Anda di halaman 1dari 23

Reseptor Asetilkolin Muskarinik

Oleh:

Indah Amalia Lestari O1A115097


Karlinda O1A115102
Pendahuluan
Protein G
Interaksi antara reseptor spesifik dengan protein target diperantarai oleh suatu
protein ketiga yang kemudian dikarakterisir sebagai heterotrimeric guanine
nucleotide binding protein, atau disebut G-protein.

Berdasarkan aksinya, protein G ada 3 jenis, yaitu:


1. Gs (stimulatory G protein), yang bekerja mengaktifkan enzim adenilat siklase
2. Gi (inhibitory G protein), yang bekerja menghambat enzim adenilat siklase
3. Gq, yang bekerja mengaktifkan fosfolipase pada jalur fosfolipase
Apa itu Reseptor
Asetilkolin Muskarinik
Muskarin adalah derivat-furan yang bersifat sangat beracun dan terdapat sebagai alkalloida pada jamur merah
Amanita muscaria. Reseptor ini, selain ikatannya dengan asetilkolin, mengikat pula muskarin, yaitu suatu
alkaloid yang dikandung oleh jamur beracun tertentu. Asetilkolin (ACh) bekerja tidak selektif dan merangsang
ketiga tipe reseptor M, serupa dengan adrenalin dan NA dari sistem simpatis (SS)
Lokasi Reseptor
Asetilkolin Muskarinik
Lokasi Reseptor Asetilkolin Muskarinik

Aktivitas reseptor ini pada M1, M4, M5


saraf perifer menyebabkan:

M2

Kontriksi pada otot spinker bola mata M1


dan otot siliar mata, peningkatan
sekresi kelenjar keringat M3

Berkurangnya frekuensi denyut jantung,


kontriksi saluran pernafasan, relaksasi
pembuluh darah
Subtipe Reseptor
Asetilkolin Muskarinik
Respon yang timbul dari aktivasi reseptor muskarinik oleh asetilkolin dapat berbeda-beda, tergantung pada
subtipe reseptor dan lokasinya. Tabel di atas menunjukkan tentang ringkasan dostribusi, macam protein G
yang tergandeng, dan respon intrsaseluler yang terjadi pada setiap subtipe reseptor
Mekanisme Transduksi Sinyal
Pada Reseptor Asetilkolin
Muskarinik
Reseptor M1,M3, atau M5 teraktivasi protein Gq PLC aktif pembentukan IP3 reseptor pada SR
aktif kadar Ca meningkat
Reseptor M2 atau M4 teraktivasi protein Gi AC terhambat produksi cAMP menurun
Pada Reseptor Asetilkolin
Muskarinik Subtipe M1
Reseptor M1,M3, atau M5 teraktivasi protein Gq PLC aktif pembentukan IP3 dan DAG IP3
mengaktivasi reseptor pada SR, DAG mengaktivasi KPC kadar Ca meningkat
Pada Reseptor Asetilkolin
Muskarinik Subtipe M2
Reseptor M2 teraktivasi subunit Gi menghambat AC cAMP turun PKA tidak aktif kontraksi otot
jantung berkurang
Kompleks subunit bereaksi langsung membuka kanal ion K pada membran sel otot hiperpolarisasi
frekuensi kontraksi otot jantung berkurang
Pada Reseptor Asetilkolin
Muskarinik Subtipe M3
Reseptor M3 teraktivasi protein Gq PLC aktif pembentukan IP3 reseptor pada SR aktif kadar Ca
meningkat
Disfungsi Pada Reseptor
Asetilkolin Muskarinik
Alzheimer adalah penyakit degeneratif progresif otak yang menyebabkan gangguan berpikir dan mengingat
serius. Pada penderita Alzheimer terjadi degenerasi saraf kolinergik yang menyebabkan terbentuknya beta
amyloid yang mengganggu kopling pada reseptor muskarinik M1.
APP pecah proteolisis oleh enzim dan secretase fragmen fragmen kecil ( p3 dan amiloid) A
membentuk plak amiloid kopling M1 terganggu
Xanomeline
Xanomeline merupakan agonis reseptor M1 yang mempunyai afinitas tinggi
pada reseptor M1

Mekanisme kerja dari Xanomelin memiliki dua model ikatan yang berbeda,
yaitu ikatan yang reversibel pada tempat pengikatan orthosterik dan ikatan
wash-resistant

Pada reseptor muskarinik M1, xanomelin dapat meningkatkan ikatan GTP-S


(suatu indikator dari aktivasi reseptor) dengan potensi yang lebih tinggi dan
lebih manjur daripada agonis karbakol
Thank you