Anda di halaman 1dari 11

Timbal (Pb) merupakan salah satu jenis logam berat yang

sering juga disebut dengan istilah timah hitam. Timbal adalah


logam yang lunak berwarna abu-abu kebiruan mengkilat dan
memiliki bilangan oksidasi +2

Timbal mempunyai nomor atom 82 dengan berat atom 207,20.


Titik leleh timbal adalah 1740 0C dan memiliki massa jenis
11,34 g/cm3 (Widowati, 2008). Palar (1994) mengungkapkan
bahwa logam Pb pada suhu 500-600 0C dapat menguap 6 dan
membentuk oksigen di udara dalam bentuk timbal oksida (PbO)
Sifat-sifat fisika Timbal (Pb)
Timbal merupakan salah satu logam berat yang sangat berbahaya
bagi makhluk hidup karena bersifat karsinogenik, dapat
menyebabkan mutasi, terurai dalam jangka waktu lama dan
toksisistasnya tidak berubah. Pb dapat mencemari udara, air, tanah,
tumbuhan, hewan, bahkan manusia. Masuknya Pb ke tubuh manusia
dapat melalui makanan dari tumbuhan yang biasa dikonsumsi
manusia seperti padi, teh dan sayur-sayuran.
Logam ini masuk ke perairan melalui pengkristalan Pb di udara
dengan bantuan air hujan. Selain itu, proses korofikasi dari batuan
mineral juga merupakan salah satu jalur masuknya sumber Pb ke
perairan
Batrai mobil, timbal yang digunakan adalah timbal etalik dan komponen
komponen lainnya. Elektrode dari beberapa baterai mengandung struktur inaktif
yang disebut grid yang dibuat dari alloy timbal yang mengandung93% timbal dan
7% antimony. Struktur ini merupakan penyangga mekanik dari komponen baterai
yang aktif dan merupakan jalur aliran listrik. Bagian yang aktif dari baterai
terdiri dari timbal diokside (pbo2) dan logam timbal yang terikat pada grid.
Penggunaan timbal lainya adalah untuk produk produk seperti logam amunisi,
plapis kabel, pipa, solder bahan kimia dan pewarna.
logam berat digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu:

Hg, Cd, Pb, As, Cu dan Zn yang mempunyai sifat toksik


yang tinggi,
Cr, Ni dan Co yang mempunyai sifat toksik menengah
Mn dan Fe yang mempunyai sifat toksik rendah
Timbal adalah logam toksik yang bersifat kumulatif sehingga mekanisme
toksitasnya dibedakan menurut beberapa organ yang dipengaruhinya, yaitu

a. Sistem hemopoeitik: timbal akan mengahambat sistem pembentukan


hemoglobin sehingga menyebabkan anemia
b. Sistem saraf pusat dan tepi: dapat menyebabkan gangguan enselfalopati dan
gejala gangguan saraf perifer
c. Sistem ginjal : dapat menyebabkan aminoasiduria, fostfaturia, gluksoria,
nefropati, fibrosis dan atrofi glomerular
d. Sistem gastro-intestinal: dapat menyebabkan kolik dan konstipasi 9
e. Sistem kardiovaskular: menyebabkan peningkatan permeabelitas kapiler
pembuluh darah
f. Sistem reproduksi: dapat menyebabkan kematian janin pada wanita dan
hipospermi dan teratospermia
Biogeokimia adalah salah satu disiplin ilmu alam yang
mempelajari tentang proses-proses kimia, fisika, geologi,
dan biologi yang saling terkait yang membentuk komposisi
dari lingkungan alam (yang masuk di dalam sini antara lain
biosfer, hidrosfer, pedosfer, atmosfer, dan litosfer).
Menurut Huang (1987) ada tiga kompartemen yang terlihat
dalam siklus biogeokimia logam dalam air, yaitu:
1. Kompartemen logam yang terlarut adalah ion logam
bebas, kompleks, dan koloidal ikatan senyawanya.
2. 2. Kompartemen partikel abiotik, terdiri atas bahan kimia
organik dan anorganik.
3. 3. Kompartemen partikel biotik, terdiri atas fitoplankton
dan bakteri di dalam laut dangkal dan laut dalam, daerah
pantai, serta muara sungai yang menempel pada tanaman.