Anda di halaman 1dari 16

WS KHUSUS MANAJER PELAYANAN PASIEN - CASE MANAGER

DALAM STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012

dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes


Komisi Akreditasi Rumah Sakit
Petunjuk Latihan Mengisi
Form A Evaluasi awal MPP
1) Baca uraian kasus/Vignette
2) Isi Form A MPP, sebagai evaluasi awal MPP
3) Elemen informasi :
Skrining
Asesmen untuk manajemen pelayanan pasien
Identifikasi masalah, risiko dan kesempatan
Perencanaan manajemen pelayanan pasien
Dapat ditambahkan informasi lain sebagai
scenario tambahan yg relevan
4) Presentasikan dalam bentuk word saja.
Form B Catatan Implementasi MPP

1) Isi Form B MPP sebagai catatan implementasi


manajemen pelayanan pasien
2) Elemen informasi :
Pelaksanaan Perencanaan manajemen pelayanan
pasien
Monitoring
Identifikasi masalah risiko kesempatan
Fasilitasi, Koordinasi, Komunikasi,
Kolaborasi
Advokasi
Hasil Pelayanan
Terminasi manajemen pelayanan pasien
Pelayanan dalam transisi
3) Presentasikan dalam bentuk word saja.
1. Identifikasi, seleksi / skrining pasien utk manajemen
pelayanan pasien
Kriteria yg digunakan a.l. namun tidak terbatas pada :
1. Usia
2. Pasien dengan fungsi kognitif rendah
3. Pasien dgn risiko tinggi
4. Potensi komplain tinggi
5. Kasus dgn penyakit kronis, katastropik, terminal
6. Status fungsional rendah, kebutuhan bantuan ADL (Activity Daily Living)
yg tinggi
7. Pasien dgn riwayat penggunaan peralatan medis dimasa lalu
8. Riwayat gangguan mental, upaya bunuh diri, krisis keluarga, isu sosial
a.l. terlantar, tinggal sendiri, narkoba.
9. Sering masuk IGD, readmisi RS
10.Perkiraan asuhan dgn biaya tinggi
11.Kemungkinan sistem pembiayaan yg komplek, adanya masalah finansial
12.Kasus yg melebihi rata-rata lama dirawat
13.Kasus yg diidentifikasi rencana pemulangannya penting/berisiko atau yg
membutuhkan kontinuitas pelayanan
2. Asesmen untuk manajemen pelayanan pasien
a. Komponen asesmen a.l. namun tidak terbatas pada :
1. Fisik, fungsional, kognitif, kekuatan-kemampuan, kemandirian
2. Riwayat kesehatan
3. Perilaku psiko-sosio-kultural
4. Kesehatan mental
5. Tersedianya dukungan keluarga, kemampuan merawat dari pemberi
asuhan
6. Finansial
7. Status asuransi
8. Riwayat penggunaan obat, alternatif
9. Riwayat trauma, kekerasan
10.Pemahaman ttg kesehatan (health literacy)
11.Harapan thd hasil asuhan, kemampuan utk menerima perubahan
12.Aspek legal
2. Asesmen untuk manajemen pelayanan pasien
b. Data asesmen diperoleh melalui, namun tidak terbatas pada :
1. Wawancara pasien, keluarga, pemberi asuhan
2. Asesmen awal saat admisi rawat inap, asesmen secara
intermiten ongoing selama dirawat
3. Komunikasi dengan dokter, PPA lainnya
4. Rekam medis
5. Data klaim, asuransi
3. Identifikasi masalah dan kesempatan
Lakukan kegiatan Identifikasi masalah dan kesempatan a.l.
1. Tingkat asuhan yg tidak sesuai panduan, norma yg digunakan
2. Over/under utilization pelayanan dengan dasar panduan, norma yg
digunakan
3. Ketidak patuhan pasien
4. Edukasi kurang memadai, atau pemahamannya yg belum memadai
ttg proses penyakit, kondisi terkini, daftar obat (Health literacy)
5. Kurangnya dukungan keluarga
6. Penurunan determinasi pasien (ketika tingkat keparahan /
komplikasi meningkat)
7. Kendala keuangan ketika keparahan / komplikasi meningkat
8. Pemulangan / rujukan yg belum memenuhi kriteria, atau sebaliknya
pemulangan / rujukan yg ditunda
4. Perencanaan manajemen pelayanan pasien
MPP hrs segera mengidentifikasi kebutuhan jangka pendek, jangka
panjang, maupun kebutuhan berjalan / ongoing, shg dpt menyusun
strategi dan sasaran manajemen pelayanan pasien utk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan tsb.
1. Pahami dan pastikan diagnosis pasien, prognosis, kebutuhan asuhan,
sasaran hasil asuhan
