Anda di halaman 1dari 12

OLEH :

DINI ISLAMI PUTRI


J 111 10 136

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN GIGI ANAK


UNIVERSITAS HASANUDDIN
PENDAHULUAN
Myiasis (myia = lalat, iasis = penyakit)

Myiasis : invasi larva lalat ke dalam tubuh yang ditandai


dengan kelainan pada kulit (jaringan bawah kulit), sistem
pencernaan, nasofaringeal, mata, atau saluran kemih.

Oral myiasis : invasi jaringan rongga mulut yang


disebabkan oleh larva.
KLASIFIKASI MYIASIS
Accidental myiasis (larva tertelan dengan
makanan)
Kondisi jaringan Semi spesifik myiasis (larva terletak pada
jaringan nekrotik luka
yang terlibat Obligatory myiasis (larva mempengaruhi bagian
kulit yang tidak rusak.

Kutaneus myiasis
Berdasarkan Myiasis pada lubang dalam
anatomi Myaisis pada organ luar

Primary myiasis , oleh larva biophagous


(memakan jaringan yang hidup)
Secara klinis Secondary myiasis, oleh larva
nekrobiophagous (memakan jaringan yang
mati)
Bagian anatomi yang biasa terkena myiasis :
hidung, mata, luka pada kulit, sinus, telinga, paru-paru,
usus, empedu kandung kemih, vagina, lubang hidung, dan
jarang terjadi pada mulut.

Faktor predisposisi :
Keadaan bibir tidak baik
Oral hygiene buruk
Halitosis yang parah
Anterior open bite
Bernafas melalui mulut selama tidur
Trauma fasial
Luka bekas pencabutan
Lesi ulserativ
karsinoma
LAPORAN KASUS
Seorang anak pria berusia 14 tahun mengeluhkan
pembengkakan pada bibir atas dan rasa gatal pada bagian
wajah sebelah kanan sejak lebih dari 2 minggu. Riwayat
pasien ada trauma pada bagian dentoalveolar maksila
anterior yang telah diabaikan selama beberapa hari.
Pemeriksaan intraoral :
Luka laserasi yang dalam yang terinfeksi dan adanya belatung
yang terlihat pada vestibulum atas dan dasar hidung.
Bibir pasien tdk tertutup baik
Bengkak pada gingiva atas
Oral hygiene buruk
Demam
Pasien dengan gangguan psikis
PERAWATAN
Diberikan kapas penyeka yang diberikan minyak
turpentine yang diletakkan di dekat vestibulum atas (5-10
menit)
Beberapa belatung keluar dari hidung yang kemudian
dipindahkan satu per satu dengan tang lengkung arteri.
Sekitar 3 hari, 90-96 belatung dikeluarkan dengan panjang
berkisar 6-17 mm.
Sisa luka dan bekas pengelupasan diirigasi dengan
hidrogen peroksida dan pemberian betadine antiseptik
solution dan antibiotik spektrum luas
Pasien kemudian dipanggil kembali untuk follow up secara
teratur untuk pemyembuhan luka.
Gambar 1. belatung dikeluarkan
dari daerah vestibulum
Gambar 2. belatung yang dikeluarkan
dari dalam vestibulum.
PEMBAHASAN
Lingkaran kehidupan lalat :
telur larva pupa lalat dewasa
Pada kondisi telur perlu ditempatkan di tempat yang
lembab untuk menjadi larva.
Pada tahap larva berdurasi 6-8 hari, di mana periode
ini larva menjadi parasit terhadap manusia.
Larva menjadi tidak suka dengan cahaya sehingga
cenderung bersembunyi di bagian jaringan yang
dalam untuk menjadi pupa.
Pada kasus ini, larva ditemukan di dalam jaringan dan
dasar hidung.
Enzim proteolitik yang dilepaskan oleh bakteri sekitar
yang membusukkan jaringan dan menjadi makanan
larva pada jaringan yang busuk tersebut.
Oral myiasis dapat diklasifikasikan menjadi :
Larva yang hidup di luar tubuh
Larva pada kulit yang tidak rusak dan berkembang di
dalamnya
Larva yang tinggal di usus/saluran urin
Telur/larva muda yang dideposit pada luka atau lubang
pada tubuh
Minyak turpentine yang diberikan tersebut
menyebabkan larva tidak dapat bernafas dan
membawa mereka ke daerah permukaan.
Pengeluaran larva harus dilakukan perlahan-lahan,
sebab pecahnya larva dapat menyebabkan alergi dan
infeksi.
KESIMPULAN
Myiasis dapat dicegah dengan memberikan
pendidikan bagi penduduk di daerah pedesaan atau
kelompok sosial ekonomi rendah tentang kebersihan
diri, perawatan luka, dan kontrol terhadap populasi
lalat.
Orang tua sebaiknya sesegera mungkin membawa
anak mereka untuk mencegah hal tersebut terjadi.