Anda di halaman 1dari 31

KOREKSI ANTERIOR CROSSBITE PADA PERIODE GIGI

SULUNG DAN BERCAMPUR DENGAN REMOVABLE


INCLINED PLANE (BRUCKL APPLIANCE)

NAMA : DINI ISLAMI PUTRI


NIM : J 111 10 136
PEMBIMBING : Drg. Donald R. Nahusona, M.Kes
HARI/TANGGAL : Jumat, 24 Juni 2016
SUMBER : Stomatologija, Baltic Dental and Maxillofacial Journal,
10: 140-144, 2008
PENDAHULUAN

1. Kharbanda dkk (1991) melaporkan 36,6%


maloklusi dijumpai pada anak-anak sekolah
berusia 5-13 thn.
2. 9,5% dari maloklusi tersebut adalah crossbite
anterior dan crowding bagian anterior maksila.
3. Jika anterior crossbite dibiarkan timbul
maloklusi Klas III yang serius.
ETIOLOGI CROSSBITE

1. Kekurangan ruang untuk gigi insisivus


permanen.
2. Arah erupsi gigi yang abnormal.
3. Premature loss gigi desidui.
4. Gigi desidui yang persisten.
5. Kebiasaan buruk menggigit bibir atas.
6. Makrodontia.
7. Celah bibir.
KLASIFIKASI CROSSBITE
Crossbite
Anterior Satu gigi
(single tooth)

Lokasi dan Satu segmen


jumlah gigi (Segmental)
yang terlibat

Crossbite Satu gigi


Posterior (Single Tooth)

Satu segmen
(Segmental)
Crossbite Arah erupsi gigi
abnormal
Dental

Asal mula
maloklusi
Diskrepansi ukuran
maksila dan mandibula.
Crossbite
Skeletal Pertumbuhan maksila
yang terhambat atau
pertumbuhan mandibula
yang berlebih
Pasien dengan maloklusi skeletal klas III, crossbite
anterior dan crowding
ANTERIOR CROSSBITE

Gigi sulung depan atas atau posisi gigi permanen


yang arahnya lebih ke lingual dalam
hubungannya dengan gigi insisivus rahang
bawah.
CARA MENGHILANGKAN ANTERIOR CROSSBITE

Pengasahan (Grinding)

Penggunaan alat lepasan

Kombinasi keduanya
Pengasahan (Grinding) gigi sulung yang
menghasilkan bidang miring
METODE UNTUK MENGKOREKSI ANTERIOR
CROSSBITE
Tongue Blade

Inclined Plane
Bruckl Appliance
Catlans Appliance
Double Cantilever (Z) Spring

Quad Helix

Screw Appliance

Fixed Appliance
Tongue Blade Bruckl Appliance Catlans Appliance

Double Cantilever Spring Quad Helix


Screw Appliance Fixed Appliance
BRUCKL APPLIANCE
Alat orthodontik lepasan sederhana pada rahang bawah
dengan dataran gigitan miring sebagai pendorong
(inclined plane)
REPRESENTASI DIAGRAMATIK INCLINED PLANE
RAHANG BAWAH

A: Skema kerja pada inclined plane

B: Inclined plane fixed pada gigi


bawah (tampakan dari depan)

C: Skema menunjukkan jarak


antara inclined plane dan palatum
yang membutuhkan perhitungan
ketika menggunakan alat tersebut.
Gambaran cross Gaya vektor pada inclined plane
section pada Bruckls dengan angulasi yang berbeda.
appliance
BAGIAN DARI BRUCKL APPLIANCE
1. Mandibular Hawley- jenis retainer
2. Inclined plane yang ditambahkan pada Hawley jenis
retainer
3. Labial bow, untuk meretraksi insisivus bawah
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN BRUCKL APPLIANCE
1. Base akrilik dibuat bersamaan dengan cengkram Adams
pada gigi 36 dan 46, serta labial bow.
2. Incline plane dibangun di atas malam.
3. Malam pada incline plane disesuaikan dengan tinggi serta
angulasi dalam mulut.
4. Dibuat dalam akrilik.
5. Pemolesan.
6. Bruckl akrilik dipasang dan diobservasi secara berkala.
7. Bruckl appliance harus digunakan setiap saat.
8. Pasien diinstruksikan untuk mengkonsumsi diet lunak sampai
hubungan gigi insisivus diperbaiki dan alat dapat dilepas.
9. Perawatan memakan waktu kira-kira 7-8 minggu.
LAPORAN KASUS

