Anda di halaman 1dari 27

Penyakit trofoblastik gestasional adalah suatu

spektrum dari dua kondisi premaligna yaitu; partial


mola hidatidosa dan complete mola hidatidosa, hingga
tiga kondisi tumor ganas yaitu; invasive mola,
koriokarsinoma gestasional, dan placental site
hrophoblastic tumor (PSTT)

Jaringan trofoblastik gestasional terbentuk dari sel


perifer blastokista beberapa hari setelah konsepsi

Penyakit trofoblastik gestasional ganas muncul ketika


mekanisme pengontrol gagal, menghasilkan invasi dari
jaringan trofoblas yang mencapai miometrium,
penyebaran secara hematogen dan membentuk emboli
tumor
Penyakit trofoblas gestasional atau Gestational
trophoblastic disease (GTD) merupakan sebuah
spektrum tumor-tumor plasenta terkait kehamilan,
termasuk mola hidatidosa, mola invasif, placental-site
trophoblastic tumor dan koriokarsinoma

Menurut FIGO,2006 Penyakit trofoblas ganas (PTG)


menggantikan istilah istilah yang meliputi
chorioadenoma destruens, metastasizing mole, mola
invasif dan koriokarsinoma

Diagnosis PTG dapat ditegakkan berdasarkan diagnosis


klinik dengan atau tanpa histologi. Diagnosis PTG
ditetapkan dengan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan
kadar HCG
The International Federation of Gynecology and Oncology (FIGO)
menetapkan beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk
mendiagnosis PTG yaitu:

1. Menetapnya kadar Beta HCG pada empat kali penilaian dalam 3


minggu atau lebih (misalnya hari 1,7, 14 dan 21)
2. Kadar Beta HGC meningkat >10% pada tiga pengukuran
berturut-turut setiap minggu atau lebih (misalnya hari 1,7 dan
14)
3. Tetap terdeteksinya kadar Beta HCG sampai 6 bulan atau lebih
4. Kriteria histologist untuk korioarsinoma
Secara histopatologis pembakuan istilah yang dianjurkan WHO adalah
sebagai berikut:

1. Molahidatidosa : terbagi menjadi molahidatidosa komplit dan


parsial
2. Mola invasif : berupa gambaran hyperplasia trofoblas dan
gambaran yang menyerupai jaringan plasenta. Pada pemeriksaan
imnuhistokimia dapat diketahui bahwa mayoritas adalah sel
trofoblas intermediet. Mola invasif dibedakan dari koriokarsinoma
dari adanya gambaran vili.
3. Koriokarsinoma gestasional : Karsinoma yang berasal dari jaringan
trofoblas dengan elemen sitotrofoblas dan trofolas.
4. Placental site trophoblastic tumor (PSST) :Berasal dari tempat
melekatnya plasenta dan mayoritas adalah sel tropoblas
intermediet.
Stadium dan Skoring Prognosis

Stadium I Tumor trofoblastik gestasional terbatas pada korpus uteri

Stadium II Tumor trofoblastik gestasional meluas ke adneksa atau vagina,


namun terbatas pada struktur genitalia.

Stadium III Tumor trofoblastik gestasional bermetastasis ke paru, dengan


atau tanpa metastasis di genitalia interna.

Stadium IV Bermetastasis ke tempat lain


Skoring faktor risiko menurut FIGO (WHO) dengan staging FIGO

Skor faktor risiko menurut FIGO 0 1 2 4


(WHO) dengan staging FIGO

Usia < 40 >=40 - -


Kehamilan sebelumnya Mola Abortus Aterm -

Interval dengan kehamilan tersebut <4 4-6 7-12 >12


(bulan)
Kadar hCG sebelum terapi (mIU/mL) < 103 103-104 >104-105 >105

Ukuran tumor terbesar, termasuk - 3-4 > 5 cm -


uterus
Lokasi metastasis, termasuk uterus Paru-paru Limpa, ginjal Traktus Otak, hepar
gastrointestinal
Jumlah metastasis yang diidentifikasi - 1-4 5-8 >8

Kegagalan kemoterapi sebelumnya - - Agen tunggal Agen multiple

skor 0-6 dianggap sebagai pasien dengan resiko rendah,


skor >7 maka dianggap sebagai beresiko tinggi
Asia Tenggara dan Jepang menunjukkan insidensi mola
hidatidosa yang lebih besar yaitu 2,0 per 1000 kehamilan.
khoriokarsinoma mengenai 9,2 dan 3,3 per 40.000
kehamilan

