Anda di halaman 1dari 29

KOMPONEN KUNCI

MANAJEMEN DIABETES

Monitoring Gula POLA MAKAN SEHAT


darah teratur

AKTIVITAS FISIK RUTIN

FARMAKOTERAPI

EDUKASI/ DUKUNGAN DIABETES


Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT)
Pasien
Assesment
masuk

Intervensi
skrining Diagnosis
Antropometri gizi Perencanaan
Biokimia implementasi
Klinis-fisik Problem
Dietary history Etiologi
Riwayat simptom
penyakit Tujuan
tercapai stop
Monev
Diagnosis
medis

Tujuan
tdk
tercapai Pasien
pulang
Hospital Malnutrition:
Defisiensi energi, Skrining
Defisiensi protein
Penurunan masa bebas lemak

Digambarkan dengan kehilangan


berat badan, indek massa tubuh
dan kurangnya asupan makanan

KOMPONEN: 24 jam : perawat


Kondisi sekarang (BB, TB, IMT, LiLA)
Kondisi yang stabil ( kehilangan BB)
Kondisi yg memburuk (penurunan asupan) Skrining lanjut :
Pengaruh penyakit terhadap status gizi Ahli Gizi
ASSESMENT

BB, TB, IMT, L pinggang, L pinggul, LiLA, RL, TL


A STATUS GIZI, BBI

GDS, GDP, GD2 JPP, HBA1C


B PROFIL LIPID TG<150 , LDL<100, HDL>40 (L), >50(p)

TENSI, NADI, RESPIRASI, SUHU

C POLIDIPSI, POLIURI, POLIFAGI, kesemutan, mata kabur, kelelahan,


pusing & keringat dingin

POLA MAKAN , makanan kesukaan (asupan gula, lemak)


RIWAYAT KELUARGA & RPD

D

MONITORING GULA DARAH
Agama, SOSEK, BUDAYA
Aktivitas fisik
BBI
BBI = 90% x (TB-100) TB <160 CM (L)

BBI = TB-100 TB < 150 CM (P)

IMT
KLASIFIKASI IMT
BB (Kg) UNDERWEIGHT <18,5
NORMAL 18,5-22,9
OVERWEIGHT DG RESIKO 23-24,9
TB (M) OBESE I 25-29
OBESE II 30
DIAGNOSIS GIZI PADA DM
BEBERAPA KEMUNGKINAN PROBLEM :
NI-53.2: asupan KH yang berlebih
NI-53.3: asupan macam & jumlah KH yg kurang tepat
NI-53.4: asupan KH yg tdk konsisten
NI-53.5 : Intake serat tidak adekuat
NC-2.2 : perubahan nilai lab terkait gizi
NC-3.2 : penurunan BB tak diinginkan
NB-1.2 : sikap/ kepercayaan taksesuai dg prinsip gizi
NB-1.3 : Belum Siap utk melakukan perubahan pola
hidup
NB-1.4 : kurangnya kontrol diri
NB-2.3 : ketidakmampuan mengatur diri
Dll
CONTOH DIAGNOSIS GIZI (P-E-S)
Kelebihan asupan energi, karbohidrat b.d.
Kurangnya pengetahuan tentang makanan d.d.
NI
asupan energi, karbohidrat, lemak melebihi
kebutuhan

Perubahan nilai laboratorium terkait HA b.d


NC gangguan fungsi endokrin d.d. hiperglikemi &
HBA1C tinggi

Ketidaksiapan melakukan perubahan b.d


NB penolakan terhadap kebutuhan untuk berubah
d.d. Tidak bersedia berpartisipasi dalam program
penimgkatan aktivitas fisik
INTERVENSI GIZI
FAKTOR-FAKTOR YG PERLU DIPERHATIKAN DLM
PERENCANAAN PENGATURAN MAKAN PASIEN DM:

