Anda di halaman 1dari 44

MINI

PROJECT

PEMICUAN
ODF
Oleh:
dr. Ingrid Melinda
dr. Nurislami Permana Sari

Pembimbing:
Dr. Reyner Meilaksana S.
LATAR BELAKANG

Hasil studi Indonesia Sanitation Sector Development


Program (ISSDP) tahun 2006 47% masyarakat masih
Buang Air Besar Sembarangan (BABS)

Baru 37% penduduk pedesaan mempunyai akses ke


sanitasi yang aman

Pencemaran pada permukaan tanah dan air


Profil kesehatan kota Surabaya tahun 2015
hanya terdapat 60,87% penduduk yang memiliki akses terhadap
fasilitas sanitasi yang layak

Puskesmas Jagir
Mencakup 3 kelurahan: Kelurahan Jagir, Kelurahan Darmo,
dan Kelurahan Sawunggaling
Belum ada kelurahan yang ODF (Open Defecation Free)
RUMUSAN MASALAH

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak BABS


Masih terdapat masyarakat yang tidak memiliki akses
ke jamban sehat
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang perilaku
hidup sehat
TUJUAN

Umum
Menuju masyarakat ODF di wilayah cakupan
Puskesmas Jagir, Surabaya

Khusus Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak BABS


Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai
perilaku hidup sehat
Meningkatkan akses ke jamban sehat di masyarakat
MANFAAT

Bagi Masyarakat
meningkatkan pengetahuan akan manfaat stop BABS dan
merubah perilaku masyarakat

Bagi Puskesmas
sebagai landasan tercapainya ODF di seluruh wilayah cakupan
puskesmas Jagir
mengurangi angka kejadian penyakit terkait dengan sanitasi
dasar

Bagi Penulis
menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa
pendidikan
Menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang
kesehatan masyarakat
TINJAUAN
PUSTAKA
Community Led Total Sanitation (CLTS)
merupakan cikal bakal gerakan Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat (STBM)

Pendekatan perubahan perilaku higiene dan


sanitasi secara kolektif melalui pemberdayaan
masyarakat untuk stop BABS menuju Open
Defecation Free (ODF) melalui metode
pemicuan
Potret Sanitasi di Indonesia
efluen industri
di kawasan
pemukiman

buang air besar


MCK yang tidak berfungsi sembarangan

selokan tersumbat
Jamban yang
asal-asalan

mencuci dan mandi di


sungai tercemar

pembuangan liar
lumpur tinja
10
3 komponen program SToPS
yang meliputi:

Peningkatan demand masyarakat terhadap jamban yang


sehat pemicuan masyarakat tentang lingkungan tempat
tinggal yang kurang sehat
Peningkatan supply dengan memperbanyak jenis pilihan
jamban yang disediakan di pasar dengan berbagai gradasi
harga
Peningkatan kemampuan stakeholder dalam upaya
memfasilitasi pengembangan program sanitasi secara
swadaya oleh masyarakat dan mengubah paradigma
11

Dikatakan ODF apabila:


1. Semua masyarakat telah BAB hanya di jamban dan membuang tinja /
kotoran bayi hanya ke jamban
2. Tidak terlihat tinja manusia di lingkungan sekitar
3. Tidak ada bau tidak sedap, akibat pembuangan tinja / kotoran manusia
4. Ada peningkatan kualitas jamban yang ada supaya semua menuju
jamban sehat
5. Ada mekanisme monitoring peningkatan kualitas jamban
6. Ada penerapan sanksi, peraturan atau upaya lain oleh masyarakat untuk
mencegah kejadian BAB di sembarang tempat
7. Ada mekanisme monitoring umum yang dibuat masyarakat untuk
mencapai 100% KK mempunyai jamban sehat
8. Di sekolah yang terdapat di komunitas tersebut, telah tersedia sarana
jamban dan tempat cuci tangan dengan sabun yang dapat digunakan
murid-murid pada jam sekolah.
12

1. Stop Buang air Besar Sembarangan (SBS/ODF)

2. Cuci tangan pakai sabun

3. Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga

4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga

5. Pengamanan Limbah Cair Rumh Tangga

(Kemenkes RI, 2014)


Contoh Perubahan Perilaku SBS
13
STOP Buang Air Besar sembarangan
(ODF)
Kenapa kotoran manusia (tinja)
berpotensi sebagai media penularan
penyakit?
10.000.000 1.000.000
Virus Bakteri

