Anda di halaman 1dari 67

DISTRIBUSI TEGANGAN DALAM TANAH

AKIBAT BEBAN LUAR


Kenaikan tegangan pada umumnya terjadi pada
tanah yang harus mendukung pondasi dengan
berbagai bentuk
Kenaikan tegangan tergantung pada:
- beban persatuan luas dimana pondasi berada
- kedalaman tanah dibawah pondasi dimana
tegangan tersebut ditinjau
- faktor-faktor lainnya.
Tegangan-tegangan didalam masa tanah dapat
disebabkan oleh:
- beban yang bekerja di permukaan tanah: akan
berkurang bila kedalaman bertambah
- beban akibat berat sendiri tanah: bertambah
bila kedalamannya bertambah.
Regangan volumetrik pada material yang
bersifat elastis dapat dinyatakan oleh persamaan
sebagai berikut :

V 1 2
V

E

( x y z)

Keterangan:
V = Perubahan volume
V = Volume awal
= Angka Poisson
E = Modulus elastis
x, y, z = Tegangan tegangan dalam arah x, y dan z.
Apabila pembebanan yang mengakibatkan
penurunan terjadi pada kondisi undrained (pada
volume konstan) maka:

V
0 koefisien poisson = 0,5.
V

Apabila pembebanan menyebabkan


perubahan volume ( V 0 ) , maka < 0,5
V
(misalnya penurunan akibat konsolidasi)
Teori Boussinesq

1. Beban Terpusat (titik)

Berdasarkan anggapan:
Tanah merupakan bahan yang bersifat elastis,
homogen, isotropis dan massa semi tak terhingga.
Tanah tidak mempunyai berat.
Hubungan tegangan regangan mengikuti hukum
Hooke.
Distribusi tegangan akibat beban yang
diterapkan tidak tergantung pada jenis
tanah.
Perubahan volume tanah diabaikan.
Tanah tidak sedang mengalami tegangan
sebelum beban terpusat diterapkan.
Distrubusi tegangan simetris terhadap
sumbu vertikal (sumbu z).
1.a. Sistem Koordinat Empat Persegi Panjang
Q

r Y

x
z

y
X

xy xz

y
Z
yz

Gambar 1. Sistem koordinat empat persegi panjang


Dalam penguraian teori ini, tambahan tegangan
pada suatu titik A dalam tanah akibat beban titik
Q dipermukaan dinyatakan dengan persamaan :

r x y
2 2

R x y z
2 2 2

R r z 2 2
Tegangan pada suatu titik dalam tanah akibat beban titik Q
dipermukaan dinyatakan dengan persamaan :

3
3Q z
z
2z R
2 5


3Q x z 1 2 1
2
(2 R z ) x z
2
x 5 3 3
2 R 3 R( R z ) R ( R z ) R
2

3Q y 2 z 1 2 1 (2 R z ) y 2 z
y 5 3 3
2 R 3 R( R z ) R ( R z ) R
2
Tegangan geser:

2
3Qxz
zx
2R 5

3Q xyz 1 2 (2 R z ) xy
xy 5 2
2 R 3 R ( R z)
3

2
3Qyz
yz
2R 5
1.b. Koordinat Silinder

t
r

Gambar 2. Sistem Koordinat Silinder


Tambahan/perubahan tegangan vertikal (z) pada
suatu titik dalam tanah akibat beban titik Q
dipermukaan dinyatakan dengan persamaan :