Kemampuan & keinginan pasien utk belajar


Tingkat motivasi pasien untuk melakukan
perubahan perilaku makan dan aktivitas fisik
Jumlah & macam insulin serta OAD yg digunakan
Gaya hidup pasien
Mencapai & mempertahankan kadar gula darah
1 mendekati normal
Mencapai & mempertahankan kadar lemak darah
2 normal
Memberi cukup energi untuk
mempertahankan/mencapai BB normal,
pertumbuhan & perkembangan normal bagi
3 remaja & peningkatan kebutuhan metabolik
selama kehamilan & laktasi
4 Menghindari atau memperlambat kejadian
komplikasi
5 Meningkatkan derajad kesehatan secara
keseluruhan melalui gizi yang optimal
Syarat
Diet
1. Energi cukup

(+) aktivitas fisik


(+) stress metabolik
L = BBI X 30 kkal 10-30%
P = BBI X 25 kkal (-) umur
Umur (th) Koreksi (-)
KOREKSI 40-59 5%
UMUR 60-69 10%
> 70 20%

KLASIFIKASI AKTIVITAS FISIK ISTIRAHAT +10%

RINGAN SEDANG 30% BERAT 40% SANGAT BERAT


20% 50%
IRT MAHASISWA PETANI TUKANG
BECAK
GURU, STAF PEGAWAI BURUH, ATLIT TUKANG GALI,
KANTOR INDUSTRI PANDAI BESI
RINGAN
LANJUTAN KEBUTUHAN ENERGI....

KEHAMILAN
TM I 150 KKAL
TM II & III 350 KKAL
LAKTASI 550 KKAL

KOMPLIKASI :
INFEKSI, TRAUMA, ATAU OPERASI YG
MENYEBABKAN KENAIKAN SUHU +13% TIAP
KENAIKAN 1C

BB :
GEMUK/TERLALU KURUS : DIKURANGI/DITAMBAH
20-30% TERGANTUNG TINGKAT GEMUK/KURUS
Syarat
Diet
2. KARBOHIDRAT

KUANTITAS KUALITAS SUCROSA SWEETENER

LOW GI & 5% TOTAL


45-65%
GL KALORI

FIBER
GI & GL
GLICEMIC INDEX (GI) JENIS GI SAJI (g) GL
Nasi putih 89 150 43

55 56-69 70 Ubi 70 150 22


Jagung rebus 60 150 20
talas 54 150 20
GL= GI X HA
Nasi merah 50 150 14
100
Pisang 62 120 16
anggur 59 120 11
GLICEMIC LOAD (GL) Apel 39 120 6
semangka 72 120 4
10 11-19 20
Jeruk 40 120 4

LOW Wortel 35 80 2
madu 61 25 12
MEDIUM Soft drink 68 250 ml 23

HIGH
Syarat
Diet
3. PROTEIN

TIDAK
NEFROPATI
KOMPLIKASI

65% NILAI
10% (0,8
10-20% BIOLOGIS
KG/BB) TINGGI
Kebutuhan lemak sedang
(20-25% kebutuhan energi)
<10% lemak jenuh
10% lemak tak jenuh ganda
Sisanya lemak tak jenuh tunggal
Kolesterol 300 mg
SERAT
14 g/ 100 kkal kebutuhan
energi/ 25 g/hari
Manitol,
xylitol, sorbitol
hipocalorie
Mengandung
sweeteners 2 kkal/g

Sucralose,
Non calorie
aspartame

ADI Sucralose : 15mg/kg BB/hari,


aspartam : 50 mg/kg BB/hari
PRINSIP 3J

jam jumlah jenis

SESUAIKAN KONDISI
PASIEN

BENTUK ROUTE FREKWENSI


BAHAN MAKANAN PENUKAR
E (KAL) P (g) KH (g) L (g)
Makanan Pokok 175 4 40
Protein Hewani RENDAH LEMAK 50 7 2

