Anda di halaman 1dari 44

PRESENTASI KASUS

TB PARU KASUS PUTUS OBAT

Pembimbing:
Dr. Yahya, Sp.P

Penyusun:
Farida Fidya Ningrum (1102011)
Hanifah (1102011116)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM


BAGIAN PARU
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. I RADEN SAID SUKANTO
PERIODE 21 desember 28 februari 2016
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
identitas
No RM :
Nama : Tn. A.S
Umur : 48 tahun
Status pernikahan : Menikah
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : JL.Sawo no 49 RT 08/01 bale kambang. Jakarta
Timur
Tanggal Masuk : 14 januari 2016
Tanggal Pemeriksaan : 18 janari 2016
Ruang Perawatan : Parkit 1
Anamnesis
Dilakukan secara autoanamnesis di Ruang Parkit I
pada hari Senin, tanggal 18 Januari 2016, pukul
7.30.
Keluhan Utama
Sesak nafas satu hari sebelum masuk rumah sakit.
Keluhan Tambahan
Batuk berdahak berwarna kuning sejak 2 bulan
sebelum masuk rumah sakit dan lemas.
Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang dengan keluhan utama sesak nafas yang bertambah parah
sejak satu hari sebelum masuk rumah sakit. Sesak nafas muncul mendadak
dan bertambah berat. Saat sesak terdapat bunyi pernafasan mengi. Pasien
mengeluh batuk berdahak sejak 2 bulan yang lalu, dengan dahak berwarna
putih dan kuning pada pagi hari saat bangun tidur. Nyeri bertambah berat
saat beraktifitas ringan, dan membaik jika posisi tidur tengkurap. Tidak
terdapat keluhan lain seperti nyeri dada dan demam. Pasien mengeluhkan
adanya penurunan berat badan sejak satu tahun terakhir, dari berat awal
78 Kg menjadi 69 Kg. Pasien memiliki riwayat penyakit Congestive Heart
Failure sejak November 2013, dan mendapatkan pengobatan Digoxin,
Furosemid dan Spironolacton. Selama ini pengobatan pasien terkontrol,
tetapi berhenti satu bulan sebelum masuk rumah sakit. Pada pemeriksaan
lab glukosa sewaktu (glucometer) didapatkan hasil yang melebihi nilai
normal yaitu 377 mg/dl (N = <200mg/dl).
Riwayat penyakit dahulu
Pasien mengaku memiliki penyakit jantung yang
terkontrol dan mempunyai penyakit diabetes
mellitus dan hipertensi ringan (130/90 mmHg).
Pasien menyangkal adanya keluhan batuk lama
dan penyakit asma.
Riwayat penyakit keluarga
Pasien menyangkal adanya penyakit serupa pada
anggota keluarga.
Riwayat kebiasaan
Pasien memiliki kebiasaan merokok. Pasien
mengaku telah merokok sejak usia 13 tahun.
Dalam satu hari pasien bisa menghabiskan 6
bungkus rokok. Pasien juga mengaku sering
meminum kopi sejak umur 13 tahun dan mulai
berhenti 3 tahun terakhir. Pasien juga sering
makan-makanan berlemak
Pemeriksaan fisik
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos Mentis
Status gizi : Baik
Berat Badan : 69 Kg
Tinggi Badan : 165 cm
IMT : 25,34 (gemuk)

Tanda Vital
Tekanan darah : 130/90 mmHg
Denyut nadi : 84 x/menit
Laju nafas : 20 x/menit
Temperature : 36,40C
Status generalis
Kepala : Normocephali
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-)
Leher : Pembesaran KGB (-/-)
Thorax (Pulmo)
Inspeksi : pernafasan statis dan dinamis simetris, retraksi (-), bentuk dada normal.
Palpasi : Tactile fremitus simetris
Perkusi : Sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : Vesikuler (/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)
Thorax (Cor)
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi : Batas jantung normal
Auskultasi : Bunyi jantung S1 > S2 reguler, Gallop (-), Murmur (-)
Abdomen
Inspeksi : Datar, lesi (-), masa (-)
Auskultasi : Bising Usus (+) normal
Palpasi : Supel, Massa (-), Nyeri tekan (-)
Perkusi : Timbani
Ekstremitas
Atas : Akral hangat,CRT < 2 detik
Bawah : Akral hangat,CRT < 2 detik
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan yang telah dilakukan
X-Ray Thorax PA (14 Januari 2016)

Interpretasi :
CRT > 50%
Infiltrat di hemithorax paru kanan dan kiri
Sinus dan diafragma normal
Tulang dan jaringan lunak baik

