Anda di halaman 1dari 44

ALIGNMENT

OLEH :

IRHAM FAURIZAL RAMADHAN


KAMILIA FITRIA MAHARANI
MASRURROH ANGGERAINI
MICHAEL LEONARDO
MUHAMMAD FARRAS ILHAM
MUHAMMAD IQBAL SYAHPUTERA
MUHAMMAD YAHYA AYASY
NADIYAH NURUL AINI
POWER PLANT
6R
Alignment

melakukan koreksi terhadap adanya ketidak sebarisan (misalignment) antara


poros penggerak dan poros yang digerakkan, sehingga didapat suatu
kesebarisan yang memenuhi persyaratan dari kedua poros tersebut.
Tujuan Alignment

Putaran dan daya dapat maksimal;


Menghindarkan kerusakan;
Menjaga kondisi mesin tetap stabil;
Menghindarkan suara ribut dari mesin.
Elemen yang DiAlignment

Kopling
Puli dan Sabuk Penggerak
Sproket dan Rantai Penggerak
Roda Gigi
Bantalan
Misalignment

Penyimpangan dari garis sumbu ke-dua poros yang dipersambungkan, baik


arah sejajar (radial/paralel) maupun arah aksial (axial), sehingga terjadi ketidak
sebarisan dari ke-dua poros yang dipersambungkan tersebut.

3 jenis misalignment :
o Ketidak sebarisan radial (Paralel Misalignment)
o Ketidak sebarisan aksial (Angular Misalignment)
o Combination Misalignment
Paralel Misalignment
Angular Misalignment
Combination Misalignment
Akibat Misalignment
Kopling/bantalan panas berlebih. Keretakan, kelelahan material dan
kerusakan pada poros.

Kelelahan material, keausan dan


kerusakan pada kopling. Kerusakan pada bantalan.

Terjadi gerakan mengayun pada Terjadi getaran yang tidak normal.


poros beserta kopling.
Penyebab Misalignment

Kesalahan pemasangan.
Pre load dari poros bengkok.
Bantalan yang tidak mapan, dimana sumbu bantalan tidak berimpit
dengan sumbu poros.
Sumbu poros/kopling tidak sebaris.
Batas Penyimpangan yang diizinkan

Batas penyimpangan misalignment yang dijinkan biasanya dipengaruhi oleh


besar daya dan putaran dari poros penggerak dan poros yang digerakkan.

Untuk pelaksanaan dilapangan harus selalu mengikuti petunjuk atau referensi


yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya. Apabila tidak ada, maka
referensi berikut ini bisa digunakan sebagai pedoman.
Fungsi Kopling

Memindahkan daya dan putaran.


Mengantisipasi ketidak sebarisan poros.
Memberikan kemungkinan poros berekspansi (memuai) akibat panas.
Meredam getaran.
Pengaturan putaran bagi poros yang digerakkan.
Memungkinkan pelepasan bagian-bagian poros untuk pekerjaan perbaikan.
Jenis Kopling

Kopling Tetap
Penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti
Kopling tetap dibedakan menjadi 2, yaitu:
a. Rigid Coupling, apabila ke-dua poros harus dihubungkan dengan sumbu segaris
dalam posisi yang tetap.
b. Flexible Coupling, apabila poros yang dihubungkan dapat mentolerir ketidaklurusan
sumbu ke-dua poros tersebut.

Kopling Tidak Tetap


Hubungan antara poros penggerak dan poros yang digerakkan tersebut dapat dilepas
(dibebaskan) baik dalam keadaan diam maupun dalam keadaan berputar.
Alat Pemeriksa Alignment

Dial Gauge/Dial Indicator


Alat Pemeriksa Alignment

Blok Magnet ()
Magnet Base
Alat Pemeriksa Alignment

Feeler Gauge
Satu set feeler gauge terdiri dari bilah-bilah besi plat tipis yang mempunyai
ketebalan 0,05 mm s/d 0,8 mm atau dalam satuan inch 0,002 s/d 0,003.
Alat Pemeriksa Alignment

Tappered Gauge
Tappered gauge terbuat dari plat bilah runcing dengan panjang 100 mm
dan lebar sisi pangkal = 10 mm. Dengan demikian ketirusan sisi miring adalah
= 10/100 mm = 0,1.
Alat Pemeriksa Alignment

Straightedge
Digunakan untuk mengetahui kerataan suatu permukaan dan memeriksa
penyimpangan paralel.

