Anda di halaman 1dari 43

Fraud Detection and Prevention

Pengauditan Internal
Ch. 25
Fraud adalah..
New World Dictionary
Kecurangan yang disengaja sehingga orang lain menyerahkan
barang atau hak.
The Association of Fraud Examiners
Penggunaan jabatan untuk memperkaya diri dengan cara
sengaja menggunakan sumber daya atau aset perusahaan
dengan cara tidak benar.
G.Jack Bologna, Robert J.Lindquist dan Joseph T.Wells
Tindakan kriminal yang bermaksud untuk memberi manfaat
keuangan kepada si penipu
Fraud terdiri dari 3 langkah

(1) Tindakan (The act),


(2) Penyembunyian (The concealment ) dan
(3) Konversi (The conversion)

FRAUD (kecurangan) adalah tindakan ilegal yang dilakukan


satu orang atau sekelompok orang secara sengaja atau terencana
yang menyebabkan orang atau kelompok mendapat keuntungan,
dan merugikan orang atau kelompok lain.
FRAUD STEP

ACTION CONCEALMENT CONVERSI0N

FRAUD
UNSUR-UNSUR FRAUD

tersembunyi
penyimpangan dari kewajiban pelakunya
dengan mengorbankan organisasi
dilakukan dengan tujuan demi keuntungan
secara finansial (secara langsung maupun tidak
langsung)
menjadikan kerugian bagi asset, pendapatan
ataupun cadangan dari organisasi
Fraud dapat terjadi ..
Niat Secara sengaja melakukan perbuatan jahat, atau upaya
untuk menipu orang lain.
Menyamarkan Manipulasi atau misrepresentasi.
Kepercayaan Memanfaatkan keteledoran atau kecerobohan
orang lain.
Penyembunyian Membuat korban fraud tidak mengetahui/
peduli atas kejadian tersebut.
Keahlian Kemampuan untuk menggunakan teknik fraud
secara efektif.
Keterlibatan - Pelaku fraud dapat berasal dari mana saja, top
management ataupun kelompok pekerja lainnya
FRAUD TRIANGLE
OPPORTUNITY
Fraud Triangle..
Perceived Pressure
Situasi di mana seseorang percaya bahwa mereka memiliki
kebutuhan untuk melakukan penipuan.
Perceived Opportunity
Situasi di mana seseorang percaya bahwa mereka memiliki
keadaan yang menguntungkan untuk melakukan penipuan
yang tidak terdeteksi.
Rationalization
Sebagai alasan diri (yang tidak tepat) untuk memuaskan
perilaku salah seseorang.
Mengapa orang melakukan fraud??

Financial Need
and or
Financial Greed
OPPORTUNITY

Secara nyata atau dapat


dirasakan;
Pelaku yang berpikir
mereka akan tertangkap,
jarang melakukan
penipuan.
Faktor pendukung adanya Opportunity

Kelemahan atau ketidak efektifan


pengendalian
Ketidakmampuan dalam menilai
kualitas pekerjaan
Tingkat disiplin yang kurang
Pengabaian atau ketidakpedulian
Tidak ada audit
Keterbatasan akses informasi
PRESSURE
Tekanan dalam kadar tertentu
dapat menyebabkan orang-orang
untuk melakukan penipuan
(bahkan orang jujur sekalipun)
Karyawan yang bekerja dalam
banyak tekanan sebaiknya tidak
diberikan kesempatan yang
berpeluang untuk melakukan
penipuan.
Sebab adanya Pressure
Gaya hidup diluar kemampuan
Personal debt:
Kerugian Bisnis
Judi
Obat-obatan terlarang
Perubahan sistem
Ketidaknyamanan pekerjaan
Keserakahan
Kebutuhan keuangan yang tinggi
Sumber Pressure

Keluarga
Kantor
Tetangga/masyarakat
Lingkungan pergaulan
Pekerjaan
Media Sosial
RATIONALIZATION
Seorang yang berbuat fraud
harus mampu merasionalisasi
penipuan yang dilakukannya
sehingga membuat tindakan
penipuan tersebut terlihat
konsisten dengan kepribadian
dan kebiasaannya/perilaku.
Common Rationalizations
Duitnya cuma saya pinjam. Kalau sudah selesai nanti saya
kembalikan
Biasanya orang lain disini juga melakukan itu.
Khan belum ada aturannya.
Apa yang saya lakukan untuk tujuan baik.
Saya cuma bercanda saja.
Mereka berutang kepada saya. Saya berhak untuk dibayar
lebih.
Tidak ada yang dirugikan. Tidak ada yang tersakiti.
Keluarga saya sedang sakit.
Mengapa ada FRAUD???
GREEDY OPPORTUNITY

G O

GONE
N E

NEEDS EXPOSURE
Faktor Pendorong Terjadinya Fraud
Kategori Fraud:
Corruption, suatu kondisi dimana seseorang sering
menggunakan pengaruh mereka dalam sebuah transaksi
untuk mendapatkan beberapa keuntungan untuk diri
sendiri atau orang lain, yang bertentangan dengan tugas,
kewajiban dan hak-nya.

