Anda di halaman 1dari 71

EPILEPSI

Dr. RUSLI DHANU


DEP. NEROLOGI FK USU
MEDAN

1
PENDAHULUAN

EPILEPSI SUDAH LAMA DIKENAL.


PREVALENSI CUKUP TINGGI.
PENANGGULANGANNYA BLM
MEMUASKAN.
SARANA, FASILITAS, DANA,
KEMAMPUAN MASARAKAT DAN
PANDANGAN YANG KELIRU
TENTANG EPILEPSI.
2
PENDAHULUAN

EPILEPSI DAPAT MERUSAKKAN


SEL SARAF DAN MENURUNKAN
KWALITAS HIDUP.
DIPERLUKAN PENANGANAN YANG
TEPAT.
DOKTER SPESIALIS SARAF
SANGAT TERBATAS.
3
Definisi Bangkitan Epileptik
terjadinya tanda / gejala yang bersifat
sesaat akibat aktifitas neuronal yang
abnormal dan berlebihan di otak

4
Definisi Epilepsi
Kelainan otak yang ditandai dengan
kecenderungan untuk menimbulkan
bangkitan epileptik yang terus menerus,
dan konsekuensi neurobiologis, kognitif,
psikologis dan sosial.

5
Definisi Operasional Epilepsi :
Epilepsi adalah suatu penyakit otak yang ditandai
dengan:
Minimal 2 bangkitan tanpa provokasi, dengan
jarak antar bangkitan lebih dari 24 jam
Satu bangkitan tanpa provokasi dengan
kemungkinan berulang 75% atau lebih
dari resiko berulangnya setelah 2 bangkitan
tanpa provokasi
Minimal 2 bangkitan reflex epilepsy
6
Definisi Epilepsi
(Pokdi Epilepsi Perdossi)
Bangkitan Epileptik

Tanpa Provokasi

Minimal 2 Kali

7
DEFINISI

Epilepsi adalah manifestasi klinis yang


serupa dan berulang serta paroksismal
yang disebabkan oleh hiperaktifitas
listrik sekelompok sel saraf diotak yang
spontan,bukan disebabkan oleh suatu
penyakit otak akut.
SEIZURES?

8
BEBERAPA MEKANISME UTAMA YANG
TERLIBAT DALAM TERJADINYA
BANGKITAN EPILEPSI

1. GANGGUAN METABOLISME NEURON


OTAK DAN GANGGUAN.
NEUROTRASMITTER DI SINAPS DENGAN
AKIBAT MENURUNNYA AMBANG LEPAS
MUATAN NEURON.
2. LEPAS MUATAN LISTRIK SECARA
SINKRON SEJUMLAH BESAR NEURON
DENGAN AMBANG LEPAS MUATAN YANG
MENURUN.
3. PROSES PROSES INHIBISI SUSUNAN SARAF
PUSAT.
9
PERANAN NEUROTRANSMITTER

1. GLUTAMAT (EXITATORY
NEUROTRANSMITTER) :
MERANGSANG TIMBUL DAN
LAMANYA KEJANG.
2. GABA (INHIBITORY
NEUROTRANSMITTER) :
MENGHAMBAT.
MENEKAN.
MEMBATASI PENYEBARAN KEJANG.
10
ETIOLOGI
1. IDIOPATIK.
2. SIMTOMATIK :
a. KELAINAN INTRA KRANIAL :
- TUMOR.
- VASKULER.
- TRAUMA.
- INFEKSI.
- KONGENITAL DAN HEREDITER.
11
ETIOLOGI
b. EKSTRA KRANIAL :
- ANOXIA.
- HIPOGLIKEMIA.
- GGN ELEKTROLIT.
- GGN METABOLIK.
- DRUGS.
- UREMIA.