Di Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, dan Eropa


insidensi mola hidatidosa antara 0,57-1,1 per 1000
kehamilan.
Khoriokarsinoma mengenai 1 dari 40.000 kehamilan

Insidensi mola hidatidosa dan khoriokarsinoma menurun


dalam 30 tahun belakangan
Sinsitiotrofoblas
menginvasi stroma
endometrium dengan
Trofoblas normal implantasi dari
Kehamilan mola dan
tersusun dari
neoplasma trofoblastik blastokista dan
sitotrofoblas,
gestasional berasal dari merupakan sebuah tipe
sinsitiotrofoblas, dan
trofoblas plasenta sel yang memproduksi
trofoblas intermediet
human chorionic
gonadotropin (hCG)
Mola Hidatidosa

Mola hidatidosa mengacu pada kehamilan abnormal yang


ditandai dengan berbagai tingkat proliferasi trofoblas
(sitotrofoblas dan sinsitiotrofoblas) dan pembengkakan
vesikuler dari vili plasenta yang berhubungan dengan
ketidakadaan atau abnormalitas fetus/embrio.
Gambar 1. Mola hidatidosa komplit Gambar 2. Mola hidatidosa parsial

Mola hidatidosa komplit dengan Mola hidatidosa parsial dengan


hydropic villi, tidak adanya vili korionik dengan ukuran
pembuluh darah villi, dan bervariasi dari ukuran dan bentuk
proliferasi dari hiperplastik dengan edema fokal dan
sitotrofoblas dan sinsitiotrofoblas. scalloping, stroma trofoblastik
Gambar 3. Mola invasif Gambar 4. Koriokarsinoma

Koriokarsinoma terdiri dari


Mola invasive dengan ekstensi
sitotrofoblas dan sinsitiotrofoblas
langsung jaringan mola, termasuk
abnormal, dengan hyperplasia
hydropic vili, dan hiperplastik
dan anaplasia, tidak ada vili
trofoblas yang meliputi
korionik, pendarahan, dan
myometrium.
necrosis.
Gambar 5. Placental site trophoblastic tumor

Placental site trophoblastic tumor dengan lembaran


mononuclear intermediate trophoblast cells tanpa chorionic
villi yang menginfiltrasi diantara serat myometrial
Epithelioid trophoblastic tumor (ETT)

Epithelioid trophoblastic tumor (ETT) adalah varian jarang dari PSTT yang
menstimulasi karsinoma. Sebagian besar ETT timbul beberapa tahun
setelah persalinan aterm
Neoplasia Trofoblas
Mola hidatidosa komplit Mola parsial
Gestasional
perdarahan pervaginam perdarahan pervaginam pembesaran ireguler
pembesaran uterus > Pembesaran uterus uterus dan pembesaran
usia gestasi berlebihan, ovarium bilateral
hiperemesis hiperemesis, persisten
hipertensi yang hipertensi yang Lesi metastasis ke
diinduksi kehamilan diinduksi kehamilan, vagina dapat terlihat
pada trimester pertama saat evakuasi,
hipertiroidisme
dan kedua kerusakan lesi tersebut
adanya kista teka lutein dapat menyebabkan
kadar hCG sering > Kadar hCG peevakuasi perdarahan yang tak
100.000 mIU/mL mola >100.000mIU/mL terkontrol
detak jantung fetus
tidak ada
1. ULTRASONOGRAFI

Gambar 6. Ultrasonografi pelvis dari mola hidatidosa komplit


Ultrasonografi pelvis dari mola hidatidosa komplit dengan karakteristik gambaran
vesikuler dari echoes multiple, lubang pada massa plasenta, dan tidak ada fetus.
2. HUMAN CHORIONIC GONADOTROPIN (HCG)

Mola hidatidosa biasanya berhubungan dengan peningkatan kadar hCG


diatas kehamilan normal. Sekitar 50% pasien dengan mola komplit
mempunyai kadar hCG preevakuasi >100.000 mIU/mL. Diagnosis klinis
neoplasma trofoblas gestasional posmolar sering dibuat dengan adanya
peningkatan atau plateau kadar hCG setelah evakuasi mola hidatidosa.
Khoriokarsinoma biasanya didiagnosis dengan adanya peningkatan kadar
hCG, sering bersamaan dengan adanya metastasis setelah ada kehamilan
sebelumnya. PSTT dan ETT biasanya berhubungan dengan sedikit
peningkatan kadar hCG.
3. DIAGNOSIS PATOLOGI