Asset Misappropriations, suatu kondisi yang melibatkan


pencurian atau penyalahgunaan aset organisasi.

Fraudulent of Fianncial Statements, suatu kondisi


secara umum melibatkan pemalsuan atau manipulasi
dalam penyusunan laporan keuangan.
CORRUPTION
ASSET MISAPPROPRIATION
FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT
PENYEBAB TERJADINYA FRAUD
Penyebab Utama
1. Penyembunyian
2. Kesempatan/Peluang
3. Motivasi
4. Daya tarik
5. Keberhasilan
Penyebab Sekunder
1. Kurang pengendalian
2. Hubungan antar pemberi kerja/pekerja yang jelek
3. Pembalasan dendam
4. Tantangan
Klasifikasi Fraud

ERDASARKAN PENCATATAN
B
BERDASARKAN FREKUENSI
BERDASARKAN KEUNIKAN
BERDASARKAN PELAKU
BERDASARKAN PENCATATAN :
Terbuka Dalam Pembukuan (Fraud Open On The Books)
duplikasi pembayaran yang tercantum dalam catatan
akuntansi
Tampak Pada Buku Tapi Tersembunyi Di Antara Catatan
Akuntansi Yg Valid (Fraud Hidden On The Books)
Tidak Tampak Dalam Pembukuan (Fraud Off The Books)
pencurian uang pembayaran piutang dagang yang telah
dihapusbukuan (write off)
BERDASARKAN FREKUENSI :
Tidak Berulang (Non-repeating Fraud)
pembayaran cek mingguan karyawan memerlukan kartu
kerja mingguan
Berulang (Repeating Fraud)
pembulatan ke bawah atas selisih saldo tabungan dan
memindahkannya ke rekening tertentu (terkait dengan
program aplikasi komputer)
BERDASARKAN KEUNIKAN
Fraud Khusus (Specialized Fraud)
pengambilan aset yang disimpan pada lembaga keuangan,
klaim asuransi yang tidak benar.
Fraud Umum (Garden Varieties Of Fraud)
penetapan harga yang tidak benar, pesanan pembelian
yang lebih tinggi dari kebutuhan, pembayaran ganda.
BERDASARKAN PELAKU
Fraud Yang Dilakukan Terhadap Organisasi (Fraud
Committed Against An Organization)
dilakukan pegawai karena kedudukannya bisa eksekutif,
manajer atau pegawai biasa.
Ciri-cirinya:
- Dilakukan sembunyi-sembunyi
- Melanggar kepercayaan organisasi
- Untuk keuntungan pelaku
- Membebani aset, pendapatan atau cadangan yang
dimiliki perusahaan
Pihak Pelaku Fraud
LANGKAH-LANGKAH MEMINIMALISIR TERJADINYA FRAUD
Jika anda menduga adanya fraud:
Beritahu supervisor/atasan
Beritahu Internal Audit
Bekerja sama dgn pihak yg menyelidiki
Amankan catatan penting jika memungkinkan
Karyawan dan manajemen dalam melaksanakan tugasnya
diharapkan untuk bertindak atas nama dan demi kepentingan
terbaik (on behalf of and in the best interests) organisasi
tempat mereka bekerja.
Jika pada suatu waktu dan suatu tempat ada potensi benturan
kepentingan, segera memberitahukan kepada perusahaan.
Apa Yang Tidak Boleh Dilakukan

Jangan melakukan
penyelidikan sendiri
Jangan diskusikan dengan
orang lain selain
supervisor, atasan yg lebih
tinggi atau pihak yang
sedang melakukan
penyelidikan
Upaya Pencegahan Fraud
KEJUJURAN & INTEGRITAS
MINIMALISIR RISIKO; DAN
HILANGKAN KESEMPATAN BERBUAT FRAUD