2. Validasi rencana asuhan konsisten dgn panduan, norma yg digunakan
3. Tentukan sasaran terukur dan indikator dlm kerangka waktu yg spesifik,
a.l. dalam akses ke pelayanan, asuhan dgn biaya efektif, mutu asuhan
4. Tentukan/rencanakan pemberian informasi kpd pasien keluarga utk
pengambilan keputusan
5. Tentukan/rencanakan juga partisipasi pasien keluarga dlm asuhan,
termasuk persetujuan akan kemungkinan perubahan rencana
6. Siapkan fasilitasi mengatasi masalah dan konflik
7. Perhatikan harapan pembayar, frekuensi komunikasi reevaluasi
perkembangan pasien, revisi sasaran jangka pendek dan atau panjang
5. Monitoring
MMP melakukan asesmen utk menilai respons pasien thd
pemberian / pelaksanaan rencana asuhan
1. Mencatat perjalanan / perkembangan kolaborasi dgn pasien,
keluarga, pemberi asuhan, tim PPA, dan pemangku kepentingan
lain yg terkait, shg dpt dinilai respons pasien thd intervensi yg
diberikan
2. Verifikasi kelangsungan pelaksanaan rencana asuhan memadai,
dipahami dan diterima pasien serta keluarga
3. Paham dan sadar akan kebutuhan revisi rencana asuhan,
termasuk preferensi perubahan, transisi pelayanan, kendala
pelayanan
4. Kolaborasi dlm rangka perubahan rencana dan pelaksanaannya
6. Fasilitasi, Koordinasi, Komunikasi dan Kolaborasi
MPP perlu memfasilitasi koordinasi, komunikasi dan kolaborasi dgn
pasien dan pemangku kepentingan lainnya utk mencapai sasaran
dan memaksimalkan hasil positif asuhan pasien
1. Pastikan peran MPP sesuai kebijakan yg ada dan memadai, dlm
pelayanan pasien, thd pemangku kepentingan lain dlm RS
2. Kembangkan dan pelihara secara proaktif pelayanan berfokus pd
pasien, membantu asuhan terintegrasi oleh PPA
3. Transisi pelayanan yg memadai sesuai kebutuhan pasien
4. Jaga privasi pasien dlm kolaborasi
5. Gunakan mediasi dan negosiasi utk meningkatkan komunikasi,
koordinasi dan kolaborasi, termasuk mengatasi perbedaan
pandangan
6. Koordinasi juga pd rencana pemulangan pasien dgn pelayanan
pasca rawat
7. Advokasi
MPP memberikan advokasi pd pelaksanaan pelayanan, manfaat
administrasi, pengambilan keputusan
1. Menyampaikan, mendiskusikan dgn PPA dan staf lain ttg
kebutuhan pasien, kemampuannya dan sasaran pasien
2. Memfasilitasi akses ke pelayanan sesuai kebutuhan pasien
melalui koordinasi dgn PPA atau pemangku kepentingan terkait
3. Meningkatkan kemandirian menentukan pilihan dan pengambilan
keputusan
4. Mengenali, mencegah dan menghindari disparitas utk mengakses
mutu dan hasil pelayanan terkait dgn ras, etnik, agama, gender,
latar belakang budaya, status pernikahan, umur, pandangan
politik, disabilitas fisik-mental-kognitif
5. Advokasi utk pemenuhan kebutuhan pelayanan yg berkembang/
bertambah karena perubahan kondisi.
8. Hasil Pelayanan
MPP perlu memaksimalkan kesehatan, wellness pasien, safety,
adaptasi thd perubahan, self-care, kepuasan dan efisiensi biaya.
1. Lakukan pendokumentasian pencapaian sasaran
2. Catat keberhasilan, kualitas, kendali biaya-efektif dari intervensi
MPP dlm mencapai sasaran asuhan pasien
3. Nilai, catat dan laporkan ttg dampak pelaksanaan rencana asuhan
pasien
4. Catat utilisasi sesuai panduan / norma yg digunakan
5. Catat kepuasan pasien, keluarga thd/ dengan manajemen
pelayanan pasien
9. Terminasi manajemen pelayanan pasien
MPP mengakhiri pelaksanaan manajemen pelayanan pasien
sesuai dengan regulasi RS yg berlaku
1. Identifikasi alasan pengakhiran pelaksanaan manajemen
pelayanan pasien, a.l. :
o Telah tercapainya sasaran manajemen pelayanan pasien

o Telah terlaksana transisi ke fasilitas pelayanan lain

o Pasien menolak manajemen pelayanan pasien


2. Tercapai persetujuan pengakhiran pelaksanaan manajemen yan
pasien, dgn pasien maupun pemangku kepentingan lain
3. Dokumentasikan proses pengakhiran tsb
Terima kasih
dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Anda mungkin juga menyukai