12

13

14

15
KLASIFIKASI
ILAE (1981) :
1. SERANGAN PARSIAL :
1.1 SERANGAN PARSIAL SEDERHANA (KESADARAN
BAIK) :
1.1.1 DENGAN GEJALA MOTORIK.
1.1.2 DENGAN GEJALA SENSORIK.
1.1.3 DENGAN GEJALA OTONOM.
1.1.4 DENGAN GEJALA PSIKIS.
1.2 SERANGAN PARSIAL KOMPLEKS (KESADARAN
TERGANGGU) :
1.2.1 SERANGAN PARSIAL SEDERHANA
DIIKUTI DENGAN GANGGUAN KESADARAN.
1.2.2 GANGGUAN KESADARAN SAAT AWAL
SERANGAN.
16
KLASIFIKASI

1.3 SERANGAN UMUM SEKUNDER :


1.3.1 SERANGAN PARSIAL SEDERHANA
MENJADI TONIK KLONIK.
1.3.2 SERANGAN PARSIAL KOMPLEKS
MENJADI TONIK KLONIK.
1.3.3 SERANGAN PARSIAL SEDERHANA
MENJADI PARSIAL KOMPLEKS,
KEMUDIAN MENJADI
TONIK KLONIK.
17

18

19
KLASIFIKASI
2. SERANGAN UMUM :
2.1 ABSANS (LENA).
2.2 MIOKLONIK.
2.3 KLONIK.
2.4 TONIK.
2.5 TONIK KLONIK.
2.6 ATONIK.

3. TIDAK TERGOLONGKAN.
20

21

22

23

24
EPILEPSI JACKSON
- BANGKITAN TERJADI SECARA UNILATERAL.
- KEJANG KLONIK PADA SALAH SATU
ANGGOTA TUBUH, MISALNYA :
. IBU JARI.
. JARI TELUNJUK.
. KELOPAK MATA.
. KESADARAN PENDERITA BAIK.
- BISA MENJALAR KESISI YANG LAIN &
KESELURUH TUBUH, DISEBUT JACKSONIAN
MARCH. 25
EPILEPSI PSIKOMOTOR
( EPILEPSI LOBUS TEMPORALIS )
PSIKIS :
- GGN KESADARAN (DREAMY STATE).
- ILUSI.
- HALUSINASI.
- DE JAVU, JAMAIS VU.
- MICROACUSIA, MACROACUSIA.
- MICROPSIA, MACROPSIA.
- METAMORPHOSIS.
26
EPILEPSI LOBUS TEMPORALIS

- MENANGIS, TERTAWA, MARAH.


- AUTOMATISME. - KOMAT KAMIT.
- LIDAH, BIBIR MENGECAP-NGECAP.
- TANGAN MENGUSAP BAJU.
- MEMINDAHKAN BENDA.
- BERTEPUK TANGAN.
- KELUYURAN.
- KADANG PENDERITA MENJADI AGRESIF.
27
EPILEPSI GRAND MAL
ADA BEBERAPA FASE :
- PRODROMAL.
- AURA.
- FASE KEJANG TONIK.
- FASE KEJANG KLONIK.
- FASE KOMA.
- FASE SIUMAN DAN SESUDAH ITU BISA
MUNCUL RASA SAKIT KEPALA, AMNESIA
RETROGRAD, RASA LELAH, HEMIPLEGI POST
KONVULSI (TODDS PARALISE).
28
INFANTILE SPASM ( SINDROMA WEST )
TIMBUL KARENA ADANYA KERUSAKAN
KORTIKAL YANG DIFUS.
USIA MUDA : 3 - 7 BULAN.
GEJALA : TIMBUL BANGKITAN MENGANGGUK,
TUBUH DIGERAKKAN KEDEPAN DAN
BELAKANG,
TANGAN DIANGKAT DAN DITURUNKAN
SEPERTI GERAKAN SEMBAHYANG.
NAMA LAINNYA : SALAAM EPILEPSI.
JACK KNIFE ATTACK.
29
STATUS EPILEPTIKUS
TERJADI BANGKITAN EPILEPSI TERUS -
MENERUS LEBIH DARI 30 MENIT TANPA
FASE SIUMAN.
TERDIRI DARI :
1. STATUS KONVULSIVUS.
2. EPILEPSIA PARTIALIS CONTINUA.
3. KOMPLEKS PARTIAL STATUS
EPILEPTIKUS.
4. ABSENCE STATUS EPILEPTIKUS.
5. TONIK STATUS EPILEPTIKUS.
30
REFLEKS EPILEPSI
BANGKITAN EPILEPSI YANG DITIMBULKAN
OLEH SUATU RANGSANG TERTENTU.
MISALNYA :
- PHOTOGENIK EPILEPSI.
- MUSIKOGENIK EPILEPSI.

