Utk komedo terbuka dilakukan ekstraksi


AKNE
AkneVULGARIS
vulgaris
2. Akne papulopustular
a. Ringan ( tkt I II )
Kombinasi utk pengelupasan kulit,
Antibiotik topikal

b. Berat ( tkt III IV )


ditambah dgn Antibiotik sistemik
- Tetrasiklin 4 x 250 mg / 2 x 500 mg/ hr
- Doksisiklin 2 x 100 mg/ hr
- Klindamisin 2 x 150 300 mg/ hr
- Eritromisin stearat 4 x 250 mg / 2 x 500 mg/ hr
AKNE
AkneVULGARIS
vulgaris
PENATALAKSANAAN
3. Akne konglobata / akne berat lain
- Pemberian obat utk pengelupasan kulit,
- Antibiotik oral
- DDS ( diamino difenil sulfon )
- Hormonal : estrogen dll
- Vitamin A
- Isotretinoin 1 mg /kg BB/ hari
- Seng / Zink

Bila perlu dilakukan tindakan :


a. Suntik kortikosteroid
b. Chemical peeling
c. Pemakaian estrogen /ethynil estradiol
AKNE
AkneVULGARIS
vulgaris
PENATALAKSANAAN
4. Tindakan Khusus
ekstraksi komedo
Insisi
Eksisi
Krio terapi
Injeksi kolagen
Suntik kortikosteroid intralesi
Laser CO2
Chemical peeling
dermabrasi
AKNE
AkneVULGARIS
vulgaris
AKNE
AkneVULGARIS
vulgaris
AKNE
AkneVULGARIS
vulgaris
HIDRADENITIS SUPURATIVA
BATASAN
mrp infeksi kuman stafilokokus di kelenjar keringat apokrin

GAMBARAN KLINIS
Berupa nodus --- tanda radang akut --- melunak --- abses ---
pecah ---- fistel ( kronis )

PENATALAKSANAAN
Antibiotik sistemik
Insisi ----- bila abses
Eksisi ----- bila kronis, residif
HIDRADENITIS SUPURATIVA
HIDRADENITIS SUPURATIVA
MILIARIA
MILIARIA
disebut juga : * biang keringat
* prickle heat

BATASAN
Ad. Kelainan kulit akibat retensi keringat setelah
bayi / anak banyak berkeringat ---- hawa panas,
demam
MILIARIA
Miliaria
3 bentuk yaitu :
1. Miliaria kristalina
2. rubra
3. profunda

PENATALAKSANAAN
1. Tanpa pengobatan
2. Oral : antihistamin / antibiotik
3. Topikal : antipruritus / bedak
MILIARIA
Miliaria
3 bentuk yaitu :
1. Miliaria kristalina
2. rubra
3. profunda

PENATALAKSANAAN
1. Tanpa pengobatan
2. Oral : antihistamin / antibiotik
3. Topikal : antipruritus / bedak
DERMATITIS
DermatitisPERIORALIS
perioral
ETIOLOGI
Penyebab pasti belum diketahui
Dapat dipicu oleh :
1. terik sinar matahari
2. parfum
3. angin
4. kosmetik, mis : fluorine pasta gigi
5. sabun
6. obat, mis : steroid topikal
7. faktor milrobiologik : spirilla fusiformis
candida sp
8. faktor hormonal
DERMATITIS
DermatitisPERIORALIS
perioral
DIAGNOSA BANDING
_ Akne vulgaris
_ dermatitis seboroik
_ rosasea

PENATALAKSANAAN
a. Medikamentosa : Antibiotik oral
b. Non medikamentosa :
* hentikan krim2 topikal & kosmetik
* pemberian informasi

KOMPLIKASI
jar. Parut / skar
Problem emosional
DERMATITIS
DermatitisPERIORALIS
perioral
DERMATITIS
DermatitisPERIORALIS
perioral
PENYAKIT JAR. KONEKTIF
= PENY. KOLAGEN
Lupus Eritematosus
Skleroderma
Dermatomiositis

