Anda di halaman 1dari 32

HUKUM INTERNASIONAL DAN

CONTOH SENGKETA
INTERNASIONAL

OLEH:
D I A N P E R T I W I P. D (XI IA 1/10)
F A D H Y L A W I D YA P. (XI IA 1/12)
R I Z K I U TA M I M . (XI IA 1/26)
RIZQI FITRI N. (XI IA 1/27)
HUKUM INTERNASIONAL
PENGERTIAN SISTEM HUKUM INTERNASIONAL

Sistem hukum internasional, adalah satu kesatuan


hukum yang berlaku untuk komunitas internasional
(semua negara-negara di dunia) yang harus dipatuhi
dan diataati oleh setiap negara.

Sistem hukum internasional juga merupakan aturan-


aturan yang telah diciptakan bersama oleh negara-
negara anggota yang melintasi batas-batas negara.
PENGERTIAN HUKUM INTERNASIONAL

Hukum yang mengatur hubungan antara dua warga kota roma


Hukum ROMAWI dengan orang asing, yakni orang bukan warga kota roma.
Kuno Hukum yang diturunkan dari tata tertib alam yang mengatur
masyarakat segala bangsa, yaitu hukum alam .

Hukum Internasional adalah sekumpulan hukum (body of law)


J.G STRAKE yang sebagian besar terdiri atas asas-asas dan karena itu biasanya
ditaati dalam hubungan antarnegara.

WIRJONO Hukum Internasional adalah hukum yang mengatur perhubungan


hukum antarbangsa di berbagai negara.
PRODJODIKORO
Hukum Internasional adalah
Hackworth sekumpulan aturan yang mengatur
hubungan di antara negara-negara

Hukum Internasional adalah


keseluruhan kaidah dan asas yang
Mochtar mengatur hubungan atau persoalan
Kusumaatmadja yang melintasi batas-batas negara
antara negara dan negara; negara dan
lembaga atau organisasi internasional
Asas Teritorial
Asas Kebangsaan
Asas Kepentingan Umum

Asas-asas lain sebagai berikut:


Pacta sunt servanda
Egality rights
Reciprositas
Courtesy
Right sig stantibus
SUBJEK HUKUM INTERNASIONAL

1.Negara

2.Tahta Suci

3.Palang Merah Internasional

4.Organisasi Internasional

5.Orang Perseorangan

6.Pemberontak dan Pihak dalam Sengketa


SUMBER HUKUM INTERNATSIONAL

Sumber-sumber hukum internasional sesuai Piagam


Mahkamah Internasional Pasal 38, sebagai berikut :
1. Perjanjian Internasional (Traktat = Treaty),

2. Kebiasaan-kebiasaan internasional yang terbukti


dalam praktek umum dan diterima sbg hukum,
3. Asas-asas umum hukum yang diakui oleh bangsa-bangsa
beradab,
4. Keputusan-keputusan hakim dan ajaran-ajaran para
ahli hukum internasional dari berbagai negara
sebagai alat tambahan untuk menentukan hukum, dan
5. Pendapat-pendapat para ahli hukum terkemuka.
MACAM HUKUM INTERNASIONAL

Hukum perdata internasional, adalah hukum yang


mengatur hubungan hukum antara warga negara
suatu negara dengan warga negara lain dalam
hubungan internasional/hubungan antar bangsa

Hukum publik internasional/hukum antarnegara,


adalah hukum yang mengatur hubungan antara
negara yang satu dengan negara yang lain dalam
hubungan internasional
Bahwa ruang lingkup hukum internasional hanya berlaku utk perjanjian-
perjanjian antar negara.
Menghasilkan suatu perjanjian tertulis yang dikenal dengan nama Vienna
Convention on the Law of Treaties.
Perjanjian Internasional tertulis tunduk pada ketentuan hukum kebiasaan
Hukum internasional dan yurisprudensi atau prinsip-prinsip hukum umum.

