Anda di halaman 1dari 36

Rancang Bangun Flood Early Warning

pada Saluran Irigasi Berbasis Mikroontroller


ATmega8535

Dosen Pembimbing : Syahid, S.T, M.Eng


Disusun Oleh :

Kelompok 3
(LT-2D) :

Ariya Gati Fadi Rohman


Mudittha Devi Rifki Nur Ahmad Tata Firmansyah
Lutfiani
(3.39.15.0.17 ) (3.39.15.0.21 )
(3.39.15.0.05) (3.39.15.0.08)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang

Bencana alam di Indonesia Banjir memiliki banyak faktor


tampaknya dari tahun ke tahun penyebab, dan faktor faktor
memiliki kecenderungan tersebut dapat disebabkan oleh
meningkat, begitu juga bencana perbuatan manusia sendiri dan
banjir yang setiap tahun terjadi juga dapat disebabkan oleh
di seluruh penjuru tanah air. peristiwa alam.

Curah hujan yang tinggi


menyebabkan peluapan air
pada waduk ataupun danau
yang notabenenya sebagai
penampung air.
1.2 Tujuan

1. Memenuhi salah satu tugas akhir


pada mata kuliah mikrokontroler.

2. Mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari


dan diperoleh pada mata kuliah mikrokontroler

3. Sebagai miniatur sistem kendali banjir pada


pada saluran irigasi.
1.3 Pembatasan
Masalah

1. Prinsip kerja Mikrokontroler ATMega 8535 sebagai otak dari kerja pompa penyedot
air.

2. Pemrograman mikrokontroler ATMega 8535 dengan bahasa pemrograman bahasa


C untuk dapat menjalankan pompa air menggunakan code vision AVR.

3. Sensor WLC sebagai alat pemanggil pompa air bekerja.


4. Flood Early Warning ini digunakan pada Saluran Irigasi
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1 Relay

Relay adalah alat komponen


elektronika berupa saklar elektronik
yang digerakkan oleh arus listrik.
2.1 Relay (Prinsip
Kerja)

bekerja ketika tuas akan tertarik


sehingga kontak
solenoid dialiri karena adanya
sakelar menutup
arus listrik gaya magnet

tuas akan kembali


saat arus gaya megnet akan ke posisi semula
dihentikan hilang dan kontak sakelar
kembali terbuka
2.1 Relay (Prinsip
Kerja)

Dengan digunakannya relay pada rangkaian,


pompa air dapat dikontrol gerakannya oleh
microcontroller dengan relay sebagai jembatan
perbedaan tegangan antara catu daya
microcontroller dan catu daya pada pompa air.
2.2 Mikrokontroler
ATMega 8535

Mikrokontroler adalah sebuah sistem


mikroprosessor dimana didalamnya
sudah terdapat CPU, ROM, RAM, I/O,
Clock dan peralatan internal lainnya
yang sudah saling terhubung dan
terorganisasi dengan baik yang dikemas
dalam suatu chip yang siap pakai.
2.2 Mikrokontroler
ATMega 8535
(Sistem)

Memori Memori Memori


program data EEPROM
2.2 Mikrokontroler
ATMega 8535 (Pin-
pin)
2.3 Program
Pendukung

Code Vision AVR


Evaluation V2.05.0

ISP (In-Sytem
Programming)
2.4 Catu Daya

Catu Daya (Power Supply)


merupakan rangkaian yang
menyediakan catu daya
untuk setiap komponen
pada rangkaian
2.5 Resistor

Resistor adalah salah satu komponen


elekronika yang berfungsi sebagai
penahan arus yang mengalir dalam
suatu rangkaian dan berupa terminal
dua komponen elektronik yang
menghasilkan tegangan pada
terminal yang sebanding dengan
arus listrik yang melewatinya sesuai
dengan hukum Ohm (V = IR).
2.6 LED

Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED


adalah komponen elektronika yang dapat
memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan
tegangan maju.

Pada percobaan ini kami menggunakan 3


buah LED (1 buah lampu led merah,1 lampu
led kuning, 1 buah lampu led hijau). Setiap
LED memiliki fungsi yang berbeda beda. yaitu
Lampu hijau = indikator level air low
Lampu kuning = indikator level air medium
Lampu merah = indikator level air high
2.7 Buzzer

Buzzer adalah sebuah komponen


elektronika yang berfungsi untuk mengubah
getaran listrik menjadi getaran suara.