100 Telur 1000 Kista


Parasit Parasit
Dampaknya ?
16

Menimbulkan bau
Tinja yg dikeluarkankan dpt mencemari lingkungan dan dpt
menimbulkan gangguan kesehatan bagi keluarga dan
masyarakat disekitarnya,
diantaranya peny. Kecacingan, Typus, Diare, dan Infeksi
Saluran Pencernaan Lainnya
bagaimana cara memutus mata rantai penyebaran penyakit

???
18

Syarat Jamban Sehat:

Jamban tertutup, terlindung dari panas dan hujan, serangga dan


binatang lain
Terlindung dari pandangan orang (privacy)
Tidak menimbulkan bau
Terdapat air bersih
Tempat penampungan tinja dengan septic tank, tidak boleh
terlalu dalam (1,5-3 m)
Jarak tempat penampungan tinja dengan sumber air paling
sedikit 10 m
Contoh Bangunan Atas Jamban
19

(Dinding dan/atau Atap)


20

Contoh Bangunan Tengah Jamban


21

Contoh Bangunan Bawah Jamban


22 Macam-macam Tipe
Pembuangan Tinja

Jamban Cemplung
Paling sederhana kotoran langsung masuk ke tempat
penampungan.
Harus ada tutup, supaya tidak bau
Jamban Plengsengan
lubang tempat jongkok ketempat penampungan kotoran
dihubungkan oleh suatu saluran yang miring
Jamban Cor
tempat penampungan kotorannya dibuat dengan
mempergunakan bor
Angsatrine (Water Seal Latrine)
Jamban ini dibawah tempat jongkoknya ditempatkan atau
dipasang suatu alat yang berbentuk seperti leher angsa yang
disebut bowl. Bowl berfungsi mencegah timbulnya bau
23

Lanjutan

Jamban Di atas Balong (Empang)


Membuat jamban diatas balong (yang kotorannya dialirkan ke
balong) adalah cara pembuangan kotoran yang tidak
dianjurkan, tetapi sulit untuk menghilangkannya, terutama di
daerah yang terdapat banyak balong.
Jamban Septic Tank
Jamban septic tank berasal dari kata septic, yang berarti
pembusukan secara anaerobik. Kita pergunakan nama septic
tank karena dalam pembuangan kotoran terjadi proses
pembusukan oleh kuman-kuman pembusuk yang sifatnya
anerobik.
24
Faktor-faktor yang
mempengaruhi transmisi
penyakit dari tinja (Chandra, 2007):
Agens penyebab penyakit
Reservoir
Cara menghindar dari reservoir ke pejamu potensial
Cara penularan ke pejamu baru
Pejamu yang rentan (sensitif).
PENYAJIAN &
ANALISIS DATA
26 DATA PRIMER

Didapatkan melalui kuesioner, kepada 76 responden pada


saat acara pemicuan ODF.

PENGETAHUAN TENTANG JAMBAN SEHAT


Jenjang Pendidikan Responden
Tahu Tidak Tahu
40
35
30
25
20 42%
15
10 58%

5
0
Jenjang Pendidikan

SD SMP SMA S1/Diploma Tidak Diketahui


KEPEMILIKAN JAMBAN PENAMPUNGAN
Punya Tidak Punya Septic Tank Kali Tidak diketahui

1%
18% 10%

82%
89%

14 orang (18,42%) yang mengaku bahwa di rumahnya tidak memiliki jamban


Biaya merupakan alasan mengapa ia belum memiliki jamban di rumah sebanyak
11 orang, tidak memiliki lahan sebanyak 1 orang, tidak ada septic tank
sebanyak 1 orang, dan sudah terbiasa BAB di sungai/kali sebanyak 1 orang.
Semua responden ingin memiliki jamban sehat sendiri.
62 orang mengaku telah memiliki jamban sendiri di rumah dan BAB di jamban.
DATA SEKUNDER
KELUARGA DENGAN AKSES JAMBAN

Data Awal : Kemajuan s.d :

Tribulan 1 (tahun 2017) Tribulan 2 (tahun 2017)

Jamban Keluarga Jamban Keluarga


Jamba BABS Jamba BABS
Juml Sehat Sehat
N n n
Kelurahan ah
o Bersa Jamban Bersa Jamban
KK Sehat
Semi ma / Jamban Bersama Sehat ma / Jamban Bersama
Perman Semi
Perman MCK Keluarg / MCK Sembara Permane MCK Keluarg / MCK Sembara
en Permane
en Umum a Tidak Umum ngan n Umum a Tidak Umum ngan
(JSP) n
(JSSP) Sehat Sehat Tidak (JSP) Sehat Sehat Tidak
(JSSP)
Sehat Sehat

