Anda di halaman 1dari 28

AMANAH DALAM

KEPEMIMPINAN ISLAM
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi
atau memberi contoh oleh pemimpin
kepadapengikutnya dalam upaya mencapai
tujuan organisasi.
Dalam Islam pemimpin disebut dengan
IMAMAH
Kata yang terkait dan berkonotasi imamah:
Khilafah
malik
Wali
Amir
Sulthon
Rain
Rais
Ulil amri
Kata imam diambil dari kata amma-yaummu,
yang berarti menuju, menumpu dan
meneladani.
Kata khalifah berakar dari kata khalafa, yang
pada mulanya berarti di belakang. Kata
khalifah, sering diartikan pengganti karena
yang menggantikan selalu berada di belakang,
atau datang sesudah yang digantikannya
selanjutnya.
Al-Quran menggunakan kedua istilah ini untuk
menggambarkan ciri seorang pemimpin ketika
berada di depan sebagai panutan, dan ketika
dibelakang sebagai seorang pendorong
sekaligus mengikuti kehendak dan arah yang
dituju oleh yang dipimpinnya
Dasar kepemimpinan Islam
Tidak mengambil orang kafir sebagai
pemimpin bagi orang Islam. QS. AnNisa: 144

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil


orang-orang kafir menjadi wali, dengan meninggalkan
orang-orang mumin. Inginkah kamumengadakan alasan
yang nyata bagi Allah [untuk menyiksamu]? (QS. An-
Nisa:144).
Tidak mengangkat pemimpin dari orang-orang
yang mempermainkan agama

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi


pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan
permainan, [yaitu] di antara orang-orang yang telah diberi Kitab
sebelummu, dan orang-orang yang kafir [orang-orang musyrik]. Dan
bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang
beriman. (QS. AL-Maidah: 57).
pemimpin harus mempunyai keahlian di
bidangnya, pemberian tugas atau wewenang
kepada yang tidak berkompeten akan
mengakibatkan rusaknya pekerjaan, bahkan
organisasi yang menaunginya. Sebagaimana
sebuah hadits:
Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang
bukan ahlinya, tunggulah masa
kehancurannya. (HR. Buchori-Muslim)
pemimpin harus bisa diterima (acceptable),
mencintai dan dicintai ummatnya,
mendoakan dan didoakan oleh ummatnya.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
sebaik-baik pemimpin adalah mereka yang
kamu cintai dan mencintai kamu. Kamu
berdoa untuk mereka dan mereka berdoa
untuk kamu. Seburuk-buruk pemimpin adalah
mereka yang kamu benci, dan mereka
membenci kamu. Kamu melaknati mereka dan
mereka melaknati kamu. (HR. Muslim).
pemimpin harus mengutamakan membela
dan mendahulukan kepentingan ummat,
menegakkan keadilan, melaksanakan syariat,
berjuang menghilangkan segala bentuk
kemungkaran, kekufuran, kekacauan dan
fitnah. Lihat QS. Al-Maidah ayat 8:
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah
kamu jadi orang-orang yang selalu
menegakkan [kebenaran] karena Allah,
menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah
sekali kali kebencianmu terhadap sesuatu
kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak
adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat
kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan (QS. AL-Maidah: 8).
seorang pemimpin harus memiliki sifat:
Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang
benar, tapi juga perbuatannya juga benar, sejalan dengan
ucapannya
Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu
urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya
bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-
baiknya.
Tabligh artinya menyampaikan segala firman Allah yang
ditujukan kepada manusia yang disampaikan oleh Nabi.
fathonah berarti cerdas dalam menyampaikan dan
menjelaskan ayat-ayat Allah, dan mampu berdebat dengan
orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga)
janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang
dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui (Al-
Anfal (8): 27)
Pengertian
Amanah berasal daripada perkataan arab - amanah,
yang bermaksud tenteram, aman, selamat dan
harmoni.
Dalam pengertian nilai dan akhlak, amanah ialah
menghargai kepercayaan orang lain terhadap diri
seseorang dengan melaksanakan tuntutan yang
terdapat dalam kepercayaan itu.
Amanah dengan arti kata lain ialah tanggungjawab
yang diterima oleh seseorang yang kepadanya
diberikan kepercayaan bahwa ia dapat
melaksanakannya sebagaimana yang dituntut, tanpa
mengabaikannya.
Meliputi:
1. Amanah terhadap Alloh dan rosul
Tanggungjawab manusia sebagai hamba Allah ialah
patuh, taat dan tunduk kepadaNya.
Tanggungjawab manusia sebagai khalifah pula ialah
membangun, memakmur dan melaksanakan islah di
bumi ini mengikut kehendak dan tuntutan yang
terkandung dalam syariat dan ajaranNya seperti yang
dibawa oleh Rasulullah SAW.
Amanah terhadap Rasul ialah jalan menuju amanah
terhadap Allah.
Tidak mensyirikkan Alloh SWT :

a. Tidak syirik dalam doa


maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada
Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya, maka
tatkala Allah menyelematkan mereka sampai ke darat, tiba-
tiba mereka kembali mempersekutukan Allah (Al ankabut:
65)
b. Tidak syirik dalam niyat, tujuan dan kehendak
Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya,
niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan
mereka dengan sempurna dan mereka itu di dunia tidak
akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh
di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa
yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa
yang telah mereka kerjakan (QS Hud:15-16)
c. Tidak syirik dalam ketaatan