Kesan : Kardiomegali
BP
Pemeriksaan darah (14 Januari 2016)

Pemeriksaan Hasil Nilai Satuan


Rujukan
HEMATOLOGI
HEMATOLOGI
I
Hemoglobin 15,3 13-16 g/dl
Lekosit 16.700* 5.000 u/l
10.000
Hematokrit 43 40 48 %
Trombosit 273.000 150.000 /ul
400.000
KIMIA KLINIK
Ureum 36 10 50 mg/dl
Creatinine 1,3 0,5 1,5 mg/dl
CK-MB 26* <24 U/L
Glukosa 377* <200 mg/dl
Sewaktu
(Glukometer)
Pemeriksaan Urin Lengkap (15 Januari 2016)

Pemeriksaan Hasil Nilai Satuan


Rujukan
URINE
URINE
LENGKAP
Warna KUNI
NG
Kejernihan JERNI
H
Rekasi / pH 7,0 5 8,5
Berat Jenis 1.020 1.000
1.030
Protein +* Negatif
Bilirubin - Negatif
Glukosa ++* Negatif
Keton - Negatif
Darah / Hb - Negatif
Nitrit - Negatif
1,0 0,1 1,0
Urobilinogen - IU
Lekosit Negatif
Sedimen : 1-2
*Leukosit 0-1 0-5
*Eritrosit + 1-3
*Sel Epitel -
*Silinder -
*Kristal -
Lain-lain :
Pemeriksaan Mikrobiologi (15 Januari 2016)

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan

MIKROBIOLOGI
BTA 3x
BTA Sewaktu Negatif Negatif
BTA Pagi Negatif Negatif
BTA Sewaktu Negatif Negatif
Pewarnaan Gram Negatif
SEL LEUKOSIT 57/
LPB*
SEL EPITEL ++*
KUMAN
BATANG
*Gram Positif Tidak
Ditemukan

*Gram Negatif Ditemukan

KUMAN COCUS
*Gram Positif Tidak
ditemukan
KUMAN Tidak
DIPLOCOCUS ditemukan
KUMAN Tidak
TETRACOCUS ditemukan
Pemeriksaan Kimia Klinik (16 Januari 2016)

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan

KIMIA KLINIK
ANALISA GAS
DARAH
Temperatur oC
Hemoglobin 13 16 g%
FIO2
pH 7,36 7,35 7,45

pCO2 29 35 45 mmHg
pO2 65* 85 95 mmHg
O2 Saturasi 92 85 95 %
HOO3 16* 21 25 mmol/L

Base Excess -8* -2,5 - +2,5 mmol/L

SBC 18 22 26 mmol/L

Total CO2 17 21 27 mmol/L

SBE -8* -2,4 - +2,3 mmol/L


Resume
Pasien laki-laki berusia 48 tahun datang dengan keluhan utama sesak
nafas yang bertambah parah sejak satu hari sebelum masuk rumah sakit.
Sesak nafas muncul mendadak dan bertambah berat. Saat sesak terdapat
bunyi pernafasan mengi. Pasien mengeluh batuk berdahak sejak 2 bulan
yang lalu, dengan dahak berwarna putih dan kuning pada pagi hari saat
bangun tidur. Nyeri bertambah berat saat beraktifitas ringan, dan
membaik jika posisi tidur tengkurap. Tidak terdapat keluhan lain seperti
nyeri dada dan demam. Pasien mengeluhkan adanya penurunan berat
badan sejak satu tahun terakhir, dari berat awal 78 Kg menjadi 69 Kg.
Pasien memiliki riwayat penyakit Congestive Heart Failure sejak November
2013, dan mendapatkan pengobatan Digoxin, Furosemid dan
Spironolacton. Selama ini pengobatan pasien terkontrol, tetapi berhenti
satu bulan sebelum masuk rumah sakit. Pada pemeriksaan lab glukosa
sewaktu (glucometer) didapatkan hasil yang melebihi nilai normal yaitu
377 mg/dl (N = <200mg/dl). Pada pemeriksaan fisik, pasien tampak sakit
ringan dengan keadaan gizi baik. Pada pemeriksaan thoraks ditemukan
bunyi vesikuler paru kiri menurun, tidak ditemukan wheezing dan rhonki
pada kedua lapang paru.
Pada pemeriksaan jantung, ditemuakan bunyi jantung satu
lebih besar dari bunyi jantung dua.

Pada pemeriksaan foto rontgen thorax didapatkan kesan


kardiomegali dan bronkopneumoni.

