Anda di halaman 1dari 16

PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN DAN APBD SERTA HUBUNGAN

KEUANGAN ATARA PEMERINTAH PUSAT DAN BANK SENTRAL,


PEMERINTAH DAERAH, PEMERINTAH/LEMBAGA ASING.
PERUSAHAAN NEGARA, PERUSAHAAN SWASTA, SERTA BADAN
PENGOLAHAN DANA MASYARAKAT
PRATAMA YUDA (01)
ADI SURYA NEGARA (02)
ARY DWIPAYANA (09)
BINTANG MADALA (11)
DEVA DIAS (13)
NANDA SURYA (21)
PENUSUNAN DAN PENETAPAN APBN
DAN APBD

APBN DAN
APBD

PERINSIP APBN PENYUSUNAN PENETAPAN Peraturan Tentang


PENGERTIAN APBN DAN APBD
DAN APBD ANGGARAN Penetapan APBD
PENGERTIAN APBN dan APBD

APBN adalah daftar keuangan tahunan yang memuat


pendapatan dan belanja negara.

APBD adalah rencana keuangan pemerintah daerah yang


disetujui oleh DPR
PRINSIP APBN dan APBD

Kesatuan Universalitas Tahunan Spesialitas

Akrual Kas
PENYUSUNAN APBN
DAN APBD

Penegasan tujuan dan fungsi penganggaran pemerintah,


penegasan peran DPR/DPRD dan pemerintah dalam proses
penyusunan dan penetapan anggaran, serta penggunaan
kerangka pengeluaran jangka menengah dalam penyusunan
anggaran.
PENETAPAN ANGGARAN

1. Penyampaian dan Pembahasan Raperda tentang APBD


2. Evaluasi Raperda tentang APBD dan Rancangan
Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD
3. Penetapan Perda tentang APBD dan Peraturan Kepala
Daerah tentang Penjabaran APBD
Peraturan Tentang
Penetapan APBD

Pasal 16 (1)
Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah
Pasal 19 PP 58/2005).
Pasal 34 ayat (2) dan (3) PP 58/2005
Pasal 35 ayat (1) dan (2) PP 58/2005
Pasal 20 (1) UU 17/2003 dan Pasal 43 PP 58/2005
Pasal 20 (4) UU 17/2003 dan Pasal 45 PP 58/2005
Pasal 20 (6) UU 17/2003 dan Pasal 46 PP 58/2005
HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH
PUSAT DAN BANK SENTRAL, PEMERINTAH
DAERAH, SERTA PEMERINTAH/LEMBAGA
ASING, PERUSAHAAN NEGARA, PERUSAHAAN
DAERAH, PERUSAHAAN SWASTA, SERTA
BADAN PENGELOLA DANA MASYARAKAT
Hubungan Keuangan
Hubungan Keuangan Hubungan Keuangan
antara Pemerintah
antara Pemerintah antara Pemerintah
Pusat dan
Pusat dan Bank Pusat dan
Pemerintah/Lembaga
Sentral Pemerintah Daerah
Asing

Pinjaman, Hibah, Pembinaan dan


dan Penyertaan Pengawasan kepada
Modal Badan Pengelola
Dana Masyarakat
Hubungan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Bank Sentral

Pemerintah Pusat dan bank sentral berkoordinasi dalam


penetapan dan pelaksanaan kebijakan fiskal dan
moneter.
Hubungan Keuangan antara
Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah

Pemerintah Pusat mengalokasikan dana perimbangan


kepada Pemerintah Daerah.
Pemerintah Pusat dapat memberikan pinjaman dan/atau
hibah kepada Pemerintah Daerah
Pemberian pinjaman sebagaimana dimaksud dilakukan
setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.
Pemerintah Daerah dapat memberikan pinjaman
kepada/menerima pinjaman dari daerah lain dengan
persetujuan DPRD.
Hubungan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan
Pemerintah/Lembaga Asing

Pemerintah Pusat dapat memberikan hibah/pinjaman


kepada atau menerima hibah/pinjaman dari
pemerintah/lembaga asing dengan persetujuan DPR.
Pinjaman yang diterima Pemerintah Pusat sebagaimana
dimaksud dapat diteruspinjamkan kepada Pemerintah
Daerah/Perusahaan Negara/Perusahaan Daerah.
Pemerintah wajib menyampaikan kepada Badan
Pemeriksa Keuangan salinan setiap perjanjian pinjaman
dan/atau hibah yang telah ditandatangani.
Pinjaman, Hibah, dan
Penyertaan Modal

Pemerintah dapat memberikan pinjaman dan menerima


pinjaman dari perusahaan negara/daerah.
Pemberian pinjaman dan penerimaan pinjaman dimaksud
terlebih dahulu ditetapkan dalam APBN/APBD.
Menteri Keuangan melakukan pembinaan dan pengawasan
kepada perusahaan negara.
Pemerintah Pusat dapat melakukan penjualan dan/atau
privatisasi perusahaan negara setelah mendapat persetujuan
DPR.
Penyelamatan perekonomian nasional, Pemerintah Pusat dapat
memberikan pinjaman dan/atau melakukan penyertaan modal
kepada perusahaan swasta setelah mendapat persetujuan DPR.
Pembinaan dan Pengawasan
kepada Badan Pengelola
Dana Masyarakat

Menteri Keuangan melakukan pembinaan dan pengawasan


kepada badan pengelola dana masyarakat yang mendapat
fasilitas dari Pemerintah Pusat.
Gubernur melakukan pembinaan dan pengawasan kepada
badan pengelola dana masyarakat yang mendapat fasilitas dari
Pemerintah Daerah.
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1)
berlaku bagi badan pengelola dana masyarakat yang mendapat
fasilitas dari pemerintah.