1 Jagir 6314 5055 583 373 303 0 0 5060 583 373 298 0 0

2 Darmo 4942 4326 116 178 322 0 0 4330 116 178 318 0 0

3 Sawunggaling 8275 6641 741 672 220 1 0 6641 741 672 220 1 0

1953
Jumlah 16022 1440 1223 845 1 0 16031 1440 1223 836 1 0
1
29

Berdasarkan survey yang dilaksanakan pada bulan Juni 2017,


dari 3 kelurahan dengan jumlah sekitar 686 KK yang telah
disurvei, hanya terdapat 39 KK, dari total 265 KK, yang sudah
memiliki jamban sehat pada kelurahan Jagir; 30 KK, dari total
288 KK, pada kelurahan Darmo dan 47 KK, dari total 133 KK,
pada kelurahan Sawunggaling.

HANYA 116 KK dari total 686 KK pada wilayah cakupan


Puskesmas Jagir yang memiliki jamban Sehat
30

JENIS SARANA JAMBAN PENDU


DUK
KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN CEMPLUNG DENGA
N
AKSES
JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA

JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA

JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA

JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA


JUMLAH PENDUDUK

MEMENUHI SANIT
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT
SYARAT ASI
JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
KELURAHA
NO LAYAK
N
JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK
JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK
PENGGUNA
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
JU
ML %
AH

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

196 93
1 Jagir 21239 0 3487 21239 3234 19681 92.664438 0 0
81 %

144 93
2 Darmo 15505 0 3844 15505 3579 14424 93.028055 0 0
24 %

263 96
3 Sawunggaling 27429 0 4540 27429 4374 26358 96.095374 0 0
58 %

604 94
64173 0 0 0 0 0 11871 64173 11187 60463 281.78787 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH 63 %
31

Kerangka Konseptual
INTERVENSI &
EVALUASI
INTERVENSI
Tanggal dan Waktu Kamis, 14 September 2017
Pelaksanaaan Pukul 10.00-12.00
Jumat, 15 September 2017
Pukul 09.00-11.00
Jumlah Peserta Hadir 76 orang warga kelurahan Sawunggaling
Susunan Kegiatan 1. Perkenalan
2. Penyampaian maksud dan tujuan
3. Bina Suasana
4. Pemetaan Perilaku BABS
5. Analisa Kuantitatif Tinja
6. Materi Pentingnya BAB di Jamban
7. Syarat Jamban Sehat
8. Tanya Jawab
9. Komitmen Warga
Durasi 2 Jam
EVALUASI

Di akhir pemicuan, didapatkan data warga yang belum


memiliki jamban sehat sendiri di rumah beserta status
ekonomi warga tersebut.
Follow up:
berkoordinasi dengan perangkat daerah dan kader-kader yang ada di
wilayah tersebut untuk memastikan dilaksanakannya pembangunan
tersebut
memberikan pendekatan-pendekatan kepada warga yang masih
belum mau berkomitmen membangun sendiri
RENCANA TINDAK
LANJUT

Dilakukan survey follow up secara berkala oleh Puskesmas Jagir


Bagi warga yang kurang mampu secara ekonomi, dapat diusulkan
sebagian dibantu subsidi dari dana anggaran kelurahan
Peserta yang sudah menyadari akan pentingnya BAB pada jamban
meneruskan informasi dan pengetahuan yang didapat
Dilakukannya survey kepemilikan jamban sehat dan perilaku
BABS di kelurahan lainnya yang ada di wilayah cakupan Puskesmas
Jagir
Kesimpulan
dan
Saran

36
Kesimpulan
37

Masih banyak warga yang belum mengetahui akan


pentingnya BAB di jamban perilaku BABS masih banyak
dilakukan.
Terdapat sejumlah warga yang berkomitmen akan
membangun jamban sehat di rumahnya
Monitoring dan evaluasi secara berkala perlu dilakukan.
Saran
38

Seluruh peserta yang hadir diharapkan dapat meneruskan


infromasi yang didapat
Memotivasi warga untuk menyisihkan sedikit
pendapatannya untuk membangun jamban sendiri
Pengembangan pemicuan ke kelurahan yang lainnya
39
41
42