Anda di halaman 1dari 32

Pemotongan Logam

Pengertian Pemotongan Logam

Pemotongan logam adalah proses perautan logam dengan


menggunakan sebuah pahat potong (cutting tool), yang
bertujuan untuk memperoleh bentuk-bentuk tertentu,
toleransi, ataupun derajat kehalusan permukaan (surface
finished) dari benda kerja.
Pemotongan logam didasari dengan terbentuknya chip
( geram ) sebagai akibat dari proses pemotongan.
Terbentuknya geram adalah beberapa proses dari bahan
baku (raw material) sampai mencapai 50%nya. Jika pada
proses tidak timbul geram maka prosesnya disebut dengan
pemotongan tanpa perautan atau Chipless Maching
Process.
Pembentukan Gram

Pada dasarnya, terbentuknya geram adalah merupakan


hasil yang disebabkan oleh terbentuknya shear
deformation (deformasi geser) pada bagian terendah dari
benda kerja yang termakan oleh sisi potong dari pahat.
Gerakan relatif antara pahat dan benda kerja menyebabkan
terjadinya daya kompresi di dekat pahat yang
rnengakibatkan terjadinya deformasi geser.
Akibat gesekan antara geram dan pahat pada
pembentukan geram akan timbul panas yang menurut
penyelidikan menyebutkan 75 % terjadinya panas karena
deformasi logam dan geseran dan 25 % karena gesekan
(friction), kemudian panas yang timbul tersebut tersebar
ke seluruh bagian yaitu : 60 80 % terbawa oleh geram, 15
% terserap oleh pahat dan 5 35 % terbawa oleh benda
kerja.
Pembentukan Gram

Pembentukan gram pada proses pemotongan logam


menyangkut beberapa faktor penting seperti :

1. Sifat-sifat dari bahan benda kerja ( work material )


2. Sifat-sifat dan bentuk dari geometri pahat.
3. Hubungan antara pahat dan benda kerja.
MACAM - MACAM GERAM

Geram yang terbentuk pada proses pemotongan


logam dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam yaitu :
1. Discontinous chips,
2. Continous chips,
3. Continous with a built up edge chips.
Discontinous chips atau gram terputus-putus.

Jenis gram yang dihasilkan selama mesin pemotong logam


mengerjakan jenis logam keras dan rapuh seperti tembaga,
kuningan dan besi.
Kadang-kadang, pemotongan logam ulet pada pemakanan
sangat rendah dengan sudut kecil dari alat potong dan
benda juga mengakibatkan produksi gram yang terputus-
putus.
Continous chips atau gram terus menerus

Jenis gram yang dihasilkan selama mesin pemotong logam


mengerjakan jenis logam bahan ulet, seperti baja ringan, di
bawah kondisi pemotongan yang menguntungkan seperti
kecepatan potong tinggi dan gesekan minimum antara benda
kerja dan alat potong.
Gesekan antara permuka benda kerja dan alat potong dapat
diminimalkan dengan memoles permukaan alat potong dan
benda kerja dengan pendingin, seperti cairan atau pelumas.
Continous with a built up edge chips atau Chip terus menerus
dengan built up

tepi jenis chip sangat mirip dengan tipe terus menerus,


dengan perbedaan bahwa tidak semulus sebelumnya. jenis
chip diperoleh dengan mesin bahan ulet, Ketika gesekan
tinggi ada pada antar permuka alat dengan benda. Faktor
umum bertanggung jawab untuk mempromosikan
pembentukan Ujung Build-up adalah kecepatan potong
rendah, pemakanan berlebihan, terlalu kecil sudut,
kurangnya pelumas.
Jenis jenis alat pemotongan logam

Pemotongan logam dilakukan dengan bantuan alat potong, berikut


ini jenis-jenis dari alat pemotong logam yaitu:

1. Pemotongan dengan peralatan tangan


2. Pemotongan dengan permesinan konvensional
3. Pemotongan dengan permesinan non-konvensional
Pemotongan Dengan Peralatan Tangan

Gunting Tangan
Proses ini yaitu dengan menggunakan gunting tangan untuk
pemotongan pelat-pelat dengan tangan secara manual.
Kemampuan potong gunting tangan ini hanya mampu
memotong pelat di bawah ketebalan 0,8 mm.