Tertulis

Masih terdapat hukum kebiasaan internasional (hukum tidak tertulis) yg


ruang lingkupnya hanya utk perjanjian antar negara.
Perjanjian-perjanjian antar negara dengan subjek hukum lain, ada
pengaturan tersendiri seperti perjanjian antar negara dan organisasi-
organisasi internasional.
Dalam perjanjian tidak tertulis (International Agreement Not in Written
Form), contohnya adalah Prancis (1973) mengadakan percobaan nuklir di
Atol Aruboa yg banyak menuai protes dari negara lain bahkan, masalahnya
Hukum Tidak diajukan kepada Mahkamah Internasional di Den Haag.
Selanjutnya negara Prancis tidak lagi melakukan percobaan sejenis dan
Tertulis bila ingkar janji, negara lain dapat menuduh, memprotes dan mengadakan
tuntutan.
SENGKETA INTERNASIONAL
PENGERTIAN

Perselisihan yang terjadi antara negara dengan


negara, negara dengan individu-individu, atau
SENGKETA
negara dengan badan-badan/lembaga yang
INTERNASIONAL menjadi subjek hukum internasional

Suatu situasi ketika dua negara mempunyai


pandangan yang bertentangan mengenai
SENGKETA
dilaksanakan atau tidaknya kewajiban-kewajiban
INTERNASIONAL yang terdapat dalam perjanjian
PENYEBAB

Salah satu pihak tidak memenuhi kewajiban dalam


perjanjian internasional
Perbedaan penafsifar mengenai isi perjanjian
internasional
Perebutan sumber-sumber ekonomi
Perebutan pengaruh ekonomi, politik, ataupun
keamanan regional dan internasional
Adanya intervensi terhadap kedaulatan negara lain
Adanya penghinaan terhadap harga diri suatu bangsa
PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL

Mahkamah Internasional dalam mengadili suatu


perkara, berpedoman pada perjanjian-perjanjian
internasional (traktat-traktat dan kebiasaan-
kebiasaan internasional) sebagai sumber hukum.
Keputusan Mahkamah Internasional, merupakan
keputusan terakhir walaupun dapat diminta banding.
Di samping pengadilan Mahkamah Internasional,
terdapat juga pengadilan arbitrasi internasional.
Arbitrasi internasional hanya untuk perselisihan
hukum, dan keputusan para arbitet tidak perlu
berdasarkan peraturan hukum.
CONTOH
SENGKETA INTERNASIONAL:

KOREA UTARA
VS
KOREA SELATAN
LATAR BELAKANG
HISTORIS
PD II berakhir pembelahan Korea oleh Uni
Setelah PD II Soviet dan ASKorea Utara dan Korea Selatan

Korea Utara menginvasi Korea Selatan Timbul Perang


KoreaBerlangsung 3 tahun dengan korban 2jt nyawa
25 Juni 1950 Gencatan senjata terjadi pada tahun 1953(namun perjanjian
perdamaian tidak pernah ditanda tangani, sampai sekarang
secara resmi masih dalam kondisi perang)

Presiden Korsel Kim Dae Jung mengumumkan


Tahun 1998 Sunshine Policy kebijakan yang bertujuan
meningkatkan interaksi antara kedua negara.

Kim Jong-Il menggantinkan ayahnya Kim Il-Sung


Tahun 1994 sebagai pemimpin baru Korut Korut setuju untuk
menghentikan program nuklirnya dan memulai
beberapa hubungan kerja sama dengan AS

AS mengumumkan Korut telah kembali memulai


Oktober 2002 program rahasia senjata nuklirAS+Korsel
dengan Korut kembali menegang
25 Februari Presiden Korsel Roh Moo Hyun berjanji membangun Korsel
menjadi pusat Asia Timur Laut' untuk meningkatkan

2003 hubungan antar Korea dan memimpin Korsel menuju 'era


perdamaian dan kemakmuran'

24 Oktober Pada Pertemuan Tingkat Tinggi antar Korea di Pyongyang


Kedua kepala negara mendiskusikan: kemajuan hubungan

2007 antara Korut dan Korsel, perdamaian di Semenanjung Korea


dan kesejahteraan rakyat Korea dan penyatuan Korea.

