Anda di halaman 1dari 16

Uji Aktivitas

Amilase (Metode
Kalorimetri
dengan Pereaksi
Lugol)
Kelompok 4

Prosedur dan Pengamatan


Luthfia Azzahra 260110160098 yang dilakukan
Gita Dwi Lestari 260110160099 Teori dasar
Prosedur dan Pengamatan
Wifaaq Ulima Putri 260110160100 yang dilakukan
Mekanisme Reaksi,
Rifky Putra Pratama 260110160101 Tujuan dan Editor
Alat dan Bahan, Prinsip
Atharia Refi 260110160102 dan Editor
TUJUAN
PRINSIP

1. Penentuan Aktivitas Enzim Amilase

Aktivitas enzim ditentukan berdasarkan jumlah


gula reduksi yang dilepaskan dan diukur secara
Menganalisis aktivitas amilase
kolorimetri (Herdyastuti dan Putri, 2014).
dengan metode kolorimetri
menggunakan pereaksi Lugol
2. Metode Kolorimetri

Kolorimetri merupakan metode analisis yang


didasarkan pada tercapainya kesamaan besarnya
warna antara sampel dengan larutan standar,
dengan menggunakan sumber cahaya
polikromatis dan detektor mata
(Situmorang et al., 2012).
TEORI DASAR

Enzim adalah substansi yang dihasilkan oleh sel-sel hidup dan berperan sebagai
katalisator pada reaksi kimia yang berlangsung dalam organisme (Gaman &
Sherrington, 1994).

Beberapa faktor penting yang mempengaruhi kerja enzim adalah konsentrasi


berbagai komponen seperti substrat, produk, enzim, kofaktor, pH, dan
temperatur (Lee,1992).

Amilase dapat diartikan sebagai segolongan enzim yang merombak pati, glikogen,
dan polisakarida yang lain. Tumbuhan mengandung dan amylase. Amilase
memotong rantai polisakarida yang panjang, menghasilkan campuran glukosa dan
maltosa (Fox, 1991).
Amilase dihasilkan oleh daun atau biji yang sedang berkecambah. Aktivitalisme
dipengaruhi oleh garam-garam anorganik, pH, suhu dan cahaya. pH optimum dari
amilase menurut Hopskin Cole dan Green adalah 4,5 4,7 (Whitaker, 1994).

Kalorimetri disebut juga visual colorimetris adalah suatu metode analisa kimia
yang didasarkan pada tercapatnya kesamaan warna larutan contoh dan standar
dengan menggunkaan sumber cahaya sinar putih/ polikhormatis dan detektor
mata (Khopkar,2003)

Metoda ini didasarkan pada penyerapan cahaya tampak dan energi radiasi lainnya
oleh suatularutan. Metoda ini dapat diterapkan untuk penentuan komponen zat
warna atau pun komponen yang belum bewarna, namun dengan menggunakan
reagen pewarna yang sesuai dapat menghasilkan senyawa bewarna yang
merupakan fungsi dari kandungan komponennya (Khopkar,2003).
Mekanisme Reaksi
Alat dan Bahan
ALAT

Batang
pengaduk Bulb Beaker glass Gelas ukur

Labu ukur Mikroplatereader Neraca analitik Penangas air


Pipet tetes Pipet volume Spektrofotometer
Amilum

HCl ( Asam Klorida)


BAHAN
KI (Kalium Iodida)

Sampel (Kubis
PROSEDUR PEMBUATAN PEREAKSI

1.Amilum 0,5%, 100mg amilum dilarutkan dalam 20 ml aquadest, lalu


dipanaskan hingga larut sempurna

2.Didinginkan dan larutan di genapkan hingga 20 ml denfan aquadest


(Konsentrasi 5000 ppm)

3. Iodium 0,015%, larutan 300 mg KI dalam 10 ml aquadest lalu


ditambahkan 30 mg I2 , dan aquadest hingga 20 ml

4. Larutan diambil 2 ml dan diencerkan dengan labu ukur 20 ml oleh


aquadest

5. Larutan HCl 30%, dimasukkan 30 ml HCl pekat ke dalam labu ukur 200
ml yang telah berisi 50 ml aquadest

6. Digenapkan volumenya hingga 100 ml dengan aquadest


PROSEDUR KURVA STANDAR AMILUM

Kurva standar Amilum 5000 Ditambahkan


ppm ditambah 0,5 ml HCl, 4 Diukur
amilum : 0,1 , 0,2 ,
air hingga 3 ml aquadest absorbansinya
0,3 , 0,4 , dan 0,5
ml dan 0,5 ml pada 627 nm
ml
iodium
PROSEDUR UJI AKTIVITAS AMILASE

0,025 ml sampel Ditambahkan 0,5


ditambahkan 3 ml ml HCl , 4 ml
larutan amilum dan aquadest , dan 0,5
diinkubasi 7 menit ml iodium

Aktivitas amilase
dihitung Diukur
berdasarkan absorbansi pada
penurunan kadar 627 nm
amilum
Penambahan amilum dan lugol
menghasilkan larutan berwarna
putih ada kekuninganya. Enzim
amilase bereaksi dengan amilum
sehingga amilum dapat terurai
menjadi monosakarida dan
oligosakarida
(Sadikin, 2001).
DAFTAR PUSTAKA

Fox, P.F. (1991). Food Enzymology. Elsevier Applied Science. Vol 2


Gaman,P.M& K.B. Sherrington. 1994. IlmuPangan, PengantarIlmuPangan,
NutrisidanMikrobiologi. Yogyakarta : Universitas Gadjah
Mada press
Herdyastuti, Nuniek dan Putri, U.P. 2014. Aktivitas Bakteri Amilolitik yang
Diisolasi dari Sumber Air Panas Singgahan, Tuban. UNESA
Journal of Chemistry. 3(3): 178-182.
Khopkar, S. M. 2003. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI- Pres. Jakarta
Lee, J. M. 1992. Biochemical Engineering.Prentice Hall Inc. New
Jersey.
Murray, R. K., Granner, D. K., & Rodwell, V. W. 2009. Biokimia
harper (27 ed.). Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Sadikin, Mohammad. 2001. Biokimia Eksperimen Laboratorium. Jakarta:
Widya Medika
Situmorang, M., Silitonga, F.M., Nurwahyuni, I., Siregar, L.S., dan Purba, R.
2012. Pengembangan Metode Analisis Spektrofotometri Untuk
Penentuan Kolesterol Di Dalam Makanan Tradisional. Jurnal
Saintika. 12 (2): 90 97.
Whitaker JR. 1994. Principles of Enzymology for the Food Science. Ed ke-2.
New York: Marcel Dekker Inc.