Pasein laki-laki berusia 48 tahun datang dengan keluhan


sesak yang bertambah berat sejak satu hari sebelum masuk
rumah sakit. Pasien mengaku sudah batuk berdahak selama
2 bulan. Dahak berwarna putih, dan kuning pada pagi hari
Diagnosis
Bronkopneumoni
Congestive Heart Failure
DM tipe II
Penatalaksanaan
Pronosis
Follow up
Tinjauan pustaka

PNEUMONIA
Definisi
Merupakan infeksi saluran nafas bawah akut
(ISNBA).Berupa peradangan yang mengenai
parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis
yang mencakup bronkiolus respiratorius dan
alveoli serta menimbulkan konsolidasi jaringan
paru dan gangguan pertukaran gas setempat.
Faktor Risiko

usia > 65 tahun dan usia < 5 tahun


penyakit kronik (misalnya ginjal, dan paru), diabetes mellitus,
imunosupresi (misalnya obat-obatan, HIV), ketergantungan alkohol
aspirasi (misalnya epilepsi)
penyakit virus yang baru terjadi (misalnya influenza)
malnutrisi
ventilasi mekanik
pascaoperasi
lingkungan
pekerjaan
pendingin ruangan
(Jeremy, 2007; Misnadirly, 2008).
klasifikasi
Pembagian secara anatomis :
Pneumonia lobaris
Pneumonia lobularis (bronkopneumonia)
Pneumonia interstisialis (bronkiolitis)
Pembagian secara etiologi :
Bakteri : Pneumococcus pneumonia, Streptococcus pneumonia,
Staphylococcus pneumonia, Haemofilus influenzae.
Virus : Respiratory Synctitial virus, Parainfluenzae virus, Adenovirus
Jamur : Candida, Aspergillus, Mucor, Histoplasmosis, Coccidiomycosis,
Blastomycosis, Cryptoccosis.
Corpus alienum
Aspirasi
Pneumonia hipostatik
Community A P (CAP)
Hospital A P(HAP)
Nursing home / long-term care facility
Manifestasi klinis
batuk yang tidak produktif, tapi selanjutnya akan berkembang
menjadi batuk produktif
- mucus purulen kekuning-kuningan, kehijau-hijauan, dan
seringkali berbau busuk
- demam tinggi dan menggigil
- nyeri dada, sesak napas
- peningkatan frekuensi pernapasan
- Lemas
- kepala nyeri
(Supandi, 1992; Jeremy, 2007; Alberta Medical Assosiation, 2011).
BRONKOPNEUMONIA
DEFINISI

Bronkopneumonia adalah peradangan pada


parenkim paru yang melibatkan bronkus /
bronkiolus yang berupa distribusi berbentuk
bercak-bercak (patchy distribution) yang
disebabkan oleh bakteri,virus, jamur dan benda
asing.
EPIDEMIOLOGI
ETIOLOGI
Infeksi Pada anak-anak :
Pada neonatus : Streptokokus grup - Virus : Parainfluensa, Influensa Virus,
Adenovirus, RSP
B, Respiratory Sincytial Virus (RSV). - Organisme atipikal : Mycoplasma
Pada bayi : pneumonia
Virus : Virus parainfluensa, virus - Bakteri : Pneumokokus, Mycobakterium
tuberculosa.
influenza, Adenovirus, RSV,
Pada anak besar dewasa muda :
Cytomegalovirus.
- organisme atipikal : Mycoplasma
- Organisme atipikal : Chlamidia pneumonia, C. trachomatis
trachomatis, Pneumocytis. - Bakteri : Pneumokokus, B. Pertusis, M.
- Bakteri : Streptokokus pneumoni, tuberculosis.
Haemofilus influenza,
Mycobacterium tuberculosa, B. Non infeksi
pertusis. B. hidrokarbon
B. Lipoid
PATOGENESIS