Dr. Nuraeni Erni Akbar, SpKK


SINONIM

Penyakit Jaringan konektif

Penyakit Kolagenosis

Penyakit Mesenkim
Klasifikasi
Menurut KLEMPERER :
Lupus Eritematosus
Skleroderma
Dermatomiositis
Artritis Rematika
Demam Rematik
Poliartritis
Semua penyakit pada golongan
ini merupakan satu
kompleks respons autoimun
LUPUS ERITEMATOSUS
DEFINISI
menyerang sistim konektif dan vaskuler
Ada 2 varian :
- Diskoid
- Sistemik
LUPUS ERITEMATOSUS
ETIOLOGI
kausa pasti belum diketahui, diduga :
^ interaksi antar faktor2 genetik & imunologik

^ faktor infeksi ( virus )

^ faktor hormonal

^ induksi obat
LUPUS ERITEMATOSUS
PATOGENESIS

terjadi mutasi somatik pada sel


asal limfositik

faktor genetik
LUPUS ERITEMATOSUS
Perbedaan antara LED dan LES
L.E.D L.E.S
insidens wanita > bnyk wanita jauh lbh bnyk
usia > 30 tahun usia 20-30 thn ( >>> )
kira2 5% jadi LES kira2 5% ada lesi LED
mukosa & lingual (jrg) mukosa > srg t.u akut
G/ konstitusional jrg G/ konst. > sering
G/ Lab & imunol jrg Kelain. Lab & Imun
srg
LUPUS ERITEMATOSUS

Lupus Eritematosus Diskoid :


LED adalah merupakan proses inflamasi kronis akibat proses
autoimmun yang secara klinis berupa lesi eritematokeratotik
dengan penyembuhan menyerupai lesi atopik
LUPUS ERITEMATOSUS

Epidemiologi :
15 30 % dari populasi SLE
Banyak ditemukan pada usia 20 40 tahun
Ratio wanita : pria = 3 : 2 atau 3 : 1
Lebih banyak pada kulit putih
LUPUS ERITEMATOSUS

Etiologi :
Diduga oleh faktor-faktor :

Radiasi sinar UV
Infeksi virus
Obat-obatan
Paparan bahan2 kimia
dll
LUPUS ERITEMATOSUS
GEJALA KLINIS

Simetrik
Lok : pipi, hidung, klt kepala, telinga, mukosa
mulut
SD : makula merah atau bercak tinggi, batas
jelas, sumbatan2 keratin pd folikel2
rambut ( FOLLICULAR PLUGS )
Butterfly erythema : lesi di atas hidung &
pipi berkonfluensi
dapat terjadi sikatriks atrofik ---- hipertrofik
deskuamasi
LUPUS ERITEMATOSUS
VARIAN KLINIS L.E.D
L E Tumidus
L E Profunda
Lupus Hipotrofikus
Lupus Pernio
LUPUS ERITEMATOSUS
LUPUS ERITEMATOSUS

Patogenesis :

Neoantigen formation / modulasi autoantigen


Agregasi dari immune mediators

Hispatologis :
Epidermis atrofi / hiperkeratosis
Kerusakan lapisan basal
LUPUS ERITEMATOSUS
LABORATORIUM
Leukopenia
LED meninggi
serum globulin meningkat
reaksi Wassermann positif
ANA positif pada 1/3 kasus
LUPUS ERITEMATOSUS
Diagnosis :

Trias : Eritema, keratosis dan atrofi


Hiperestesi
Ditunjang pemeriksaan histopatologi

Diagnosis Banding :
Lupus vulgaris
Psoriasis vulgaris
Dermatitis seboroik
Aktinik keratosis
Tinea fasialis / korporis
LUPUS ERITEMATOSUS

PENGOBATAN
Pakaian tertutup, topi lebar / payung
Krim tabir surya
TOPIKAL : triamsinolon asetonid 3-4 mg/ml
SISTEMIK :
Klorokuin / hidroklorokuin 2 x /hr. selama 3 4
minggu ( tapering )
Kuinakrin 100 mg
LUPUS ERITEMATOSUS
Lupus Eritematosus Sistemik
GEJALA KLINIS :
menyerang semua organ2 tubuh
KRITERIA ARA ( min. 4 manifestasi ) :
1. butterfly rash
2. lesi diskoid
3. fotosensitivitas
4. ulserasi mulut
5. artritis
LUPUS ERITEMATOSUS
KRITERIA APA (contd) :

