Anda di halaman 1dari 13

IDENTIFIKASI GUGUS FUNGSI

DALAM SENYAWA ORGANIK


MARSELLAWATY CHANDRA PAKAYA
15020150159
C8
Pengertian Amina

Amina adalah turunan amonia yang


satu atau lebih atom hidrogennya
digantikan oleh gugus alkil atau
senyawa karbon mengandung
nitrogen. Amina adalah senyawa
organik yang mengandung atom
nitrogen trivalent yang berkaitan
dengan satu atau dua atau tiga atom
karbon, dimana amina juga
merupakan suatu senyawa yang
mengandung gugusan amino (-NH2, -
NHR, atau NH2).
Identifikasi gugus amina
Tes Hinsberg
Amina dikocok dengan baik dengan Hinsberg reagen dengan adanya alkali berair
(baik KOH atau NaOH). Sebuah reagen yang berisi larutan natrium hidroksida dan
Benzenesulfonyl klorida encer ditambahkan ke substrat.

- Amina primer akan membentuk garam sulfonamide larut yang mengendap


setelah penambahan asam klorida encer.

- Amina sekunder dalam reaksi yang sama akan langsung membentuk


sulfonamide larut.

- Sebuah amina tersier tidak akan bereaksi dengan sulfonamide tetapi tidak larut.
Setelah menambahkan asam encer amina larut ini diubah menjadi garam
amonium larut.
Asam nitrat test

Anilin direaksikan dengan asam nitrit menghasilkan larutan yang


berwarna kuning emas, timbul gas dan gelembung dari dasar tabung. Asam
nitrit (HONO) dibuat dari natrium (Na+ -NO2) dan asam HCl yang dingin seperti
es.
Perubahan terhadap gas yang terjadi pada suhu 5oC dapat menunjukkan
adanya amina primer (aliphatic), RNH2. cairan menyerupei minyak yang
berwarna kuning atau endapan kuning dapat membuktikan adanya
amina sekunder (R2NH)
amina tersier tidak dapat bereksi atau dapat dikategorikan kedalam
golongan amina sekunder.
Gelembung yang terbentuk pada suhu kamar dapat menunjukkan
adanya amina primer (aromatik), ArNH2. petambahkan setetes demi
seteets larutan - naphtol endapan merah, adalah amina primer
(aromatik ), ArNH2.
Identifikasi uji spesifik amina
Amina primer
Tes rimini Pada percobaan ini anilin direaksikan dengan aseton dan Na-
Nitroprusid tidak menghasilkan warna merah.
Amina sekunder
Tes dengan benzoil klorida Dimetilamina direaksikan dengan NaOH dan
benzoil klorida menghasilkan endapan putih.berdasarkan hasil percobaan
tersebut maka diketahui hasil tersebut positif terhadap amina sekunder
Pengertian Sulfonamida
Senyawa sulfonamida adalah senyawa yang
mengandung gugus tersebut. Beberapa
sulfonamida dimungkinkan diturunkan dari asam
sulfonat dengan menggantikan gugus hidroksil
dengan gugus amina (Fessenden, 1997)
Dalam kedokteran, istilah sulfonamida kadang-
kadang dijadikan sinonim untuk obat sulfa, yang
merupakan turunan sulfanilamida. (Fessenden,
1997)
IDENTIFIKASI SULFONAMIDA DAN
TURUNANNYA
- Reaksi terhadap gugus sulfon
Zat ditambahkan H2O2 30% ditambahkan 1 tetes fecl3 ditambahkan
HNO3 dan bacl2 atau Barium Nitrat endapan baso4 putih (baso4 sukar larut,
bahkan dalam aqua regia).
- Reaksi furfural : terhadap gugus amin bebas
1 tetes pereaksi ( furfural 2% dalam asam asetat glasial ) ditambahkan zat
memberi warna merah tua segerah berubah menjadi ungu. Semua sulfa
memberikan hasil positif, kecuali sulfasuksidin.
- Reaksi Vanilin : Huckhal dan Turftiti
Terhadap derivat metil piridin, diatas kaca arloji atau objek : 1 tetes H2SO4
ditambahkan beberapa kristal vanilin, tambahkan zat uji, panaskan diatas
nyala api kecil kuning atau hijau muda. Kecuali : Sulfamerazin dan
Sulfamezathin akan mengahasilkan merah tua
- Reaksi korek api

Zat ditambahkan hcl encer lalu kedalamnya dicelupkan korek api, maka
timbul warna jingga sampai jingga kuning. Kecuali Asam sulfanilat : kuning

- Reaksi Diazotasi : untuk amin aromatik primer

Zat ditambahkan 2 tetes hcl 2 N ditambahkan 1 ml air ditambahkan


naoh/nano2 dan teteskan larutan 0,1 g beta-naftol dalam 2 ml naoh,
endapan jingga kemudian merah darah. Bila penggunaan beta-naftol diganti
dengan alfa naftol, maka endapan akan berwarna merah ungu. Negatif
terhadap sulfasuksidin

- Reaksi Erlich dengan p-DAB-hcl

Sedikit zat padat pada pelat tetes lalu ditambahkan 1-2 tetes pereaksi
DAB hcl terbentuk warna kuning-jingga. Akan menghasilkan warna kuning
sitrun terhadap sulfametazin, sulfadiazin, sulfamerazin, warna kuning terhadap
,warna kuning tua terhadap sulfanalamid dan jingga terhadap sulfaguanidin
- Reaksi dengan cuso4

Zat dalam tabung reaksi ditambahkan 2 ml air dipanaskan sampai


mendidih ditambahkan naoh 2 tetes, setelah dingin ditambahkan 1 tetes hcl
encer sampai netral atau asam lemah lihat warna yang terjadi. warna hijau
: sulfapyridin, warna ungu : sulfadiazin, sulfasuksidin, sulfatiazol dan warna putih
: sulfanalamid

- Reaksi Indophenol

Panaskan zat 100 mg dalam tabung reaksi ditambahkan 2 cc air sampai


mendidih lalu segera ditambahkan 2 tetes naoh dan 2 ml kaporit
ditambahkan 1 tetes fenol liquafectum segera. amati perubahan warna
yang terjadi. pada sulfaddiazin : merah rosa, sulfaguanidin : kuning,
sulfamerazin : merah rosa, sulfametazin : merah rosa, sulfanalamid : biru
- Peraksi Roux

Zat padat diletakkan diatas plat tetes lalu ditambahkan 1 tts pereaksi lalu
diaduk dengan batang pengaduk. Dilihat perubahan warna yang terjadi
pada Sulfadiazin : ungu-hijau biru dan sulfathiazol : hijau kuning

- Reaksi Parri

Serbuk sulfadiazin dilarutkan dalam alkohol, ditetesi pereaksi Parri dan


ammonia akan membentuk warna ungu untuk sulfadiazin
Pengertian Asam Karbosilat

Asam karboksilat ialah segolongan senyawa organik yang dicirikan


oleh gugus karboksil yaitu nama yang berasal dari nama gugus fungsi
karbonil dan hidroksil.

Identifikasi senyawaan turunan asam karboksilat dapat dilakukan


dengan test hiroxamat.

Klorida asam, asam anhidrid ester, dan amida dapat dideteksi


dengan reaksi hidroksilamin. Hasil reaksi ini berupa asam hidroxamik yang
bila direaksikan dengan ferri klorida membentuk senyawa komplek
berwarna merah kebiru-biruan.