Anda di halaman 1dari 22

KASUS 3 DTI , KELOMPOK 5

Klarifikasi Istilah

Serkaria
Sporokista
Larva bersilia trematoda yang
tropozoit bulat sebelum keluar dari tubuh siput yang merupakan
stadiumkista/ peralihan pertumbuhan lanjutan Redia.
Mirasidium
Hospes perantara
larva yang menetas dari telur tempat parasit tumbuh menjadi bentuk
cacing trematoda infektif yang siap ditularkan kepada
Hospes defenitif
Learning objective
Epidimiologi Schistosoma japonicum
Siklus hidup Schistosoma japonicum
Patofisiologi Schistosoma japonicum
Terapi pada Schistosoma japonicum
Pencegahan pada Schistosoma japonicum
Brainstorming
Mengumpulkan
Ibu Farah 35 th keong di danau,
sawah (SulTeng)

Nyeri perut ringan - Terapi Pencegahan


sedang
Pemeriksaan
penunjang
Tidak nafsu makan, Schistosomiasis
mual, & muntah

Penyebab

Tinja berdarah Patofisiologi


Morfologi Siklus Hidup
Terdapat
pembengkakan
Epidemiologi
Pemeriksaan penunjang

pemeriksaan
telur pada Uji Serologis
feses

Pemeriksaan
Penunjang

Foto dada atau


EKG
epidemiologi

Penyebaran
sungai, kolam, danau, dan irigasi dan saluran drainase, pembangunan
hidrolik, migrasi penduduk, pengabaian kebersihan.
Distribusi geografi
- Ditemukan RRC, jepang, filipina, taiwan, muangthai,vietnam,malaysia dan
indonesia.
- Di indonesia di sulawesi tengah di daerah lindu dan danau napu
Siklus Hidup
MORFOLOGI
Schistosoma japonicum
CACING DEWASA JANTAN
Tubuh lebih besar dari cacing betina
Seperti daun terlipat
Panjang 1,5cm
Canalis gnecophorus (caudal dari ventral sucker) adl tempat betina
masuk saat kopulasi
Testis 6-8 buah
CACING DEWASA BETINA
Langsung
Panjang 26mm
Ovarium di tengah tubuh
TELUR
Bulat
Ukuran 70-100x50-65mikron
Terdapatduri yang rudimenter
pada bagian lateral
SERKARIA
Terdiri dari kepala dan ekor
2 batil isap pada kepala (0ral dan Ventral sucker)
PATOFISIOLOGI
SCHISTOSOMIASIS
Merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh trematoda
darah
Stadium 1
Dimulai saat masuknya serkaria ke dalam kulit hingga menjadi
dewasa
Termasuk perpindahan schistosomula dari paru ke sistem portal
Gejala
1. Muncul gejala alergi berupa demam dan urtikaria
2. Batuk disertai dahak yang bercampur darah
Stadium 2
Dimulai
saat peletakan pembuluh darah dan dikeluarkannya
menembus mukosa usus

Stadium 3
Terperangkapnya telur di jaringan hati
PEMBENTUKAN GRANULOMA
Granuloma terbentuk dari serat kolagen, makrofag, eusinofil dan
sel T CD4 mengelilingi telur
Pembentukan granuloma memiliki efek protektif terhadap
kerusakan hepar
PATOFISIOLOGI BERKAITAN
DENGAN SIKLUS HIDUP
Serkaria
Menyebabkan dermatitis saat masuknya serkaria ke dalam tubuh
Schistosomula
Diangkut melalui darah atau sistem limfatik menuju paru kanan.
Gejalanya berupa batuk dan eusinofilia
Cacing Dewasa
Jarang menyebabkan patogen
Telur
Menyebabkan demam katayama
Patofisiolgisnya belum diketahui secara pasti
Didugaberkaitan dengan rangsangan telur dan antigen cacing
yang membentuk kompleks imun
Pencegahan
schistosoma japonicum
Pada tahun 1982 Pemberantasan pada awalnya dititikberatkan pada
kegiatan penanganan terhadap manusianya yaitu pengobatan
penduduk secara masal yang ditunjang dengan kegiatan penyuluhan,
pengadaan sarana kesehatan lingkungan, pemeriksaan tinja penduduk,
pemeriksaan keong penular dan tikus secara berkala dan dengan
pengobatan prazikuantel.
Metode tersebut dapat menurunkan prevalensi dengan sangat
signifikan dari 74% turun menjadi 25%.
Prazikuentel efektif terhadap semua spesies schistosoma yang patogen
bagi manusia. Obat ini diberikan secara oral dalam bentuk tablet yang
mengandung 600 mg prazikuantel dan dosis yang dianjurkan ialah 20
sampai 40 mg/kg berat badan dibagi menjadi 1 sampai 3 dosis sehari.
referensi
Pusarawati S,Ideham B, Kusmartisnawati,et all. Atlas Parasitologi
Kedokteran. 1st ed. Jakarta : EGC.2016