Jangka Sorong dan Mistar Baja


Untuk memeriksa penyimpangan paralel dan sebagai pengganti
dari straightedge.
Pada kopling yang memiliki jarak antara permukaan sisi yang relatif lebar,
digunakan jangka sorong untuk memeriksa penyimpangan menyudut pada
empat posisi dengan kedalaman yang sama.
Alat Bantu Alignment

Kunci Ring/Pass Jack/dongkrak


Straight bar Pray bar (untuk mengungkit
atau meluruskan lubang)
Shim
Mikrometer
Palu besi (ukuran 2 kg)
Scuifmad/jangka sorong
Palu lunak dari karet/plastik
(ukuran = 1 kg) Kaca Spion (untuk membantu
membaca sisi belakang)
Kolom (u/ memegang straight
bar kopling) Kalkulator
Gunting
Persiapan Alignment
Persiapan alat

Persiapan tempat
a. Penerangan cukup
b. Terhindar dari barang-barang yang tidak berguna
c. Bersih dari ceceran minyak atau genangan air
d. Tersedianya peralatan bantu

Persiapan tenaga kerja


a. Satu orang teknisi alignment
b. Dua orang helper
Persiapan Alignment

Persiapan mesin yang akan dialignment


a. Matikan power supply
b. Lakukan tagging
c. Ambil data alignment kondisi awal
d. Lihat manual book
e. Ikuti SOP
f. Lakukan alignment setelah temperatur poros turun sampai temperatur ruangan
Persiapan Alignment

Keselamatan kerja
a. Mesin yang dialignment sudah bebas dari sistem operasi
b. Gunakan pakaian, peralatan dan APD yang dipersyaratkan
c. Laksanakan peraturan keselamatan kerja yang berlaku
d. Ikuti petunjuk dari pabrik pembuat
e. Tempat kerja aman dari benda jatuh dan pekerjaan lain yang mengganggu
f. Pasang pagar pembatas
Metode Mengetahui Misalignment
Menggunakan Mistar (untuk misalignment radial)
mistar ditempelkan pada keliling luar kopling. Pengambilan data posisi 0o, 90o, 180o
dan 270o maka akan didapat nilai misalignment radial arah vertikal dan horizontal.
Metode Mengetahui Misalignment
Menggunakan Feeler Gauge atau Tappered Gauge (untuk ketidak sebarisan aksial)
Memasukkan tappered gauge/feeler gauge untuk mengukur gap dua kopling.
Pengukuran posisi 0o, 90o, 180o dan 270o maka didapat nilai misalignment aksial.
Metode Mengetahui Misalignment
Menggunakan Dial Gauge (untuk ketidak sebarisan radial dan aksial)
Hasil lebih teliti, karena bisa membaca tingkat ketelitian sampai 0,01 mm baik untuk
radial maupun aksial. Maka metode ini selalu digunakan dalam melakukan alignment
mesin-mesin dengan daya besar dan putaran tinggi.
PELAKSANAAN ALIGNMENT TERHADAP MISALIGNMENT RADIAL

Arah pandang
Dari sisi peralatan yang tidak disebariskan/tetap (contoh: pompa) menghadap ke
peralatan yang disebariskan (motor).

Pengambilan data
1. Pada setiap posisi 90o lingkaran kopling dengan referensi titik atas (RT) = 0o.
2. Dial indikator dipasang pada poros/kopling dari peralatan yang disebariskan dan
ujungnya menyentuh keliling luar kopling peralatan yang tidak disebariskan.
3. Kopling yang disebariskan dan kopling yang tidak disebariskan diputar bersama-
sama secara perlahan-lahan.
4. Titik atas (RT) dipakai sebagai referensi dengan penyimpangan = 0.
5. Jika jarum penunjuk pada dial indikator bergerak:
Searah jarum jam : ujung dial ditekan, diberi nilai (+)
Berlawanan jarum jam : ujung dial memanjang, diberi nilai (-)
PELAKSANAAN ALIGNMENT TERHADAP MISALIGNMENT RADIAL
Penulisan data

RT = nilai ketidak sebarisan Radial sisi Top (atas)


RR = nilai ketidak sebarisan Radial sisi Right (kanan)
RB = nilai ketidak sebarisan Radial sisi Bottom (bawah)
RL = nilai ketidak sebarisan Radial sisi Left (kiri)
PELAKSANAAN ALIGNMENT TERHADAP MISALIGNMENT RADIAL

gambar ilustrasi
a. Gambar ilustrasi tampak pandangan b. Gambar ilustrasi tampak pandangan
depan (arah vertikal) atas (arah horizontal)
Menghitung Besarnya Penambahan/Pengurangan Shim
Maupun Penggeseran Motor Ke Arah Kiri Atau Kanan

Menghitung misalignment radial arah vertikal (RV)


Jika RV hasilnya (+) berarti perlu tambah shim pada motor.
Jika RV hasilnya (-) berarti shim pada motor harus dikurangi.
Menghitung Besarnya Penambahan/Pengurangan Shim
Maupun Penggeseran Motor Ke Arah Kiri Atau Kanan

Menghitung misalignment radial arah Horizontal (RH)


Jika RH hasilnya (+) berarti motor perlu digeser ke kiri.
Jika RH hasilnya (-) berarti motor perlu digeser ke kanan.
Catatan
Apabila kopling pada sisi motor posisinya pada RT lebih tinggi dari pada
kopling sisi pompa, maka RT diberi nilai (-) dan RB diberi nilai (+) (lihat
gambar di bawah).
Catatan
Apabila kopling pada sisi motor posisinya pada RT lebih rendah dari pada
kopling sisi pompa, maka RT diberi nilai (+) dan RB diberi nilai (-) (lihat
gambar di bawah).
PELAKSANAAN ALIGNMENT TERHADAP MISALIGNMENT AKSIAL

Arah pandang
Dari sisi peralatan yang tidak disebariskan/tetap (pompa) menghadap ke peralatan
yang disebariskan (motor).

