Anda di halaman 1dari 19

JOURNAL READING

Karies Gigi, Prevalensi dan Faktor Resiko


pada Penderita Penyakit Crohn

Oleh:
Vindy Cesariana, S.Ked 04054821507033
Siti Dwinindiya Putri, S.Ked 04054821507016
Rachmat Taufan, S.Ked 04054821507028

Pembimbing:
drg. Emilia CH.P, Sp.Ortho, M.M.Kes
Pendahuluan
Crohns disease?
PENDAHULUAN
Chrons Disease

Penelitian sebelumnya melaporkan tingginya


prevalensi karies pada Penyakit Crohn
dibandingkan dengan kontrol.

Faktor risiko karies gigi meningkat pada penderita


dengan
1. peningkatan jumlah Lactobacilli (LB) dan
Steptococcus mutans (SM),
2. penurunan aliran saliva,
3. kebersihan mulut yang kurang,
4. kebiasaan makan yang buruk termasuk
peningkatan konsumsi gula,
5. serta faktor sosial ekonomi
PENDAHULUAN
Selain itu, sebuah studi dari AS
melaporkan bahwa pasien dengan
Penyakit Crohn memiliki angka
kejadian karies lebih tinggi,
peningkatan kekeringan mulut dan
angka kunjungan dokter gigi yang
lebih sering.

Tujuan dari penelitian ini adalah


untuk membuktikan hipotesis
bahwa penderita Penyakit Crohn
memiliki prevalensi dan risiko
yang lebih tinggi untuk terjadi
karies dibandingkan dengan
orang tanpa Penyakit Crohn.
Waktu terpapar
media yang dekalsifik
baik untuk iritasi karies
plak pertumbuhan asi
pulpa superficialis
bakteri enamel

pelebaran
pembuluh menemb
pulpitis darah di karies hiperemi us
pulpa dan
akut infiltasi sel- media pulpa lapisan
sel dentin
inflamasi

terus
inflamasi pulpitis menerus gangren kematian
persisten kronik dan tidak pulpa akar gigi
diobati

abses membesar granulom kompens gangren


dan terjadi
periapikal likuidasi a asi tubuh radiks
Sampel Penelitian 71 pasien (50.713.9
tahun) yang telah
menjalani
1. Pasien pembedahan reseksi
usus halus
dengan
Penyakit
79 pasien (42.014.4
Crohn tahun) yang belum
menjalani
pembedahan reseksi
usus halus.

2. 75 orang
sebagai
kontrol
Metode Penelitian

Metode statistik menggunakan ANOVA atau Chi-


square test dalam kalkulasi perbedaan demografi
antara kedua kelompok, analisis covariance
(ANCOVA) untuk membandingkan variabel klinis,
serta analisis Post hoc yang digunakan dengan
Fischers Least Significant Difference test atau
Chi-square.
Koefisien korelasi matriks Spearman non-
parametrik diperkirakan antara variabel klinis dan
durasi penyakit.
Penderita Penyakit Crohn yang
dikelompokkan telah menjalani bedah
reseksi memiliki skor DMF-S lebih tinggi
(50.7 vs. 36.5; p=0,01) dibandingkan
kelompok kontrol setelah menyesuaikan
usia, jenis kelamin dan kebiasaan merokok.
Hasil
Penelitian Kelompok pasien ini memiliki jumlah SM lebih
tinggi (1.5 vs. 0.9; p=0,04) dan LB (10000.0 vs.
1000.0; p=0,01) dan memiliki plak dental yang
lebih banyak (53.7 vs. 22.6; p=0,001).

Penderita Penyakit Crohn dilaporkan lebih


sering mengkonsumsi minuman manis saat
makan dibandingkan kelompok kontrol
(p=0,001).
Diskusi
DMF-S
Score
1. Pasien
dengan Plak
dan
Penyakit Karies
Crohn
Level
LB dan
SM

2. 75 orang
sebagai
kontrol
Oral
Higiene
yang
buruk

Level Konsumsi
LB dan glukosa dan
SM minuman manis
berlebihan
DMF
Score
Kesimpulan
Penderita Penyakit Crohn yang telah menjalani
tindakan pembedahan mempunyai angka
kejadian karies gigi dengan DMF-S score yang
tinggi dan tingginya jumlah Lactobacili dan
Streptococcus mutans pada saliva dibandingkan
kontrol.
Terima Kasih
Chantika Afif
Apa saja manifestasi Penilaian DMF-T dan
oral pd os dgn CD?? interpretasi??

Widya
Kebiasaan konsumsi
gula pd CD, apakah ad
patofisiologi tertentu
atau hanya kebiasaan?