SEDANGKAN SERIAL EPILEPSI ADALAH


BANGKITAN EPILEPSI TERUS - MENERUS
NAMUN DISELINGI DGN MASA PERBAIKAN.
31
BENIGN FEBRILE CONVULSION
CIRI :
- KEJANG TIMBUL USIA 9 - 24 BULAN.
- DEMAM TINGGI ( t>39C ).
- KEJANG SINGKAT < 15 MENIT.
- KEJANG UMUM.
- SETELAH SERANGAN TIDAK
DIJUMPAI KELAINAN EEG.
- BERSIFAT FAMILIER.
- BIASANYA DIDAHULUI OLEH INFEKSI.
32
EPILEPSI PETIT MAL
- BIASA DIJUMPAI PADA ANAK-ANAK.
- ADANYA ABSENCE (LENA) YANG
BERLANGSUNG BEBERAPA DETIK.
- PUCAT.
- MATA MEMANDANG KE SATU TEMPAT.
- PEMBICARAAN TERHENTI.
- GERAKAN TERHENTI.
- PENDERITA TIDAK JATUH.
33
LENNOX GASTAUT SYNDROME

TERDIRI DARI :
1. ABSENCE.
2. BANGKITAN AKINETIK (TONUS
OTOT TIBA - TIBA MENGHILANG).
3. BANGKITAN MIOKLONOK.

34
DIAGNOSA
DIAGNOSA EPILEPSI DITEGAKKAN
BERDASARKAN KLINIS:
1. ANAMNESA :
- AUTO DAN ALLO ANAMNESA.
- POLA SERANGAN YANG TERJADI.
- USIA SAAT TERJADI SERANGAN PERTAMA.
- RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU.
- RIWAYAT PENYAKIT EPILEPSI DALAM
KELUARGA.
- RIWAYAT PERSALINAN.
35
DIAGNOSA

2. PEMERIKSAAN FISIK DAN NEUROLOGIK :


ADA TIDAKNYA DEFISIT NEUROLOGIK,
ATAU KELAINAN NEUROPSIKOLOGIS.
3. PEMERIKSAAN EEG UNTUK KONFERMASI :
ADANYA AKTIFITAS EPILEPTIFORM.
4. PEMERIKSAAN NEURO IMAGING STRUK-
TURAL DAN FUNGSIONAL.

36
DIAGNOSA

5. PEMERIKSAAN THD KROMOSOM DAN


MITOKONDRIA BILA DICURIGAI ADA
KELAINAN GENETIK.
6. PEMERIKSAAN LABORATORIUM :
DARAH, URINE, CAIRAN
SEREBROSPINALIS (ATAS INDIKASI).