Q 3z 3 Q
z (3Cos 5
)
2 (r z )
2 2 5/ 2
2z 2

Tambahan tegangan mendatar dalam arah radial


adalah :
Q 2
3r z 1 2
r 2 2 5/ 2 2 2

2 r z
r z z r 2 z 2
Q (1 2 )Cos
2
2
3Sin Cos
2 3

2z 1 Cos
Tambahan tegangan mendatar arah tangensial:


t 1 2
Q z 1

2
r z
2 2

3 / 2
r z z r z
2 2 2 2

Q Cos 2

(1 2 ) Cos
3

2 1 Cos
Tegangan geser:
2
Q 3rz Q
(3SinCos )
2

2 (r z )
2 2 5/ 2
2z 2

dimana : bervariasi antara 0 dan 0,5


Ekspresi dari z dengan bentuk lain:
Q 3 1
z 2
z 2 r 2
5/ 2

1
z


Q
Atau z 2
Ip
z
Dimana: 5/ 2
3 1
Ip 2
2 1 r / z

Nilai faktor pengaruh beban = IP yang dinyatakan


dalam r/z diberikan dalam Tabel 1
Contoh soal :
S1. Suatu beban titik sebesar Q = 100 ton yang
terletak diatas permukaan tanah. Hitunglah
distribusi kenaikan tegangan vertikal pada
keadaan r = 0 dan r = 1 m sampai kedalaman
10 m dari permukaan pembebanan.
Gambarkan grafik hubungan kenaikan tegangan
dan kedalamannya.
Penyelesaian:
* Untuk r = 0 dengan z = 10 m maka,
nilai r/z = 0. Dari Tabel 1.1 diperoleh
besaran Ip = 0,4775.
* Untuk r = 1 dengan z = 10 m maka faktor
pengaruh Ip dapat dilihat pada Tabel S.1.
Berikut disajikan tabel perhitungan tambahan
tegangan vertikal pada kedalaman tertentu.
S.2. Suatu beban terpusat Q = 1000 lbs.
Gambarkan variasi kenaikan tegangan vertikal
terhadap kedalaman yang diakibatkan oleh
beban terpusat dibawah permukaan tanah
dimana x = 3 ft dan y = 4 ft

Penyelesaian:

r x2 y2 32 4 2 5 ft
2. Beban Garis

Perubahan tegangan vertikal akibat beban garis


Q persatuan panjang pada sembarang titik
didalam tanah seperti terlihat pada Gambar 1.3
dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai
berikut :
Gambar 1.3 Tambahan tegangan akibat beban garis
- Tambahan/perubahan tegangan vertikal arah
sumbu z
2Q z3
z
x 2 z 2 2

- Tambahan tegangan mendatar arah sumbu x


2Q x2 z
x
x 2
z
2 2

- Tegangan geser
2Q xz2
xz
x 2
z 2 2

- Contoh soal:

S.3. Suatu beban garis sebesar P = 20 t/m


terletak diatas permukaan tanah. Hitunglah
tegangan yang terjadi pada jarak x = 0 dan x =
1,5 m pada kedalaman 8 m.
Penyelesaian :
- Tegangan vertikal yang terjadi pada jarak x = 0
pada kedalaman 8 m adalah:

2Q z3
z
x 2
z2
2

2 x 20 83

0 8 2 2

2
1,591 t
m
- Tegangan vertikal yang terjadi pada jarak x = 1,5
m pada kedalaman 8 m adalah :
3
2Q z
z

x2 z2
2

2 x 20 83


1,5 2 8 2
2

1,485 t 2
m
3. Beban terbagi rata berbentuk jalur
memanjang
Tegangan pada titik A didalam tanah akibat beban
terbagi rata yang berbentuk jalur memanjang
seperti Gambar 1.4 dapat dinyatakan dengan
persamaan sebagai berikut :

- Perubahan tegangan vertikal pada arah sumbu z

q
z Sin Cos2

- Perubahan tegangan mendatar pada arah
sumbu x
q
x Sin Cos2

- Tegangan geser

q
xz Sin Cos2

Dimana : dan dalam radial (1 rad = 180/


= 57 17 45")
Gambar 1.4. Tegangan akibat beban terbagi rata berbentuk jalur
memanjang
Contoh soal :
S.4. Sebuah pondasi memanjang dengan lebar
2 m mendukung beban terbagi rata sebesar
q = 20 t/m2. Pondasi terletak pada lapisan pasir
jenuh dengan sat = 2 t/m3. Tentukan besarnya
tegangan vertikal efektif pada titik kedalaman
4m dibawah pusat pondasinya sebelum dan
sesudah pembebanan pondasi. air = 1 t/m3.
B = 2m
q = 20 t/m2

sat = 2 t/m3
z = 4m

z`

x`
Sebelum pembebanan, tegangan akibat berat
tanah sendiri:
z ' z sat 1.4 2 1.4 4t / m 2