Yaitu mentaati para pendeta, rahib, kyai, dll. Dalam bermaksiyat


(durhaka) kepada Allah.
mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka
sebagai rab-rab selain Allah dan (juga mereka menjadikan Rabb) Al-
masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah
Ilah yang Maha Esa, tidak ada Ilah (yang berhak disembah ) selain
Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan (At
Taubah: 31)
d. Tidak syirik dalam kecintaan

Dan di antara manusia ada orang-orang yang


menyembah tandingan-tandingan selain Allah,
mereka mencintai sebagaimana mereka
mencintai Allah (Al Baqarah:165)

Dan apabila nama Allah saja yang disebut,


kesallah hati orang-orang yang tidak beriman
kepada kehidupan akhirat dan apabila nama
sembahan-sembahan selain Allah itu disebut,
tiba-tiba mereka bergirang hati (AzZumar: 45)
2. Amanah terhadap diri sendiri
Manusia dan segala anggotanya menjadi amanah
Allah SWT.
Akal, mata, telinga, kaki, tangan dan lain-lain
anggota merupakan amanah Allah.
Setiap diri kita mempunyai tanggungjawab dan
kewajipan dari segi rohaniah dan juga lahiriah.
Menjaga kebersihan , kesihatan diri dan
memberikan hak-hak anggota tubuh badan
merupakan sebahagian daripada amanah
terhadap diri yang telah ditetapkan oleh Islam.
3. Amanah terhadap masyarakat
Manusia merupakan makhluk bermasyarakat yang
saling bergantung dan memerlukan antara satu sama
lain.
Apabila pergantungan itu diterjemahkan kepada
perkhidmatan, maka setiap orang
dipertanggungjawabkan untuk memberikan
perkhidmatan kepada yang lain mengikut susunan dan
kepentingan yang ditetapkan dalam kehidupan
bermasyarakat.
Perkhidmatan yang dilaksanakan dengan jujur dan
ikhlas dalam hubungan manusia bermasyarakat
merupakan penghayatan amanah yang besar artinya
dalam hidup dan penghayatan beragama.
Elemen-elemen dalam amanah
Ada empat elemen penting dalam konsep
amanah, yaitu:
Menjaga hak Allah SWT dan rosulNya
Menjaga hak sesama manusia
Menjauhkan dari sifat abai dan berlebihan,
artinya amanah memang harus disampaikan
dalam kondisi tepat, tidak ditambahi atau
dikurangi
Mengandung sebuah pertanggungjawaban
amanah sangat berkaitan dengan akhlak yang
lain:
Kejujuran
Kesabaran
Keberanian: Karena untuk menjalankan amanah,
perlu keberanian yang tegas.
Hadist Rosululloh SAW. Terkait dengan kejujuran:

Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur


itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan
kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan
pada surga. Sedangkan dusta akan
mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan
sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan
pada neraka. [Hadits: Mutafaqun Alaih]
Rasulullah adalah seorang yang mempunyai
sifat jujur, terpercaya [Amanah]. Karena
Rasulullah sebagai suri tauladan yang baik,
maka kita juga wajib mencontohnya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut Allah. [Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 21]
Islam mengajarkan bahwa tidak ada iman bagi
orang yang tidak amanah dan tak ada agama
bagi orang yang tak berjanji. Ini berarti
amanah adalah bagian dari iman. Sehingga
mereka yang tidak menjaga amanah,
termasuk pada golongan orang-orang yang
tidak beriman.
Selain itu, agama juga mengajarkan kita untuk
berjanji dan menepatinya karena tidak
menepati janji adalah salah satu ciri orang
munafik
AMANAH WUJUD DARI
MUROQOBATULLOH
Muraqabatullah atau merasa selalu diawasi
oleh Allah
Sifat muraqabah akan menjadi sistem kontrol
yang kuat sehingga dirinya tidak leluasa
berbuat semaunya.
Ketika muraqabah sudah tertanam pada
jiwanya, maka di saat sepi atau ramai, gelap
atau terang diawasi atau dibiarkan, ia tetap
berjalan di atas aturan main yang ada.
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui
apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya
daripada urat lehernya, (QS. 50:16) (yaitu) ketika dua orang
malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah
kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. (QS. 50:17) Tiada suatu
ucapanpun yang telah diucapkannya melainkan ada di dekatnya
malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. 50:18)
menjaga amanah itu sangat penting dan memiliki konsekuensi
yang besar untuk orang-orang yang mengabaikan amanah.
Begitu besarnya, hingga bumi, langit, dan gunung pun takut
melanggarnya.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit,


bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk
memikul amanat itu dan mereka khawatir akan
mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (Al-
Ahzab (33): 72)