37
INDIKASI EEG PADA EPILEPSI
MEMBANTU MENEGAKKAN DIAGNOSA.
MENENTUKAN JENIS SERANGAN DAN
LOKASI FOKUS.
MENENTUKAN PROGNOSIS PADA KASUS -
KASUS TERTENTU.
MELACAK FOKUS PADA KASUS - KASUS
YANG KLINIS DICURIGAI EPILEPSI (MIS :
EEG DENGAN TEKNIK KHUSUS ATAU
LONGTERM MONITORING).
MENENTUKAN FOKUS UNTUK TINDAKAN
OPERASI (LONGTERM MONITORING).
38
INDIKASI PEMERIKSAAN
NEUROIMAJING PADA EPILEPSI
SEMUA KASUS SERANGAN PERTAMA
YANG DIDUGA ADA KELAINAN
STRUKTURAL.
TERDAPAT DEFISIT NEUROLOGIS FOKAL.
SERANGAN PERTAMA DIATAS USIA 40
TAHUN.
INTRACTABLE EPILEPSY UNTUK
PERSIAPAN OPERASI.
EPILEPSI SERANGAN PARSIAL.
39
DIAGNOSA BANDING
1. SYNCOPE.
2. TRANSIENT ISCHEMIC ATTACKS.
3. TRANSIENT GLOBAL AMNESIA.
4. MIGRAINE.
5. CATAPLEXY.
6. PANIC ATTACKS.
7. CARDIAC DYSRHYTMIA.
8. HISTERIA, DLL.
40
DIAGNOSA BANDING

SYNCOPE EPILEPSI
- MUKA PUCAT. - TIDAK PUCAT
KADANG SIANOTIK.

- TEKANAN DARAH - TEKANAN DARAH


MENINGKAT.
MENURUN.

- EEG ADA
- EEG NORMAL.
ABNORMALITAS.
41
DIAGNOSA BANDING

EPILEPSI HYSTERIA
- BANGKITAN - BENGKITAN
DAPAT TIMBUL TIMBUL SAAT
SETIAP WAKTU. PENDERITA
DIKELILINGI
- MUKA : BANYAK ORANG.
AGAK SIANOTIK. - MUKA :
TIDAK SIANOTIK.

42
DIAGNOSA BANDING

- EPILEPTIC CRY (+) - BERBENTUK


SEBELUM TIMBUL KALIMAT PANJANG.
BANGKITAN.
- TERDAPAT - TERDAPAT
KEJANG TONIK GERAKAN-GERAKAN
ATAU KLONIK. TERTENTU.
- REFLEKS KORNEA - REFLEKS KORNEA
NEGATIP. POSITIP.

43
DIAGNOSA BANDING
- REFLEKS PLANTAR, - REFLEKS PLANTAR
SEWAKTU BANGKITAN SEWAKTU
DAPAT JADI BANGKITAN SELALU
EKSTENSOR. PLANTAR (NORMAL).
- SEWAKTU BANGKITAN - SEWAKTU
DAPAT TERJADI : BANGKITAN TIDAK
- LUKA-LUKA. TERJADI LUKA.
- LIDAH TERGIGIT.
- INCONTINENSIA
URINE.
- INCONTINENSIA ALVI.
44
DIAGNOSA BANDING

- EEG EPILEPSI : - EEG HYSTERIA :


ADA NORMAL.
ABNORMALITAS.

45
PENATALAKSANAAN EPILEPSI
BANGKITAN EPILEPSI MENGGANGGU
OKSIGENASI SEL-SEL OTAK.
BILA BERULANG-ULANG :
- PROSES PIKIR LAMBAT.
- BUAH PIKIRAN TIDAK JELAS.
- DAYA INGAT KURANG.
- KONSENTRASI MENURUN.
- CARA BICARA LAMBAT.
- PERSEPSI KURANG TAJAM.
KARENA ITU BANGKITAN EPILEPSI MUTLAK
DICEGAH.
46
TERAPI
DIBAGI 2 :
1. UNTUK EPILEPSI IDIOPATIK :
A. NASEHAT.
B. OBAT ANTI EPILEPSI.
2. UNTUK EPILEPSI SIMTOMATIK :
A. NASEHAT.
B. OBAT ANTI EPILEPSI.
C. TERAPI KAUSAL (PENYEBAB).
47
NASEHAT