Sesudah pembebanan, untuk z = 4 m, maka :

2arc tg (1 / 4) 0,4899 radian


Sin = 0,4706 ; Sin = 0 ; Cos2 = Cos 0 = 1
Perubahan tegangan vertikal akibat beban :
q
z Sin Cos 2


20
0,4899 0,4706.1 6,114 t / m2

Jadi tegangan total yang terjadi pada
z = 4 m akibat beban pondasi dan berat
tanah adalah
z 4 6,114 10,114 t / m2
4. Beban terbagi rata berbentuk empat
persegi panjang
Tambahan tegangan vertikal akibat beban terbagi
rata berbentuk empat persegi panjang dengan
ukuran panjang = L dan lebar = B seperti Gambar
1.6, dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan yang didapat dari hasil penjabaran
teori Boussinesq:
Gambar 1.6. Tegangan dibawah beban terbagi rata berbentuk empat
persegi panjang
z q.I
Dimana:

1 2.m.n m 2 n 2 1 m 2 n 2 2 2mn m 2
n 2
1
I 2 2 2 2 2 2 tan 1 2 2 2 2
4 m n m n 1 m n 1 m n m n 1

q = beban terbagi rata
m = B/z ; n = L/z ; z = kedalaman

Harga faktor pengaruh I untuk tegangan dibawah sudut


luasan empat persegi panjang yang memikul beban terbagi
rata q dalam bentuk grafik seperti yang dapat dilihat pada
Gambar 1.7.
1.7. Faktor pengaruh I untuk tegangan vertikal dibawah sudut luasan empat persegi
panjang yang menderita beban terbagi rata (U.S. Navy 1971)
Untuk menghitung perubahan tegangan vertikal
dilakukan cara sebagai berikut :
- Perubahan tegangan vertikal dibawah titik x

z( x) zluas XEBF zluas XFCH zluas XGDH zluas XGAE

- Perubahan tegangan vertikal dibawah titik y

z( y) zluas YIBJ zluas YLDK zluas YIAK zluas YLCJ


Gambar 1.8 Hitungan perubahan tegangan vertikal disembarang titik akibat
beban terbagi rata empat persegi panjang.
Contoh soal
S.6. Suatu pondasi empat persegi panjang yang
mempunyai ukuran 3m x 4m memikul beban terbagi
rata sebesar 10 t/m2.
Diminta :
a. Hitung tambahan tegangan akibat beban
pondasi pada sudut luasan pondasi (titik A) pada
kedalaman 2 m
b. Hitung tambahan tegangan vertikal dibawah
pusat luasan pondasinya (titik B) pada
kedalaman 2 m
B=3m;L=4m;z=2m
m = B/z = 3/2 = 1,5
n = L/z = 4/2 = 2
Dengan melihat diagram pada Gambar 1.7
diperoleh I = 0,22.
Jadi perubahan tegangan vertikal pada
kedalaman 2 m pada titik A adalah

zA q.I 10.0,22 2,2 t / m 2


Untuk menentukan tegangan vertikal dipusat
beban maka luasan pondasi dibagi menjadi
empat bagian yang sama, dimana ukuran
masing-masing luasan adalah 1,5m x 2m.
B = 1,5 m ; L = 2 m ; z = 2 m
m = B/z = 1,5/2 = 0,75 ; n = L/z = 2/2 = 1m
Dengan melihat diagram pada Gambar 1.7
diperoleh I = 0,157
Jadi perubahan tegangan vertikal dipusat
luasan pondasi adalah :
zB 4.q.I