6. Serositis ( pleuritis, perikarditis )


7. kelainan ginjal (proteinuria > 0,5 gr/hr )
8. kelainan darah (anem. hemol, leukopenia)
9. gangguan imunologik (sel LE, anti DNA )
10.Antibodi Antinuklear ( ANA )
11.kelainan neurologik
LUPUS ERITEMATOSUS

MANIFESTASI KLINIS :

konstitusional
lesi pada kulit dan mukosa
gangguan organ-organ dalam
sendi, tulang, otot, KGB, saraf
LUPUS ERITEMATOSUS
LUPUS ERITEMATOSUS
LUPUS ERITEMATOSUS
LUPUS ERITEMATOSUS
* SSKLERODERMA
KLERODERMA *
DEFINISI
peny kronis
kausa tidak diketahui
menyerang p.d mikro & jar. Ikat lunak
ditemukan :
fibrosis
obliterasi p.d kulit, paru, alat cerna, ginjal,
jantung
SKLERODERMA
KARAKTERISTIK KLINIS
Indurasi
penebalan kulit

BENTUK KLINIS
Skleroderma Sirkumskripta / Lokal
Skleroderma Sistemik :
Wanita lebih banyak

Pd orang kulit hitam > banyak

Antara usia 30 50 thn


SKLERODERMA
SKLERODERMA SIRKUMSKRIPTA
Sinonim :
Skleroderma Lokalisata
MORFEA

GEJALA KLINIS
bercak putih kekuningan & keras, halo ungu
disekitarnya

bercak sklerotik / plak soliter


SKLERODERMA

BENTUK KLINIS
Morfea Soliter
Morfea Gutata
Skleroderma Linear
Morfea Segmental
Morfea Generalisata
SKLERODERMA

HISTOPATOLOGI
2/3 bgn bawah dermis banyak sel radang
Limfosit & histiosit meningkat
Perubahan jaringan kolagen
SKLERODERMA
SKLERODERMA SISTEMIK

GEJALA KLINIS
Spt fenomena Raynaud, pd tangan & jari2
Poliartritis
Kulit muka spt topeng, alur2 radikal sekitar mulut
Gangguan organ-organ dalam
SKLERODERMA
SKLERODERMA
SKLERODERMA
HISTOPATOLOGI
Hilangnya unit pilosebasea, kel keringat dan salurannya
Serat-serat kolagen immature
Semua pemb. darah terserang

PENGOBATAN
tidak memuaskan
dapat sembuh spontan terutama pd anak2
latihan fisik teratur, hindari dingin, tidak merokok dsb
SKLERODERMA

PENGOBATAN
obat vasoaktif : Dibenzilin 10 mg, 3 x sehari
bila radang : Azatioprin / Kortikosteroid
Intralesi Triamsinolon asetonid
SKLERODERMA
DERMATOMIOSITIS
DEFINISI
Terutama menyerang kulit, otot, pemb. darah
Kulit tampak eritem, edema
Kelemahan otot & peradangan idiopatik

EPIDEMIOLOGI
dapat menyerang semua umur, sering ditemukan
pada anak & usia 45 65 tahun
dapat berhubungan dengan keganasan
DERMATOMIOSITIS
ETIOLOGI
Belum diketahui pasti
Diduga autoimun, virus, obat2an, keganasan, keturunan

GEJALA KLINIS
vaskulopapula eritema pada daerah yang menonjol :
buku jari, siku, lutut ( 70% )
Lila disease / merah heliotrop pd palpebra berupa lesi
merah keunguan kdg livid disertai paralisis otot2 ekstra-
okular
Papul2 datar diatas sendi2 jari ( PAPULA GOTTRON)
Kelemahan otot / berjalan Trendelenburg
DERMATOMIOSITIS
DERMATOMIOSITIS
DERMATOMIOSITIS
PEMERIKSAAN PEMBANTU
Kadar CPK (creatine phosphokinase) dalam serum
Elektromiogram
Biopsi otot

PENGOBATAN
Hindari aktivitas berat
Pemberian Prednison / Metilprednisolon : 1 mg/ kgBB
dosis tunggal, pagi hari ( tapering off )
Metotreksat 40-50 mg sekali seminggu
Azatioprin 2-3 mg/ kgBB per hari
DERMATOMIOSITIS