Anda di halaman 1dari 20

STERILISASI

Vina Hidayana, M.Farm, Apt

FARMASETIKA II
Bebas dari mikroba
STERIL hidup

Patogen / non
patogen
Bentuk vegetatif
Bentuk spora

FARMASETIKA II
Sterilisasi adalah suatu proses untuk
membuat ruangan / benda menjadi steril

FARMASETIKA II
TUJUAN SUATU OBAT DIBUAT
STERIL

Berhubungan langsung dengan darah atau


cairan tubuh dan jaringan tubuh yang lain,
dimana pertahanan terhadap zat asing tidak
selengkap yang ada dalam saluran
cerna/gastrointestinal, misalnya hati yang
berfungsi untuk menetralisir/menawarkan racun

FARMASETIKA II
SEDIAAN FARMASI YANG PERLU
DISTERILKAN :

1. Obat suntik / Injeksi


2. Sediaan untuk mata ( guttae ophth,
collyrium, oculenta)
3. Tablet implant
4. Tablet hipodermik

FARMASETIKA II
Metode Sterilisasi
1. Destruksi mikroorganisme
M.O akan rusak bila terkena panas
langsung. Cara termudah adalah menggunakan
api dengan cara membakar peralatan atau wadah
yang akan dipakai. Cara lain adalah dengan
mengoksidasi alat ( biasanya gelas) menggunakan
bahan kimia berupa asam nitrat pekat, asam
kromat atau asam sulfat pekat
FARMASETIKA II
2. Inaktivasi ( Pembunuhan)
Metode inaktivasi M.O ini
merupakan eliminasi M.O tanpa perlu
menghancurkan sel secara sempurna. Hal
ini dapat dilakukan dengan cara : panas
kering, basah atau uap ; cara radiasi ;
cara kimia.

FARMASETIKA II
3. Penghilangan secara fisika
adalah dengan cara penyaringan
(filtrasi) karena ada beberapa zat
(partikel) dari cairan dan gas yang tidak
dapat dilakukan dengan cara sebelumnya.

FARMASETIKA II
CARA-CARA STERILISASI
MENURUT FI.ed.III
1. Cara A ( pemanasan secara basah ) ; autoklaf pada suhu
115C - 116C selama 30 menit dengan uap air panas
2. Cara B ( dengan penambahan bakterisida)
3. Cara C (dengan penyaringan bakteri steril)
4. Cara D ( pemanasan secara kering) ; oven pada suhu
150C selama 1 jam dengan udara panas.
5. Cara aseptik ( mencegah dan menghindarkan lingkungan
dari cemaran bakteri seminimal mungkin )
FARMASETIKA II
CARA-CARA STERILISASI
MENURUT FI. Ed. IV

Sterilisasi uap
Sterilisasi panas kering
Sterilisasi gas
Sterilisasi dengan radiasi ion
Sterilisasi dengan penyaringan
Sterilisasi dengan cara aseptic

FARMASETIKA II
1. Sterilisasi Uap

Sterilisasi thermal yang menggunakan uap


jenuh dibawah tekanan selama 15 menit pada
suhu 121C. Kecuali dinyatakan lain,
berlangsung disuatu bejana yang disebut
autoklaf

FARMASETIKA II
2. Sterilisasi Panas Kering

Sterilisasi cara ini menggunakan suatu siklus


oven modern yang dilengkapi udara yang
dipanaskan dan disaring. Rentang suhu khas
yang dapat diterima didalam bejana sterilisasi
kosong adalah lebih kurang 15C, jika alat
sterilisasi beroperasi pada suhu tidak kurang
dari 250C

FARMASETIKA II
3. Sterilisasi Gas

Bahan aktif yang digunakan adalah gas etilen


oksida yang dinetralkan dengan gas inert, tetapi
keburukan gas etilen oksida ini adalah
sangat mudah terbakar, bersifat mutagenik,
kemungkinan meninggalkan residu toksik
didalam bahan yang disterilkan, terutama yang
mengandung ion klorida

FARMASETIKA II
Pemilihan untuk menggunakan sterilisasi
gas ini sebagai alternatif dari sterilisasi
termal, jika bahan yang akan disterilkan
tidak tahan terhadap suhu tinggi pada
sterilisasi uap atau panas kering

FARMASETIKA II
Proses sterilisasinya berlangsung di dalam
bejana bertekanan yang didesain seperti pada
autoklaf dengan modifikasi tertentu.

Salah satu keterbatasan utama dari proses


sterilisasi dengan gas etilen oksida adalah
terbatasnya kemampuan gas tersebut untuk
berdifusi sampai kedaerah paling dalam dari
produk yang disterilkan.

FARMASETIKA II
4. Sterilisasi dengan radiasi ion

Ada 2 jenis radiasi ion yang digunakan :


1. Radiasi gamma
2. Radiasi berkas elektron

Digunakan isotop radio aktif, misalnya Cobalt 60

FARMASETIKA II
Cara ini dilakukan jika bahan yang
disterilkan tidak tahan terhadap
sterilisasi panas dan khawatir tentang
keamanan etilen oksida

FARMASETIKA II
Keunggulan sterilisasi ini :
reaktivitas kimia rendah
residu rendah yang dapat diukur serta
variabel yang dikendalikan lebih sedikit

FARMASETIKA II
5. Sterilisasi dengan penyaringan

Sterilisasi larutan yang labil terhadap panas sering


dilakukan dengan penyaringan menggunakan bahan
yang dapat menahan mikroba, hingga mikroba yang
dikandungnya dapat dipisahkan secara fisika.

Penyaring yang tersedia adalah selulosa asetat, selulosa


nitrat, flourokarbonat, polimer akrilik, polikarbonat,
poliester, polivinil klorida, vinil nilon dan juga membran
logam
FARMASETIKA II
6. Sterilisasi dengan cara aseptik

Proses ini untuk mencegah masuknya mikroba


hidup kedalam komponen steril atau komponen
yang melewati proses antara yang mengakibatkan
produk setengah jadi atau produk ruahan atau
komponennya bebas dari mikroba

FARMASETIKA II