Anda di halaman 1dari 33

HERNIA NUKLEUS PULPOSUS

PEMBIMBING :
dr. Maulida, M. Sc, Sp. S

Oleh :
Ilfah Madani, S.Ked
16174077

1
Defenisi
Hernia Nucleus Pulposus (HNP) adalah turunnya
kandungan annulus fibrosus dari diskus intervertebralis
lumbal pada spinal canal atau rupture annulus fibrosus
dengan tekanan dari nucleus pulposus yang
menyebabkan kompresi pada element saraf. 1
Etiologi :

2
Faktor Resiko

1. Penyebab dari Hernia Nucleus Pulposus (HNP) biasanya


dengan meningkatnya usia terjadi perubahan
degeneratif yang mengakibatkan kurang lentur dan
tipisnya nucleus pulposus. Annulus fibrosus mengalami
perubahan karena digunakan terus menerus.
Akibatnya, annulus fibrosus biasanya di daerah lumbal
dapat menyembul atau pecah.2

3
2. Hernia nucleus pulposus (HNP) kebanyakan juga disebabkan
oleh karena adanya suatu trauma derajat sedang yang
berulang mengenai discus intervertebralis sehingga
menimbulkan sobeknya annulus fibrosus, hal ini
menyebabkan generasi diskus kapsulnya mendorong ke arah
medulla spinalis, atau mungkin ruptur dan memungkinkan
nucleus pulposus terdorong terhadap sakus doral atau
terhadap saraf spinal saat muncul dari kolumna spinal.3

4
Sekilas ANATOMI VERTEBRE

5
Patofisiologi

6
7
8
Gejala

9
Hampir semua HNP pada servikal menyebabkan ruang
gerak leher terganggu. Nyeri makin berat bila gerak
ekstensi atau fleksi leher. Pada pemeriksaan fisik dapat
ditemukan :
- Tanda Lhermitte : nyeri seperti disetrum yang menjalar
dari tengkuk ke ekstremitas saat leher digerakkan.
- Tanda Spurling : nyeri pada penekanan ke bawah pada
daerah vertex saat pasien menolehkan kepala ke sisi
yang sakit. ( terjadi akibat penyempitan foramen
intervertebralis dan penambahan penonjolan diskus)

10
Anamnesa
Anamnesis nyeri pinggang mempunyai kerangka acuan
tertentu, minimal harus meliputi hal-hal sebagai berikut :
Letak atau lokasi nyeri
Sifat nyeri
Penyebaran nyeri
Pengaruh aktivitas
Pengaruh posisi tubuh atau anggota tubuh, trauma
Proses terjadinya nyeri dan perkembangannya
Obat-obat anlgesik yang pernah diminum
Kemungkinan adanya proses keganasan
Riwayat menstruasi dan Kondisi mental/emosional
11
12
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Pada inspeksi didapatkan data tentang gaya
berjalan pasien, kesimetrisan, dan perubahan
yang dirasakan penderita terkait dengan rasa
nyeri.
Perkusi dan palpasi
Palpasi harus hati-hati karena akan menimbulkan
reaksi nyeri. Pada palpasi tulang vertebre, perlu
dicari kemungkinan adanya deviasi ke arah lateral
atau anteposterior. Perkusi dapat membantu
menetukan vertebre yang terlibat.
13
Pemeriksaan neurologis
Motorik : kekuatan dan atrofi otot
Sensoris : ras raba. Nyeri, suhu dan getar. Kemudian
tentukan dermatom yang terganggu
Pemeriksaan refleks
Reflek lutut patella negatif pada HNP lateral di L4-L5
Reflek achilles negatif pada HNP lateral L5-S1
Pemeriksaan rentang gerak
Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan meminta pasien
melakkukan gerakan flksi-ekstensi, rotasi dan gerakan ke
arah lateral dari sendi lumbal. Pemeriksaan ini menilai
derajat nyeri, functio lesa, dan penyebaran nyeri.
Manuver
Manuver lasegue, manuver valsava
Manuver patrick dan kontra patrick

14
15
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah :
Laboratorium : LED, CRP, darah lengkap
dan urin lengkap.
Radiologis : foto polos, mielo-CT, CT-
scan dan MRI.
Mielografi umumnya dilakukan untuk
pemeriksan praoprasi, seringkali digabungkan
dengan CT-Scan. MRI memiliki sensivitas yang
tinggi untuk mendiagnosa HNP.
16
17
Penatalaksanaan
1. Medikamentosa
Analgetik standar (paracetamol, kodein, dan
dehidrokodein yang diberikan tersendiri atau dalam
kombinasi )
NSAID : penghambat siklooksigenase ( ibuprofen,
naproxen, diklofenak) dan penghambat siklooksigenase
2 (nabumeton, etodolak, dan meloxicam)
Analgesik kuat : potensi sedang (meptazinol dan
pentasozin ), potensi kuat ( buprenorfin, tramadol )
dan potensi dangat kuat (diamorfin dan morfin).
Relaksan otot : esperison HCL
Antidepresan/antikonvulsan : amitriptilin atau
gabapentin.