PASIEN 1
1. P.E (, 8 thn).
2. Anterior crossbite (melibatkan gigi 52; 11; 21).
3. Premature loss pada gigi 73; 83; 84; 85, dan
deformasi dentoalveolar.
4. Perawatan dimulai dengan menggunakan Bruckl
Appliance.
5. Waktu perawatan -2,5 bulan.
6. Setelah perawatan overbite +2 mm
7. Membutuhkan gigi tiruan akrilik lepasan pada rahang
bawah
Pasien P.E. sebelum perawatan

Pasien P.E. setelah perawatan


PASIEN 2
1. M.S (, 11 thn).
2. Anterior crossbite (melibatkan gigi 12; 11; 21),
dan overbite -6 mm.
3. Perawatan dimulai dengan menggunakan Bruckl
Appliance.
4. Waktu perawatan -1,5 bulan.
5. Setelah perawatan overbite +1,5 mm.
6. Bruckl Appliance dipisahkan dengan incline plane
dan digunakan sebagai tahanan.
Pasien M.S. sebelum perawatan

Pasien M.S. setelah perawatan


PASIEN 3
1. A.L (, 10 thn).
2. anterior crossbite (meliputi gigi 11; 21).
3. Overbite -2 mm.
4. Terdapat ruang dan diastem pada rahang bawah.
5. Perawatan dimulai dengan menggunakan Bruckl Appliance.
6. Waktu perawatan -2 bulan.
7. Setelah perawatan overbite +1,5 mm.
8. Gigi depan pada rahang bawah telah terretroklinasi, dan
ruang sudah tertutup.
9. Bruckl Appliance dengan incline plane yang dilepas
digunakan sebagai retensi.
Pasien A.L. sebelum perawatan

Pasien A.L. setelah perawatan


PEMBAHASAN
Dibutuhkan intervensi awal untuk menstimulasi
keseimbangan pertumbuhan dan perkembangan
oklusal yang baik.
Perlunya motivasi dan kerjasama yang baik antara
dokter gigi dengan pasien.
Anak perempuan lebih kooperatif dibandingkan laki-
laki.
Penyebab maloklusi Klas III:
1. Prognati mandibula
2. Defisiensi pertumbuhan maksila
Tujuan laporan kasus memperlihatkan cara
yang mudah dan murah untuk mengatasi
masalah anterior crossbite.
Metode perawatan sederhana lainnya pada gigi
bercampur:
1. Palatal plate dengan anterior springs
2. Quad Helix
Diperlukan diagnosis yang teliti untuk
menentukan cara perawatan crossbite.
KESIMPULAN
Kelebihan Inclined Plane
1. Pembuatan piranti mudah
2. Biaya yang dibutuhkan tdk mahal.
3. Pemakaian alat tidak rumit
4. Koreksi dapat terjadi dengan cepat

Kekurangan Inclined Plane


1. Pasien mengalami kesulitan berbicara dan mengunyah
2. Penggunaan dalam jangka waktu lama menyebabkan
masalah periodontal.
3. Piranti ini tidak dapat digunakan jika gigi insisivus
mandibula memiliki masalah periodontal.
Pemilihan alat untuk memperbaiki crossbite anterior
mempertimbangkan jumlah vertikal overbite.

Gunakan Bruckl Appliance :


Jika jumlah vertikal overbite - 2/3 atau lebih dari panjang
cusp.
Terdapat 3 atau 4 gigi yang crossbite.

Gunakan upper plate lepasan dengan protraksi spring atau screw :


1. Jika jumlah vertikal overbite kurang dari panjang mahkota
Lakukanlah pencegahan perkembangan
anomali yang parah untuk memperpendek
waktu perawatan ortodontik pada gigi sulung.
Dibutuhkan perhatian utama untuk
menentukan diagnosis dan evaluasi terhadap
maloklusi.