Pengambilan data
1. Pada setiap posisi 90o lingkaran kopling dengan referensi titik atas (AT atau FT) = 0o.
2. Dial indikator dipasang pada poros/kopling dari peralatan yang disebariskan dan
ujungnya menyentuh keliling luar kopling peralatan yang tidak disebariskan.
3. Kopling yang disebariskan dan kopling yang tidak disebariskan diputar bersama-
sama secara perlahan-lahan.
4. Titik atas (AT atau FT) dipakai sebagai referensi dengan penyimpangan = 0.
5. Jika jarum penunjuk pada dial indikator bergerak:
Searah jarum jam : ujung dial ditekan, diberi nilai (+)
Berlawanan jarum jam : ujung dial memanjang, diberi nilai (-)
PELAKSANAAN ALIGNMENT TERHADAP MISALIGNMENT AKSIAL
Penulisan data

AT atau FT = nilai ketidak sebarisan Aksial sisi Top (atas)


AR atau FR = nilai ketidak sebarisan Aksial sisi Right (kanan)
AB atau FB = nilai ketidak sebarisan Aksial sisi Bottom (bawah)
AL atau FL = nilai ketidak sebarisan Aksial sisi Left (kiri)
PELAKSANAAN ALIGNMENT TERHADAP MISALIGNMENT AKSIAL

gambar ilustrasi
a. Gambar ilustrasi tampak pandangan b. Gambar ilustrasi tampak pandangan
depan (arah vertikal) atas (arah horizontal)
Menghitung Besarnya Penambahan/Pengurangan Shim
Maupun Penggeseran Motor Ke Arah Kiri Atau Kanan

Pada misalignment aksial hal penting yang perlu diperhatikan adalah adanya sudut
penyimpangan pada kopling baik pada arah vertikal () maupun pada arah horizontal ().

sudut kopling = sudut poros


sudut kopling = sudut poros
Besar Sudut Kopling
Besarnya sudut Kopling dapat dihitung dengan cara:
X = AT = lebar gap/celah kopling sisi atas
Y = AB = lebar gap/celah kopling sisi bawah
D = diameter titik sentuh ujung dial indicator

Sehingga:
Besar Sudut Poros
Besarnya sudut pada alas motor dapat dihitung dengan cara:

Z = lebar gap alas motor dibentuk oleh sudut pada jarak L dari permukaan kopling pompa
L = jarak antara baut pondasi motor terhadap permukaan kopling pompa
Dan:
Z1 = lebar gap/celah pada baut pondasi motor sisi depan
Z2 = lebar gap/celah pada baut pondasi motor sisi belakang
L 1 = jarak antara baut pondasi motor sisi depan terhadap permukaan kopling pompa
L 2 = jarak antara baut pondasi motor sisi belakang terhadap permukaan kopling pompa
Persamaan Antara Sudut Kopling dan Sudut Poros

sudut kopling = sudut alas motor


Tg kopling = Tg alas motor
Menghitung Penambahan atau Pengurangan Shim
Untuk menghitung penambahan atau pengurangan shim aksial arah vertikal (AV),
dalam hal ini:
Z = AV
Besar Sudut Kopling
Besarnya sudut Kopling dapat dihitung dengan cara:
X = AL = lebar gap/celah kopling sisi kiri
Y = AR = lebar gap/celah kopling sisi kanan
D = diameter titik sentuh ujung dial indicator

Sehingga:
Besar Sudut Poros
Besarnya sudut pada alas motor dapat dihitung dengan cara:

Z = lebar gap alas motor dibentuk oleh sudut pada jarak L dari permukaan kopling pompa
L = jarak antara baut pondasi motor terhadap permukaan kopling pompa
Dan:
Z1 = lebar gap/celah pada baut pondasi motor sisi depan
Z2 = lebar gap/celah pada baut pondasi motor sisi belakang
L 1 = jarak antara baut pondasi motor sisi depan terhadap permukaan kopling pompa
L 2 = jarak antara baut pondasi motor sisi belakang terhadap permukaan kopling pompa
Persamaan Antara Sudut Kopling dan Sudut Poros

sudut kopling = sudut poros


Tg kopling = Tg poros
Menghitung Pergeseran Motor

Untuk menghitung pergeseran motor aksial arah horizontal (AH), dalam hal ini:
Z = AH