November Korsel resmi menyatakan Sunshine Policy gagal(kebijakan


tsb berakhir)disebabkan peluncuran uji coba artileri nuklir

2010 dari Korut yang menewaskan 2 warga sipil dan 2 anggota


militer Korsel

17 Desember Kim Jong-Il meninggal digantikan putranya yaitu Kim


2011 Jong-Un

1 Januari 2013 Kim Jong-Un menyerukan untuk membina hubungan


lebih baik dengan Korsel
SOSIOLOGIS
Keadaan Penduduk Korea

Sejak beberapa tahun terakhir kedua negara berulangkali terlibat insiden di perbatasan.
Pada tanggal 26 Maret 2010, yakni kapal perang Korea Selatan Cheonan tenggelam. Korea
Selatan lantas menaruh curiga pada Korea Utara. Hubungan kedua negara memanas. Kemudian
pada tanggal 24 November 2010, sekitar pukul 15.00 waktu Korea, Korea Utara tiba-tiba
menembakkan artileri ke arah Pulau Yeonpyeong, Korea Selatan. Tak lama kemudian, saksi
mata melihat bangunan-bangunan di pulau itu terkena serangan bombardir. Militer Korea
Selatan mengumumkan satu tentara tewas, 13 luka-luka termasuk 3 orang luka berat, dan
puluhan rumah warga yang terdapat di pulau tersebut runtuh dan hangus terbakar. Hal ini
membuat masyarakat Korea Selatan merasa ketakutan dan tidak nyaman. Warga Pulau
Yeonpyeong mulai diungsikan ke luar pulau dengan perahu nelayan.
Sebaliknya, kehidupan masyarakat biasa di Korea Utara juga sangat memprihatinkan.
Kemakmurannya tidak dijamin oleh pemimpin mereka pada saat itu. Seperti terjadi kelaparan
yang sangat parah, lebih dari tiga juta orang tewas kelaparan. Anak-anak telantar hidup di jalan-
jalan, dan industri mangkrak. Pasokan pangan, air dan listrik tak berfungsi. Dan bahkan banyak
orang meninggal karena tidak mendapat kesempatan untuk berobat ke rumah sakit. Banyak
penduduk Korea Utara yang memilih untuk melarikan diri dan tinggal di China atau Korea
Selatan karena mereka tidak mau hidup sengsara dan ingin hidup mereka menjadi lebih baik.
Mereka berpikir di negara-negara lain penduduknya hidup sejahtera dan lebih makmur,
sehingga mereka memutuskan untuk pindah dan berani menanggung resiko jika ketahuan oleh
tentara Korea Utara saat melarikan diri.
YURIDIS
Kebijakan containment AS, pihak Washington dan Moscow mengadakan suatu perundingan untuk
membagi kekuasaan Korea secara garis 38 derajat lintang utara sehingga ada pembatasan wilayah
demi alasan politik yang membentuk Korea bagian utara di bawah pengaruh Uni Soviet dan Korea
bagian selatan berada di bawah pengaruh Amerika Serikat.

Pada tahun 1953 perang berakhir dan pihak AS mengadakan perjanjian Mutual Security Treaty
dengan Korea Selatan sehingga keberadaan pasukan AS dipertahankan guna mencegah terjadinya
serangan dari pihak Utara. Lain halnya dengan China-USSR, mereka tidak menempatkan
pasukannya di Korea Utara tetapi pengaruh ideologi Marxist-Leninist semakin kuat. Akhirnya pada
tahun 1961 pihak USSR-China mengadakan perjanjian pertahanan dengan Korea Utara.

