Anda di halaman 1dari 28

PRESENTASI KASUS FOKAL

INFEKSI PADA PASIEN DIABETES


MELITUS

Oleh:

Ganda Putra A 04054821517126

Pembimbing:
Drg. Emilia Ch. P., Sp.Orth., MM.Kes
I. IDENTIFIKASI

Nama : Rani binti Rasim


Umur : 52 tahun
Jenis Kelamin : perempuan
Alamat : Jl. Lebak murni, Sako, Palembang
Agama : Islam
Bangsa : Indonesia
Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SD
Ruangan : Yasmin B
MRS : 14 Januari 2016
ANAMNESA

Keluhan Utama :
Pasien dikonsulkan dari bagian atau Departemen
Penyakit Dalam RSMH untuk dilakukan pemeriksaan
gigi dan mulut untuk mengevaluasi dan tatalaksana
adakah tanda-tanda fokal infeksi

Keluhan Tambahan:
Nyeri pada gigi graham kiri bawah
RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT :

Pasien dirawat di bagian/ departmen penyakit


dalam RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
dengan diagnosis Diabetes mellitus tipe 2
normoweight uncontrolled, hipertensi 10 tahun.
Pasien mengeluh nyeri pada gigi graham kiri
bawah, sehingga dilakukan pemeriksaan
terhadap gigi dan mulut untuk melihat ada
tidaknya fokal infeksi. Pasien tidak merasakan
keluhan seperti ngilu saat makan makanan
yang panas/dingin, atau mulut terasa kering.
Pasien selama ini tidak pernah memeriksaan
gigi ke dokter gigi.
Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Hipertensi: sejak 10 tahun yang lalu, Riwayat DM : sejak 10 tahun yang lalu, tidak
tidak terkontrol terkontrol

Riwayat Perawatan Gigi dan Mulut Sebelumnya

Riwayat
Riwayat cabut gigi Riwayat tambal gigi Riwayat trauma
membersihkan karang
: disangkal : disangkal : disangkal
gigi : disangkal

Riwayat Kebiasaan
Kebiasaan mencongkel gigi
Kebiasaan merokok &
Pasien menggosok gigi 2x sehari, yang berlubang dengan
mengonsumsi permen atau
namun tidak rutin setiap hari tangan / benda
coklat (-)
asing (-)

Riwayat Sosial Ekonomi

Pekerjaan : IRT
PEMERIKSAAN FISIK
Kondisi umum : Tampak sakit PEMERIKSAAN INTRA ORAL
sedang
Gizi : BB : 75 Kg Mukosa bukal : TAK
TB : 160 cm Mukosa palatum : TAK
IMT : 29,2 Mukosa labial : TAK
Palatum : TAK
Vital Sign : Torsus palatinus : Tidak ada
Sensorium : Compos Mentis Torsus mandibularis : Tidak ada
TD : 150/100 mmhg Lidah : TAK
Nadi : 92x/menit Dasar mulut : TAK
RR : 20x/menit Ginggiva : Resesi (+), edema (+),
Suhu : 37 oC nyeri (-)
Malposisi : (-)
PEMERIKSAAN EKSTRA ORAL Maloklusi : (-)
Plak : (+) di seluruh kuadran/
regio
Wajah, bibir dan pipi TAK
Kalkulus : (+) di seluruh kuadran /
Pemb KGB : tidak ada.
regio
TMJ : Dalam
Debris : (+)
batas normal, tidak ada
Hubungan rahang : ortognati
dislokasi dan clicking
Missing teeth : (-)

(Jumat, 15 Januari 2016)


ODONTOGRAM
STATUS LOKALIS

Gigi Lesi Sondasi CE Perkusi Palpasi Diagnosis Tindakan

18 - Tidak Tidak - + Gangren radiks Pro Ekstraksi


dilakukan dilakukan

28 - Tidak Tidak - + Gangren radiks Pro Ekstraksi


dilakukan dilakukan

37 - Tidak Tidak - + Gangren radiks Pro Ekstraksi


dilakukan dilakukan
TEMUAN MASALAH
Plak dan Calculus di semua kuadran atau regio
Gangren radiks pada gigi 1 8, 2 8, 3 7
Periodontitis marginalis