TUJUAN : AGAR PENDERITA DAPAT HIDUP


SENORMAL MUNGKIN.
- LAKUKAN KEGIATAN SEPERTI BIASA.
- 90% DAPAT MENGIKUTI PENDIDIKAN
NORMAL.
- HINDARKAN PEKERJAAN YANG DAPAT
MEMBAHAYAKAN DIRINYA.
- TIDUR HARUS TERATUR.
48
NASEHAT

- OLAH RAGA TIDAK DILARANG NAMUN


YANG TIDAK MEMBAHAYAKAN.
- MAKAN HARUS TERATUR, JANGAN
SAMPAI LAPAR.
- TIDAK BOLEH MINUM ALKOHOL.
- ROKOK DAN KOPI TIDAK DILARANG.
- PERKAWINAN TIDAK DILARANG.

49
OBAT ANTI EPILEPSI
PRINSIP PENGOBATAN :
- MENGURANGI / MENGHILANGKAN
SERANGAN.
- TERAPI SEAWAL MUNGKIN.
- OBAT SESUAI JENIS EPILEPSI.
- OBAT DIUPAYAKAN TUNGGAL.
- DOSIS MINIMAL YANG EFEKTIF.
- PEMAKAIAN OBAT TERATUR.
50
BILAKAH PENDERITA EPILEPSI
MULAI DIBERI OBAT
1. BANGKITAN EPILEPSI > 2 KALI DALAM
SETAHUN.
2. BANGKITAN PERTAMA LANGSUNG
DIBERI OBAT, BILA :
a. GAMBARAN EEG SESUAI DENGAN
EPILEPSI.
b. DIDAPATI KELAINAN OTAK PADA
PEMERIKSAAN RADIOLOGIS.
51
BILAKAH PENDERITA EPILEPSI
MULAI DIBERI OBAT
c. DIJUMPAI KELAINAN NEUROLOGIS YANG
SESUAI DENGAN GANGUAN KERUSAKAN
OTAK.
d. ORANG TUA ATAU SAUDARA KANDUNGNYA
MENDERITA EPILEPSI.
e. PERNAH MENDERITA INFEKSI OTAK
ATAU CEDERA KEPALA.
f. SEDANG MENDERITA INFEKSI OTAK AKTIF.
g. SERANGAN PERTAMA BERUPA STATUS
EPILEPTIKUS.
52
CARA PENGHENTIAN OBAT

1. BEBAS SERANGAN 2 TAHUN ATAU


LEBIH.
2. HENTIKAN OBAT SECARA
BERTAHAP (3-6 BULAN).
3. PERSETUJUAN PENDERITA /
KELUARGANYA.

53
BEBERAPA OBAT ANTI
EPILEPSI

DIFENILHIDANTOIN GABAPENTIN
FENOBARBITAL KLOBAZAM
(LUMINAL) LAMOTRIGIN
KARBAMAZEPIN OKSKARBAZEPIN
KLONAZEPAM TOPIRAMAT
VALPROAT VIGABATRIN

54
DIFENILHIDANTOIN

INDIKASI : EPILEPSI PARSIAL DAN


EPILEPSI UMUM SEKUNDER.
DOSIS : - ANAK 4-7 mg/kgBB/HARI.
- DEWASA 300-400 mg/HARI.
EFEK SAMPING : VERTIGO, HIPERPLASI
GUSI, IRITASI LAMBUNG, ATAKSIA.

