Anda di halaman 1dari 21

MANAJEMEN BENCANA

OLEH: ZULPAHIYANA
Definisi
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang
mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan
masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam
dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga
mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan
lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis
(Peraturan Pemerintah RI, 2008).
JENIS BENCANA
Bencana Alam (Natural Disaster)
Banjir, gempa bumi, gunung meletus,
badai, kekeringan, wabah

Bencana ulah manusia (Man Made


Disaster)
Kebakaran, tabrakan pesawat
udara/kendaraan, kebakaran, huru hara,
sabotase, gangguan listrik
FASE BENCANA

Post-
Impact impact

Pre-
impact
Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah
serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan
pembangunan yang berisiko timbulnya bencana,
kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat,
dan rehabilitas
Penyelenggaraan penanggulangan bencana bertujuan untuk
menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan
bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan
menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan
kepada masyarakat dari ancaman, risiko, dan dampak
bencana
Penyelenggaraan penanggulangan bencana meliputi tahap
prabencana, saat tanggap darurat, dan pascabencana.
Prabencana
Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap
prabencana meliputi:

1 dalam situasi tidak terjadi


bencana

2 dalam situasi terdapat


potensi terjadinya
bencana
Penyelenggaraan penanggulangan bencana
dalam situasi tidak terjadi bencana
a. perencanaan penanggulangan bencana;
b. pengurangan risiko bencana;
c. pencegahan;
d. pemaduan dalam perencanaan pembangunan;
e. persyaratan analisis risiko bencana;
f. pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang;
g. pendidikan dan pelatihan; dan
h. persyaratan standar teknis penanggulangan bencana.
Penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam
situasi terdapat potensi terjadi bencana meliputi:

kesiapsiagaan

peringatan dini

mitigasi bencana
Situasi Potensi Terjadinya Bencana
Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang
dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui
pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna
dan berdaya guna.
Peringatan dini adalah serangkaian kegiatan pemberian
peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang
kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh
lembaga yang berwenang.
Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi
risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun
penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi
ancaman bencana
Tanggap Darurat
1. Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi,
kerusakan, kerugian, dan sumber daya;
2. Penentuan status keadaan darurat bencana;
3. Penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana;
4. Pemenuhan kebutuhan dasar;
5. Perlindungan terhadap kelompok rentan; dan
6. Pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.
Tanggap darurat
Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang
dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk
menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi
kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda,
pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan
pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan
sarana.
Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada
tahap pascabencana terdiri atas

Rehabilitasi

Konstruksi
Pasca bencana
Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua
aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat
yang memadai pada wilayah pascabencana dengan
sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya
secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan
masyarakat pada wilayah pascabencana.
Rekonstruksi adalah pembangunan kembali semua
prasarana dan sarana, kelembagaan pada wilayah
pascabencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun
masyarakat dengan sasaran utama tumbuh dan
berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan
budaya, tegaknya hukum dan ketertiban, dan bangkitnya
peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan
bermasyarakat pada wilayah pascabencana.
Manajemen Bencana
Manajemen bencana meliputi interdisipliner, upaya
kolaboratif, berbagai jaringan institusi dan individu untuk
mengembangkan perencanaan bencana
Fungsi Manajemen Bencana
Mencegah kehilangan jiwa
Mengurangi penderitaan manusia
Memberi informasi kepada masyarakat dan pihak
berwenang mengenai resiko
Mengurangi kerusakan harta benda dan kehilangan
sumber ekonomi
Mempercepat proses pemulihan
Prinsip Manajemen bencana
1. cepat dan tepat;
2. prioritas;
3. koordinasi dan keterpaduan;
4. berdayaguna dan berhasil guna;
5. transparansi dan akuntabilitas;
6. kemitraan;
7. pemberdayaan;
8. nondiskriminatif;
9. nonproletisi.
Siklus Manajemen Bencana
PERAN PERAWAT PADA TIAP FASE
FASE DISASTER FASE RESPON
Mengirim pesan pada RS Identifikasi populasi
terdekat Triage korban
Siap dengan peralatan Emg Perawatan korban cedera
Memperhatikan pasien Transportasi pasien
Menyusun fasilitas fisik
Membangun kesadaran untuk korban
FASE RECOVERY FASE PENGURANGAN
Konseling RISIKO
Perawatan berkelanjutan Kesadaran akan bencana
Pelatihan vokasi Melatih orang
Modifikasi perilaku Edukasi kesmas
Rehabilitasi Edukasi tanda peringatan
bencana
SEKIAN
http://bnpb.go.id/uploads/migration/
pubs/595.pdf