RENCANA TERAPI

Gangren radiks pada gigi 1 8, 2 8, dan 3 7 : Pro ekstraksi


Plak dan Calculus di semua kuadran atau region : Pro scaling
RA dan RB
PROGNOSIS
Gigi 1 8 Quo ad Vitam & fungsionam : Dubia ad bonam
Gigi 2 8 Quo ad Vitam & fungsionam : Dubia ad bonam
Gigi 3 7 Quo ad Vitam & fungsionam : Dubia ad bonam
HASIL KONSUL
Terdapat fokal infeksi pada gigi pasien 1 8, 2 8, dan 3 7
dengan diagnosis gangren radix - pro ekstraksi. Kalkulus
dan stain di semua regio, periodontitis marginalis.

Saran
Sebaiknya dilakukan ekstraksi gigi 1 8, 2 8, dan 3 7 bila
kondisi pasien baik dan mendapat ACC untuk
tindakan tersebut.
Disarankan untuk dilakukan scalling di rahang atas
dan rahang bawah.
TINJAUAN
PUSTAKA
FOKAL INFEKSI

infeksi lokal
dimana hanya
melibatkan bagian
kecil tubuh, yang
menyebabkan
suatu infeksi atau
kumpulan gejala
klinis pada bagian
tubuh yang lain
JALUR INFEKSI
ODONTOGEN
Ada 3 jalur transmisi:
hematogen
limfogen
Perluasan langsung infeksi dalam jaringan (yg
paling umum)
Melalui traktus gastrointestinal dan
respiratorius
SUMBER & JENIS FOKAL INFEKSI
DEBRIS Lapisan lunak di
atas permukaan
gigi mucin,
bakteri, sisa
makanan:
Food retention
Food impaction
Debris Index:

Kriteria Terapi
0,0-0,6 = Baik Menjaga
0,7-1,8 = Sedang kebersihan gigi
1,9-3,0 = Buruk Dental floss
SUMBER & JENIS FOKAL INFEKSI
PLAQUE
Lapisan lunak atau keras yang
terdiri dari kumpulan
mikroorganisme, matriks
interseluler (komponen organik
dan anorganik), dan protein
melekat erat pada permukaan
gigi

Tahap pembentukan plaque:


1) Pembentukan partikel dental
2) Kolonisasi awal pada
permukaan gigi
3) Kolonisasi sekunder dan
pematangan plaque
SUMBER & JENIS FOKAL INFEKSI
CALCULUS
Etiologi dan Patogenesis

Bakteri + Glukosa Asam

Asam + Sisa makanan


+ air liur Plaque

Plaque yang mengalami


pengerasan, kalsifikasi,
Material keras dari garam inorganik atau remineralisasi =
yang terdiri dari kalsium karbonat Calculus
dan fosfat yang bercampur dengan
debris, mikroorganisme, dan sel
epitel yang telah terdeskuamasi.
GINGIVITIS

Proses inflamasi pada


penyakit periodontal dan
mempengaruhi jaringan lunak
yg mengelilingi gigi tanpa
kerusakan tulang.
Etiologi Terapi
Plaque, calculus Menjaga
Diagnosis kebersihan gigi dan
Gejala dan hasil pemeriksaan mulut
fisik. Sikat gigi
Gusi yang meradang tampak Flossing
merah, membengkak dan Scaling calculus
mudah berdarah Antibiotik indikasi
PERIODONTITIS
Periodontitis adalah peradangan
pada jaringan yang menyelimuti
gigi dan akar gigi.

Marginal periodontitis
berkembang dari gingivitis Apikal periodontitis
(peradangan atau infeksi adalah peradangan yang
pada gusi) yang tidak terjadi pada jaringan sekitar
dirawat. Infeksi akan meluas apeks gigi yang biasanya
dari gusi ke arah bawah gigi merupakan lanjutan dari
sehingga menyebabkan infeksi atau peradangan
kerusakan yang lebih luas pada pulpa.
pada jaringan periodontal.
Etiologi
Akumulasi plak dan kalsifikasi kalkulus diatas dan/atau dibawah
(subgingiva) pada batas gingiva.
Organisme penyebab periodontitis kronis : Porphiromonas gingivais
(P.gingivais), Prevotella intermedia (P.intermedia)
Reaksi inflamasi yang diawali dengan adanya plak yang berhubungan
dengan kehilangan yang progressif dari ligament periodontal dan tulang
alveolar, dan pada akhirnya akan terjadi mobilitas dan tanggalnya gigi
cenderung rentan karena faktor genetik dan/atau lingkungan seperti:
Merokok, Polimorf gen interleukin-1, Depresi imun, Diabetes, Osteoporosis