Korea utara dengan sengaja melakukan proliferasi nuklir dikawasan semenanjung Korea. Tindakan Korea utara ini dianggap sebagai
tindakan provokasi yang dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan ini. Hal tersebut kemudian memicu kerjasama multilateral
beberapa Negara untuk menyelesaikan krisis nuklir Korea utara. Kerjasama multilateral ini disebut sebagai six partytalk yang
beranggotakan Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Cina, Jepang, dan Rusia sebagai negosiator. Tujuan dari dibentuknya
forum ini adalah untuk mempromosikan keamanan dan stabilitas kawasan Asia Timur akibat program nuklir Korea Utara yang
dianggap sebagai ancaman stabilitas regional. Dan setelah beberapa kali diadakan perundingan, Korea Utara setuju untuk
menghancurkan senjata nuklir mereka. Namun tak lama kemudian Korea gagal memenuhi janjinya untuk menghentikan program
nuklirnya dengan meluncurkan roket yang membawa satelit komunikasi, namun Korsel mengklaim bahwa itu adalah peluncuran misil
jarak jauh. Akibat hal tersebut, PBB kemudian mengeluarkan sanksi yang menyulut kemarahan Korut yang berjanji tidak akan kembali
melakukan perundingan dengan six party talks dan menyatakanakan kembali melanjutkan program nuklirnya.
Kerjasama berlanjut kepada konferensi tingkat tinggi yang pertama kali terjadi dalams ejarah hubungan
kedua Negara, yaitu Inter Korea Summit pada tahun 2000 yang merupakan hasil dari sunshine Policy yang
diterapkan oleh presiden Korea selatan, Kim Dae Jung. KTT ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama
ekonomi antar kedua Negara yaitu dengan mengembangkan industri Gaeseong yang berimplikasi kepada
meningkatnya arus perdagangan dan memudahkan pendistribusian bantuan kemanusiaan. Korut berjanji
untuk menghentikan propagandanya terhadap Korsel dan mengizinkan ratusan penduduknya
untuk bertemu dengan keluarga mereka di Korsel.

Untuk mencapai perdamaian, Korea Selatan memberi opsi yang bernama Korean Peninsula Trust Process
dimana Korea Selataan bersedia memberikan bantuan kemanusiaan kepada Korea Utara jika ia bersedia
untuk menekan ambisinya dalam proliferasi nuklir. Korea Selatan bahkan menawarkan lebih yaitu dengan
membantu pembangunan infrastruktur. Dengan penyelesaian bilateral ini,maka diharapkan Korea Selatan
dan Korea Utara dapat membangun kepercayaannya masing-masing tanpa melibatkan intervensi
kepentingan eksternal. Selain itu, dengan pemberian bantuan ekonomidan economic assistance dalam
pembangunan, diharapkan Korea Utara mampu untuk membangun perekonomiannya sendiri dan
mereduksi bantuan asing yang selama ini menjadi sumber utama perekonomian Korea Utara.

Tetapi upaya-upaya tersebut namun tidak membuahkan hasil yang signifikan karena tensi konflik
kedua Negara kembali meningkat akibat tidak adanya rasa saling percaya, masih adanya rasa
permusuhan, kerjasama yang lemah, serta perbedaan ideologi.
Upaya Penyelesaian
Menurut Sumber

Salah satu negara yang bersedia untuk memfasilitasi penyelesaian konflik


antara Korea Selatan dengan Korea Utara adalah negara Swiss.
Pemerintah Swiss menawarkan proses mediasi dengan Korea Utara menyusul
peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea setelah penjatuhan sanksi oleh
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas percobaan senjata nuklir pada Februari
2013 lalu. Kementerian Luar Negeri Swiss baru-baru ini melakukan kontak
dengan otoritas Korea Utara, kata seorang juru bicara, namun menambahkan
saat ini belum ada upaya pembicaraan lanjutan.
Sedangkan di pihak lain, AS cenderung tidak akan menyerahkan
perdamaian Korea Utara dan Korea Selatan kepada Cina. AS tetap aktif berusaha
terlibat dalam upaya-upaya Cina mendamaikan konflik Korea Utara dan Korea
Selatan. AS mendorong presiden baru Cina Xi Jinping untuk memberikan tekanan
kepada Korea Utara. AS juga mengancam akan meningkatkan kehadiran
militernya di sekitar kawasan Asia. Pihak AS memberikan penjelasan kepada Cina
mengenai rencana AS meningkatkan pertahanan misilnya. Selama ini, China
memang tidak memprotes tindakan AS yang mengirimkan kapal perang ataupun
pesawat ke wilayah Semenanjung Korea.
Beberapa faktor status quo itu menegaskan peran AS dan
Cina secara bersama. Walaupun ada inisiatif negara, seperti Swiss,
untuk mendamaikan konflik antara Korea Utara dan Korea
Selatan, posisi AS dan Cina tetap paling strategis untuk
menjalankan peran pendamai. Persoalannya adalah mencari cara
yang paling lunak untuk membangun kepercayaan antara AS dan
Korea Utara melalui Cina. Situasi semakin tidak menentu ketika
Cina bersikap diam terhadap perilaku agresif Korea Utara.
Akhirnya, provokasi Korea Utara harus disikapi dengan
sangat hati-hati oleh Korea Selatan, AS, dan juga Cina. Dengan
sikap berhati-hati itu tetap mempertimbangkan berbagai faktor di
tingkat domestik (Korea Utara dan Korea Selatan), regional, dan
global. Jangan sampai sebuah letusan kecil memberi peluang bagi
pecahnya perang. Sebuah perang yang berpotensi meluas ke
negara-negara lain.
Penyelesaian Menurut Pendapat Kami