4.10.0,157 6,28 t / m 2
Contoh soal :
S.7. Hitung besar tambahan tegangan vertikal
dititik A yang terletak pada kedalaman 1,5m
akibat pondasi yang mendukung beban terbagi
rata q = 15 t/m2 seperti gambar dibawah ini :
Penyelesaian :

Pondasi dibagi menjadi tiga bagian dengan


luasan ABCD, ADEF dan AFGH. Perhitungan
besarnya perubahan tegangan vertikal pada
kedalaman z = 1,5 m dibawah titik A disajikan
pada tabel dibawah ini :
Pondasi dibagi menjadi tiga bagian dengan luasan ABCD,
ADEF dan AFGH. Perhitungan besarnya perubahan tegangan
vertikal pada kedalaman z = 1,5 m dibawah titik A disajikan
pada tabel dibawah ini :
Jadi total perubahan tegangan vertikal di A pada
kedalaman z = 1,5 m adalah :
zA total = 3,681 + 3,5625 + 3,4875 = 10,731
t/m2
5. Beban terbagi rata berbentuk lingkaran

Perhitungan besarnya tegangan dibawah pusat


beban terbagi rata berbentuk lingkaran, dapat
diperoleh dengan menggunakan penyelesaian
dengan memisalkan bahwa intensitas tekanan
pada lingkaran berjari-jari r adalah q hingga beban
total pada suatu elemen luasan Q = q . r . dr . d
r
Tegangan vertikal dz pada titik
dr
R
A, akibat beban pada elemen
luasan tersebut :
d
3q.r.dr.d z 3
dz .
A
z
2 r2 z2
5/2

z
Gambar 1.9. Tegangan dibawah pusat beban
terbagi rata berbentuk lingkaran

Perubahan tegangan pada titik A akibat seluruh luasan


lingkaran tersebut dapat diperoleh dengan
mengintegrasikan persamaan :
2 r R
3.q.r.dr.d
z dz 0 r 0 2 r z
2

2 5/2
1
z q 1 3/ 2
Jadi


1 r / z
2


z = q . I

1
dimana I 1 3/ 2


1 r / z
2

Nilai faktor pengaruh I untuk tegangan vertikal dibawah


beban terbagi rata berbentuk lingkaran dapat ditentukan
dengan menggunakan grafik pada Gambar 1.10:
Gambar 1.10. Faktor pengaruh I untuk tegangan vertikal dibawah pusat
beban terbagi rata berbentuk lingkaran (Foster dan Ahlvin, 1954).
Contoh soal :
S.7. Sebuah tangki solar berbentuk lingkaran
dengan diameter 5 m mendukung beban
terbagi rata q = 10 t/m2.
Hitunglah besarnya :
a. Perubahan tegangan vertikal dibawah pusat
tangki pada kedalaman 2,5 m
b. Perubahan tegangan vertikal dibawah tepi
tangki pada kedalaman 2,5 m
Tangki
d = 5m
q = 10 t/m2

2,5 m
B A

Penyelesaian :
a. Kedalaman titik A = 2,5m z = 2,5m
R jari jari tangki : 5/2 = 2,5 m R = 2,5m
Dibawah pusat tangki x = 0
z/r = 2,5/2,5 = 1
x/r = 0/2,5 =0
Dari grafik pada Gambar 1.12 diperoleh I = 0,64
Jadi z = q . I = 10 x 0,64 = 6,4 t/m2
b. Perubahan tegangan vertikal ditepi tangki pada
kedalaman 2,5 m
z = 2,5 m
x = 2,5
r = 2,5m
z/r = 2,5/2,5 = 1 x/r = 2,5/2,5 = 1
Dari Gambar 1.12 diperoleh harga I = 0,33
Jadi z = q . I = 10 . 0,33 = 3,3 t/m2
6. Beban terbagi rata berbentuk trapesium
memanjang tak berhingga
- Seperti bendungan urugan, tanggul untuk su-
ngai, timbunan jalan
- Untuk mendapatkan harga pengaruh I dinyata-
kan dengan suatu fungsi dari a/z, b/z dan q
tegangan vertikal dalam arah vertikal dengan
mudah dapat dicari
- Cara untuk mencari tegangan vertikal z ada-
lah dengan menempatkan beban berbentuk tra-
pesium menjadi beban segitiga dengan cara al-
jabar
q= b/a . q
ab
q= q
q a
q