Gambaran klinis :
Terlihat peradangan jaringan gingiva disekitar leher gigi dan warnanya
lebih merah daripada jaringan gingiva sehat.
Terdapat keluhan pada gusi berupa perdarahan spontan atau
perdarahan yang sering terjadi pada waktu menyikat gigi.
Rusaknya cement enamel junction, jaringan gingiva lepas dan terbentuk
periodontal poket.
Pada beberapa keadaan sudah terlihat ada peradangan dan
pembengkakan dengan keluhan sakit bila tersentuh.
Bila keparahan telah mengenai tulang rahang, maka gigi akan menjadi
goyang dan mudah lepas dari soketnya.
Tatalaksana :
Fase I : Fase terapi inisial, merupakan
fase dengan cara menghilangkan
beberapa faktor etiologi yang mungkin
terjadi tanpa melakukan tindakan
bedah periodontal atau melakukan
perawatan restoratif dan prostetik

Fase II : Fase terapi korektif, termasuk


koreksi terhadap deformitas
anatomikal seperti poket periodontal,
kehilangan gigi dan disharmoni oklusi
yang berkembang sebagai suatu hasil
dari penyakit sebelumnya dan menjadi
faktor predisposisi atau rekurensi dari
penyakit periodontal.

Fase III : fase terapi pemeliharaan,


dilakukan untuk mencegah terjadinya
kekambuhan pada penyakit
periodontal
GANGREN RADIKS
Gangren radiks adalah tertinggalnya sebagian akar
gigi. Jaringan akar gigi yang tertinggal merupakan
jaringan mati yang merupakan tempat subur bagi
perkembangbiakan bakteri

Etiologi: Tatlaksana
karies Konservatif
trauma Ekstraksi
ekstraksi yang tidak sempurna Antibiotik
XEROSTOMIA

Xerostomia adalah keluhan


subyektif pada pasien berupa
adanya rasa kering dalam
rongga mulutnya akibat adanya
penurunan produksi saliva
(hiposalivasi) dan atau
perubahan komposisi saliva

Etiologi
Faktor fisiologis: usia, hormon,
puasa.
Faktor patologis: penyakit
sistemik, defisiensi gizi
Patofisiologi
Stimulasi saraf simpatis lebih dominan
Dehidrasi mukosa rongga mulut output kelenjar
saliva mayor & minor menurun
Lapisan mukosa oral berkurang

Diagnosis
Anamnesis
Gejala dan tanda klinis: kering dan pecah-pecah
pada lidah dan bibir, pipi kering
Pemeriksaan tambahan: kaca mulut ditempelkan ke
pipi pasien menempel, saliva kental

Terapi:
Pengendalian faktor penyebab: obat, gangguan
sekresi saliva, gangguan organ terkait
Obat perangsang saliva
HUBUNGAN DIABETES MELITUS
DENGAN PENYAKIT PERIDONTAL
Komplikasi Oral
pada Diabetes

Penyakit Periodontal dan


Gingivitis

Xerostomia dan Karies Gigi

Kandidiasis

Lichen Planus

Sindrom Mulut terbakar


(Burning Mouth Syndrome)
Analisis
Masalah
ANAMNESA
Tidak pernah
periksa gigi &
DM tipe 2 gosok gigi tidak
teratur

Plak dan
kalkulus

Pemeriksaan Ekstra Oral dan Intra Oral


Plak dan kalkulus
diseluruh kuadran, Gigi 1 8, 2 8, 3 7
peradangan Palpasi (+)
ginggiva

Periodontitis Gangren
marginalis radiks
FOKAL INFEKSI

Pro scaling Pro ekstraksi


TERIMA KASIH