Berdasarkan konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan, kami berpendapat bahwa
seharusnya peran PBB di dunia harus lebih bijak dalam menyikapi permasalahan tersebut.
Kebijakan PBB untuk meminimalisir konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan harus segera
dilakukan, karena jika terlambat, tentu akibat dari masalah tersebut akan berdampak pada
keamanan dunia. Partisipasi negara-negara di dunia untuk ikut serta dalam membantu
meminimalisir konflik Korut-Korsel tentu akan sangat membantu.
Macam-macam cara yang dilakukan PBB antara lain bisa dengan mengadakan
pertemuan yang melibatkan Korut-Korsel, di mana pertemuan tersebut PBB lah yang menjadi
penengah antara Korut-Korsel. Di sana pembahasan tentang bagaimana cara menyelesaikan
konflik antar Korut-Korsel bisa secepatnya diakhiri, agak sulit untuk memecah permasalahan
tersebut, disebabkan mengingat bahwa Korsel, tempo hari tidak menandatangani perjanjian
gencatan senjata. Namun, jika diantara kedua negara, Korut-Korsel, ada keinginan untuk
berdamai, maka hal tersebut memungkinkan adanya perdamaian antara keduanya. Sementara,
untuk negara-negara sekutu dari Korut-Korsel, sebaiknya tidak terlalu menonjol dalam
mendukung Korut atau Korsel. Sebab, hal ini agar mempercepat penyelesaian konflik antara
Korut-Korsel. Ada kalanya, negara-negara sekutu membantu PBB dalam menyelesaikan konflik
ini bersama negara-negara yang bukan sekutu. Tinggal bagaimana PBB segera mengadakan
pertemuan yang melibatkan Korut-Korsel, berdasarkan konfirmasi antara keduanya. Yang jelas,
saat ini Korut sedang dalam masa transisi kepemimpinan, dari mendiang Kim Jong Il ke
putranya Kim Jong Un.
Daftar Pustaka

Lks pkn
Buku paket
SITUS WEB

Radio Australia www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-04-05/sejarah-di-balik-ketegangan-


korea-utara-dan-korea-selatan-kilas-balik/1112046
Berita Populer beritapopulerz.blogspot.com/2010/11/kronologi-konflik-korea-selatan-
dan.html?m=1
Wikipedia id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_Korea
http://mcrizzwan.blogspot.com/2013/07/artikel-konflik-korea-faktor-terjadinya.html#.
http://www.tempo.co/read/news/2012/07/28/118419808/p-Begini-Curhat-Perempuan-Korea-
Utara-II
http://www.seniberpikir.com/penyebab-konflik-korea-utara-dan-selatan-di-tahun-2013/
http://mohamadarifwicaksono.wordpress.com/2013/05/04/konflik-korea-utara-dan-korea-
selatan/
http://www.academia.edu/3743253/Diplomasi_konflik_Semenanjung_Korea