55
FENOBARBITAL
INDIKASI : EPILEPSI PARSIAL DAN
UMUM.
DOSIS : - ANAK 3-5 mg/kgBB/HARI.
- DEWASA 60-200 mg/HARI.
EFEK SAMPING : SEDASI, ATAKSIA,
DIZZINESS, INSOMNIA,
HIPERKINESIA, AGRESIF,
PERUBAHAN MOOD, GANGGUAN
KOGNITIF, PENURUNAN LIBIDO,
DLL. 56
KARBAMAZEPIN
INDIKASI : EPILEPSI PARSIAL DAN
UMUM SEKUNDER.
DOSIS : - ANAK 20-30 mg/kgBB/HARI.
- DEWASA 600-1200 mg/HARI.
EFEK SAMPING : DROWSINESS,
KELELAHAN, DIZZINESS, DIPLOPIA,
MATA KABUR, MENGANTUK, SUKAR
TIDUR, TREMOR, BERAT BADAN
MENINGKAT, SKIN RASH, DLL.
57
KLONAZEPAM
INDIKASI: ABSANS, EPILEPSI PARSIAL /
UMUM, SINDROMA LENNOX-GASTAUT.
DOSIS : - ANAK 0,01-0,2 mg/kgBB/HARI.
- DEWASA 1,5-5 mg/HARI.
EFEK SAMPING : MENGANTUK,
GANGGUAN KOGNITIF, DROWSINESS,
LEKOPENI, REAKSI PSIKOTIK, ATAKSIA,
PERUBAHAN KEPRIBADIAN DAN
PERILAKU, HIPERAKTIF,
HIPERSALIVASI. 58
VALPROAT
INDIKASI : EPILEPSI UMUM PRIMER,
EPILEPSI PARSIAL KOMPLEKS, ABSANS,
EPILEPSI MIOKLONIK.
DOSIS : - ANAK 30-60mg/kg BB/HARI.
- DEWASA 1000- 3000mg/HARI.
EFEK SAMPING : MUAL, MUNTAH,
HEPATOTOKSIK, TREMOR, AGRESIF,
GANGGUAN KOGNITIF, DLL.
59
GABAPENTIN

INDIKASI : TERAPI ADJUVAN PADA


DEWASA DENGAN EPILEPSI PARSIAL
ATAU EPILEPSI UMUM SEKUNDER.
DOSIS : 1200mg/HARI.
EFEK SAMPING : DROWSINESS,
DIZZINESS, ATAKSIA, NYERI
KEPALA, TREMOR, DIPLOPIA,
MUAL, MUNTAH, RHINITIS.
60
KLOBAZAM
INDIKASI : TERAPI ADJUVAN UNTUK
EPILEPSI PARSIAL DAN UMUM.
TERAPI SEMENTARA SEBELUM TERAPI
DEFINITIF DITEMUKAN.
DOSIS : 10-30mg/HARI.
EFEK SAMPING : MENGANTUK,
DIZZINESS, ATAKSIA,
KELEMAHAN, PERUBAHAN
KEPRIBADIAN, HIPERAKTIF.
61
LAMOTRIGIN
INDIKASI : TERAPI ADD ON ATAU
TUNGGAL PADA EPILEPSI UMUM
SEKUNDER.
DOSIS : 200-400mg/HARI.
EFEK SAMPING : NYERI KEPALA, RASH,
DISKRASIA DARAH, ATAKSIA,
ASTHENIA, DIPLOPIA, MUAL, MUNTAH,
SOMNOLEN, INSOMNIA, DEPRESI,
TREMOR, PSIKOSIS, REAKSI HIPER-
SENSITIVITAS. 62
OKSKARBAZEPIN

INDIKASI : TERAPI ADJUVAN ATAU


TUNGGAL PADA EPILEPSI PARSIAL
DAN EPILEPSI UMUM SEKUNDER.
DOSIS : 900-1800mg/HARI.
EFEK SAMPING : SOMNOLEN, NYERI
KEPALA, DIZZINESS, RASH,
ALOPESIA, MUAL,BB MENINGKAT.