Diagnosis patologi mola komplit dan parsial dibuat dengan


pemeriksaan specimen kuretase. Pengecatan imunohistologi untuk p57
dapat membedakan ketiadaan immunostaining mola komplit dengan
mola parsial, dan sitometri alir dapat membedakan mola komplit
diploid dari mola parsial triploid. Sebagai tambahan, diagnosis patologi
mola invasif, khoriokarsinoma, PSTT, ETT kadang dapat dibuat dengan
kuretase, biopsi lesi metastase, atau pemeriksaan specimen
histerektomi atau plasenta. Biopsi lesi vagina menunjukkan tumor
trofoblas gestasional berbahaya karena perdarahan masif yang
mungkin dapat terjadi.
A. MOLA HIDATIDOSA

- Evakuasi hisap dan kuretase adalah metode terpilih untuk mengevakuasi mola
hidatidosa, tidak tergantung ukuran uterus, bagi pasien yang masih
mengharapkan fertilitasnya.
- Histerektomi adalah alternatif dari kuretase bila sudah tidak mau mempunyai
anak. Adneksa dapat ditinggalkan lengkap walau terdapat kista teka lutein
- Induksi medis persalinan dan histerektomi tidak direkomendasikan pada
evakuasi mola. Metode ini meningkatkan morbiditas maternal, seperti kehilangan
darah, evakuasi inkomplit membutuhkan dilatasi dan kuretase, dan membutuhan
persalinan cesaria pada kehamilan selanjutnya. Hal ini juga meningkatkan
penyebaran dan perkembangan neoplasia trofoblas gestasional postmola yang
membutuhkan kemoterapi.
B. GESTASIONAL TROPHOBLALSTIC
NEOPLASIA/ GESTASIONAL
TROPHROBLASTIC TUMOR

1. Kemoterapi
profilaksis
2. Hormonal
Follow-Up
3. GTT
TERAPI STADIUM GTT

1. Terapi Stadium 1: Terapi Sekunder Stadium I GTT


2. Terapi Stadium II dan III
3. Terapi Stadium IV

- Follow-up GTT
- Terapi pembedahan pada GTT
- Terapi Radiasi pada GTT
- Administrasi Kemoterapi
- Kemoterapi Kombinasi
KESIMPULAN
Penyakit trofoblastik gestasional (PTG) adalah suatu
spektrum dari dua kondisi premaligna yaitu; partial mola
hidatidosa dan complete mola hidatidosa, hingga tiga
kondisi tumor ganas yaitu; invasive mola, koriokarsinoma
gestasional, dan placental site hrophoblastic tumor (PSTT)
yang nantinya ketiga keadaan ini lebih dikenal dengan
neoplasia trofoblastik gestasional.

Pemeriksaan pada penyakit trofoblas gestasional meliputi


pemeriksaan USG, kadar hCG, dan diagnosis patologi.
Penatalaksanaan dari penyakit trofoblas gestasional
meliputi terapi pembedahan, kemoterapi, dan terkadang
membutuhkan radioterapi pada penyakit trofoblastik
neoplasia.
DAFTAR PUSTAKA
1. Jewell E, Sonoda Y. Treatments for gestational trophoblastic disease. American
Society of Clinical Oncology. Diunduh dari :
http://www.medscape.com/article/219117 , 28 Januari 2017.
2. Cunnigham F.G, Gant N.F, Leveno K.J, Gilstrap III L.C, Hauth J.C, Wenstrom KD.
Williams Obstetrics 23rd ed. 2010. USA : The McGraw-Hill Companies.
3. Anwar M, Baziad A, Prabowo P. Editor. Ilmu Kandungan Sarwono Prawirohardjo.
Edisi ke-3. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo;2011.
4. Hernandez E. Gestational trophoblastic neoplasia. American Association for
Cancer Research. Diunduh dari : http://emedicine.medscape.com/article/279116-
overview, 27 Januari 2017.
5. Lurain JR. Gestational trophoblastic disease I: epidemiology, pathology, clinical
presentation and diagnosis of gestational trophoblastic disease, and management
of hydatidiform mole. American Journal Obstetricians and Gynecologi. Diunduh
dari: www.scribd.com, 28 Januari 2017.
6. Moore LE, Huh KW. Mola Hidatidiform. American College of Obstetricians and
Gynecologists. Diunduh dari : http://emedicine.medscape.com/article/254657 ,
27 Januari 2017.