FAKTOR PENDORONG KETIDAKJUJURAN :


ontoh tidak baik dari top manajemen
C
Target yang tidak relistis
Penghargaan kepada individu, bukan kelompok
Persaingan tidak sehat antar pekerja
Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan
Tingginya Fraud
1. Kurangnya perhatian top manajemen terhadap etika dan perilaku.
2. Kurangnya penghargaan atas kinerja pegawai
3. Ketidakadilan dalam organisasi
4. Manajemen yang otoriter
5. Loyalitas kepada organisasi rendah
6. Target anggaran yang tidak rasional
7. Gaji yang rendah
8. Kesempatan untuk pelatihan dan promosi tidak jelas
9. Tingkat perputaran pegawai yang tinggi
10. Tanggung jawab dalam organisasi yang tidak jelas
11. Komunikasi tidak berlangsung dengan baik
Korupsi Fraud di Indonesia

Pengertian Korupsi menurut UUPTPK:


Perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain,
Dilakukan secara melawan hukum,
Atau perbuatan tersebut patut disangka,
Yang secara langsung maupun tidak langsung merugikan
keuangan negara dan atau perekonomian negara.
Jenis Korupsi

KORUPSI DEFENSIF KORUPSI OPENSIF


Korupsi yang Korupsi dilakukan oleh
dilakukan oleh pegawai bergaji tinggi
pegawai bergaji kecil untuk menjamin
untuk memenuhi kehidupan mewah
kebutuhan hidup termasuk turunannya
Pihak Yang Bertanggungjawab
Mencegah Fraud

Management

Internal External
Audit Audit
Tanggung Jawab Atas Kecurangan (1)
Management
Is primarily responsible to prevent & detect fraud
Create & maintain appropriate management culture
Establish adequate internal control system.
Internal Auditor
Regularly review internal control systems
Remain alert for indicators of possible fraud
Conduct more intensive tests when fraud indicators found
Report findings to top management
Tanggung Jawab Atas Kecurangan (2)
External Auditor
Remain alert for indicators of possible fraud In planning phase
of audit, consider:
risk areas where material fraud most likely to occur
types of fraud likely to occur
relative effectiveness of different audit techniques
In execution phase, once fraud indicators found:
Increase nature & extent of audit tests
Safeguard all evidence gathered
Keep superior authority well informed
In reporting phase:
Report to Audit Committee
Report to top management
Make evidence available to specialized agencies on request
UU Pemberantasan TPK
UU NO. 31/1999 Jo. NO. 20/2001
Pasal 2 ayat (1) :
Setiap orang yang secara melawan hukum
melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri
atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat
merugikan keuangan negara atau perekonomian
negara, dipidana dengan pidana penjara seumur
hidup atau pidana penjara paling singkat 4
(empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh)
tahun dan denda paling sedikit Rp
200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling
banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
Unsur-unsur Tindak Pidana Korupsi
(Pasal 2 UU No. 20 Tahun 2001)

Setiap orang adalah orang perseorangan atau termasuk


korporasi
Secara melawan hukum mencakup perbuatan melawan
hukum dalam arti formil maupun dalam arti materiil,
yakni meskipun perbuatan tersebut tidak diatur dalam
peraturan perundang-undangan, namun apabila perbuatan
tersebut dianggap tercela karena tidak sesuai dengan rasa
keadilan atau norma-norma kehidupan sosial dalam
masyarakat, maka perbuatan tersebut dapat dipidana.
Unsur-unsur Tindak Pidana Korupsi
(Pasal 2 UU No. 20 Tahun 2001)

Indikasi dari melawan hukum:


memenuhi unsur tindak pidana (kejahatan) seperti diatur
dalam KUHP atau ketentuan perundang-undangan
lainnya.
menyimpang dari praktik-praktik yang sehat atau
melanggar kelaziman.
menyimpang dari peraturan yang diberlakukan di
lingkungan internal entitas.
tidak mentaati prosedur yang telah ditetapkan suatu
organisasi dalam rangka pengendalian intern
BUKTI HUKUM PIDANA KORUPSI
(Pasal 26 A UU No. 20 Tahun 2001)

Alat bukti yang sah dalam bentuk petunjuk:


alat bukti lain yang berupa informasi yang diucapkan, dikirim, diterima,
atau disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang serupa
dengan itu; dan
dokumen, yakni setiap rekaman data atau informasi yang dapat dilihat,
dibaca, dan atau didengar yang dapat dikeluarkan dengan atau tanpa
bantuan suatu sarana, baik yang tertuang di atas kertas, benda fisik
apapun selain kertas, maupun yang terekam secara elektronik, yang
berupa tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, huruf, tanda, angka,
atau perforasi yang memiliki makna.
FINANCIAL AUDITOR LOOK AT THE
FIGURES

INVESTIGATIVE AUDITOR LOOK


BEHIND THE FIGURES

TERIMA KASIH