18
Lanjutan......
2. Indikasi oprasi pada nyeri pinggang
Adanya salah satu kriteria red-flags, seperti : kanker,
penurunan berat badan, imunosupresi termasuk
penggunaan steroid jangka panjang, pemakaian obat
intravena, riwayat infeksi urogenital, demam, nyeri
bertambah saat istirahat, gangguan miksi dan defekasi.
Kelaianan saraf yang menonjol
Nyeri yang menetap dan berulang, tidak dapat
disembuhkan dengan tindakan konservatif
Kelainan saraf yang semakin progresif dan bertambah
berat
Kelaianan bentuk tulang belakang, seperti skoliosis, dan
spondilolistesis
tumor 19
Lanjutan...
3. Penanganan rehabilitasi medik
LBP dengan faktor mekanik akut
Tirah baring total disertai dengan fisioterapi, kompres
air hangat,bantal panas, biasanya kesembuhan 4-5
hari.
LBP dengan faktor mekanik
Latihan penguatan dinding perut. Otot gluteus
maskimus
Latihan pereganagn otot yang memendek, terutama
otot punggung dan hamstring
LBP oleh fraktur kompresi
Dikenakan dua macam penanganan :
Konservatif : Tirah baring 4-6 minggu disusul mobilisasi
dengan korset untuk 4-6 minggu lagi, bila jenihs fraktur
stabil. Bila tidak stabil tirah baring lebih lama ( 6-8
minggu) 20
Diagnosa banding
1. Spondylolisthesis
2. Spondylosis
3. Neoplasma

21
Laporan kasus
Identitas
o Nama : Ny. Sadiyem
o Umur : 51 Tahun
o Alamat : Wih Terjun, Kec. Pegasing
o Agama : Islam
o Pekerjaan : Petani
o Jenis kelamin : Perempuan
o Suku : Jawa
o Tanggal MRS : 2 Juni 2016 ( 12.10 WIB)
o Tanggal Pemeriksaan : 3 Juni 2016 ( 08.10 WIB)
o No RM : 103XXX

22
Anamnesa
Keluhan utama : Nyeri pinggan

Riwayat Penyakit Sekarang : Os mengeluhkan nyeri


pinggang sejak 1 bulan yang lalu SMRS, nyeri yang
dirasakan sering hilang timbul dan diperberat dalam 2
hari ini. Nyerinya seperti kesetrum oleh listrik dan
menjalar hingga ke kaki bawah. Nyeri akan berkurang
jika os sedang beristirahat, dan akan kembali
memberat jika os terlalu banyak berjalan kaki.
Sebelumnya os juga sering merasakan kebas-kebas
pada kaki kirinya. Os selama ini belum pernah berobat
kemanapun. Riwayat kelemahan pada anggota gerak
disangkal. Riwayat BAK dan BAB dalam batas normal

23
Riwayat Penyakit Dahulu : TB (-) keganasan (-)
gang. Miksi/defekasi(-)
Os tidak pernah mengeluhkan hal yang seperti
ini sebelumnya.
Riwayat Kebiasaan : Os sering mengangkat
barang-barang yang berat.
Riwayat Penyakit Keluarga: TB (-) keganasan
(-) gang. Miksi/defekasi(-) disangkal.

24
Pemeriksaan fisik
Status generalisata
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Kompos mentis
GCS : E4V5M6
MPS : 6-7
Tanda vital
- TD : 120/80 mmHg
-N : 89x/i , pengisian penuh, reguler
-T : 36,7 C
-RR: 22x/i
Status internus : dalam batas normal
25
Status neurologis

26
Status lokalis (regio lumbal)

27
Diagnosis

Diagnosis Klinis : ischialgia sinistra

Diagnosa Etiologi : susp. HNP

Diagnosis tropis : Lumbal 3 Lumbal 5

28
Terapi
IVFD RL 20 tpm
Inj. Ketorolac 1 amp/ 8 jam
Inj. Ranitidine 1 amp/ 12 jam
Inj. Mecobalamin 1 amp/ 12 jam
Metil prednisolon 2 x 4 mg
Alpentin 2 x 100 mg
Paracetamol 2 x 750 mg
Diazepam 2 x 2 mg

29
Hasil foto L-S

30
Follow up

31
32
Terimakasih

33