LEMAK SEDANG 75 7 5

TINGGI LEMAK 150 7 13

Protein nabati 75 5 7 3
Sayuran A Kalori diabaikan, bebas dimakan
B 25 1 5
C 50 3 10
Buah & gula 50 12
susu Tanpa lemak 75 7 10
Rendah lemak 125 7 10 6
Tinggi lemak 150 7 10 10
minyak 50 5
Aktivitas fisik
Aktivitas / 1 jam Energi Burger 300 kkal:
(kkal) jalan 38, renang 25

tidur 65
Duduk 75 Dada ayam grg 320 kkal:
Jalan 89 , joging 53, lari 38
Berdiri 90
Mengetik 100
Pizza 620 kkal:
Memasak 160 Jalan 172 , jooging 71
Berjalan (4km/jam) 210 renang 27, sepeda 49
Jalan cepat 6 km/jam 220
Aerobik 270 Nasgor ayam 329 kkal
Jogging 7 km/jam 370
berenang 580
Lari 10 km/jam 660
Bakwan 137 kkal
PASIEN
SASARAN KELUARGA

PENGETAHUAN KONS
MATERI SIKAP
PERILAKU UL
TASI
FOOD MODEL
ALAT LEAFLET DM GIZI
LEAFLET BAHAN
BANTU MAKANAN PENUKAR
HAL YG PERLU DIINGAT DLM KONSELING
KETRAMPILAN MENDENGAR & MEMPELAJARI:
1. KOMUNIKASI NON VERBAL YG BERMANFAAT
2. PERTANYAAN TERBUKA
3. RESPON SEDERHANA
4. EMPATI
5. MENGULANG KEMBALI APA YG KLIEN KATAKAN
6. TIDAK MENGHAKIMI
PIS :
MEMBANGUN PERCAYA DIRI & MEMBERI Puji
DUKUNGAN Informasi
1. MENERIMA APA YG KLIEN KATAKAN
2. MEMUJI Saran
3. BANTUAN PRAKTIS
4. SEDIKIT INFORMASI YG RELEVAN
5. BAHASA YG SEDERHANA
6. SATU ATAU DUA SARAN & BUKAN PERINTAH
Perubahan IMT jika sebelumnya tidak
normal
Perubahan asupan energi, lemak total,
lemak jenuh, kolesterol, serat
Perubahan kadar gula darah, HBA1c dan
MON lipid darah
EV Penurunan kejadian hipoglikemi
Berkurangnya gejala klinis
Perbaikan pola aktivitas
Klien dapat mengidentifikasi hambatan yang
ada dalam mengubah pola makan.
Perubahan cara pengolahan makanan
perubahan pemilihan bahan makanan
Hasil yang diinginkan Terapi Gizi Medis DM
BAIK SEDANG

GDP (mg/dl) 80-109 110-125

GD 2 JPP (mg/dl) 80-144 145-179

HbA1C (%) <6,5 6,5-8

Kolesterol Total (mg/dl) <200 200-239

LDL (mg/dl) <100 100-129

HDL (mg/dl) P >40, L >50

Trigliserid <150 150-199

IMT (kg/m) 18,5-22,9 23-35

Tekanan Darah (mmHg) <130/80 130-140/80-90


PAGI

Nasi
Telur semur
Tahu goreng
06.00-07.00 Capcay kuah + tomat
Jam 10.00 : ubi kukus
Nasi
SIANG

Pepes ikan
Tempe garit
CONTOH
Sayur asem MENU
12.00-13.00 pepaya SEHARI
Jam 15.00 : Apel
Nasi
MALAM

Ayam bb bali
Botok tahu
Bobor bayam + timun
18.00-19.00 jeruk
PENUTUP
PENGATURAN MAKAN YG BAIK MERUPAKAN
KUNCI KEBERHASILAN PENANGANAN
DIABETES
PENGATURAN MAKAN UTK DM FOKUS PADA
KONTROL ASUPAN KARBOHIDRAT, LEMAK,
SERAT, PENGATURAN BB & AKTIVITAS FISIK
Matur
nuwun