Gunting tangan ini dapat dibagi dalam 3 (tiga) jenis,


sesuai dengan dan kengunaannya yakni:
Gunting tangan lurus
Gunting tangan lurus ini digunakan untuk pemotongan-pemotongan
pelat dalam bentuk lurus.
Gunting tangan lingkaran
Gunting tangan lingkaran ini digunakan untuk
pemotongan pelat dalam bentuk lingkaran
Gunting tangan kombinasi
Gunting tangan kombinasi ini dapat digunakan untuk
pemotongan lurus maupun llingkaran
Gunting tuas
Gunting tuas digunakan untuk pemotongan logam yang
mempunyai ketebalan 1mm-3mm tetapi penggunaan
gunting tuas ini lebis sering untuk pemotongan logam atau
plat-plat strip.
Pahat potong
Pahat potong tangan digunakan bagian dalam dari sisi
pelat, sebab pemotongan bagian dalam pelat ini sulit
dilakukan dengan gunting. Prinsip kerjanya pemotongan
pelat dengan pahat ini dilakukan di atas landasan paron
atau pada ragum-ragum meja.
Pemotongan Dengan Mesin Gullotine
Mesin gullotine terdiri diri 2 (dua) jenis yakni mesin
gullotine manual dan mesin gullotine hidrolik . Mesin
gullotine manual pemotongan pelat dilakukan dengan
tuas penekan yang digerakkan oleh kaki si pekerja.
Proses pemotongan dengan mesin Gullotine manual
adalah pelat diletakkan di atas meja. Kemudian ukuran
pelat yang akan dipotong diatur dengan memperhatikan
ukuran yang ada pada meja.
Pemotongan Dengan Mesin Potong Hidrolik
Mesin gunting hidrolik menggunakan tenaga power
supply tenaga hidrolik. Tenaga hidrolik yang dihasilkan
untuk memotong adalah pompa hidraulik yang
digerakkan oleh motor listrik.
Pemotongan Dengan Permesinan Konvensional

Pada proses pemotongan ini dibantu dengan menggunakan


mesin potong yang masih digerakan oleh manusia secara
manual atau komputer tetapi pahat dan benda kerja
bersentuhan dengan jarak yang dekat, seperti.
1. Mesin bubut konvensional
2. Mesin gerinda
3. Mesin Gergaji
4. Mesin Las
5. dll
Mesin Bubut
Mesin bubut merupakan suatu proses pemakanan benda
kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar
benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang
digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar
dari benda kerja.
Mesin Gerinda
Mesin Gerinda Mesin gerinda merupakan proses
pemotongan logam dan juga proses menghaluskan
permukaan yang digunakan pada tahap finishing
Mesin Gergaji
Mesin gergaji merupakan alat perkakas yang berguna untuk
memotong benda kerja.
Pemotongan Dengan Permesinan Non-Konvensional

Pada proses pemotongan ini dibantu dengan menggunakan


mesin potong yang masih digerakan oleh manusia secara
manual atau komputer tetapi pahat dan benda kerja tidak
bersentuhan dengan jarak yang dekat, seperti.
1. Mesin AJM
2. Mesin WJM
3. Mesin EBM
4. Mesin Laser
5. dll
Mesin AJM ( Abrasive Jet Mechine )
Mesin mesin potong dengan menggunkan butiran abrasive
yang di beri tekanan udara yang tinggi.
Mesin WJM ( Water Jet Mechine )
Mesin mesin potong dengan menggunkan air yang tinggi.
Electron beam machining (EBM)
adalah salah satu dari industry proses pemotongan yang
menggunakan electron beam atau termal jet.
Mesin Laser
merupakan singkatan dari Light Amplification by
Stimulated Emission of Radiation, adalah sebuah teknologi
yang menggunakan laser untuk memotong material dan
biasanya diaplikasikan pada industri manufaktur.
SEKIAN