Anda di halaman 1dari 16

DASAR DASAR

PERAWATAN
PALIATIF
By: Elis Anggeria, S.Kep, Ns, M.Kep
KOMUNIKASI DENGAN PENDERITA
DAN KELUARGA
Kesuksesan dalam perawatan paliatif juga
ditentukan oleh komunikasi yang efektif.
Demikian juga konstribusi bagi penilaian
kemajuan pasien, komunikasi itu sendiri
bersifat terapeutik.
Hambatan pasien dalam berkomunikasi

Ketakutan terhadap keadaan fisik,


psikologis, sosial, spiritual, dan terapi
sebagai konsekuensi dari penyakit yang
dideritanya. Maka sangat penting untuk
menghilangkan ketakutan spesifik.
Mungkin juga ada hambatan fisik untuk
berkomunikasi seperti trakeostomi,
kesulitan bahasa, dsb
Hambatan masyarakat dalam berkomunikasi

Harapan untuk sembuh dan kurangnya


kepercayaan terhadap profesi medis dapat
berpengaruh secara signifikan. Dalam
masyarakat kematian terjadi di rumah
sakit lebih sering. Semakin banyak orang
tidak bersedia menyaksikan kematian
seorang anggota keluarganya.
Hambatan tenaga kesehatan dalam
berkomunikasi
Dokter, perawat, dan tenaga kesehatan
lain terkadang takut menghadapi emosi
pasien pada saat melakukan komunikasi.
Hal ini mungkin dikarenakan mereka ragu
bahwa mereka memiliki kemampuan untuk
berurusan dengan pencurahan emosi.
Perawat paliatif bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan yang berbeda pasien dan
keluarga selama masa penyakit yang
membatasi hidup.
Komunikasi yang baik yang sangat
diperlukan untuk mengungkap kebutuhan
pasien dan keluarganya dan secara
individu menegosiasikan tujuan
perawatan.
MENGAPA KOMUNIKASI YANG BAIK
DIPERLUKAN?
Komunikasi yang efektif sangat penting dalam
semua perawatan klinis. Dalam perawatan paliatif,
profesional membutuhkan keterampilan
komunikasi yang baik untuk menyadari
kekhawatiran pasien tak terucapkan.
Komunikasi yang baik membawa manfaat yang
nyata. Pada pasien kanker, jumlah dan tingkat
keparahan kekhawatiran yang belum
terselesaikan telah ditunjukkan untuk memprediksi
tingkat tekanan emosional yang tinggi dan
kecemasan serta depresi di masa depan
Komunikasi yang baik diperlukan untuk:
Membantu pasien dengan memberikan
informasi tentang diagnosis, prognosis, dan
pengobatan pilihan untuk merencanakan
masa depannya secara realistis
Membantu pasien menyadari pelayanan
yang mungkin tersedia untuk mereka
Memperjelas prioritas pasien
Memungkinkan hubungan kepercayaan
antara pelayanan kesehatan profesional,
pasien dan keluarga
Mengurangi ketidakpastian dan mencegah
harapan yang tidak realistis sementara
mempertahankan harapan yang realistis
Mencapai persetujuan (informed consent)
Mengatasi dilema etis
Mempromosikan kerja tim multidisiplin yang
efektif
TANTANGAN DALAM KOMUNIKASI
Tantangan-tantangan yang ada dalam berkomunikasi dengan
pasien adalah seperti:
Mengabarkan berita buruk
Menghadapi tanggapan emosional
Menghentikan atau menahan perawatan aktif
Menghindari keheningan dan mempromosikan keterbukaan di
antara pasien, kerabat, dan profesional
Membahas keinginan pasien yang mengatakan jangan
melakukan resusitasi
Tanggapan yang sesuai untuk permintaan eutanasia
Membahas tentang kematian dan prosesnya
Berbicara kepada anak-anak mereka
Berkomunikasi dengan kolega
Penghalang untuk komunikasi
yang baik
1. Kurangnya waktu
2. Kurangnya privasi
3. Ketidakpastian
4. Malu
5. Kolusi
6. Mempertahankan harapan
7. Kemarahan
8. Penyangkalan
9. Tidak di depan anak anak
Memperbaiki komunikasi
Pertahankan kontak mata yang baik
Gunakan pertanyaan terbuka, bukan pertanyaan
tertutup
Fokus pada kekhawatiran pasien dan juga
agenda visitasi
Amati dan respons terhadap afektif pasien
Tanyakan mengenai kehidupan pasien di luar
bidang kesehatan dan perhatian masalah
psikososial
Pastikan gerakan nonverbal Anda
menggambarkan adanya perhatian
PERAN PERAWAT DALAM BERKOMUNIKASI
DENGAN PASIEN ATAU KELUARGA
MENGENAI PENYAKIT TERMINAL PASIEN
Komunikasi dengan pasien dan keluarga
merupakan standar profesional praktik
keperawatan.
Komunikasi perawat yang berhasil ditandai
dengan adanya kolaborasi dengan dokter
pasien, mendengarkan sama banyaknya
dengan berbicara, dan menghargai perasaan
pasien atau keluarga.
Perawat juga diharapkan memberitahukan
kepada dokter si pasien jika terdapat perbedaan
maksud dalam berkomunikasi
KEBUTUHAN KOMUNIKASI PADA
KELUARGA PASIEN
Pada pasien yang sekarat
Menelepon ke rumah untuk memberitahukan
perubahan kondisi pasien
Mengenal prognosis
Menjawab pertanyaan dengan jujur
Menerima informasi mengenai pasien satu kali
dalam sehari
Memberikan penjelasan mengenai istilah medis
yang tidak dipahami
Pada pasien yang meninggal
Memberikan jaminan kenyamanan pasien
Informasi tentang kondisi pasien
Informasi tentang kematian yang mungkin terjadi
Bagaimana menyampaikan
berita buruk
Persiapkan sebelumnya
Siapa yang akan memimpin diskusi dengan pasien atau
keluarga? Dimana diskusi ini berjalan?
Siapa yang harus hadir?
Kapan seharusnya diskusi diadakan?
Membangun lingkungan terapeutik
Memastikan apa yang telah diketahui dan mengenalkan
tujuan
Menyampaikan diagnosis dan prognosis

Anda mungkin juga menyukai