Inhalasi Daya tahan tubuh


MANIFESTASI KLINIS
Suhu 39-40C
kejang
gelisah
dispnea
pernafasan cepat dan dangkal
pernafasan cuping hidung
sianosis di sekitar hidung dan mulut
DIAGNOSIS
Pemeriksaaan Fisik
- Inspeksi : Pernafasan cuping hidung (+),
sianosis sekitar hidung dan mulut, retraksi sela iga
- Palpasi : Stem fremitus yang meningkat pada sisi
yang sakit.
- Perkusi : Sonor memendek sampai beda
- Auskultasi : Suara pernafasan mengeras (vesikuler
mengeras) disertai ronki basah gelembung halus
sampai sedang
Tanpa pengobatan biasanya proses
penyembuhan dapat terjadi antara 2-3
minggu.
PEMERIKSAAN LAB
Gambaran darah menunjukkan leukositosis, biasanya 15.000 40.000/ mm3 dengan pergeseran ke kiri. Jumlah leukosit
yang tidak meningkat berhubungan dengan infeksi virus atau mycoplasma.
Nilai Hb biasanya tetap normal atau sedikit menurun
Sinar x : mengidentifikasi distribusi struktural; dapat juga menyatakan abses luas/infiltrat, empiema(stapilococcus);
infiltrasi menyebar atau terlokalisasi (bakterial); atau penyebaran /perluasan infiltrat nodul (virus). Pneumonia
mikoplasma sinar x dada mungkin bersih.
Analisa gas darah( AGDA ) menunjukkan hipoksemia dan hiperkarbia.Pada stadium lanjut dapat terjadi asidosis
metabolik.
Pemeriksaan gram/kultur sputum dan darah : diambil dengan biopsi jarum, aspirasi transtrakeal, bronkoskopifiberotik
atau biopsi pembukaan paru untuk mengatasi organisme penyebab. Kultur dahak dapat positif pada 20 50% penderita
yang tidak diobati.
JDL : leukositosis biasanya ada, meski sel darah putih rendah terjadi pada infeksi virus, kondisi tekanan imun
memungkinkan berkembangnya pneumonia bakterial.
Pemeriksaan serologi : titer virus atu legionella, aglutinin dingin.
LED : meningkat
Pemeriksaan fungsi paru : volume mungkin menurun (kongesti dan kolaps alveolar); tekanan jalan nafas mungkin
meningkat dan komplain menurun, hipoksemia.
Elektrolit : natrium dan klorida mungkin rendah
Bilirubin : mungkin meningkat
Aspirasi perkutan/biopsi jaringan paru terbuka :menyatakan intranuklear tipikal dan keterlibatan sitoplasmik(CMV)
PENGOBATAN
Bronkopneumonia sangat berat :
Bila terjadi sianosis sentral dan anak tidak
sanggup minum,maka anak harus dirawat di
rumah sakit dan diberi antibiotika.
Bronkopneumonia berat :
Bila dijumpai adanya retraksi, tanpa sianosis dan
masih sanggup minum,maka anak harus dirawat
di rumah sakit dan diberi antibiotika.
Bronkopneumonia :
Bila tidak ada retraksi tetapi dijumpai pernafasan yang cepat :
> 60 x/menit pada anak usia < 2 bulan
> 50 x/menit pada anak usia 2 bulan 1 tahun
> 40 x/menit pada anak usia 1 - 5 tahun.

Bukan bronkopenumonia :
Hanya batuk tanpa adanya tanda dan gejala seperti diatas, tidak perlu
dirawat dan tidak perlu diberi antibiotika. Diagnosis pasti dilakukan dengan
identifikasi kuman penyebab:
- Kultur sputum atau bilasan cairan lambung
- Kultur nasofaring atau kultur tenggorokan (throat swab), terutama virus
- Deteksi antigen bakteri
PENATALAKSANAAN
Penisilin 50.000 U/kgBB/hari,ditambah dengan kloramfenikol 50-70 mg/kgBB/hari atau
diberikan antibiotik yang mempunyai spektrum luas seperti ampisilin. Pengobatan ini
diteruskan sampai bebas demam 4-5 hari.
Gentamisin
Ulsikur
Diphenhidrami
Aminofili
Novalgin
vit A
KA-EN 4B
Pemberian oksigen dan cairan intravena, biasanya diperlukan campuran glukose 5% dan
Nacl 0.9% dalam perbandingan 3:1 ditambah larutan KCL 10 mEq/500 ml/botol infus.
Penatalaksanaan keperawatan:
Menjaga kelancaran pernafasan.
Kebutuhan istirahat.
Kebutuhan nutrisi dan cairan.
Mengontrol suhu tubuh.
Mencegah komplikasi/gangguan rasa aman dan
nyaman.
Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai
penyakit.
DIAGNOSA BANDING
Bronkiolitis
Aspirasi pneumonia
Tb paru primer
Prognosis

Sembuh total, mortalitas kurang dari 1 %.


mortalitas bisa lebih tinggi didapatkan pada
anak-anak dengan keadaan malnutrisi energi-
protein dan datang terlambat untuk
pengobatan.
PENCEGAHAN
1. Meningkatkan daya tahan tubuh
2. Vaksinasi