63
TOPIRAMAT
INDIKASI : TERAPI ADJUVAN ATAU
TUNGGAL PADA EPILEPSI PARSIAL
DAN EPILEPSI UMUM SEKUNDER.
DOSIS : 200-600mg/HARI.
EFEK SAMPING : DIZZINESS, ATAKSIA,
NYERI KEPALA, PARASTESI,
TREMOR, AMNESIA, DEPRESI,
MUAL,EMOSI LABIL, BB MENURUN.
64
VIGABATRIN
INDIKASI : ADJUVAN PADA EPILEPSI
PARSIAL DAN EPILEPSI UMUM
SEKUNDER,SPASME INFANTIL,
SINDROMA LENNOX-GASTAUT.
DOSIS : 1500-3000mg/HARI.
EFEK SAMPING : NGANTUK, DIZZINESS,
SAKIT KEPALA, ATAKSIA,
AMNESIA, DEPRESI, DIARE, AGRESIF,
PERUBAHAN MOOD, TREMOR,
BB MENINGKAT, DLL.
65
ETOSUKSIMID

INDIKASI : ABSANS.
DOSIS : ANAK 20-40mg/kgbb/HARI.
EFEK SAMPING : MUAL, ANOREKSIA,
NYERI KEPALA, DROWSINESS,
REAKSI KULIT, DLL.

66
PENANGANAN STATUS EPILEPTIKUS
PROSEDUR PENANGANAN :
1. PERBAIKI JALAN NAFAS DAN SIRKULASI.
2. BERI OKSIGEN.
3. MONITOR : EKG, PERNAFASAN & SUHU TUBUH.
4. ANAMNESE DAN PEMERIKSAAN NEUROLOGIS.
5. PERIKSA : ELEKTROLIT, BUN, GLUKOSA,
TOKSIKOLOGI, KADAR OAE DAN GAS DARAH.
6. INFUS NaCl 0,9% DENGAN TETESAN LAMBAT.
7. BERIKAN GLUKOSA 40 % IV 50ml.
67
PENANGANAN STATUS EPILEPTIKUS
8. BERIKAN TIAMIN 1OO mg IM/IV.
9. LAKUKAN REKAMAN EEG BILA ADA.
10.BERIKAN DIAZEPAM 0,3mg/kgBB/IV
(KECEPATAN 5mg/MENIT) MAX 20mg. BILA
MASIH KEJANG DIULANGI SETELAH 5 MENIT.
11.BILA KEJANG TERATASI BERI FENITOIN
18mg/kgBB DENGAN KECEPATAN 50mg/MENIT.
12.BILA KEJANG BELUM TERATASI BERI
FENITOIN 15-20mg/kgBB/IV. DENGAN
KECEPATAN 150mg/MENIT.
68
PENANGANAN STATUS EPILEPTIKUS
13. BILA SETELAH 20-30 MENIT KEJANG MENETAP :
INTUBASI, KATETER, EKG, SUHU TUBUH.
BERI FENOBARBITAL DENGAN DOSIS RUMAT
20 mg/kgBB/IV DENGAN KECEPATAN 100 mg/MENIT.
14. BILA SETELAH 40-60 MENIT KEJANG MASIH
MENETAP : BERI PENTOBARBITAL DENGAN DOSIS
AWAL 5 mg/kgBB/IV. DITAMBAH TERUS SAMPAI
KEJANG BERHENTI.DILANJUTKAN DENGAN
DOSIS 1 mg/kgBB/JAM DENGAN INFUS LAMBAT
SETIAP 4-6JAM.
15. BILA MASIH KEJANG > 60 MENIT ANASTESI DGN
PENTOBARBITAL, INTUBASI DAN VENTILATOR.
69
HAL YANG MEMPERMUDAH
BANGKITAN EPILEPSI
- DEMAM.
- LAPAR (HIPOGLIKEMI).
- HIPOCALSEMIA.
- HAID.(CATAMENIAL EPILEPSY).
- HAMIL.
- KURANG TIDUR.
- TERLALU LELAH.
70
EPILEPSI DAN KEHAMILAN

1.PILIH OBAT DENGAN EFEK


TERATOGENIK YANG MINIMAL.
2.BILA TERKONTROL TAK PERLU
GANTI OBAT.
3.INFORMASIKAN KONDISI
PENDERITA PADA PENOLONG
PERSALINAN.
71