Pada rancang bangun ini kami memanfaatkan


buzzer sebagai peringatan jika air berada di
level high.
2.8 Sensor WLC

Water Level Controller (WLC) adalah sebuah


alat yang digunakan untuk mengatur atau
Pada rancang bangun ini kami
mengendalikan ketinggian air secara otomatis.
menggunakan 2 sensor wlc. Sensor wlc 1
untuk level medium dan sensor wlc kedua
untuk level high. Ketika sensor wlc medium
mendeteksi adanya air yang melebihi batas
maka pompa air 1 akan bekerja, Ketika
sensor wlc high mendeteksi adanya air yang
melebihi batas maka pompa air 2 akan
bekerja dan jika sensor tidak mendeteksi
adanya luapan air pompa akan berhenti
bekerja. Kami memanfaatkan scr untuk
digunakan pada sensor wlc.
BAB III
PRINSIP KERJA
RANGKAIAN
Cara Kerja Sensor
WLC

Prinsipnya cukup mudah dimana ketika


kedua kabel pada WLC terendam air secara
otomatis WLC akan ON dan memberi sinyal
kepada pompa air untuk bekerja.
Cara Kerja Sensor Berikut adalah logika listing softwarenya,
dimana kerja sensor WLC diibaratkan
WLC seperti sebuah push button
Cara Kerja Sensor
WLC

List diatas mengartikan jika sensor WLC mendeteksi adanya air


kemudian memberikan data pada mikrokontroller untuk
memerintahkan pompa bekerja. Logika sensor WLC sebagai
kontrol pompa begitu sederhana, yaitu sebagai berikut:
1. Jika air dalam danau pada ketinggian LOW, maka pompa
tidak bekerja.
2. Jika air dalam danau pada ketinggian MEDIUM, maka pompa
1 bekerja.
3. Jika air dalam danau pada ketinggian HIGH, maka pompa 1
dan pompa 2 bekerja.
Cara Kerja
Mikrokontroller
ATMega 8535
Cara Kerja
Sistem
Keseluruhan
BAB IV
PEMBUATAN
BENDA KERJA
4.1 Pembuatan
Program

Langkah-langkah pembuatan program adalah sebagai


berikut:

1. Membuat diagram alir (flowchart) dari program yang akan


dibuat.
2. Membuat program dengan referensi diagram alir.
3. Mengkompilasi program yang telah dibuat hingga tidak
terjadi kesalahan.
4. Pengisian progam pada hardware yang telah dibuat
4.2 Alat dan
Bahan
4.2 Alat dan
Bahan
4.3 Bagian
Elektronik

Pembuatan bagian elektronik meliputi:


1. Perancangan rangkaian
2. Proses pembuatan rangkaian pada
PCB (Printed Circuir Board)
3. Pemasangan komponen
4.4 Bagian
Mekanik

Proses pembuatan mekanik meliputi proses


pembuatan bentuk benda kerja yaitu berupa
perumahan. Rancang bangun dibuat dari
bahan kayu. Setelah dipotong sesuai ukuran
kemudian kayu dirangkai sesuai dengan desain
yang telah dibuat.
BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN

1. Rancang bangun ini dibuat sebagai gambaran alat simulasi


yang berfungsi sebagai sistem pengamanan pada saluran
irigasi terhadap luapan air yang membahayakan penghuni
perkotaan.
2. Pembacaan sensor WLC berdasarkan ketinggian air,
apabila kedua kabel telah terendam air, maka sensor akan
bekerja begitu pula sebaliknya.
3. Mikrokontroller bertugas melakukan proses deteksi data
masukan yang berupa sensor, mengolah data dan mengatur
keluaran yang berupa LED.
DAFTAR
PUSTAKA
Triwiyanto.2011.Petunjuk Praktikum Mikrokontroller AVR.Surabaya
[online] https://kibareng.wordpress.com/2011/08/09/hello -world/ (diakses Juni 2016)
[online] https://www.uploady.com/download/link/fTa61iQ_AVw/Pengertian-Relay-
Elektronika%3Fshare_link%3DDy01qNCgHIyC7lvFX%26share_password%3D&sa=U&eI=zB
-GVZL_CIwUJPtgtgl&ved=0CAcQFj (diakses Juni 2016)
[online] https://learnautomation.files.wordpress.com/2009/08/modul-keseluruhan-
automasi-1-1=bab-2.pdf (diakses Juni 2016)
[online] http//eprints.undip.ac.id/20399/ (diakses Juni 2016)