a b
2
1

A
(a) A (b)

q z = q.I
z

Gambar 1.13. Perubahan tegangan vertikal didalam tanah
akibat beban trapesium
Perubahan tegangan arah vertikal :

q a b
1 2 2
b
z
a a
Sehingga akibat beban merata trapesium Gambar 1.13.b
besarnya perubahan tegangan vertikal menjadi :

z q.I
1 a b b 1 a b
Dimana I
1 2 2 f ,
a a z z

Nilai nilai faktor pengaruh untuk berbagai macam a/z dan


b/z dapat dilihat dalam Gambar 1.14.

Gambar 1.14 Faktor pengaruh akibat beban timbunan (Osterberg 1957)


Contoh soal :
S.1.8. Suatu timbunan pada tanggul kali
mempunyai penampang sebagai berikut pada
gambar.
Berat volume basah tanah timbunan b = 1,8 t/m3
dan tanah dasarnya dianggap homogen dengan
berat volume basah b = 2 t/m3
Hitunglah perubahan tegangan dititik A dan B
pada kedalaman z = 5m, dan hitung pula
tegangan total overburden dan beban
timbunannya. Anggap air tanah terletak pada
kedalaman tak terhingga.
Perhitungan :
Perubahan tegangan dititik A dan B dilakukan
dengan cara berikut :
Beban terbagi rata akibat tanah timbunan :

q hb 5 x 1,8 9,0 t / m 2

a. Hitungan tegangan pada titik A untuk


- luasan ghef
z=5m b = 2,5 m a=5m
b/z = 2,5/5 = 0,5 a/z = 5/5 = 1.
Dari Gambar 1.14, nomogram faktor pengaruh
akibat beban timbunan (Osterberg 1957)
diperoleh : I = 0,397.
Jadi z (ghef) = q . I = 9 x 0,397 = 3,573 t/m2
- Untuk luasan gcdh : z = 5 m ; a = 5 m ;
b = 7,5 m
a/z = 5/5 = 1 b/z = 7,5/5 = 1,5
Dari gambar 1.14 nomogram Osterberg 1957
diperoleh I = 0,468.

Jadi z (gcdh) = q . I = 9 x 0,468 = 4,212 t/m2.


Sehingga tambahan / perubahan tegangan pada titik
A adalah :
z (A) = 3,573 + 4,212 = 7,785 t/m2
b. Hitungan tegangan pada titik B.

- z(B)= z(abcd) - z(aefb)


Untuk luasan abcd: z = 5 m; a = 5m; b = 20m.
a/z = 5/5 = 1; b/z = 20/5 = 4.
Dari Gambar 1.14 nomogram (Osterberg 1957)
diperoleh I = 0,50.
Jadi z(abcd) = 9 x 0,5 = 4,5 t/m2.
- Untuk luasan (aefb): z =5m; a =5 m; b=5m.
a/z = 5/5 = 1, b/z = 5/5 = 1.
Dari Gambar 1.14 nomogram (Osterberg 1957)
diperoleh I = 0.455
Jadi z(aefb) = 9 x 0,455 = 4,095 t/m2.
Sehingga tambahan/perubahan tegangan
vertikal dititik B adalah:
z(B) = 4,5 - 4,095 = 0,405 t/m2.
Tegangan total beban timbunan dan beban
tanahnya sendiri (tekanan overburden) dititik A
dan B:

z (total) z z

dimana : z = tekanan overburden


= h. b = 5 . 2 = 10 t/m2
Sehingga: z total dititik A = 7,785 + 10
= 17,785 t/m2.
z total dititik B = 0,405 + 10 = 10,405 t/m2

Anda mungkin juga menyukai